
3 bulan kemudian...😁😁
Sudah seminggu ini setiap bangun tidur Hafiz selalu merasakan badan Alisha menghangat, namun Alisha merasa biasa saja, tidak merasa dirinya demam, yang Alisha rasakan dada nya semakin membusung dan pegal seperti mau datang bulan, tapi bukan waktu nya datang bulan.
Alisha dan Hafiz bersiap-siap sarapan bersama, disana juga sudah terlihat Reihan dan Almira, Almira sedang menyendokan nasi ke piring, Alisha menutup hidungnya.
Mas Birru dan Mbak Ganis ikut bergabung sarapan, Ayyubi sudah lancar berjalan, ia juga ikut sarapan bersama menggunakan bangku khususnya, Ayyubi makan nasi tim dan sayur sop.
Alisha hanya sarapan roti yang di olesi selai coklat, teh manis hangat yang biasa ia suka sudah ia tambahi es batu.
"Kakak, kok pagi-pagi minum es sih" Tanya Almira yang keheranan melihat kakaknya menambahkan es batu di gelasnya.
"Mual kalau minum yang hangat-hangat"
"Kenapa tidak makan nasi Sha?" Tanya Mama.
"Tidak suka bau nasi nya Mah" Jawab Alisha yang memang merasakan hal demikian.
"Beras nya masih sama kok Sha"
Rengganis langsung membisikan sesuatu pada Mas Birru " Sepertinya Alisha hamil Mas"
Mas Birru tersenyum "Mudah-mudahan ya Sayang"
Selesai sarapan mereka berangkat ke tempat tujuan masing-masing.
Ayyubi merengek kepada papahnya minta ikut.
"Papapapapah" Ayyubi merenggangkan Tangannya minta di gendong.
"Yuk muter-muter dulu 5 menit yah" Rengganis akhirnya ikut masuk juga ke dalam mobil Mas Birru.
Mereka berkeliling 5 menit agar Ayyubi tidak menangis. Setelah selesai berputar, Mas Birru kembali lagi ke rumah, Rengganis hendak menurunkan Ayyubi dari mobil papahnya tapi Ayyubi merengek menangis sejadinya.
"Ya ampun, Ayyubi papah mau kerja,"
Namun Ayyubi tiada hentinya menangis kembali.
"Kamu lagi kenapa sih nak" Rengganis kembali menenangkan Ayyubi.
"Sudah Mas kamu berangkat saja, biarkan nanti aku yang menenangkan Ayyubi"
Mas Birru mengangguk, ia langsung bergegas berangkat ke kantor.
Sementara Rengganis masih dengan susah payah menenangkan Ayyubi.
Rengganis segera masuk kedalam rumah.
"Kenapa Ayyubi Nis,? Tanya Mama.
" Maunya ikut Mas Birru Mah"
"Eh Sayang..disini saja ya sama nenek, nanti kita main bola"
Tangisan Ayyubi malah bertambah kencang.
"Ya sudah kalian mandi dulu saja, nanti setelah itu susul saja ke kantor Birru" Mama memberikan saran kepada Ayyubi.
Rengganis mengangguk, ia segera naik ke atas memandikan Ayyubi, juga dirinya ikut mandi agar waktunya lebih ringkas.
Setelah di rasa Ayyubi semakin tenang, Rengganis meninabobokan Ayyubi dalam gendongan nya.
Ayyubi menangis, kemudian terbangun kembali dan gelisah.
__ADS_1
***
Di kampus saat akan mulai mengajar tubuh Alisha terasa lemas, pandangannya seakan-akan melihat banyak bintang-bintang di atas kepalanya.
Alisha menyuruh mahasiswa nya agar masing-masing kelompok berdiskusi, Alisha semakin lemas, ia hanya duduk dan sesekali melihat mahasiswanya yang sedang berdiskusi. Salah satu mahasiswa melihat Alisha yang semakin memucat, ia langsung menghampiri Alisha.
" Bu...ibu pucat sekali, kita ke klinik kampus ayo bu"
Alisha di papah 2 mahasiswi, mahasiswa lain masih tetap melanjutkan diskusinya atas perintah alisha.
Sesampainya di klinik rumah sakit dokter di dalam menyarankan agar Alisha tes kehamilan bila perlu langsung saja USG ke dokter kandungan.
Alisha yang sekarang sedang istirahat di klinik menelfon Almira, memberitahunya bahwa dirinya sedang di klinik.
Tepat jam 10 saat Almira keluar dari kelasnya ia langsung menuju klinik kampus, disana Almira melihat kakaknya sedang berbaring.
Almira langsung ke kantor dosen untuk menemui Reihan agar membawa kakaknya ke rumah sakit.
Akhirnya Alisha di bawa ke rumah sakit dimana tempat Hafiz praktek, sebelumnya Reihan menghubungi Hafiz akan kesana dan memberi tahu kondisi Alisha.
