Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Belajar Mengurus bayi


__ADS_3

Selesai menyusui Rengganis membawa Ayyubi ke ruang TV, disana sudah ada Reihan dan Almira yang sedang menonton film Drama cina Go go squid lewat ponsel yang tersambung di Televisi.


"Ayyubi sini deh" Almira meraih ayyubi yang terus merangkak.


"Ayyubi diam di pangkuan aunty, kita nonton saja,"


"Papapah..."


"Emmmm....Kok kamu tahu itu mirip Papah Birru" Ledek Almira.


Ayyubi malah menunjuk-nunjuk ke arah televisi minta di gendong artis yang ada di dalamnya.


"Ayyubi itu bukan Papah" Ucap Rengganis.


"Papapapah..." Ayyubi tertawa begitu girang.


"Bagaimana ospek mu Sha? lancar?"


"Lancar Mbak, kan Mas Azzam yang jadi panitia nya"


Rengganis melirik Reihan,


"Kenapa mbak?"


"Kamu ini ternyata posesif juga yah"


"Ya kan harus waspada lah mbak" Ucap Reihan sambil terkekeh.


"Betul itu" Mas Birru yang sedang berjalan menuju ruang TV ikut membenarkan perkataan Reihan.


"Ih kalian ini" Ucap Rengganis.


"Eh sayang, coba kalau Mas dulu tidak posesif juga, mungkin kamu sudah menjadi istri kedua si buaya itu"


"Ih jangan bahas masalalu"


"Papapapah...."


Ayubi minta digendong papahnya, Ayubi menunjuk televisi.


"Wah ganteng ya Dek, mirip papah Ya Dek"


Ayubi mencubit hidung papahnya.


Adzan magrib berkumandang, Mereka bersiap-siap untuk sholat.


"Sini Ayubi dengan ku saja Mbak"


"Memang kamu tidak sholat Mir?"


"Aku sedang datang bulan"


Reihan langsung menoleh ke arah Almira.


"Sayang kamu datang bulan"


Almira mengangguk lalu membawa ayyubi dalam gendongan nya menuju kamar.


Reihan sholat sendiri di kamar, selesai sholat Reihan membaca Alquran di sebelah Almira dan Ayyubi.


"Dengarkan Om Azam mengaji ya sayang" Almira mendekap Ayubi, Ayubi merasa begitu nyaman dalam dekapan Almira sambil mendengarkan Reihan yang terus melantunkan ayat suci Alquran.


Selesai mengaji Almira mendudukkan Ayyubi lalu bernyanyi nama-nama nabi sambil menggoyangkan tangan Ayyubi.


"Kita nyanyi sama-sama ya Ayyubi"


Almira lalu bernyanyi,"


1.Adam AS.



Idris AS.


Nuh AS.


Hud AS.


Soleh AS.


Ibrahim AS.


Luth AS.


Ismail AS.


Ishak AS.


Yakub AS.


Yusuf AS.


Ayub AS.


Sueb AS.


Musa AS.


Harun AS.


Zulkifli AS.


Daud AS.


Sulaiman AS.


Ilyas AS.


Ilyasa AS.

__ADS_1


Yunus AS.


Zakaria AS.


Yahya AS.


Isa AS.


Muhammad SAW.



Reihan yang mendengar istrinya bernyanyi menyebut nama-nama nabi ikut tersenyum, Ia merasa beruntung mendapat istri mungil cantik penyayang anak-anak.


Reihan ikut bergabung dengan Ayyubi dan Almira. Reihan menggendong Ayyubi dalam dekapan nya.


"Sayang kamu mau punya anak berapa?" Tanya Reihan melirik Almira.


"Berapa ya 4,5 juga boleh biar ramai Mas"


"Makanya buatnya juga harus 4-5 kali dalam seminggu"


"Ah masa sih"


"Iya sekali main 3 ronde,"


"Ih...Itu sih serakah" Celetuk Almira.


"Ya mau punya tidak"


"Mau lah Mas"


"Ya makanya nurut saja"


"Tapi kalau sebanyak itu apa kabar serabi aku, porak poranda nanti"


Reihan malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Almira.


"Kamu ini ada-ada saja Humaira memangnya ada angin ****** beliung porak poranda segala"


" Ya kan Mas kalau sudah bernafsu bagaikan angin ****** beliung, kamar ini porak poranda"


Reihan kembali tertawa, "Sepertinya Mas tidak perlu perawatan anti aging, karena ada kamu yang selalu suguhkan kebahagiaan Humaira"


Reihan meraih Almira, mereka berpelukan bertiga.


Pintu kamar mereka di ketok oleh Rengganis dan Mas Birru, mereka memastikan keadaan Ayyubi, Almira segera membukanya.


"Eh Mbak, Kak"


"Ayyubi tidak rewel kan,"


"Tidak Kak, tuh lihat sedang bermain dengan Mas Azzam"


"Kakak titip dong Ayyubi sampai isya yah",


"Mau berduaan dengan Mbak Ganis"


"Mas kamu ini, tadi kita kesini mau ambil Ayyubi lhoo," Ucap Rengganis.


