Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Sebuah Permintaan


__ADS_3

Hari Minggu pagi begitu sejuk,Rengganis,Albirruni dan Alisha berencana akan olahraga pagi di taman dekat komplek rumahnya.


Mereka sudah bersiap-siap menggunakan baju olahraga dan sepatu olahraga,Rengganis hanya berjalan-jalan tidak ikut berlari seperti Alisha dan Mas Birru.


Mereka berjalan kaki menuju taman,setelah di taman Alisha dan Mas Birru berlari mengitari taman.


Udara di taman pagi ini sangat sejuk,taman-taman di Surabaya begitu asri berkat kepemimpinan bu Risma (Salam dari Autor Bu Risma😁)


Rengganis duduk di kursi taman,ia melihat suami nya dan Alisha sedang berlari memutari taman,sesekali Mas Birru juga Sit up dan push up.


Setelah lelah,Mas Birru ikut duduk bersama Rengganis,di bangku taman di bawah pohon rindang.


"Alisha Tolong belikan minuman dan cemilan di sebrang sana ada Batamart,"


"Iya kak,Mbak Ganis mau apa mbak?"


"Air mineral saja Sha" Jawab Ganis.


"Oke" Ucap Alisha.


Rengganis mengambil handuk kecil yang ada di bahu Mas Birru,lalu Rengganis mengelap keringat yang membasahi dahi dan leher Mas Birru.


"Makasih sayang,sayang senang Mas ajak jalan-jalan kesini?"


Rengganis mengangguk,"Ia Mas,segar sekali udaranya"


"Sayang mau kemana lagi setelah ini,pokoknya apapun yang sayang mau nanti Mas usahakan untuk mengabulkan nya"


"Benarkah?"


"Iya,sayang mau kemana?"


"Bukan kemana-mana permintaan ku"


"Lalu sayang minta apa?"


"Ganis hanya minta Mas selalu setia dengan Ganis,hiks hiks😭😭"


"Sayang kamu kenapa menangis" Tanya Albirruni heran dengan sikap Rengganis yang tiba-tiba menangis.


"Aku mohon Mas,setia dengan ku,hanya untuk mencintaiku,tiada wanita lain"


"Iya Mas setia,bahkan waktu itu kamu sudah menikah pun mas masih menyebut namamu dalam doa Mas,iya hanya kamu satu-satunya"


"Kadang kita tidak tahu Mas,Manusia kadang bisa berubah kapan saja,apalagi hanya soal hati dan cinta,zaman sekarang ini banyak pelakor yang merajalela Mas"


"Kamu kenapa sih?kok bicara hal seperti itu,Mas selama ini kan tidak pernah macam-macam,jangan banyak berfikir yang tidak-tidak sayang" Ucap Mas Birru menenangkan hati Rengganis.

__ADS_1


"Mas Ganis sudah menyerahkan cinta Ganis sepenuhnya untuk Mas,Ganis juga ingin nya Mas juga memberikan seluruh cinta Mas untuk Ganis"


"Iya Sayang,Mas memberikan semua cinta Mas untuk Ganis,"


"Sampai maut memisahkan ya Mas"


Birru mengangguk.


"Kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu?" Tanya Birru.


"Semalam Aku lihat Alisha sedang menonton film Drakor,the word of the married,kata Alisha filmnya sedang booming,jadi aku ikut menonton,isinya malah pelakor,aku kan jadi takut" Jawab Rengganis.


Birru langsung mengusap wajahnya.


"Ya Allah sayang,kamu kan sedang hamil tidak boleh menonton yang seperti itu,nanti malah membuatmu stres"


"Iya Ganis takut,di selingkuhi atau di poligami nantinya," Ucap Ganis.