Sesampainya di rumah sakit Reihan masuk ke dalam ke rumah sakit dan meminjam kursi roda karena Alisha sudah sangat lemas.
Alisha di bawa dengan kursi roda ke tempat praktek dokter Hafiz, untung saja pasien tidak terlalu penuh.
Alisha juga sama dengan pasien lain, ia harus menunggu, ia tidak mau di spesialkan, selama menunggu Almira membelikannya minuman juga cemilan.
"Dek...Kakak mau nya lutis buah"
"Mana ada kak di rumah sakit"
"Tapi Kakak maunya itu"
" Ya sudah Mas mau beli lutis buah dulu di luar ya Humairah, nanti Alisha menangis lagi" Ledek Reihan yang segera mencari lutis buah.
Ternyata di depan rumah sakit banyak berbagai macam penjual, ada di antaranya lutis buah juah, Reihan membelinya beberapa bungkus. Setelah itu memberikanya pada Alsiha. Alisha begitu senang, ia langsung melahapnya.
Kini giliran Alisha yang di periksa, Hafiz terkejut melihat istrinya sedang menyantap lutis buah.
"Sayang...lagi sakit malah makan itu"
"Rey kenapa tidak ke dokter umum saja" Tanya Dokter Hafiz.
"Tadi dokter klinik menyarankan Alisha tespeck, kamu kan dokter kandungan jadi aku bawa saja dia padamu"
"Benarkah?" Hafiz langsung tersenyum sumringah.
"Sayang bangun yah, letakan dulu lutisnya, sayang tespeck dulu yah"
Hafiz meminta tespeck pada suster yang mendampingi nya.
Alisha segera masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan tespeck.
Reihan berbisik pada Hafiz " Heh, memangnya kamu tidak merasakan apa kalau istrimu hamil, kan kalau hamil ada bayinya di dalam, kalau ninu-ninu pasti terasa dong ada yang mengganjal"
Hafiz langsung tertawa terbahak-bahak menepuk punggung Reihan, " memangnya saat baru hamil bayinya langsung Segede kelapa, ada tahapan nya Rey, kalau awal-awal itu baru segede ini nih" Reyhan memperlihatkan gambar perkembangan bayi di dinding tempat prakteknya.
"MasyaAllah, luar biasa yah Fiz" Reihan menggenggam erat tangan Almira.
"Semoga kita di beri kesempatan ya sayang" Almira langsung menunduk sedih.
"Semangat, harus optimis" Ucap Reihan.
Alisha keluar dari kamar mandi dan memberikan hasil tespeknya, ternyata garis dua, Hafiz sungguh sangat bahagia, ia langsung membaringkan istrinya di ranjang tempat pemeriksaan, lalu ia melakukan Pemerikasaan USG.
__ADS_1
Walaupun setiap hari ia melihat kehidupan di dalam perut seorang ibu, tapi rasa bahagia melihat kehidupan di perut istrinya itu sungguh luar biasa.
Di layar sudah terlihat kantong bayi yang nanti akan jadi tempat tumbuh kembangnya.
Reihan dan Almira juga melihat dengan seksama.
Almira berdoa dalam hatinya semoga ia bisa di beri amanah oleh Allah suatu saat nanti.
Reihan menggenggam tangan Almira lalu mengecup nya.
"Kita pasti bisa sayang"
Almira tersenyum, mereka berdua saling menyemangati.
Setelah selesai pemeriksaan Hafiz tidak bisa mengantar Alisha pulang, ia meminta tolong pada Reihan dan Almira untuk mengantar Alisha pulang.
Almira sangat antusias dengan kehamilan kakaknya itu, ia mengelus perut Alisha, itu artinya ia akan jadi aunty lagi, Almira juga meminta Reihan untuk ke supermarket buah terlebih dahulu, Almira membelikan beberapa buah-buahan untuk kakaknya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mario Tegap : Belum mendapatkan momongan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia. Kebanyakan orang mengira, bahwa cobaan hanya datang dalam bentuk kesulitan saja. Mereka tidak menyadari bahwa melimpahnya nikmat juga merupakan ujian yang diberikan Allah. Sehingga banyak memang yang dapat melalui cobaan dan bersabar ketika mendapatkan kesulitan namun sangat sedikit yang mampu melampaui ujian berupa kenikmatan dunia, hal ini menjadikan manusia lalai saat kesenangan hidup menyapa mereka.
Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.
Sayangku, engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.
Author: Jamaah....oh jamaah, jangan lupa tekan tombol like, icon jempol yang bawah...itu yang bawah...kalau author nyebutin yang bawah berarti lihat yang bawah, jangan salah faham, yang di lihat malah yang tengah....
Readers: Yang tengah emang apaan Thor?
Author : Tulisan lah, makanya lihat layar HP nya, jangan lihat bojomu😁😁
Readers: emang kalau liat bojo, yang di tengah itu apa? [sok polos]
__ADS_1
Author: Tali kolor 😁 Udah cepetan like ma Vote
Readers: Iya Thor...asiap