Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Saling Menyemangati


__ADS_3

Selesai makan Almira dan kakak-kakaknya pergi ke taman belakang, Almira juga ingin menghirup udara segar dan berjemur di bawah sinar matahari agar tubuhnya lebih segar.


Mereka membicarakan perihal pengobatan Almira yang harus mengatur pola hidup sehat, bila perlu untuk sementara waktu menjadi vegetarian terlebih dahulu, dan mengurangi asupan gula.


Almira mengerti dan akan menuruti apa kata kakak iparnya itu.


"Kak Hafiz, jika semua sudah dilakukan tapi Mira belum juga hamil bagaimana?" Almira menundukan kepalanya meremas jemarinya.


"Kita akan lakukan oprasi kecil"


"Jika masih belum berhasil?"


"Kita bisa program bayi tabung"


"Jika..." Belum selesai Almira melanjutkan perkataan nya Reihan sudah terlebih dahulu menyela.


"Jika semuanya tidak berhasil aku akan tetap menjadi suamimu yang selalu mencintaimu dan hanya ada kamu satu-satunya" Ucap Reihan sambil menatap manik mata Almira.


Almira berkaca-kaca " Kenapa kamu sangat baik padaku Mas"


"Karena kamu memang jodohku, jodoh yang Allah tunjukan untuk Mas"


Almira menunduk lalu meneteskan air matanya.


Mas Birru juga ikut gusar melihat adiknya yang tiba-tiba tidak bersemangat lagi.


Mas Birru duduk jongkok di depan Almira dan menggenggam erat tangan Almira.


"Ingat Dek, kita tidak boleh mendahului Allah, kita tidak boleh berandai-andai yang tidak baik, syetan akan masuk ke dalam fikiran yang tidak baik itu, dan akan mulai menghasutnya, ingat kamu harus yakin pada dirimu sendiri, pada Allah, Allah sesuai dengan prasangka hambanya Dek" Mas Birru berusaha menenangkan hati Almira.


Alisha memeluk pundak Almira, " Benar kata Kakak, kamu tidak boleh menyerah, ada kita yang akan menyemangatimu"


Almira tersenyum lalu mereka bertiga berpelukan.


"Eh kalian ini, sudah-sudah" Ledek Hafiz.


Mereka melepaskan pelukannya mereka, lalu berbincang tentang pengobatan Almira.


Ayyubi di pangkuan Almira begitu tenang dan tidak rewel.


Reihan semakin tersayat hatinya melihat Almira begitu menyukai anak-anak.


"Ya Allah, istriku begitu mendamba seorang anak, lihatlah Ia begitu menyayangi Ayyubi" Batin Reihan.


Setelah menjelaskan semuanya Alisha mengajak Almira ke dalam untuk olahraga yoga ringan, di samping diet gula dan lemak, Almira juga harus rajin olahraga.


Almira dan Alisha membawa Ayyubi ke dalam.


Sementara Reihan, Mas Birru dan juga Hafiz masih di taman menikmati kopi panas.


Ponsel Rengganis berdering, ternyata dari Raka, Raka melakukan panggilan vidio call pada Rengganis. Rengganis duduk kembali di sebelah Mas Birru, lalu menerima panggilan vidio call dari Raka.


"Assalamualaikum Mbak Ganis?"


"Waalaikumsalam Dek, Bagaimana kuliahmu?"


"Ya baru di mulai mbak, lumayan betah"

__ADS_1


"Syukurlah"


"Yang rajin ya dek, jangan mengecewakan papa Rafi"


Rengganis melihat Raka ternyata sedang di kamar Almarhum Mas Abymanyu.


Terlihat juga foto di nakas dirinya dengan Abymanyu waktu di dusun bambu.


Mata Rengganis berkaca-kaca, ingatan tentang Mas Abymanyu tiba-tiba muncul ke permukaan.


"Mbak...kenapa? kok Nangis"


Rengganis langsung menyeka air matanya.


"Tidak Raka"


Mas Birru ternyata sedari tadi memperhatikan Rengganis yang sedang vidio call dengan Raka.


" Salam ya buat Mama Papa disana Raka "


"Iya Mbak"


"Jaga Barang-barang Mas Aby jangan di pindah kemana-mana yah, biarkan tetap seperti itu" Ucap Rengganis dengan sangat berat karena sedang menahan air matanya.


"Iya Mbak, maaf ya Mbak aku menempati kamar ini, soalnya Papa Rafi yang menyuruhku"


"Iya tak Apa, sudah dulu ya Dek, Mbak mau memandikan Ayyubi"


"Baik lah kalau begitu, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Rengganis"


Mas Birru memanggil Rengganis, entahlah, sejak Japan mas Birru mulai merasa cemburu dengan air mata yang Ia keluarkan bukan untuknya.


Rengganis berhenti melangkah, ia buru-buru menyeka air matanya.


"Iya ada apa Mas"


"Apa yang kau tangisi" Mas Birru menatap Rengganis dengan tajam.


"Aku tidak menangis"


"Kenapa tidak setia denganku, apa aku kurang cukup mengisi hatimu" Mas Birru mulai meracau tak jelas.


Reihan dan Hafiz memperhatikan kedua pasangan itu.


"Al kenapa itu, tiba-tiba marah tidak jelas"


"Mas kamu bicara apa sih aku tidak mengerti"


"Kamu menangisi Abymanyu kan? sudah 3 tahun Ganis, apakah kamu belum bisa melupakannya?"


Reihan dan Hafiz berbisik-bisik, " Lihat Al mulai gila cemburu dengan seseorang yang sudah tiada" Hafiz tertawa kecil.


"Sana lerai mereka" Ucap Reihan.

__ADS_1


"Biarkan saja, mereka tidak pernah bertengkar, aku mau lihat" Hafiz terkekeh.


"Kamu sama gilanya" Celetuk Reihan.


"Pisahkan sana"


"Iya iya, Bawel"


Hafiz menghampiri Albirruni dan Rengganis.


"Apaan sih kalian berdua ini, sudah-sudah salaman" Hafiz meledek Rengganis dan Albirruni.


Albirruni menatap Hafiz dengan mata memerah.


"Al kamu sedang cemburu?"


"Diam, kamu tidak mengerti perasaanku" Jawab Albirruni.


Rengganis sebal dengan Mas Birru karena Mas Birru cemburu dengan hal yang mustahil. Rengganis masuk ke dalam rumah, Mas Birru yang igin mengejar di cegat oleh Hafiz.


"Al kau ini kenapa? datang bulan ya, kenapa marah dengan Rengganis karena hal sepele"


"Sepele katamu, Dia menangis lagi, menangis karena Abymanyu,"


"Ingat Al, Abymanyu sudah tiada, Kau ini sembarangan saja, cemburu pada tempatnya lah" Hafiz menepuk lengan Albirruni.


"Segala yang sudah tiada tidak bisa hidup kembali apalagi merebut mbak Rengganis" Ucap Hafiz kembali menenangkan Mas Birru.


"Astagfirullah, aku...pikiranku...malah kacau begini"


"Sudah sana minta maaf"


Mas birru langsung masuk ke dalam dan mencari Rengganis, di lihat di ruang tengah hanya ada Alisha dan Almira yang sedang yoga. Berarti Rengganis sedang memandikan Ayyubi, Mas Birru langsung lari ke atas menuju kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Jangan lupa like komen dan Vote ya sayang, Terima kasih sudah setia membaca AJTP, jangan lupa mampir juga ke novel Author yang satu ini " Surat Cinta 2000"]

__ADS_1


Salam sayang,


@Santy Puji


__ADS_2