Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Ngambek


__ADS_3

Selesai sarapan Almira dan Reihan kembali lagi ke kamar karena belum mandi.


Hafiz dan Mas Birru menuju taman di belakang, Sementara Ayyubi sedang bermain bersama Kakek Wijaya.


Rengganis membantu Mama membersihkan meja makan. Alisha juga kembali ke kamar karena belum mandi.


Sebelum mandi Almira mengaktifkan internet di ponselnya. Reihan memutuskan untuk mandi duluan.


Panggilan vidio langsung masuk dari Rani teman sebangku Almira.


Almira mengangkat nya.


"Assalamualaikum Ren" Sambil melambaikan tangan.


"Waalaikumsalam, Hutang penjelasan kamu sama kita-kita, Nanti Aku sambungkan juga dengan yang lain"


Almira mengernyitkan dahinya.


Hadeh Alamat aku akan menjadi tersangka kali ini, maafkan aku teman-teman kemarin belum sempat memberi tahu, Batin Almira.


Disana tersambung Reni, Ayu dan Reisa.


"Mira...Itu Mas Mas yang dulu jemput kamu kan? kamu di ajak ke pulau terpencil, kamu tidak takut apa" Cerocos Ayu.


"Apa jangan-jangan kalian sudah...." Ucapan Reisa menggantung.


"Eh sudah-sudah, maaf sebelumnya aku tidak memberi tahu, sebenarnya aku sudah menikah, bersamaan dengan kakakku"


"Hah..." Wajah melongo terpampang di layar ponsel, teman-teman Almira begitu terkejut.


"Jangan bercanda Mir"


"Ya tidaklah, masa menikah untuk bahan candaan"


"Tega kamu Mir tidak mengundang kita"


"Bukan seperti itu, kita juga belum mengadakan resepsi kok, jadi baru ijab saja"


"Kenapa mendadak seperti itu, kamu tidak sedang tekdung kan Mir?"


"Apa itu tekdung?"


"Hamil Mir"


Almira menelan Saliva nya" Eh sembarangan, tidak lah, aku di lamar diam-diam dan di nikahkan tanpa sepengetahuan ku"


"Ya siapa tahu Mir, kamu sih pacaran dengan laki-laki dewasa"


"Ih kita tidak pacaran"


"Siapa Sayang" Ucap Reihan saat keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Teman-teman ku"


"Mana Mas lihat"


Almira langsung menyembunyikan ponselnya, " Jangan Mas, malu Mas "


"Kok Malu, kita sudah menikah"


Reihan mengambil paksa ponsel Almira, wajahnya langsung terpampang di layar ponsel Almira.


Almira mengerucutkan bibirnya tanda kesal pada Reihan.


"Aaaaaaaa.....Mira, suami mu tampan sekali"


Almira langsung melihat ke arah Reihan. Reihan sedang menyapa teman-teman nya.


"Assalamualaikum semua"


"Waalaikumsalam pak dosen ganteng"


Reihan tersenyum " Sudah tahu kan kalau aku dan Almira sudah menikah"


Teman-teman Almira mengangguk.


"Tolong nanti bantu aku mengawasinya ya, Jika ada laki-laki yang mendekatinya bilang pada laki-laki itu Almira sudah menikah"


"Siap pak dosen"


"Sudah dulu ya, Kita masih ada urusan nih," Ucap Reihan.


Mereka semua akhirnya mengakhiri panggilan vidio call nya.


"Sayang ini ponselmu"


Almira tak bergeming.

__ADS_1


"Humaira kamu kenapa?"


"Ih Mira mau ngambek sama Mas Azzam"


Reihan malah tertawa "Ngambek kok bilang bilang"


"Sebel ih"


"Kenapa?"


"Kenapa Mas meng-upload foto kita sih Mas, kan Mas tahu kita menikah mendadak, aku takut orang lain menyangka aku macam-macam Mas"


Reihan tersenyum," Kenapa takut sekali dengan penilaian orang lain sayang"


"Teman ku saja menganggap ku Hami dulu tadi, apalagi orang lain"


Reihan memegang kedua lengan Almira,


"Sayang dengarkan Mas, Namanya juga hidup. Tuhan yang nentuin, kita yang jalanin, orang lain yang ngomentarin."


Almira semakin mengerucutkan bibirnya.


"Iya deh iya, Maafkan Mas yah, Itu Mas lakukan karena Mas sangat mencintaimu, kamu masih muda sayang, Mas takut nanti masih saja ada yang mengharapkanmu, Mas tidak mau"


Almira bertanya dalam hati, Apakah benar suaminya begitu mencintainya dan mengkhawatirkannya.


"Sayang maafkan Mas" Rengek Reihan.


"Sayang...."


