
Pagi-pagi sekali Hafidz sudah bangun,walaupun semalam jam 1 malam ia baru pulang karena ada seorang ibu yang harus menjalani operasi sesar.
Lelah ini tidak menyurut kan Hafidz untuk memperjuangkan Alisha.
Sikapnya kemarin mungkin membuat Alisha marah,tapi itu semua karena kekhawatiran Hafidz,kecemburuan Hafidz.
Walaupun Hafidz sedikit egois karena posesif pada Alisha,tapi ini semata-mata karena usaha nya untuk mendapatkan Alisha.
Pagi ini Hafidz sudah datang ke kantor dosen,ia hanya menggunakan kaos biasa dan celana jeans panjang agar terlihat seperti mahasiswa lain nya.
Alisha yang datang terburu-buru karena hampir saja telat merasa kesal karena sudah ada Hafidz di meja kerja nya.Alisha hanya meletakan tas nya,lalu mengambil leptopnya dan langsung ke kelas.
Hafidz yang merasa di cuekin dia langsung mengikuti Alisha menuju kelas tempat Alisha mengajar,Alisha diam saja tak bergeming melihat Hafidz mengikutinya.
Mahasiswa yang lain semua menatap Hafidz yang masuk kelas,mereka mengira Hafidz mahasiswa baru.
Alisha memulai pelajaran nya seperti biasanya,Alisha juga mengajar seperti biasa nya,Alisha menganggap Hafidz tidak ada.
Selesai mengajar Alisha meninggalkan kelas,dan Hafidz pun mengekor di belakangnya.
"Alisha,apa kamu masih marah?" Tanya Hafidz.
Alisha masih terdiam.
"Sha,dengarkan Aku,Aku kemarin begitu karena Aku sayang kamu,kamu lihat mata ku,sekali saja melihat mata ku"
Alisha membalikan tubuhnya.
"Aku tidak marah"
Alisha melihat mata lelah Hafidz,ada lingkar hitam di mata nya,apa Hafidz kurang tidur akhir-akhir ini karena selalu menyambangi Alisha setiap pagi,Batin Alisha.
"Sha,yuk kita bicarakan dengan kepala dingin,dengan hati yang jernih,kita pasti bisa menemukan solusinya"
"Baiklah,ayo ke cafe depan saja"
Hafidz tersenyum,mereka berjalan menuju cafe depan kampus,Alisha memesan cappucino hangat,sedangkan Hafidz memesan kopi hitam,untuk meredakan kantuknya.
Cafe nya tidak terlalu ramai hanya ada beberapa mahasiswa yang datang, mungkin karena masih jam belajar.
Di cafe itu ada beberapa pemuda yang menghibur pengunjung dengan menyanyikan lagu-lagu.
Hafidz lalu memberanikan diri naik ke atas panggung kecil untuk menyanyi.
Alisha begitu kaget karena ulah Hafidz.
"Mau apa sih itu orang" Gumam Alisha.
Hafidz mulai menyiapkan diri untuk bernyanyi dengan anak band yang ada di cafe tersebut.
"Untuk seseorang yang ada disana yang bernama Alisha,Aku ingin mengungkapkan sedikit rasa ku saat ini"
Pagi, mengejar siang
Petang, menanti sore tenggelam
Senja membalut rindu
Ku bujuk…
Ku rayu…
Lagi, dan lagi…
Semua tinggal ilusi
Denganmu, aku memahat senyum
Denganmu aku, menolak waktu
Mingguku berbunga
Lusaku usang, berantakan
Bak renyahnya pecahan kaca
__ADS_1
Kau tinggalkan serpihan
Tanpa, menyapunya
Luasnya benua, tak seluas harapanku
Indahnya senja sama indahnya dengan puisiku
Aku lumpuh jika aku kehilangan
Kehilangan segala lurusan bait juga kehilangan cinta sepertimu
"Itu sedikit rasaku,kali ini aku akan menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan tentang keadaan kita saat ini"
🎼🎼🎼
Masih tertinggal bayanganmu
Yang telah membekas di relung hatiku
Hujan tanpa henti seolah bertanda
Cinta tak disini lagi kau telah berpaling
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
ooh oooh
Masih adakah cahaya rindumu
Yang dulu selalu cerminkan hatimu
Aku takkan bisa menghapus dirimu
Meskipun kulihat kau kini diseberang sana
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
Andai akhirnya kau tak juga kembali
Aku tetap sendiri menjaga hati
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Kau menjauh aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
Sejujurnya diriku masih mengharapkanmu
oooh ooohh
oooh ooohh
__ADS_1
Tanpa terasa Air mata Alisha menetes juga,ia langsung mengusapnya,ia teringat saat Hafidz menitipkan kepingan hatinya waktu di bandara,namun ia merasa sakit waktu tahu Hafidz mendiamkannya tanpa kabar dan malah sudah bertunangan dengan wanita lain.