"Itu Ayyubi juga baik-baik saja" Ucap Mas Birru tersenyum penuh arti.


"Sudah sana kalian berdua bersenang-senang saja" Celetuk Reihan.


"Ayubi kan sudah *****, sudah makan, dia sedang bermain dengan Om nya" Ucap Mas Birru sambil menarik tangan Rengganis.


"Dasar Kakak"


Almira masuk kembali ke dalam kamarnya, lalu kembali bermain dengan Ayyubi.


"Mas kamu tahu tidak, kisah kita dan Mbak Ganis hampir sama, dulu mbak Ganis itu dan Mas Birru saling cinta saling dekat, tapi Mas Birru di jodohkan, dan ternyata di jodohkan oleh papah dengan menantu sahabat Papah, yaitu Om Rafi, dulu sama mbak Ganis juga menangis, eh pas tahu di nikahkan dengan Mas Birru, Mbak Ganis begitu senang"


"Oh iya sayang, itu dari dulu aku mau tanya tapi lupa terus, iya itu yang Om Rafi itu Kok di sebut Mertua Mbak Ganis juga"


"Mas Birru dapat janda nya mbak Ganis Mas, tapi tahun tidak, janda tapi perawan lhoo"


"Maksudnya Bagaimana?"


"Ya mbak Ganis itu janda tapi masih perawan, karena waktu itu Mbak Ganis baru menikah satu Minggu tapi sudah ditinggal meninggal suaminya, waktu itu Mbak Ganis sedang datang bulan"


"Wah...Bejo juga itu Mas Birru" Ucap Reihan.


"Iya Mas, Takdir jodoh"


"Sayang...."


"Hemmm"


"Kamu kentut yah"


"Enak saja, tidak"


"Kok kaya bau apa yah"


"Coba cek Pampers Ayyubi"


Reihan mengecek Pampers Ayyubi, Ia mengernyitkan kening nya.


"PUP sayang"


Almira tertawa geli, " Sepertinya Ayyubi betah dalam gendongan mu Mas"


"Ayyubi, betah di kamar ini, apa betah dengan Om"


Ayyubi tertawa lalu mengusap wajah Reihan.


Almira mengambil air hangat dan waslap, juga pempers baru di kamar bayi.


"Sini sayang Ayyubi letakan di kasur saja"

__ADS_1


Reihan meletakan Ayyubi di kasur, Almira dengan telaten membersihan pup Ayyubi tanpa merasa jijik.


"Tidak salah ketika Rosulullah menyuruh kita untuk berbakti pada ibu,


Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)


Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)"


Selesai menggantikan Pampers baru, Almira mengembalikan waslap dan wadah air ke tempatnya.


Reihan kembali bermain dengan Baby Ayyubi.


Adzan Isya berkumandang, Reihan sholat di kamar sendirian, setelah selesai sholat Mas Birru datang ke kamar Almira dengan rambut yang masih basah.


"Ayubi rewel tidak Mir?"


"Tidak, tapi tadi PuP"


"Wah, keberuntungan itu"


"Keberuntungan apanya sih Kak?"


"Ya nanti cepat nular punya uang seperti Ayyubi"


"Sudah tuntas Mas"Tanya Reihan dengan senyuman penuh arti.


" Sudah, makasih ya Rey"


"Sama-sama"


Mas birru membisikan sesuatu ditelinga Reihan.


"Manfaatkan waktumu sebaik mungkin sebelum punya anak, sering sering saja" Bisik Mas Birru sambil tersenyum.


"Siap Mas"


"Siap apa?" Tanya Almira.


"Mantan-mantan pokoknya"


"Apa itu?"


"Eh sudah cepat kalian ke meja makan, sudah di tunggu makan malam"


Reihan, Almira, Mas Birru juga Ayubi bergegas ke meja makan. Di sana sudah ada mama dan Mbak Rengganis yang sedang menata makan malam di meja makan.


***


Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.


Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.


Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.


Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.


Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.


Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.


Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.


Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.


Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.


Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.


Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.


Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.


Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.


Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.


Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.


Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.


Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.


Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.


Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.


Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.


(Akan dikatakan kepadana)ِ


“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10)


(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)


Yuk Mulai sekarang jika kemarin kita lalai, mulai sekarang berjanjilah untuk berbuat baik dan perhatian pada ibu kita juga ibu mertua kita.


***


[Sehat selalu Mak...Kangen Mak 😭😭]


[ Tadinya aku ga up hari ini, tapi di GC pada kangen Humaira, jadi aku tulis sedikit demi sedikit sambil di kerokin sama Mas Birru, Eh Mas Birru lagi, sama Mas suami,hehe, demi kalian,hehe]


[Jangan lupa like komen dan Vote yah, jangan lupa mampir di Surat Cinta 2000 di jamin jatuh cinta juga sama jalan ceritanya ]


[Aku sudah Up dri tgl 26 tapi sampai tgl 29 statusnya masih review,hadeh, entahlah]


Salam sayang,


@Santypuji

__ADS_1


__ADS_2