
Pagi hari seperti biasa Almira sudah bersiap ke kampus bersama Reihan untuk melanjutkan hari ke dua pelaksanaan ospek nya. Reihan memberi beberapa nasehat untuk Almira.
"Sayang...ingat nanti jangan dekat-dekat dengan itu si Riko lagi yah"
"Iya Mas, Mas juga cemburunya jangan berlebihan dong"
"Ya tergantung situasi"
Almira mencubit perut Reihan.
"Aw... Humaira, kau ini"
Almira malah tersenyum pada Reihan yang tengah kesakitan menerima cubitan dari Almira.
Keluarga Wijaya sarapan pagi bersama, selesai sarapan Papah Wijaya dan Mas Birru siap berangkat ke kantor, sedangkan Almira dan Reihan siap berangkat ke kampus.
Ospek hari ini agenda nya adalah bakti sosial, Reihan sebagai panitia tidak mau menerapkan ospek yang tidak bermutu seperti penindasan dan saling adu kekuatan senior dan junior, Reihan ingin ospek yang ia pimpin bisa membuat mahasiswa nya senang dan juga bermanfaat.
Semua sudah berkumpul di Aula kampus, mahasiswa mahasiswi semua nya membawa bahan makanan pokok yang akan mereka sumbangkan pada desa-desa area kampus.
Mereka membawa sedekah terbaik mereka dan mulai berjalan menyusuri desa-desa sekitar kampus.
Pak kepala desa menyambut dengan antusias kedatangan mahasiswa yang bersilaturahmi menuju desa mereka.
Mahasiswa disana juga membantu warga yang sedang berdagang, bercocok tanam dan hal positif lain nya.
Almira yang sedang datang bulan merasa lemas dan pucat, Ia merasa tidak biasanya keluar begitu banyak datang bulan kali ini seperti pendarahan saja.
"Mira...Mira, kamu pucat sekali, duduk saja" Salah satu teman Almira menyenderkan Almira di tempat duduk.
"Iya...aku pusing"
"Tunggu sebentar, aku bilang pak Reihan dulu yah"
"Jangan, nanti anak-anak yang lain malah heboh"
"Ah sudah biarkan saja, mereka juga harus tahu tentangmu dan Pak Reihan"
Sahabat Almira memanggil Reihan, Reihan begitu khawatir, ia lalu menghampiri Almira yang sudah sangat pucat.
Tanpa menunggu lagi Reihan langsung menggendong Almira ke mobilnya lalu menuju rumah sakit.
Reihan berpesan pada panitia lain dan mahasiswa senior untuk mengurus acara hari ini dengan baik sampai selesai.
Mahasiswa baru dan mahasiswa senior juga terkejut melihat perlakuan Reihan pada Almira. Banyak yang belum tahu tentang hubungan mereka berdua.
Reihan langsung membawa Almira ke rumah sakit, sampai di rumah sakit Almira masih sadar namun wajahnya masih sangat pucat, Almira di bawa ke IGD untuk di berikan penanganan.
Almira tiba-tiba merasa kesakitan di bagian perut bawahnya, suster memasang cairan infus dan mengambil Sempel darah Almira.
Almira terlihat sangat pucat dan lemas dan masih merasa kesakitan.
"Mana yang sakit sayang, mana?"
Almira memegangi perutnya.
"Ini" Reihan menunjuk perut Almira.
Almira mengangguk, "pegang lah perutmu Humaira,ikuti apa yang Mas Baca yah"
Almira mengangguk kembali sambil memegangi perutnya.
Reihan mulai menuntun Almira, Ia juga memegangi perut Almira.
__ADS_1
x3 بِسْمِ اللهِ
Bismillah 3x
Artinya : Dengan nama Allah (3x).
x7 أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A’uudzu bi’izzatillahi wa qudratihi min syari maa ajidu wa uhaadziru (7x)
Artinya :”Saya berlindung dengan kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku derita dan aku khawatirkan (7x) (Sahih Muslim)
Almira mengikuti setiap lafadz yang Reihan bacakan. Almira merasa lebih baik, apalagi dengan sentuhan tangan Reihan di perutnya.