Setelah bernyanyi,Hafidz turun dari panggung kecil itu lalu duduk bersama Alisha kembali,Hafidz melihat air mata Alisha yang menggenang di suruh matanya.
"Sha,kamu tidak apa-apa kan?"
"Tidak Mas,Aku tidak apa-apa"
"Sha jangan bohong"
"Perlu Mas tahu,Alisha tidak pernah berpaling Mas,Perlu Mas tahu juga ini pertama kalinya Alisha jatuh cinta dan Alisha tidak tahu harus menyikapinya bagaimana saat cinta itu di terpa ujian,hiks hiks 😭😭" Ucap Alisha.
"Alisha masih menjaga kepingan hati Mas yang Mas titipkan,Alisha hanya kecewa saat Mas mendiamkan Alisha padahal saat itu Alisha begitu menantikan kabar dari Mas,Alisha bertambah kecewa saat tahu Mas sudah bertunangan,kenapa Mas tidak jujur dari awal,kenapa Mas tidak mengajak Alisha bicara baik-baik dari Awal,kenapa harus serumit ini baru kita perlu bicara baik-baik kenapa tidak dari sebelumnya hiks hiks 😭😭" Ucap Alisha lagi.
Alisha menangis dengan begitu nelangsa nya,Alisha mengeluarkan semua isi hatinya di depan Hafidz, Alisha sudah tidak mau menyimpan lara nya lagi.
Hafidz memandang Alisha,ingin sekali memeluknya,namun itu tidak mungkin.
"Maafkan Mas Sha,Mas diam karena tidak ingin semakin menyakitimu,Mas diam karena Mas sedang berusaha mencari solusi,Mas diam bukan berarti Mas menerima semua ini Sha, Mas ingin hidup dengan wanita yang Mas cintai,cukup Mas kehilangan ibu Mas,Mas tidak ingin kehilanganmu" Ucap Hafidz yang meneteskan air mata juga.
Alisha melihat ketulusan di mata Hafidz,Alisha melihat betapa Hafidz mencintainya.
"Ini semua ujian Sha,sejauh mana kita bisa menghadapinya,sejauh mana kita bisa sabar dengan semuanya"
"Mas Aku mohon,apapun yang terjadi bicaralah,jangan ada yang di sembunyikan,pahit maupun manis" Ucap Alisha.
Hafidz mengangguk.
"Apa kamu memberikan Mas kesempatan lagi untuk memperbaiki diri agar pantas bersanding dengan mu?"
Alisha lalu tersenyum dan mengangguk.
Hafidz begitu senang karena perjuangan nya tidak sia-sia selama ini.Menunggu Alisha,memutuskan pertunangan,dan harus bertentangan dengan Papa nya juga sahabat Papa nya itu.
Setelah itu kepala Hafidz serasa berkunang-kunang dan tubuhnya akhirnya terjatuh ke lantai,Hafidz pingsan.
Alisha langsung berteriak meminta pertolongan.
"Ya Allah,Mas Hafidz,Mas...."
"Tolong,tolong teman saya pingsan"
Petugas cafe langsung membawa Hafidz ke ruangan istirahat karyawan dan memberikan pertolongan pertama pada Hafidz.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Senang atau sedih nih Readers????
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya??? Di tunggu saja,jangan lupa like komen dan Vote,Vote sebanyak-banyak nya,Terimakasih