Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Kabar Duka


__ADS_3

Setelah acara di rumah Melly selesai Dion,papa Wijaya dan Mama segera menuju rumah orang tua Rengganis menggunakan taxi online.


Sesampainya di rumah Rengganis malah terasa sepi,padahal ini adalah hari Minggu,Bapak dan Raka juga seharusnya ada di rumah.


Papa Wijaya dah Mama bertanya pada tetangga dimana kira-kira Bu Ningsih dan Pak Harjo.Mama Birru menghampiri salah satu tetangga dekat yang kebetulan ada di depan rumah.


"Assalamualaikum, Bu"


"Waalaikumsalam"


"Maaf mau bertanya,Pak Harjo dan Bu Ningsih kira-kira sedang pergi kemana ya,kok rumah nya sepi sekali?"


"Oh Bu Ningsih pagi ini kecelakaan Bu,Dia di tabrak Motor waktu menyebrang jalan saat di pasar"


"Inalillahiwainailaihirojiun, Ya Allah Pah" Ucap Mama Birru kaget.


"Maaf kalau boleh tahu di rawat di rumah sakit mana ya?" Tanya Papa Wijaya.


"Rumah Sakit Mitra Bu,kebetulan tadi sebelum Pak Harjo pergi sempat kesini memberi kabar"


"Terimakasih ya bu" Ucap Papa wijaya.


"Sama-sama"


Papa wijaya, Mama dan Dion segera memesan taxi lagi menuju rumah sakit Mitra.


"Pah,apa Rengganis sudah tahu ya?"


"Sepertinya belum Mah,Rengganis tidak memberi kabar dengan kita" Ucap Papa Wijaya.


"Iya Tadi Dion vidio call dengan Al,Rengganis juga masih baik-baik saja"


" Ya Allah semoga bu Ningsih tidak apa-apa ya Pah"


"Aamiin"


Taxi pun datang,mereka segera masuk ke dalam taxi menuju rumah sakit Mitra.


Di dalam taxi papa Wijaya menghubungi Bapak Rengganis lalu menanyakan di ruang mana Bu Ningsih di rawat,tapi ternyata Bu Ningsih masih di ruang oprasi,karena benturan di kepalanya yang sangat keras sehingga ada pembekuan darah di kepalanya.


Sesampainya di rumah sakit Papa Wijaya,Mama dan Dion langsung menuju ruang oprasi yang Pak Harjo katakan di telfon.


Disana sudah ada Raka juga Pak Harjo yang tertunduk lesu.


"Mas" Sapa Papa Wijaya.


Bapak Rengganis dan Papa Wijaya segera bersalaman dan memeluk.


Mama Birru menghampiri Raka lalu memeluknya.


"Yang sabar ya Le"


Raka hanya mengangguk,ada bekas tangisan di mata Raka.


"Sudah menghubungi Rengganis Mas" Tanya Papa Wijaya pada Pak Harjo.


"Belum,nanti saja,Aku takut Rengganis khawatir,Dia sedang hamil,Aku takut Dia terlalu banyak berfikir,Rengganis sangat dekat dengan ibunya"


Papa Wijaya mengangguk tanda mengerti.


Tidak berapa lama dokter keluar dari ruang oprasi dengan mimik muka lesu.


"Maaf pak,pasien tidak tertolong karena luka nya cukup parah,apalagi benturan di kepalanya yang sangat parah,"


Derrrr... Bagaikan petir di siang bolong.


"Ibuk....Buk...Buk"


Raka menangis meraung-raung.


Mama Birru memeluk Raka.


Pak Harjo terduduk di kursi,mata nya mengeluarkan air mata,ingin berteriak pun percuma tidak akan bisa mengembalikan nyawa istrinya,ingin di ratapi namun semua sudah takdir yang harus di jalani.


Pak Harjo menundukkan kepalanya,memori masa lalu dengan Bu Ningsih seperti terputar dengan sendirinya di otak nya,pertama kali mereka menikah,mempunyai anak Rengganis lalu di susul lahirnya Raka,kesederhanaan yang mereka lalui,Bu Ningsih tidak pernah mengeluh akan kesederhanaan yang Pak Harjo berikan.

__ADS_1


Kini Bu Ningsih meninggalkan nya untuk selama nya.


Papa Wijaya memegang pundak Pak Harjo.


"Innalillahiwainailaihirojiun Saya turut berduka cita atas kepergian Mbak ningsih… Semoga Mbak Ningsih diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan semoga Mas dan keluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Innallaha ma’ashobirin… Percayalah Sesungguhnya Allah SWT bersama dengan orang-orang yang sabar.” Ucap Papa Wijaya.


