Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Air Mata Rengganis


__ADS_3

"Ancaman?"


Birru yang mendengar kata ancaman dari bibir Rengganis langsung membuka jemari nya dan mendongak melihat Rengganis.


Rengganis menangis karena mengingat kembali kejadian begitu ketakutan nya ketika Andra ingin menodainya.


Hiks...hiks...hiks...


"Rengganis,apa begitu sakit jika kamu bicara,jika tidak ingin bicara sekarang Mas tunggu besok tidak apa-apa" Ucap Birru.


"Tidak Mas,Rengganis akan ceritakan sekarang,Rengganis sudah memendam ini selama dua Minggu dan itu membuat Rengganis frustasi,Rengganis takut Mas takut sekali" Ucap Rengganis masih di iringi dengan tangis nya.


Albirruni ingin sekali merengkuh memeluk Rengganis karena begitu terlihat di mata nya ketakutan dan tekanan,tapi Birru tidak berani melakukan itu karena Birru begitu tahu prinsip Rengganis.


"Alisha,duduk lah di sebelah Mbak Anis, Rengganis peluk lah Alisha jika memang kamu tidak kuat menceritakan semua" Ucap Birru.


"Mas...Mas tahu laki-laki yang datang waktu itu ke rumah?" Tanya Rengganis.


"Andra" Jawab Birru.


"Iya Dia,dua Minggu lalu Dia kesini,entah tahu alamatku dari mana,Dia ke apartemen malam- malam,saat itu keadaan begitu sepi,Dia meminta masuk,sudah Aku larang tapi Dia tetap kekeh ingin masuk,ya sudah akhirnya masuk,tapi pintu nya Aku buka lebar-lebar,lalu Dia meminta minum,saat Aku buatkan minum Dia menutup pintunya dan menguncinya,kunci nya Dia simpan di saku celana nya,Aku semakin takut."


"Awal nya Dia bicara baik-baik bahwa Dia ingin melamar ku dan membawa cincin ini,tapi Aku meminta maaf karena tidak bisa menerima nya,ada api kemarahan dalam mata nya,Dia begitu marah dan Dia mendekati ku,Aku sangat takut Mas saat itu",hiks..hiks.. hiks,


Alisha pun merengkuh bahu Rengganis lalu menggenggam tangan nya,Birru memberikan minum pada Rengganis,karena sedari tadi Rengganis begitu tersengal sengal saat bercerita.Setelah merasa lebih lega,Rengganis pun menceritakan kembali pada Mas Birru.


"Dia terus mendekati ku lalu dia mendorong ku sofa dan menarik jilbab ku,entah lah waktu itu Aku sudah sangat ketakutan,Dia mengancam akan menodai ku,dan Aku begitu takut,sebelum Dia menjalankan aksinya akhirnya Aku menerima lamaran nya.


Birru yang mendengarkannya pun mata nya langsung memerah,tangan nya mengepal kuat,lalu berdiri.


*B**uugh....brengsek*.


Birru menonjok tembok untuk melampiaskan kemarahan nya,Rengganis dan Alisha begitu kaget melihat tingkah Albirruni.


Rengganis segera berdiri lalu menghampiri Mas Birru,menggapai lengan nya dan menuntun Mas Birru untuk kembali duduk lagi,terlihat tangan Birru pun lecet-lecet.


" Mas istighfar,jika Mas tidak kuat mendengarnya,bagaimana Mas bisa kuat membantu ku"Ucap Rengganis.

__ADS_1


"Astagfirullah, maaf Ganis,tapi hati Mas benar-benar sakit,Mas tidak bisa melindungi mu,bahkan Mas tidak bisa memelukmu," ucap Birru dengan mata berkaca-kaca.


"Alisha tolong ambilkan kotak p3k di dekat dapur Mbak ya Dek" Perintah Rengganis pada Alisha.


Alisha pun mengangguk lalu berlalu menuju Apartemen Rengganis,mengambil kotak p3k.


Rengganis yang tadi nya ketakutan malah lebih takut melihat Mas Birru yang marah besar dan begitu emosi,Dia baru melihat sisi lain dari Albirruni yang biasanya lemah lembut dan romantis.


"Mas Rengganis tidak apa-apa,Rengganis tidak ternoda,hanya Rengganis harus menerima lamaran nya saja,Ganis juga memberikan Dia syarat untuk menunggu 6 bulan lagi dan 6 bulan itu kita manfaatkan waktu kita untuk melawan nya,bantu Rengganis Mas" Pinta Rengganis.


"Maafkan Mas Nis,Mas tidak berfikir sejauh itu,Mas yakin kamu pasti ketakutan dan terpaksa menerima lamaran itu demi harga dirimu,maafkan Mas,belum bisa melindungi mu,Mas janji akan mengatasi ini semua" Ucap Albirruni


"Kenapa ponsel mu tidak bisa di hubungi?" Tanya Birru.


"Saat itu ponsel ku juga di minta dan Dia mengganti kartu SIM card nya,entahlah Dia mengirim pesan ke Mas saja Ganis tidak tahu,Dia hanya mengancam jangan coba-coba menghungi Mas Birru lagi jika ingin Raka tetap selamat"Jawab Rengganis.


" Brengsek...banci,benar-benar laki-laki banci,ingin cinta mu tapi dengan mengancam apa itu bisa di sebut laki-laki" Ucap Birru.


Alisha datang membawa kotak obat,lalu Rengganis mengoleskan obat merah pada kapas dan mengoleskannya pada luka di tangan Mas Birru.


"Tidak ada Mas,tapi di kontak watsap sepertinya ada fotonya,untuk apa Mas" tanya Rengganis


"Sini Mas minta,untuk memberi tahu jangan mengancam mu lagi,masalah Raka Mas akan kirim bodyguard nanti,tenang saja" Jawab Birru.


Mana mungkin Aku hanya ingin memberitahunya saja,yang jelas Aku akan membuatnya tersungkur tanpa ampun,Batin Birru (Jangan macam-macam dengan naruto)


Rengganis pun membuka blokiran nomer Mas Birru,lalu mengirim foto Andra yang sudah di ambil dari foto profil watsapnya.


Ting..pesan masuk (nomor tak di kenal,nomer baru Rengganis pastinya)


Birru membuka foto nya lalu mengirim pada Dion asisten pribadinya.


Birru pun menelfon Dion


"Assalamualaikum Dion"


"Ada apa bos?"

__ADS_1


"Tolong buka pesan ku,Carikan informasi tentang nya dan cari alamat rumah nya,besok Aku akan kembali ke Indonesia" Perintah Birru.


"Untuk apa Bos"


"Jangan banyak tanya,laksanakan saja tugas mu" Ucap Birru tegas.


"Sudah dulu,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam Bos"


Birru pun meletakan ponsel nya.


Rengganis pun bertanya dalam hati,apa yang akan di lakukan Mas Birru sepulang dari Indonesia,Rengganis takut Mas Birru kenapa- kenapa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Kira kira bakal di apain ya Andra sama mas birru??)

__ADS_1


__ADS_2