Reihan lalu menghubungi keluarganya juga keluarga Almira. Almira kini sudah di pindahkan ke ruang rawat inap.
Tapi sebelumnya dokter memberi tahu keadaan Almira yang sebenarnya.
Reihan masuk ke ruangan dokter tanpa Almira. Dokter lalu menjelaskan kondisi Almira yang sesungguhnya.
Almira di vonis menderita Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) yang menjadikan wanita sulit hamil atau bisa saja di katakan mandul.
Seperti tersambar petir begitu kaget dan terkejutnya Reihan mendengar penjelasan dokter, Reihan sangat sedih, Reihan juga meminta dokter untuk memberikan solusi agar mereka bisa memperoleh keturunan.
Dokter memberikan solusi oprasi dan merubah gaya hidup dan pola makan Almira, tapi dokter juga tidak menjanjikan lebih karena kehamilan adalah kuasa Allah.
Reihan tampak lemah dan tak bersemangat, tapi Ia tak ingin Almira tahu sekarang, Ia bisa meminta pertolongan kakak ipar nya Hafiz untuk berdiskusi masalah ini.
Reihan menyembunyikan semuanya, Reihan keluar dari ruang dokter dengan hati perih. Namun Ia harus semangat demi Almira, demi cinta nya juga pada Almira.
Reihan kembali ke ruang rawat inap, ternyata disana sudah ada mama dan Ummi.
Mama dan Ummi langsung datang untuk menemani Almira.
Alisha dan Hafiz sedang menikmati atraksi pembuatan gelas di Pulau Morano
Membuat kaca ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Proses pembuatannya yang cukup rumit bisa disaksikan langsung di Pulau Murano. Para pengrajin tampak sibuk meniup dan mencetak kaca cair yang nantinya akan menjadi aneka hiasan berbahan kaca. Gelas, cermin, hingga aksesoris dihasilkan para pengrajin ini. Atraksi pembuatan kaca ini bisa menjadi hiburan yang menarik bagi para wisatawan.
"Mas itu, nanti aku mau beli yang itu, gelas yang itu untuk oleh-oleh"
"Iya sayang, nanti kita sekalian beli oleh-oleh juga"
Ponsel Hafiz berdering, ada panggilan dari Reihan.
Ada apa ini Reihan ya menelfon, Batin Hafiz.
Hafiz langsung mengangkatnya, di sebrang sana terdengar suara tangisan Reihan.
"Hallo...Rey...Rey"
"Hafiz..."
"Eh kenapa Rey, ada apa Rey?"
"Kamu kapan pulang?"
"Lusa, memangnya kenapa?"
"Tolongin aku Fiz"
"Ada apa kenapa?"
"Almira fiz,"
__ADS_1
"Kenapa Almira?"
"Dia terkena Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)"
"Hah, yang benar?"
"Iya makanya cepat pulang, aku ingin berkonsultasi dengan mu, aku ingin kita berdiskusi baiknya bagaimana agar lebih leluasa,"
"Iya lusa aku pulang"
"Terimakasih Fiz"
"Iya, tenangkan dirimu"
Reihan lalu menutup telponnya, saat ini Reihan sedang berada di taman rumah sakit, Ia memberanikan diri untuk menelfon Hafiz, untung saja lusa Hafiz sudah pulang.
"Siapa Mas?" Tanya Alisha.
"Reihan"
"Hah Reihan?"
"Iya"
"Memang ada apa, tumben sekali"
"Tidak ada apa-apa, Dia hanya menanyakan kapan kita pulang"
"Hah...kenapa itu orang"
"Sudah ayo kita lanjutkan lagi melihat pertunjukan nya"
Alisha dan Hafiz kembali melihat pertunjukan atraksi pengrajin kaca.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.[ Maaf ya,kemarin itu sebenarnya sudah up dari.tgl 26 tapi gara-gara q ga tau ada kata angin P....ing beliung itu jadi dari pihak novel toon tulisan q d anggap vulgar,hihi padahal bukan pu...Ng yang itu yah, tapi entah lah,hihi]
[Makasih untuk pembaca setia, masih setia menunggu kelanjutan cerita ini, semoga kalian sehat selalu ya,aamiin jaga kesehatan semuanya]
Salam sayang,
__ADS_1
@Santypuji