Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Arti Cinta dan Pernikahan


__ADS_3

Setelah makan mereka langsung menuju toko perhiasan, Alisha dan Hafiz memilah milih cincin kawin mereka. Almira dan Rengganis hanya melihat-lihat saja.


"Sayang kamu mau yang mana?" Tanya Albirruni pada Rengganis.


"Tidak Mas, tidak perlu, kan seserahan waktu pernikahan juga ada"


"Yang penting ATM nya saja Mas plus kartu kredit gold" Celetuk Almira.


"Yee Mbak Ganis tidak sematre kamu " Ucap Birru sambil menyentil kening Almira.


"Ah kakak, sakit"


Albirruni tertawa lirih.


"Perlu kamu tahu Dek,kakak ini sangat mencintai Mbak Rengganis"


"Cie...cie Mbak Ganis langsung merah muka nya" Ucap Almira.


Rengganis, Almira dan Albirruni duduk di toko perhiasan itu, Menunggu Alisha masih memilih.


"Kakak,apa sih arti cinta dan pernikahan?" Tanya Almira pada Albirruni.


"Kenapa memang bertanya seperti itu, Apa Mira sedang jatuh cinta?" Ledek Birru.


"Hanya ingin tahu" Ucap Mira dengan raut muka yang malu-malu.


"Kakak akan ceritakan sebuah kisah, dengarkan baik-baik"


Almira mengangguk, Albirruni mulai berbicara tentang sebuah kisah.


Suatu ketika seorang murid bertanya kepada gurunya, Guru, apakah arti cinta? dan apa artinya pernikahan?


Guru tersebut menjawab, Di depanmu ada sebuah taman, berjalanlah tanpa menoleh ke belakang dan carilah bunga yang paling indah, jika sudah kau dapatkan segeralah kembali.


Kemudian berjalanlah sang murid menyusuri taman tersebut, mencari dan terus mencari.


Sang guru telah menunggu cukup lama akhirnya mendapati muridnya datang dengan tangan kosong, Sang guru bertanya, Kenapa engkau tidak membawa apa-apa?


Murid tersebut menjawab, Di tengah perjalanan aku sudah menemukan sekuntum bunga yang indah namun aku berpikir di depan sana pasti masih ada yang lebih indah maka dari itu aku tidak mengambilnya dan tanpa kusadari aku telah melewati taman tersebut tanpa mendapati apa-apa.


Kemudian sang Guru berkata, Itulah arti cinta


Lalu si murid bertanya kembali, Bagaimana dengan arti pernikahan?


Kemudian sang Guru berkata, Sekarang cobalah berjalan melalui taman di belakangmu itu dan carilah kembali bunga yang paling indah di dalamnya.


Tanpa berpikir panjang si murid berjalan memasuki taman yang berhadapan dengan taman sebelumnya. Namun si murid kembali dengan cepatnya dengan membawa sekumtum bunga yang jika dilihat bunga tersebut biasa-biasa saja, kemudian diperlihatkannya bunga tersebut kepada sang Guru.


Sang Guru bertanya, Kenapa cepat sekali engkau kembali padahal aku baru melihatmu memasuki taman lalu kembali lagi ke sini dan menurutku bunga ini biasa-biasa saja tidak terlalu indah menurutku?


Murid menjawab, Aku takut kalau aku tidak akan mendapatkan bunga lagi di depan dan jika di depan sana masih banyak terdapat bunga, aku takut kalau bunga-bunga di depan sana tidak ada yang seindah bunga ini, maka dari itu aku ambil bunga ini dan lalu kembali.


Sang Guru hanya tersenyum dan berkata, “Itulah arti pernikahan…”


Selalulah berpikir bahwa pasangan kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.


Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan yang mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik, asuhan keluarga, pergaulan, cara berfikir (mental), pendidikan dan lain hal.


Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan ikatan yang amat suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, dan masyarakat.

__ADS_1


Aqad nikah dalam Islam berlangsung sangat sederhana, terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul". Tapi dengan dua kalimat ini telah dapat menaikkan hubungan dua makhluk Allah dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi. Dengan dua kalimat ini berubahlah kekotoran menjadi kesucian, maksiat menjadi ibadah, maupun dosa menjadi amal sholeh.


Aqad nikah bukan hanya perjanjian antara dua insan. Aqad nikah juga merupakan perjanjian antara makhluk Allah dengan Al-Khaliq. Ketika dua tangan diulurkan (antara wali nikah dengan mempelai pria), untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Allah SWT, "Yadullahi fawqa aydihim".