Almira masih terdiam, Ia langsung melangkah kan kakinya ke kamar mandi, baru satu langkah, Reihan langsung menarik tangan Almira lalu menggendongnya ke atas ranjang.


"Mas...."


"Jika tidak bisa di selesaikan sambil duduk bersama, kita selesaikan di ranjang ini" Ucap Reihan sambil mengerlingkan matanya.


Reihan langsung berada di atas Almira dan menguncinya dengan tubuh dan kedua tangan nya.


"Mas jangan aku belum mandi"


"Mas tidak perduli"


Reihan melepaskan jilbab langsungan Almira.


"Mas aku tadi habis olahraga, keringatan Mas"


"Mas belum olahraga, Mas mau olahraga disini"


Setelah puas berolahraga, Reihan memeluk Almira dari belakang sambil menciumi pundaknya.


"Sayang, marahnya sudah redam kan? kan sudah Mas siram tadi pakai air cinta" Ledek Reihan.


Almira terlihat malu " Mas ini"


Reihan melihat Almira tersenyum.


"Kalau sudah memaafkan Mas, baru Mas izinkan mandi"


"Kalau belum?" Tanya Almira.


"Mas siram lagi nanti"


"Ih Mas Azzam, Mas itu memperkosa ku tadi"


"Eh...mana ada suami memperkosa istrinya, kamu ini," Reihan tertawa geli.


"Sudah memaafkan Mas belum"


Almira mengangguk, lalu berbalik menatap Reihan.


"Mas...Maafkan Mira juga yah tadi "


Reihan tersenyum lalu mengecup kening Almira.


"Ya sudah sana mandi"


Almira berjalan ke kamar mandi menggunakan selimut, Reihan lalu mengikutinya.


***


Di kamar Hafiz dan Alisha sudah bersiap-siap packing untuk bulan madu nya ke Venesia.


"Sayang jangan sampai ada yang tertinggal yah" Ucap Hafiz.


"Iya Mas"


"Jangan lupa bawa lingerie yang banyak"

__ADS_1


"Ah untuk apa, baru di pakai 5 menit juga sudah di lucuti"


Hafiz langsung tertawa mendengar penuturan istrinya itu.


"Kamu itu Sha, kenapa Pilih Venesia sih Sayang?"


"Ya sepertinya indah Mas, Mau romantis-romantisan dengan Mas nanti disana"


"Romantis mah di dalam kamar ini juga bisa Sayang" Ucap Hafiz sambil membelai-belai rambut Alisha.


"Mas besok kita melakukan perjalanan jauh, jangan sampai hari ini kelelahan"


"Oke...oke tapi nanti disana di rapel ya" Ledek Hafiz.


***


Rengganis sedang menyusui Ayyubi di pangkuannya, Albirruni mendekatinya.


"Sayang...kita apa tidak bulan madu lagi"


"Ih Mas kamu ini, sudah ada Ayyubi"


"Ya memangnya kenapa, kita ajak Ayyubi"


"Kamu ini Mas, tidak mau kalah dengan adik-adikmu"


Albirruni tertawa, "Kita juga perlu sayang berbulan madu lagi, biar kita selalu seperti pengantin baru"


"Mas...."


"Kan kita bisa leluasa buat adek buat Ayyubi"


"Mas Ayyubi masih kecil"


"Iya...iya, Ya sudah buat kuping dulu di cicil sampai Ayyubi besar" Ledek Albirruni.


Kaki Ayyubi menendang lengan Albirruni yang ada di sebelahnya.


"Aduh dek...kamu ini selalu tidak mau berbagi dengan Papah"


Rengganis tertawa melihat tingkah Ayyubi yang cemburu dengan papahnya itu.


"Mas kalau punya satu lagi sekarang, nanti kamu benar-benar tidak bisa menyuntuhku"


"Mana bisa aku tidak menyentumu, wajahku bisa penuh dengan jerawat nanti"


Rengganis kembali tertawa.


"Sayang, aku sudah siapkan bulan madu untuk kita bertiga"


"Ya sudah, Ganis ikut saja"


"Nah gitu dong"


Albirruni memeluk lengan Rengganis sambil tangan nya mencolek dada Rengganis, Ayyubi langsung menggeser tangan papahnya itu.


Rengganis di buat tertawa lagi dengan tingkah dua laki-laki yang sangat di cintai nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ hayo...hayo Semuanya menggemaskan yah, author juga gemas, Rasanya pengen masuk di keluarga Wijaya, jadi Ijah juga tidak apa-apa deh,hahah]


[Jangan lupa like komen dan Vote]


[Jangan lupa juga mampir di Surat Cinta 2000]

__ADS_1


Salam sayang,


@Santypuji


__ADS_2