Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Mawar Merah


__ADS_3

Hari ini Alisha hanya mengajar dua kelas saja,rencana nya setelah selesai mengajar Alisha akan berbelanja di mall untuk menghilangkan kesuntukan dan membeli beberapa hijab.


Selesai mengajar Alisha kembali ke kantor dosen,Ia langsung berkemas-kemas.


Saat sedang berkemas-kemas ponselnya berdering,ada pesan masuk di ponselnya.


Alisha membuka nya,ternyata dari Mas Hafiz.


Hafiz 📩


Assalamualaikum, Sha ada waktu tidak?kita jalan-jalan yuk.


Alisha tersenyum lalu membalasnya.


Alisha📩


Waalaikumsalam,kebetulan Alisha sudah mau pulang nih Mas,mau jalan kemana?


Hafiz📩


Ke Taman Ekspresi yuk


Alisha📩


Oke,Mas Hafidz hari ini tidak ke rumah sakit?


Hafiz📩


Cuti Sha,Mas jemput yah ke kampus


Alisha📩


Oke,Aku tunggu di gerbang yah


Hafiz📩


Oke,Mas Otw yah


Alisha beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju gerbang kampus.


Saat di depan pintu kantor Alisha berpapasan dengan Reihan.


"Pak"


"Ya"


"Permisi,"


"Memang nya sudah selesai mengajar?" Tanya Reihan.


"Iya"


"Langsung pulang?"


"Tidak,mau pergi ke suatu tempat"


"Dengan Dokter itu?"


Alisha mengangguk.

__ADS_1


"Hati-hati,jaga diri baik-baik ya"


Alisha langsung menatap Reihan,


Tumben sekali manusia es ini menasehatiku,Batin Alisha.


"Iya Pak"


Reihan langsung masuk ke dalam kantor,sementara Alisha langsung berjalan menuju gerbang.


Alisha tidak menunggu terlalu lama karena hafiz sudah sampai di pintu gerbang.


"Hay,Ayo masuk" Ucap Hafiz sambil membuka pintu mobilnya.


Alisha segera masuk ke dalam mobil Hafidz.


"Mas,kita mau kemana tadi?"


"Ke taman ekspresi,disana ada perpustakaan juga lhoo Sha"


"Oke"


Hafiz melajukan mobilnya menuju taman ekspresi,di dalam mobil Hafiz memutar sebuah lagu romantis.


(Anji~Bidadari tak bersayap)


Bidadari tak bersayap datang padaku


Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu


Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sampai habis umurku, sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku


Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku


Diam-diam aku memandangi wajahnya


Tuhan ku sayang sekali wanita ini


Tuhan ku sayang sekali wanita ini


Sampai habis nyawaku, sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku


Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku


Katakan yes, I do, jadi teman hidupku

__ADS_1


Dududududu dududududu dududu


Sampai habis nyawaku, sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku


Kaulah satu di hati, kau yang teristimewa


Maukah dirimu hidup denganku


Katakan yes, I do


Jadi teman hidupku


Katakan yes, I do


Hiduplah denganku


Jadi teman hidupku


Hafiz ikut bernyanyi juga dan sesekali memandang Alisha,Alisha yang di pandang pun melirik Hafiz,lalu tersenyum.


Setelah lagu nya berhenti Hafiz bertanya pada Alisha.


"Sha,maukan jadi teman hidup Mas"


Alisha terdiam,wajahnya langsung bersemu merah.Alisha tersenyum.


"Insyaallah Mas"


"Kapan siap?"


"Nanti Alisha beritahu"


"Oke Mas akan tunggu"


Hafiz lalu menghentikan mobilnya,ia mengambil paper bag yang ada di jok belakang mobilnya,lalu mengambil setangkai bunga mawar dan memberikan setangkai bunga mawar merah nya pada Alisha.


Alisha begitu bahagia menerima mawar merah dari Hafiz.Alisha mencium mawar merah nya,masih terasa segar semerbak harumnya.


"Sha,Cinta itu seperti bunga mawar, indah dan harum. Tapi berhati-hati lah, karena ada duri yang siap melukaimu"Ucap Hafiz.


"Mas Layaknya mawar yang berduri, genggamlah cinta dengan baik. Ingatlah bahwa ia adalah bunga yang berduri, bukan duri yang berbunga.


Tidak ada yang buruk di dunia ini. Bahkan, duri yang tumbuh pada mawar pun menghiasi dengan cantik."Ucap Alisha.


" Mas tidak akan memberi luka lagi untuk mu Sha"


"Fokus lah pada cintanya jangan pada luka nya" Ucap Alisha.


Tanpa terasa,mereka sampai di taman ekspresi.Hafiz segera memarkirkan mobilnya,setelah terparkir Alisha dan Hafiz masuk ke dalam taman ekspresi.


Taman Ekspresi Surabaya tidak hanya menyuguhkan taman yang rindang dan asri. Taman di Jalan Gentengkali ini juga punya fasilitas penunjang berupa perpustakaan di sisi barat. Perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya tersebut memiliki 3.412 koleksi buku.


Buku-buku yang ada di perpustakaan sangat lengkap dan baru, dari cetakan 2009 sampai terbaru 2019. Mulai buku bahasa, filsafat, psikologi, agama, matematika, ilmu alam, ilmu sosial, keluarga, teknologi, seni, sastra, geografis, sejarah, hingga bacaan untuk anak-anak.


Hafiz dan Alisha berjalan-jalan menikmati keindahan taman mereka mulai bertukar cerita dan pengalaman kehidupan pribadi masing-masing. Mereka juga mengunjungi perpustakaan dan memilah-milah buku bacaan yang akan mereka baca.


Alisha begitu menikmati jalan-jalan hari ini dengan hafiz.

__ADS_1


Aku ingin menari-nari di atas bunga, hanya ingin menunjukkan kepada kamu, bahwa cintamu membuat semua terasa indah,Batin Alisha.


__ADS_2