
Pagi hari nya saat Alisha sudah sampai kampus Alisha langsung duduk di tempat nya,Alisha langsung membuka laptopnya untuk melihat lagi materi yang akan di ajarkan nya.
Reihan yang baru datang langsung menghampiri Alisha.
"Sha,Almira itu adikmu?"
Alisha langsung menatap Reihan,lalu tersenyum.
"Kenapa memangnya?" Naksir yah?"
"Hanya bertanya,langsung deh begitu"
"Kenapa memang nya?"
"Berbeda saja dengan mu"
"Berbeda lah,Dia adik ku,Aku kakaknya"
"Bukan itu"
"Lalu apa?"
"Dia anggun,kamu cerewet kaya petasan"
"Yee enak saja"
"Kalian ini adik kakak,tapi besarnya sama,tidak kelihatan kalau Almira masih SMA"
"Ya Almira itu persis kak Al,sifat,perawakan tubuh persis kak Al,mereka mirip papah,kalau Aku mirip mama,mungil dan cerewet,lumayan buat rame-rame tahu"
"Sha tolong sampaikan maafku pada Almira ya kemarin tidak sengaja"
"Bilang saja sendiri,"
"Cuma itu saja juga"
"Ih jadi laki-laki jangan terlalu kaku kenapa sih"
"Almira juga pemalu,kalian dua-duanya pemalu,nanti seperti gapura pintu masuk desa,hahahaha" Ledek Alisha.
"Ya sudah,mana nomer ponselnya"
"Cie cie sudah berani meminta nomer ponsel" Ledek Alisha lagi.
"Sha jangan meledek ku terus"
"Iya iya,"
Alisha lalu memberikan nomor ponsel Almira pada Reihan.
__ADS_1
Setelah itu Reihan menuju tempat duduknya.
Ini pertama kalinya Aku meminta nomor ponsel wanita,entahlah apa yang ada di fikiran ku,bahkan semalaman aku bermimpi merangkul gadis itu dalam dekapan ku,mungkin aku harus meminta maaf karena tidak sengaja menyentuhnya,tapi kan aku menolong nya,ah konyol sekali,Batin Reihan.
***
Di tempat lain Rengganis dan Albirruni sedang menghadiri resepsi pernikahan Melly dan Dion,Albirruni benar-benar membuktikan ucapan nya akan meng endors pernikahan Dion sahabatnya.
Akad nikah di laksanakan di Jogja,Rengganis tidak bisa ikut karena kandungan nya sudah sangat besar,di khawatirkan akan kelelahan,jadi Rengganis dan Albirruni memutuskan menghadiri resepsi nya saja.
Nanti Melly juga akan tinggal di Surabaya dengan Dion jadi Rengganis akan dekat dengan Melly,bisa berkunjung kapan pun juga bisa.
Albirruni menggandeng tangan Rengganis ke dalam tempat resepsi.
Disana banyak juga teman-teman Albirruni yang datang,resepsi Dion di jadikan tempat reuni teman sekolahnya dulu.
Rengganis memilih duduk dengan Aisha,Wulan,Dimas.Sementara Albirruni duduk dengan teman-teman lainnya.
"Alhamdulillah sahabat kita Dion soldout juga" Ledek Rizki.
"Kamu kapan Ki" Tanya Albirruni.
"Menunggu Bidadari turun dari kayangan Al"
Semua teman-teman tergelak mendengar jawaban Rizki.
"Sebentar lagi Albirruni akan menjadi ayah Ki,kamu masih jomblo saja"
"Iya,itu istriku sedang hamil 7 bulan" Ucap Albirruni sambil menunjuk ke arah Rengganis.
"Bagaimana Al perasaan nya akan menjadi Ayah"
"Senang Lah,ibaratnya kita sudah sempurna gitu,kita punya 'alat' bisa di gunakan dengan baik pada tempatnya," Jawab Albirruni.
"Alat ku berarti belum bisa di gunakan dengan baik gitu Al" Tanya Riski.
"Lah memang mau di gunakan ke siapa,ke lubang pintu" Ledek Edo.
"Tapi jangan salah,saat kita mempunyai anak berarti tambah juga tanggung jawab kita di dunia dan di akhirat juga"
Dion tiba-tiba ikut bergabung dengan Albirruni dan teman-teman lain nya juga.
"Aku mau tanya Al,tips agar rumah tangga bisa selalu romantis walau sudah termakan usia,kan aku pengantin baru nih" Tanya Dion.
