
Setelah prosesi siraman selesai semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga menyantap makanan bersama.
Alisha menuju kamarnya untuk berganti pakaian biasa. Ponsel Alisha berdering, ternyata ada panggilan masuk dari Hafiz.
Alisha lalu mengangkatnya.
"Assalamualaikum Mas"
"Waalaikumsalam Sayang, bagaimana acaranya sudah selesai?"
"Sudah Mas, baru saja selesai"
"Mas juga sudah selesai, rasanya sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan mu lusa"
"Ih Mas ini,"
"Sedang apa sekarang?"
"Mau ganti baju Mas"
"Haduh makin membuat Mas tidak sabar lagi deh"
"Ih genit"
"Sha di rumah saja pokoknya sampai lusa, jangan kemana-mana yah"
" Iya Mas ku"
"Ya sudah Mas mau berkumpul dulu ya dengan keluarga yang lain"
" Oke, Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
Setelah Alisha mengganti bajunya, Alisha ikut bergabung di ruang keluarga.
"Anak perawanmu tinggal Mira yah Adi, Mira juga sudah besar itu, sebentar lagi ya menyusul " Ucap Budhe.
"Nikahkan saja sekalian dengan Alisha, Carikan jodoh yang baik, " Ucap Pakde.
" Mira masih kecil budhe pakde" Ucap Almira.
"Cilik opone, gedene Podo lhoo kowe mbi Alisha " (Kecil apanya, kamu sama besarnya dengan Alisha"
Almira hanya tersenyum.
***
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Siapa itu Mah" Tanya Papa Wijaya.
Mama berjalan menuju ruang tamu, ternyata Ummi dan Aby Reihan yang datang.
"Ya Allah Ummi, Masuk Mi"
"Acaranya sudah selesai ya" Tanya Aby.
"Baru saja selesai, mana Reihan?"
"Nanti menyusul, Masih di kampus bu"
Ummi dan Aby Reihan di bawa ke ruang keluarga. Mereka lalu berbincang-bincang.
__ADS_1
"Dia itu siapa Dek, kemarin pas lamaran ada, ini siraman juga dagang kesini" Bisik Budhe pada Mama Birru.
"Orang tua teman Alisha Budhe"
"Tapi sepertinya anake akrab dengan Almira, Apa itu calon besan selanjutnya " Ledek Budhe.
Mama Birru hanya tersenyum.
Tidak lama kemudian Reihan datang bersama Albiruni yang saat itu memang sedang di ruang tamu menggendong Ayyubi.
Reihan di bawa ke ruang keluarga oleh Albirruni.
"lhaaa Iki lhoo Mas gantenge" Ucap Budhe.(ini lhoo Mas gantengnya)
Reihan tersenyum lalu mencium tangan orang tua satu persatu.
"Wes Ganteng, Dosen, pinter, dari keluarga baik-baik, Wes kawinke wae mbi Mira Di" Ceplos Budhe pada Papa Albirruni.
"Budhe jangan bicara seperti itu" Ucap Almira.
Wajah Almira sudah seperti kepiting rebus.
"Terserah anak-anak Budhe" Ucap Mama Birru.
Kok jadi aku yang di sidang disini, Batin Almira.
"Piye Le, mau tidak dengan Almira, masih kinyis-kinyis itu cantik lagi"
"Mau lah Budhe" Ucap Reihan dengan lantangnya.
Almira semakin menunduk malu.
"Ini pihak laki-laki nya sudah mau lhoo, Almira kan sudah besar, nanti malah enak bisa kuliah bareng suami nya, ada yang menjaganya di kampus," Ucap Budhe.
Kenapa jadi Budhe yang ngebet sih, Batin Almira.
"Saya terserah Almira saja Mbak"
"Almira, keputusanmu piye Nduk, Mas Reihan ini ganteng lhoo, kalau menunggu kamu sampai lulus, apa tidak takut Dia kecantol perempuan lain"
"Ih jangan Budhe" Ceplos Almira.