"Sayang dengarkan Mas,seandainya Mas hanya takut pada mu pasti suatu saat juga Mas akan mengingkari janji Mas,tapi Mas takut dengan Allah,Mas takut tidak bisa adil,Mas takut nanti pertanggungjawaban semakin besar,Mas takut kamu tersakiti,berarti Mas sudah mendzolimi mu,Mas tahu poligami itu di perbolehkan,tapi Mas lebih takut membuatmu terluka sehingga tidak ada keberkahan dalam rumah tangga kita nanti jika Mas menyakitimu,Mas tidak akan bisa adil,Mas tidak akan melakukan nya,tenang saja"


Rengganis mengangguk mengerti,hatinya kini jauh lebih tenang.


"Cintailah lah manusia sesuai porsinya sayang,jangan mencintai Mas lebih dari kamu Mencintai Allah,karena manusia itu hanya tempat mengecewakan.Milikilah Mas sesuai dengan porsinya juga,karena di dunia ini semuanya memang hanyalah titipan.Doakan terus suamimu ini,Doa istri untuk suami itu makbul" Ucap Mas Birru.


Rengganis lalu mengangguk,Mas Birru mengusap kepala Rengganis untuk menenangkan nya.


Setelah selesai membeli cemilan dan air mineral Alisha menyebrang jalan menuju taman kembali,karena supermarket nya memang di sebrang taman.


Hafidz yang tengah mengendarai mobilnya tiba-tiba menghentikan mobilnya karena melihat Alisha menyebrang menuju taman,Hafidz lalu keluar dari mobilnya dan memanggil Alisha.


"Alisha"


Alisha yang merasa di panggil langsung menoleh ke sumber suara.


"Mas Hafidz"


Hafidz lalu menghampiri Alisha.


"Kamu sedang Apa disini?"


"Jogging dengan Mas Birru dan Mbak Ganis, kamu sendiri sedang apa Mas sepagi ini rapi begini bukan nya ini hari Minggu yah,memang tidak libur"


"Subuh tadi habis membantu ibu melahirkan,tahu sendiri lah bayi melahirkan tidak melihat waktu,kadang di malam hari,kadang di pagi buta,kadang juga di siang bolong"


"Pak dokter pasti lelah,minumlah" Ucap Alisha sambil memberikan air mineral pada Hafidz.


Hafidz menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


"Mas pulang dan istirahatlah pasti lelah,Aku mau antar minuman ini untuk kakak" Ucap Alisha yang berjalan ingin langsung meninggalkan Hafidz begitu saja.


"Sha" Ucap Hafidz sambil berjalan menuju Alisha.


"Boleh minta nomor ponselmu?" Tanya Hafidz.


"Sini nomer Mas saja,"


Hafidz langsung memberikan nomor ponselnya,Alisha langsung menyimpan nya dan mendial nomor Hafidz.


Ponsel Hafidz berdering,tanda nomor Alisha masuk.


Alisha segera mematikan kembali panggilan telfonnya.


"Itu nomor ku Mas,nanti setelah di London,Aku kabari lagi Nomor ku yang disana" Ucap Alisha.


"Makasih ya Sha"


Alisha mengangguk lalu berjalan lagi menuju taman.Hafidz sangat kegirangan mendapatkan nomor Alisha.


Ia kemudian masuk ke dalam mobilnya dan langsung pulang karena kelelahan.


(Siapa yang setuju mereka berjodoh?hehe)


Alisha.



Dokter Hafidz



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Jodoh dan berjodoh, adalah bagian dari Keputusan Allah, penetapan Allah atas manusia. Urusan jodoh dan berjodoh, bukan sebuah urusan kecil dan main-main, karena Allah tak pernah main-main dalam menciptakan manusia, menentukan rezeki, dan perjalanan hidup hingga matinya manusia. Allah tak sedang ‘mengocok lotre’ dan mengundi seperti arisan ketika menentukan jodoh seseorang. Maka jika kita memiliki harapan tentang calon pendamping hidup kita, menginginkan agar kita segera dipertemukan dengan jodoh kita, maka mintalah pada Allah! Bicaralah pada Allah! Mendekatlah pada Allah! Bulatkan, kuatkan, kencangkan keyakinan kita pada Allah. Apa yang tidak mungkin bagi kita, adalah sangat mudah bagi Allah.


