
Hari ini jadwal kuliah padat,Rengganis pagi ini sudah sarapan dengan nasi goreng,sarapan hanya roti saja rasanya tidak cukup kenyang untuk perut orang Indonesia.(hehe)
Seperti biasa Rengganis dan Alisha berangkat ke kampus selalu bersama jika memang jadwal nya sama.
Memasuki gerbang kampus rasanya canggung sekali,mereka seperti memandang tak enak ke arah Rengganis,Rengganis bingung,kenapa mahasiswi yang berpapasan dengan nya menampakan muka sinis.
Saat memasuki kelas Nana dan Mira langsung menarik Rengganis untuk duduk.
"Ganis kemarin kamu kemana?" Tanya Nana.
" Hah,kemana?memang kenapa?"Tanya Rengganis.
"Ih malah bertanya balik,memang kamu tidak dengar gosip" Tanya Nana.
"Gosip apa memang?Aku tidak suka bergosip"Ucap Rengganis.
" Kamu naik mobil Mr Sam" Ucap Mira.
Rengganis langsung melotot.
"Kalian melihat ku kemarin?" Tanya Rengganis.
"Jadi benar semua itu Nis?" Tanya Nana.
"Benar,tapi tidak seperti yang kalian bayangkan,Aku akan menceritakan nya" Ucap Rengganis.
Rengganis pun menceritakan kejadian bertemu Mr Sam di toko buku sampai di antar pulang,bahkan sampai mampir ke apartement nya,Rengganis pun menceritakan bahwa ia tidak sendiri,tapi dengan Alisha.
Teman-teman Rengganis pmempercayai Rengganis lalu memeluknya.
__ADS_1
"Nis lebih baik kamu sedikit menjaga jarak deh dengan Mr Sam,soalnya Aku takut kamu diserbu fans l-fans nya" Ucap Nana.
"Kan kalian tahu Mr Sam yang selalu punya cara agar Dia bisa mendekatiku,Aku bisa apa Na,Mr Sam dosen ku,Aku hanya menghargai nya saja" Ucap Rengganis.
"Sepertinya Mr Sam menyukaimu Nis,memberi materi juga sambil terus memperhatikan mu" Ucap Mira.
"Tapi Nis,apa kamu tidak tertarik,senyuman nya itu manis banget Nis" Ucap Nana.
"Tidak,Aku kesini mau sekolah,bukan cari laki- laki,apalagi kalian tahu Aku dan Mr Sam berbeda keyakinan,jelas itu dilarang" Ucap Rengganis.
Lama mereka mengobrol,akhir nya dosen pun datang,mereka mengakhiri obrolan mereka.
Tanpa terasa dua jam berlalu,waktu nya istirahat,Rengganis tidak ke kantin hari ini,Ia ingin mencari buku-buku di perpustakaan,sebelum ke perpustakaan Rengganis lebih dulu ke toilet.
Semua yang ada di toilet memandang sinis pada rengganis.
"Ya Allah kenapa suasana nya jadi seperti ini"Batin Rengganis.
" Hallo...please help Me,open the door"
Sambil menggedor pintu,bukan nya mendapat pertolongan,Rengganis malah mendengar suara perempuan tertawa lirih.
"Don't approach Mr Sam,He belongs to Me"Ucap Perempuan itu di balik pintu.
Rengganis pun tertunduk lesu,Rengganis segera menelfon Mira tapi tidak ada jawaban,menelfon Nana pun malah tidak aktif,akhirnya Rengganis menelfon Alisha,beruntung nya alisha langsung mengangkat nya.
" Assalamualaikum Sha,kamu dimana?" Tanya Rengganis.
"Waalaikumsalam Aku di kantin Mbak,kenapa Mbak" Jawab Alisha.
__ADS_1
"Sha tolongin Mbak,kamu ke toilet dekat perpustakaan,perpustakaan di gedung magister,Mbak terkunci di dalam Sha" Ucap Rengganis.
"Ya Allah,oke oke Mbak Alisha kesana sekarang" Ucap Alisha,Ia segera menutup telfon nya.
Alisha segera berlari menuju gedung magister tempat Rengganis belajar,Ia bertanya-tanya pada mahasiswa yang ada di sekitarnya,menanyakan dimana letak perpustakaan.
Setelah menemukan perpustakaan nya,Alisa pun melihat petunjuk arah ke toilet,Alisha segera berlari ke toilet.
"Mbak Anis,Mbak"
"Iya Alisha Mbak Disini"
Dor..dor..dor...
Alisha langsung menuju sumber suara.lalu membuka pintu yang terkunci dari luar itu,untung saja kunci nya masih ada di gagang pintu.
ceklek
Rengganis buru-buru ke luar.
"Ya Allah Mbak Anis apa yang terjadi?" Tanya Alisha.
Rengganis menceritakan tentang orang orang yang tidak suka dengan nya karena mereka mengira Rengganis selalu mendekati Mr Sam lalu masalah kemarin juga di antar pulang dan mampir ke apartement,semua di ceritakan Rengganis.
Alisha pun tertunduk lesu.
"Maafkan Alisha Mbak"
"Tidak apa-apa Sha,sudah ayo kita kembali ke kelas saja" Ucap Rengganis.
__ADS_1
Mereka kembali ke kelas,namun Rengganis merasa masih tidak percaya dengan kejadian yang di alami nya,sepertinya Ia harus benar benar-benar menjaga jarak dengan Mr Sam,jika tidak ingin terjadi sesuatu seperti tadi,bahkan mungkin lebih.