
Di mobil badan Almira bertambah tidak karuan rasanya, ia memejamkan mata nya, tapi sulit terlelap,ia mungkin kelelahan fikir almira dan Reihan. Badan Almira juga sedikit demam.
"Mas...kalau pulang ke rumah mama bagaimana?" Almira berbicara masih dengan memejamkan matanya.
"Kenapa memangnya?"
"Aku mau ke tempat mama mas, memang kenapa? Almira mulai merengek seperti anak kecil.
"Iya sayang, kan Mas hanya bertanya, nanti Mas telfon umi dulu yah" Ucap Reihan yang heran dengan sikap ambekan yang tiba-tiba.
Almira yang tak kunjung bisa memejamkan mata akhirnya menatap jalanan lewat kaca jendela.
"Mas berhenti...."
Reihan melihat ke arah spion, ia lalu menepi.
"Kenapa mendadak?"
"Aku mau mangga yang itu Mas, beli 3 yah, tabur garam pedasnya Mas"
Reihan menuruti Almira, ia segera turun dari mobil lalu membeli 5 mangga sekaligus, takut nanti kurang, kalau sudah sampai rumah kan ribet nanti.
Selesai membeli, mereka bergegas pulang ke rumah mama.
Sesampainya di rumah mama, Almira langsung membawa buah mangga nya ke depan ruang TV, disana ada Alisha yang sedang menyuapi Shelomita. Ada Mbak Rengganis yang sedang belajar dengan Ayyubi.
"Apa itu Mir" Tanya Alisha.
"Mangga kak"
"Ih itu kan asam sekali"
"Bunda itu apa" Tanya shelomita.
"Mangga Sayang, Mita mau?"
"No...no itu huh hah sayang" Ucap Alisha melarang Shelomita memakannya.
Mbak Rengganis menghampiri Almira, ia menelan air liurnya.
"Mira...Mbak mau dong"
Almira memberikan 1 mangganya pada Rengganis. Rengganis memakannya dengan lahap juga, begitupun Almira.
"Enak Mir, kamu beli dimana?"
"Di jalan Mbak"
Alisha dan Reihan hanya memandang mereka berdua yang sangat menggelikan, memakan mangga asam seperti makan cemilan saja.
"Mbak mau lagi dong Mir"
Almira kembali memberikan 1 buah lagi.
" Mbak Ganis sudah jangan minta lagi, ini untuk Mira"
__ADS_1
"Iya iya nanti Mbak minta Mas Birru untuk membelikan ini"
Mas Birru pulang membawa martabak, kehadiran nya tidak di hiraukan Almira dan Rengganis, mereka berdua tetap asyik makan mangga muda nya.
Mas Birru sudah menggendong Ayyubi sambil membawa martabak manis untuk Rengganis.
"Sayang ini martabak"
Rengganis melihat ke arah Mas Birru " Eh Mas sudah pulang," Rengganis segera mencium tangan suaminya.
"Mas ini apa?"
"Ini martabak manis, kesukaanmu"
"Kok Mas tidak membelikan Ganis mangga sih Mas" Rengganis memasang ekspresi merajuk.
"Kamu kenapa tidak kirim pesan tadi sayang"
"Aku maunya mangga yang seperti Almira"
"Itu di makan dulu martabaknya"
Rengganis menuruti perkataan Mas Birru, baru saja di buka bungkus martabak itu, mereka berdua kompak mual- mual, Almira lari ke kamarnya yang memang berada di lantai bawah, sedangkan Rengganis lari ke westafel dapur.
"Hayoo lhoo Kak, martabak nya meracuni mereka berdua" Ledek Alisha.
Mas Birru dan Reihan malah terkejut dengan mereka berdua yang kompak makan mangga dan kompak mual.
Reihan lari ke kamar untuk menolong Almira yang sedang mual-mual, mangga yang baru termakan keluar seketika.
Ia lalu berjalan ke depan ruang TV, disana sudah ada Mbak Rengganis juga yang sedang menutup hidungnya.
Hafiz yang memang hari ini sudah pulang awal dari tugasnya keluar dari kamar lalu menuju ruang TV, ia juga terkejut melihat Almira dan Rengganis yang memegangi perutnya.
"Kalian berdua pucat sekali" Ucap Hafiz.
"Mereka habis makan mangga berdua dan muntah berdua juga" Ucap Alisha.
"Coba cek Rengganis Fiz" Perintah Mas Birru.
Hafiz segera masuk ke kamarnya kembali mengambil stetoskop dan alat pemeriksaan lainnya.
Hafiz kembali lagi ke ruang TV, ia segera memeriksa Rengganis.
"Wah..." Hafiz tersenyum.
"Kenapa Rengganis Fiz"
" Mbak kapan terakhir Mbak datang bulan"
Deg...
Rengganis teringat ia seharusnya datang bulan awal bulan ini, dan ini sudah pertengahan bulan. Rengganis lupa karena sibuk mengurus sekolah Ayyubi.
"Belikan Tespek Al, kalau tidak ya sekarang periksa saja, di rumah sakit ada dokter David yang bertugas" Hafiz memberi saran pada Albirruni.
__ADS_1
"Ah tidak...tidak aku belikan Tespek dulu saja, besok di periksa denganmu saja"
"Lebih akurat juga sekalian USG Al, dokter David juga bagus" Hafiz kembali menyarankan Albirruni.
"Ehmmm...sudah jangan di paksa Mas, nanti yang ada disana kakak malah jadi bertengkar" Alisha melirik Mas Birru lalu tersenyum.
"Besok saja" Ucap Mas Birru.
Hafiz sekarang bergantian memeriksa Almira. Hafiz langsung tersenyum selesai memeriksa Almira.
Hafiz langsung memeluk Reihan " Bro sebaiknya kamu juga membelikannya Tespek, atau langsung saja ke rumah sakit"
"Maksudmu?"
"Sepertinya Almira juga sedang hamil"
Alisha yang mendengar langsung memeluk Almira.
"Benar kah Mas?" Tanya Alisha yang sangat bahagia mendengar kabar itu dari suaminya.
Mama datang membawakan pisang goreng dan teh hangat.
"Eh kalian ini kenapa berpelukan seperti itu" Tanya mama keheranan.
Alisha langsung berdiri lalu memeluk mamanya.
"Mah kata Mas Hafiz, Almira dan Mbak Rengganis sepertinya Hamil mah"
"Alhamdulillahirabilalamin" Mama langsung menghampiri Almira dan memeluknya sambil berkaca-kaca penuh haru.
"Ayo kita ke rumah sakit" Ajak mama.
"Ayo Reihan kita ke rumah sakit sekarang, Ayo Al" Sambung Mama lagi.
"Al besok saja Mah"
"Ayo sekarang kita ke rumah sakit, Ayyubi nanti dengan shelo di rumah saja yah" Ucap Mama.
Albirruni akhirnya mengikuti perintah mamanya, mereka berlima bergegas ke rumah sakit, Hafiz dan Alisha tidak ikut karena harus menjaga Ayyubi dan Shelomita, menunggu Papa Wijaya yang belum pulang juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Author : Udah seneng belum? kasih votennya dong, Like nya dong 😁😁