
Setelah selesai acara mereka memakan hidangan yang di suguhkan oleh keluarga Wijaya,Albirruni juga memberikan beberapa kotak makanan ke panti asuhan.
Ibu-ibu serta bapak-bapak juga muda mudi ada juga yang datang,semua adalah tetangga dan kerabat dekat Keluarga Wijaya.
Saat sedang memakan cemilan yang di suguhkan,beberapa tetangga menanyakan perihal Hafiz pada Mama Birru.
"Bu itu yang duduk dekat Albirruni calon mantu lagi yah?Sepertinya tadi saya lihat sedang mengobrol asyik dengan Alisha" Tanya Bu Ratna.
"Oh itu dokter Hafiz,Dia teman Albirruni juga yang menangani Rengganis waktu hamil,masalah calon mantu,itu tunggu takdir saja bu"
"Wah,mudah-mudahan jodoh ya bu,cocok lhoo,ganteng juga cantik"
" InsyaAllah,doakan saja,saya tidak memaksakan ke anak-anak perihal jodoh jika memang cocok ya silahkan,saya tidak memilah milih,asalkan orang baik-baik bu dan sayang anak saya" Ucap Mama Birru.
"Assalamualaikum"
Semua mata tertuju pada seseorang yang ada di depan pintu.
"Eh Nak Reihan"Ucap Papa Wijaya.
Papa Wijaya menghampiri Reihan.
Reihan langsung bersalaman dengan Papa Wijaya.
" Maaf ya Om telat,tadi di jalan macet,ada kecelakaan ternyata"
"Iya tidak apa-apa,Ayo ikut bergabung dengan kita"
Reihan ikut duduk bersama Pak Wijaya, Birru juga yang lainnya.
Ibu-ibu di pojok sana malah heboh dengan kedatangan Reihan.
"Bu itu siapa lagi?haduh ganteng banget" Ucap Bu Cici.
"Itu teman Alisha,teman satu profesi,kebetulan teman bisnis Papa nya Albirruni juga"
"Alisha sudah sama dokter itu,berarti itu Mas dosen itu tidak ada pasangan nya,ih Bu mending buat anak saya saja"
Mama Birru tersenyum "Dia anak orang Bu,mana bisa saya memberi usulan begitu,mending ibu ngomong saja sama orang nya langsung"
"Iya deh nanti kalau acara selesai saya ngomong" Ucap Bu Cici.
Tidak hanya bu Cici,ibu-ibu yang lain juga heboh juga ingin menjodohkan Reihan dengan anak mereka.
Setelah acara selesai,bapak-bapak mendapat bingkisan berupa makanan khas aqiqah.
Mama Reihan memanggil Reihan atas permintaan ibu-ibu yang masih mengobrol.
"Reihan," Panggil Mama Birru sambil melambaikan tangan.
Reihan menghampiri Mama Birru.
Bu Cici langsung mencubit pipi Reihan.
"Mas Reihan sudah punya calon belum"
Reihan kaget karena perlakukan ibu-ibu yang mengerumuni nya.
"Calon apa ya bu?"
"Calon istri lah"
"Belum mau menikah bu saya,masih muda"
"Eh,sama anak saya mau yah,cantik lhoo,model"
"Sama anak saya saja,Dokter lhoo"
Reihan semakin bingung.
Alisha,Pak Wijaya,Hafiz,Almira,Rengganis juga Mas Birru ikut bingung dengan tingkah ibu-ibu itu.
Alisha tertawa,"Batu es lagi di keroyok ibu-ibu"
__ADS_1
"Kok dia ada disini,apa kalian sedekat itu," Tanya Hafiz.
"Dia teman Papah ternyata"
"Dia kesini untuk menemui mu juga sepertinya"
"Tidak,Dia kesini karena undangan dari Papah"
"Tapi sepertinya menyukaimu"
"Tidak Mas,Dia menyukai Adikku"
"Apa?"
Hafiz tertawa pelan "Di kampus kan banyak mahasiswi,kenapa mesti adikmu"
"Adikku cantik,tidak kalah dengan mahasiswi lain di sana,Reihan juga masih muda,cinta tidak memandang usia tahu"
"Iya sih,aku kira Reihan menyukaimu,jika menyukaimu,aku siap bersaing" Ucap Hafiz.
"Tidak perlu bersaing,hati ku hanya ada kamu" Ucap Alisha lirih.
"Hemm,apa Sha?"
"Tidak ada" Ucap Alisha sambil tersenyum.