Pak Harjo mendongakkan kepalanya " Terimakasih Mas"


Sementara Mama Birru sedang menenangkan Raka sambil memeluknya


" Raka Kehilangan seseorang memang membuat hati terpukul, tapi tidak ada jalan yang lebih baik selain mengikhlaskannya. Dengan kita mengikhlaskannya, semoga Ibu kamu bisa lebih tenang di alam sana. Sesungguhnya kita semua milik Allah SWT, dan hanya kepda-Nyalah kita semua akan kembali.'


“Sabar ya Sayang…Mama tahu ini kepergian Ibu mu sangat berat untuk mu, Namun janganlah sampai berlarut-larut."


Raka semakin mengeratkan pelukan nya,Papa Wijaya segera menuju bagian administrasi untuk mengurus kepulangan jenazah Bu Ningsih.


Sementara itu Dion segera menelfon Albirruni,tidak butuh waktu lama Albirruni mengangkat telfon nya.


"Assalamualaikum Dion"


"Waalaikumsalam, Al kamu sedang apa?"


"Aku sedang rebahan saja menemani Rengganis tidur,ada apa Yon?"


"Al ada kabar tidak enak ini"


"Memang nya ada apa?"


Dion lalu menceritakan semua nya,dari pertama datang ke rumah keluarga Rengganis,hingga sampai memberi kabar jika Ibu Rengganis meninggal dunia.


"Innalillahiwainailaihirojiun" Ucap Al.


Albirruni sangat sedih dengan kepergian ibu mertua nya,Ia juga sangat bingung bagaimana cara memberi tahu Rengganis agar tidak syok,apalagi Rengganis saat ini sedang hamil.Saat ini Rengganis juga sedang tidur.


Al lalu mengakhiri panggilan nya dengan Dion,Al langsung memesan pesawat lewat aplikasi online tujuan Jogja.


Setelah itu ia membangunkan Rengganis.


"Sayang Bagun"


"Sudah sore ya Mas?"


"Sayang bangun dulu"


Rengganis duduk di ranjang Birru langsung memeluknya.Birru tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis.


"Sayang,jangan kaget yah,sayang harus tabah dan sabar yah,Mas percaya sayang wanita kuat"


"Mas memang ada apa?" Ucap Rengganis kebingungan.


"Sayang,Ibu di Jogja meninggal karena kecelakaan,tadi Dion telfon"


Rengganis terdiam,Ia mengatur nafasnya.


"Ibu Mas,Ibu ku?"


Albirruni mengangguk.


"Innalillahiwainailaihirojiun, ibu....Ya Allah Mas, Ya Allah"


Rengganis langsung memeluk Birru dengan erat dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Albirruni.


Laksana petir menyambar tubuhku.


Tatkala aku mendengar kepergianmu.


Lemas lunglai tak berdaya tubuhku.


Jeritan tangisan pun tertuah dengan mengalirnya air mataku.


Kini dirimu sudah pergi menghadap sang Illahi.


Kini dirimu sudah tak ada lagi disisiku mendampingi.


Kini sudah tak ada lagi dirimu disaat aku sedang sendiri.

__ADS_1


Karena hanya dirimulah tempatku mencurahkan segala isi hati.


Ibu..😭😭


Maafkanlah aku disaat engkau masih ada aku belum bisa membahagiakanmu.


Maafkanlah aku anakmu ini yang selalu merepotkanmu.


Maafkanlah aku anakmu ini yang banyak salah dan dosa padamu.


Maafkanlah aku ibu karena aku yang selalu bersandar dibahumu.


Ibu..😭😭


Kini dirimu sudah tidur tenang dipangkuan Illahi Robby.


Semoga disana ibu bahagia ditemani bidadari


Karena dirimu sampai dunia ini berakhir takkan terganti.


Kasih sayangmu dan perhatianmu tidak ternilai.


Ibu...😭😭


Terima kasihku padamu tidak akan pernah habis.


Karena curahan kasihmu padaku tidak akan terkikis.


Karena kasih sayangmu begitu tulus tidak terhenti.


Meskipun dalam keadaan appun dirimu selalu setia mendampingi.


Ibu..😭😭


Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali.


Kenanganmu akan senantiasa terpatri dihati


Karena dirimu aku tetap kuat sampai sekarang ini.


Karena dukunganmu aku tegar menghadapi cobaan yang menghampiri.


Ibu...😭😭


Terima kasih..


Terima kasih..


Terima kasih..terima kasihku tak terhingga padamu ibu


Hanya ucapan terima kasih yang bisa aku berikan padamu wahai ibuku sang penerang jiwaku.


Albirruni melepaskan pelukan nya lalu memberi tahu Rengganis bahwa ia sudah memesan tiket ke Jogja,Albirruni langsung packing baju-baju nya lalu mengingatkan Rengganis karena Rengganis tidak boleh stres dalam keadaan hamil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.(Semoga Rengganis baik-baik saja ya)


(Jangan lupa vote,vote yang banyak yah biar pahalanya juga banyak,hehe)

__ADS_1


__ADS_2