Justru karena kita tidak tahu siapa jodoh kita, kapan bertemunya, bagaimana akhir kisahnya di dunia dan akhirat, maka hidup kita menjadi lebih indah, berwarna dan bermakna. Karena kita akan menjalani kemanusiaan kita dengan tetap menjadi hamba Allah. Menikmati indahnya berjuang, menikmati kesungguh-sungguhan ikhtiar, menikmati indahnya meminta pada Allah, menikmati indahnya memohon pertolongan pada Allah, menikmati indahnya bersabar, menikmati ‘kejutan’-kejutan yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita


Kita tidak bisa mengajukan proposal pada Allah. Kita tidak bisa memaksa Allah, pokoknya dia ya Allah, maunya aku dia yang jadi jodohku ya Allah. Kita tidak bisa menguasai dalamnya hati manusia, kita tak bisa membatasi akal pikiran manusia. Ya karena kita tidak berkuasa atas kehidupan dan kematian manusia, atas berbolak-baliknya hati manusia, karena itu kita tak boleh melabuhkan cinta terbesar kita pada manusia. Kita labuhkan saja cinta terbesar kita pada Allah, yang dengan kecintaan itu lalu Allah melabuhkan cinta manusia yang bertaqwa dalam hati kita. Sehingga taqwa itu yang membuat kita berjodoh dengan orang yang bisa menumbuh suburkan cinta kita pada Allah. Karena taqwa yang dirajut selama pernikahan yang barakah itu, mudah-mudahan kita berjodoh hingga ke surga. Bukankah ini lebih indah?


Sungguh jodoh tidak berjalan linier di atas garis kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedekatan geografis. 'Rumus jodoh’ bukan ditentukan oleh hukum kepantasan manusia. Karena manusia hanya tahu permukaannya, berpikir dalam kesempitan ilmunya, memutuskan dalam pengaruh hawa nafsunya. ‘Rumus jodoh’ semata-mata kepunyaan Allah. Karena itu, sebagai hamba kita hanya mampu menerima keputusan Allah. Menyiapkan diri untuk menerima apapun keputusan Allah. Menyiapkan seluas-luas kesabaran, keikhlasan, sebesar-besar keimanan untuk menerima ‘jatah jodoh’ yang berupa pendamping hidup, rezeki, dan lainnya.


Ya, menunggulah dalam kesibukan memperbaiki diri. Menunggulah dalam kesibukan beramal shalih, persubur silaturahim dan mendoakan saudara seiman. Kita tidak bisa mempersiapkan orang yang akan menjadi jodoh kita. Kita tidak punya kendali untuk mengatur orang yang ‘akan jadi jodoh kita’. Kita hanya bisa mempersiapkan diri kita. Membekali diri dengan segala kemampuan, keterampilan, sikap hati untuk menjalankan peran-peran dalam pernikahan


Hidup itu adalah seni menerima, bukan semata-mata pasrah. Tapi penerimaan yang membuat kita tetap berjuang untuk mendapatkan ridha Allah. Karena apapun yang kita terima dari Allah, semuanya adalah pemberian, harta adalah pemberian, pendamping hidup adalah pemberian, ilmu, anak-anak, kasih sayang, cinta dan semua yang kita miliki hakikatnya adalah pemberian Allah. Semuanya adalah ujian yang mengantarkan kita pada perjuangan mendapatkan keridhaan Allah. Menerima dan bersyukur adalah kunci bahagia, bukan berburuk sangka dan berandai-andai atas apa yang belum diberikan Allah.


(Jangan lupa like komen dah vote,makasih sayang)

__ADS_1


__ADS_2