Begitu sakralnya aqad nikah, sehingga Allah menyebutnya "Mitsaqon gholizho" atau perjanjian Allah yang berat. Juga seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil dan juga Perjanjian Allah dengan para Nabi adalah perjanjian yang berat (Q.S Al-Ahzab : 7)


Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai "Mitsaqon gholizho". Karena janganlah pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata cerai.


Allah SWT menegur suami-suami yang melanggar perjanjian, berbuat dzalim dan merampas hak istrinya dengan firmannya : "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali padahal kalian sudah berhubungan satu sama lain sebagai suami istri. Dan para istri kalian sudah melakukan dengan kalian perjanjian yang berat "Mitsaqon gholizho"." (Q.S An-Nisaa : 21).


Apabila perjanjian itu dilaksanakan dengan tulus, kita akan dimuliakan oleh Allah SWt, dan ditempatkan dalam lingkungan kasih Allah.


Almira tersenyum, "Terimakasih ya Kak sudah banyak memberi gambaran cinta dan pernikahan pada Mira"


"Harusnya Kakak mu yang rajin bertanya seputar pernikahan" Ucap Mas Birru.


"Memang nya ada yang salah jika Mira yang bertanya?" Ucap Mira.


"Kan sebentar lagi giliran Mira Mas" Celetuk Rengganis.


"Ih tidak Mbak"


"Tidak salah" Ledek Rengganis lagi.


"Mir,memang kamu sudah mau menikah?"


"Ya Tergantung calon nya kak,kalau Oke ya Mira mau saja"


"Kalau Reihan" Ucap Rengganis.


" Mbak Ganis ini"


"Eh sudah itu Kak Alisha sudah selesai" Ucap Mira mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya setelah selesai dari toko perhiasan mereka akan kembali berkeliling Mall untuk mencari beberapa jilbab dan gamis.


"Sudah lama kita tidak beli jilbab ya" Ucap Alisha.


"Kak,bayarin Mira,nanti gantinya Minta Papah saja yah," Ucap Mira sambil bergelayut ke Albirruni seperti anak kecil meminta sesuatu.


" Iya iya "


"Yee kakak semoga kakak semakin tua semakin tampan"


Albirruni dan Rengganis tertawa.


Mereka mencari toko gamis yang cocok,tidak sengaja Hafiz melihat Reihan sedang berbicara dengan seorang wanita di depan cafe yang sepertinya sedang di renovasi.


Hafiz menghampiri Reihan.


"Hay Rey"


Reihan kaget melihat Hafiz datang.


"Eh Fiz,sendirian?"


"Tidak,coba lihat kesana,aku bersama mereka"


Reihan melihat ke arah Albirruni ternyata ada Almira juga.

__ADS_1


Reihan tersadar di depan nya sedang mengobrol dengan seorang wanita yang ahli dalam penataan sebuah ruangan yang sedang membantunya menata cafe yang akan Ia buka.


Reihan langsung memberi salam pada semuanya.


"Ayo kalian masuk ke dalam,di dalam sudah rapi,tinggal finishing saja"


Mereka lalu masuk ke dalam cafe milik Reihan.


"Mira...Bagaimana menurutmu cafe ini?"


"Bagus Mas"


"Ada yang kurang tidak?"


"Lhoo kok tanya Mira Mas,Mbak yang di depan tadi sepertinya lebih tahu"


"Kan Mas sudah bilang, Mas akan selalu bertanya pendapatmu, jika ada yang perlu di rubah, Mas Akan merubahnya"


"Tidak perlu Mas,sudah bagus kok ini"


"Mira maaf yah, Mas menggunakan jasa penata ruang perempuan"


Mira mengangguk " Iya tidak apa-apa "


"Kamu tidak cemburu?"


Mira menggelengkan kepalanya.


Reihan merasa kecewa karena Almira ternyata tidak cemburu.


"Mas kamu dan Dia kan hanya membahas sebuah pekerjaan, aku ingin menunjukan aku tidak kekanak-kanakan walau aku masih 18 tahun, ini sumber rejeki mu yang nanti akan di jadikan untuk menafkahi ku kelak" Ucap Almira.


Reihan tersenyum bahagia, Entah lah, perasaan Reihan seketika seperti di hujani bunga sakura yang begitu indah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Kamu...berbunga bunga tidak dengar Almira mengucapkan "ini sumber rejeki mu yang nanti akan di jadikan untuk menafkahi ku kelak" Ciat ciat ciat Bikin baper aje]


[Jangan lupa Like Komen dan Vote]

__ADS_1


__ADS_2