Semua yang ada di ruangan tertawa.
"Berarti kamu mau toh"
Almira mengangguk, " Mau jika di restui Mama dan Papa Budhe "
Budhe tersenyum, "itu urusan Budhe nanti, ayo kita makan bersama " Ucap Budhe sambil mengajak Ummi dan Aby Reihan.
Albirruni tersenyum dari kejauhan,
Bagus juga usaha Budhe, Batin Mas Birru.
Flashback On.
Hari ini semua keluarga berkumpul, karena Kakek nenek sudah tidak ada, jadi Budhe Halimah yang di tuakan di kelurga Wijaya, Budhe Halimah anak pertama dari Kakek Wijaya, budhe Halimah juga sudah seperti orang tua di keluarga Wijaya.
Sebelum acara siraman di laksanakan, Albirruni terlebih dahulu bicara dengan Budhe Halimah perihal Almira yang sedang di tunggu oleh laki-laki baik, namun Papah dan Mamah seperti masih berat hati, Albirruni meminta tolong kepada Budhe Halimah agar meyakinkan papah dan mamah nya untuk segera menikah kan Almira juga.
Budhe Halimah mempertimbangkan usulan dari Albirruni dengan mendengar cerita Albirruni tentang Reihan.
Budhe akhirnya menyetujui usulan dari Albirruni.
Flashback Off
__ADS_1
***
"Ih sebel deh Mbak, kok jadi Almira yang di sidang" Ucap Almira pada Rengganis.
"Sudah, bukannya kamu senang kan"
"Iya, tapi di depan banyak keluarga, kan Almira malu kak"
"Demi kebaikan mu, mbak punya feeling Reihan itu laki-laki baik Mir, Mas Birru juga menyukainya, Mas Birru juga khawatir dengan kalian berdua yang saling mencintai tapi harus menunda niat baik pernikahan"
"Bukan kah mbak juga dulu Mas Birru mau menunggu mbak, dan kalian baik-baik saja kan, tidak kebablasan"
" Ya karena Mbak dan Mas Birru jauh Mir, coba bayangkan kalau kamu, nanti di kampus bertemu, mungkin di luar akan sering bertemu, kamu sangat mencintainya, begitu juga Reihan, Mas Birru hanya waspada saja Mira, karena Kamu juga kan tanggung jawab Mas Birru."
Almira mengangguk mengerti.
"Pernikahan itu menyenangkan kan Mbak?"
"Iya dong, tapi jika suami istri itu menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik, menikah itu ibadah seumur hidup Mira, jadi niatkan untuk ibadah, apapun yang terjadi pasti akan bisa sabar dengan sendirinya, ikhlas dengan sendirinya, jangan takut, apalagi Reihan sepertinya bisa membimbingmu"
Almira tersenyum, lalu memeluk mbak Rengganis
"Ehmm, apa itu peluk-pelukan" Ucap Mas Birru yang sedang menggendong Ayubi, di sebelahnya juga ada Reihan.
"Sini kak, Ayyubi biar Mira yang gendong"
Reihan lalu mendekati Almira, mencolek pipi Ayyubi.
"Gemas deh sama yang gendong" Ledek Reihan.
"Gombal"
"Humairah, apa yang kamu katakan tadi benar?" Ucap Reihan dengan sangat lirih.
"Yang mana?"
"Yang mau menikah denganku"
Almira mengangguk.
Reihan lalu mencium kepala Ayyubi, lalu berbisik " Humairah...I love You"
Wajah Almira langsung bersemu merah, serasa dirinya seperti di hujani bunga-bunga mendengar Reihan menyatakan cinta.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ I love you Hayo...Hayo...kamu dapat Iloveyou dari author saja yah, jangan minta dari Reihan,hahaha]
[Jangan lupa like komen dan Vote, Vote yang banyak yah]
[Jangan lupa mampir di "Surat Cinta 2000, Kisah percintaan remaja zaman dulu]
__ADS_1
Salam Iloveyou,
@SantyPuji