Reihan yang sangat geli dengan tingkah ibu-ibu itu langsung melarikan diri dari kerumunan,ia menuju Om Wijaya.
Ampun Makkkk...Batin Reihan berteriak dalam hati.
"Om tolong itu tetangga Om,Saya pinjam Almira sebentar saja"
Om Wijaya tersenyum,lalu mengangguk.
Reihan berjalan menuju Almira.
"Tolongin Mas Mir,tolong Mir,itu emak-emak pada berebut Mas,Mas geli ih"
Alisha tertawa,"Mir tolongin itu kasihan,nanti di culik emak-emak malah bahaya"
"Kakak Alisha saja sana"
"Ya sudah ayo bersama"
Mereka bertiga menghampiri ibu-ibu yang masih berkumpul.
"Eh bagaimana Nak Reihan jawaban nya,pilih siapa?"
"Pilih aku lah" Ucap Alisha.
"Alisha kamu ini sudah sama dokter itu,kami sudah tahu"
Eh dasar emak-emak,Batin Alisha.
"Mas Azzam sudah berjanji akan menungguku" Ucap Almira.
Semua emak-emak menatap Almira,begitu juga Mama Birru.
"Kamu masih kecil Mira" Ucap salah satu tetangga nya.
"Kan aku bilang,Mas azzam akan menungguku"
"Itu kan namanya Reihan,kenapa jadi Azam"
"Itu panggilan sayang" Ucap Almira.
"Yah bu,bagaimana sih,sudah sama Almira juga ternyata,ya sudah kami pulang dulu yah"
Akhirnya ibu-ibu pulang dengan membawa bingkisan juga,tidak jadi membawa Reihan,hehe.
"Ibu-ibu disini ekstrim-ekstrim sekali" Ucap Reihan.
"Dulu yang jadi incaran ya Albirruni," Ucap Papa Wijaya.
__ADS_1
Semua nya berkumpul di ruang makan,mereka makan bersama.
Setelah makan mereka mengobrol di ruang TV,Rengganis dan Albirruni menuju kamar untuk menidurkan baby Ayyubi.
Hafiz duduk di sebelah Reihan,
"Maaf ya bro,kemarin aku sempat sebal denganmu?" Ucap Hafiz.
"Memang kenapa?"
"Aku kira kamu suka Alisha," Ucap Hafiz lirih.
Reihan tersenyum, "Tidak,aku hanya kasihan saja melihatnya sering melamun di kantor Dosen"
"Ayo kita sama-sama berjuang masuk ke dalam keluarga Wijaya" Bisik Hafiz.
Reihan terswnyum,Mereka lalu berjabat tangan.
"Heh,kalian ini dari tadi ngapain sih bisik-bisik" Ucap Alisha.
"Ya ngobrol penting Sha"
"Penting apa,memang nyambung ya Dokter dengan Dosen"
"Lelaki mah apa saja di sambung-sambungin Sha"
Mama dan Papa pamit menuju kamar untuk istirahat.
"Mas Hafiz,Mas azzam mau aku buatkan Kopi?" Tanya Almira.
"Boleh Adik Manis" Ucap Hafiz.
Reihan langsung mencubit paha Hafiz.
"Ih Rei,sakit tahu"
"Apaan sih Manis-manis segala" Bisik Reihan.
Hafiz tertawa, "Dasar kaku banget sih kamu nih"
"Aku tidak usah Mir,mau langsung pulang saja,mau mengantar Ummi ke swalayan"
"Antar Reihan dulu Mir,kopi Mas Hafiz biar kakak yang buatkan"
Mira mengangguk,
Kenapa selalu aku yang harus mengantar Mas Azzam.
Almira mengantar Reihan sampai depan pintu.
"Mas aku antar sampai sini saja yah"
Reihan mengangguk.
"Makasih Ya Humairah"
"Almira Mas"
"Ah tidak mau,Humairah saja,Kamu juga punya panggilan sayang untuk Mas,jadi Mas juga punya panggilan sayang untukmu,Almira humairah,biarkan yang lain memanggilmu Almira,Mas akan memanggil mu Humaira"
"Tadi kan hanya akting Mas"
"Aku kira beneran"
"Ih Mas Azzam ini"
"Iya iya Maaf"
"Terserah Mas saja"
"Itu panggilan sayang kan"
Almira tersenyum lalu menunduk.
__ADS_1
"Assalamualaikum Humairah,Salam untuk Om dan Tante juga kakakmu ya"
Almira mengangguk "Waalaikumsalam"