"Kata pepatah Jawa harus ada yang 'Ngalah' Yon"
"Maksudnya?"
"Ya pernikahan itu kan dijalani oleh laki-laki dan perempuan yang jelas sangat berbeda dari segi karakter juga,kita akan banyak menemukan perselisihan ketidak cocokan,ketidak selarasan,kunci nya ngalah,salah satu dari kalian harus siap untuk mengalah,menurunkan ego Yon,kalau dua-duanya egois ya ambay Yon" jawab Albirruni.
__ADS_1
"Hidupkan rumah tangga mu,hidupkan rumah mu, kan kamu kita laki-laki adalah kepala rumah tangga,kita akan damai tentram jika kita mampu menghidupkan tangga kita"
"Maksudmu Al?" Tanya Riski.
"Kita bicara sebagai suami yah,bicara sebagai sesama laki-laki ya"
Albirruni menjelaskan bahwa Menikah itu adalah perjalanan panjang yang harus kita tempuh sehingga kita harus benar-benar memahami apa fungsi dari menikah.
Lalu apa sebenarnya fungsi dari menikah tersebut? apakah sebagai penghilang lelah karena didalamnya terdapat anak dan istri?
Sebagai mahluk hidup tentu membutuhkan tempat tinggal dan merindukan yang namanya rumah.
Rumah bukan hanya menjadi tempat pulang melainkan sebagai tempat saling memberi arti, memberi kasih sayang, tempat bertemunya rasa syukur.
Akan tetapi kita sebagai manusia terlalu cerdas meski mampu menciptakan rumah model baru namun gampang rapuh.
Mereka dipimpin oleh hawa nafsu, kepintarannya hanya menipu, sebab kebanyakan dari mereka justru sibuk sendiri.
Mereka lebih sering menghabsikan waktu diluar rumah dengan menyewa hotel, menghabiskan hidupnya di ruang kerja, tempat seminar sehingga pulang kerumah dalam keadaan capek bahkan marah.
Banyak laki-laki yang pulang bekerja justru emosi ketika anak-anaknya ribut dan ramai. Suami selalu bilang tolong anak-anak suruh diam karena ia capek bekerja seharian.
Bahkan seringkali menyalahkan istri karena anak-anaknya nakal. Suami selalu bilang jangan membebaninya dengan masalah rumah.
Entah kenapa kebanyakan orang hanya menjadikan rumahnya sebagai terminal, stasiun atau bandara yang hanya sebagai tempat berhenti sebenar untuk kemudian meneruskan perjalanan.
Setelah seharian lelah capek berjam-jam bekerja. Ketika pikirannya sudah pulih kembali dan pikirannya segar kembali ia akan pergi lagi.
Jika rumah tangga hanya di jadikan sebagai terminal maka setiap hari akan melakukan perbuatan yang sama setiap harinya.
Ketika sudah capek seharian bekerja, seorang ayah ingin menghilangkan capeknya, meski tersenyum hanya sebatas pemanis saja.
Mungkin capeknya hilang dengan melihat anaknya lucu, akan tetapi ketika ada masalah sang suami malah meminta istrinya untuk menyelesaikan masalahnya.
Di tempat kerja ia sangat perhatian kepada anaknya namun ia tidak mampu menjadi sosok ayah yang baik untuk anaknya.
Ia bisa bersikap baik kepada wanita lain namun tidak bisa bersikap baik kepada istrinya sendiri.
Semua orang tidak bisa terlepas dari capek dan lelah akan tetapi harus mampu tetap ceria dan cerah ketika di hadapan anak-anakanya.
Harus bisa menunjukkan kemesraan, kelembutan, kasih sayang juga tanggung jawab kepada keluarganya.
Jika seorang laki-laki tidak mampu menjadi sosok yang demikian maka rumahnya hanya sebatas menjadi terminal saja.
"Intinya Ada pada kita,kepala rumah tangga,mau rumah tangga itu menjadi apa" Ucap Albirruni.
Semua teman-teman Albirruni mengangguk dan mencerna setiap perkataan Albirruni.
"Jangan takut menikah"
__ADS_1
Albirruni banyak bercerita seputar rumah tangga,Albirruni berharap bisa belajar bersama-sama menjadi imam keluarga.
Rengganis menghampiri Albirruni meminta nya untuk pulang,karena sudah kelelahan,Rengganis dan Albirruni berpamitan pada Dion dan Melly juga sahabat nya.