
"Ya Allah Nduk,kok bisa sampai seperti ini" Tanya Ummi.
"Jatuh Mi" Jawab Raihan.
"Cepat Raihan ambilkan kotak obat,biar ummi obati,nanti keburu infeksi" Ucap Ummi.
Reihan langsung mengambil kotak obat dan memberikan nya pada ummi nya.
Ummi langsung mengoleskan alkohol dulu pada luka Alisha.
"Maaf ya Nduk nanti agak perih" Ucap Ummi.
"Iya Ummi tidak apa-apa"
Alisha meringis-meringis menahan perih,Raihan tersenyum melihat ekspresi Alisha.
Setelah itu ummi mengoleskan obat merah,lalu membalutnya dengan kapas.
Alisha tersenyum melihat ummi nya Raihan yang mengobatinya,melihat ummi Raihan hati Alisha merasa teduh,sama seperti melihat Mama nya yang begitu keibuan.
Raihan pergi ke kamarnya untuk berganti baju,ia membiarkan ummi nya berdua dengan Alisha.
"Ummi rumah nya sepi sekali,anak ummi yang lain kemana?" Tanya Alisha.
"Anak ummi ada 4,semua nya laki-laki Nduk,Raihan itu anak bungsu Ummi,Anak yang pertama sampai ketiga sudah menikah,mereka semua di luar negri,hanya Raihan yang disini,katanya mau menemani Umminya" Jawab Ummi.
"Ayah Pak Raihan di luar negri juga ummi?"
"Tidak,Aby nya Raihan disini,bekerja di kantornya Nduk" Ucap Ummi.
Alisha hanya mengangguk.
"Kamu kenal Raihan sudah lama Nduk?"
"Belum Ummi,Alisha kenal pak raihan baru 1 bulan"
"Kamu ini kenapa memanggilnya pak?Berasa tua sekali anak ummi" Ucap ummi sambil tertawa pelan.
"Masih canggung Mi,rasanya aneh saja jika memanggil hanya namanya saja"
"Oh begitu,ya sudah tak apa,Alisha Ayo kita makan dulu"
Ummi membawa Alisha ke meja makan yang sangat besar,simbok menata makanan yang di meja makan.
Raihan menghampiri Alisha dan ummi nya ke meja makan.
Raihan mengambilkan nasi dan lauk Pauk untuk ummi nya.Raihan juga lebih sering tersenyum jika di rumah berbeda sekali jika sedang di kampus.
Melihat perlakuan Raihan kepada ummi nya membuat Alisha tersentuh.
"Raihan,kapan Ummi bisa makan enak lagi" Ucap Ummi.
__ADS_1
"Nanti jika gula darah ummi sudah normal"
"Kamu ini" Ucap Ummi.
Raihan hanya tersenyum.
"Alisha makan yang banyak Nduk "
"Tenang Mi dia makan nya banyak sekali"
"Ih bapak ini,jangan buka kartu dong"
Raihan tertawa,ini pertama kalinya di hadapan Alisha Raihan tertawa.
"Masa sih,itu badannya tapi langsing saja" Ucap Ummi.
"Katanya anugrah mi,makan banyak tapi tetap langsing"Ledek Raihan.
" Tapi benar kan Ummi" Tanya Aisha.
"Iya benar,kan biasanya wanita itu paling getol menjaga bentuk tubuh,berarti kamu beruntung Alisha" Ucap Ummi.
"Yeee Aku menang Pak"
"Kamu ini kenapa sih panggil aku pak pak terus,memangnya aku terlihat seperti bapak-bapak apa?" Ucap Raihan.
Ummi tertawa pelan,
"Panggil Mas"
"Heeem Mas," Ucap Alisha kaku.
Setelah selesai makan Raihan mengajak Alisha pulang,Alisha berpamitan pada ummi,lalu memeluknya.
"Sering-sering main ya Nduk,ummi tunggu lhoo"
"Iya Ummi,insyaallah" Jawab Alisha.
Mereka lalu menaiki mobil dan bergegas menuju rumah Alisha.
"Mas...Kamu sayang sekali dengan Ummi mu,memperhatikan hal-hal kecil tentang Ummi mu"
"Tentu saja,Ummi adalah segalanya bagi ku Sha"
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.
Itulah salah satu hadits tentang ibu yang ada dalam kitab sohih bukhori dan muslim. Namun, Demikian juga Allah swt menegaskan yang diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Ahqaaf : 15 yang artinya:
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
"Kakakku tiga-tiganya di luar negri,Aku ingin menemani Ummi tidak ingin pergi kemana-mana,kelak jika Aku punya istri,istriku harus menerima Ummi ku apa adanya" Ucap Raihan.
__ADS_1
"Pasti bisa menerima,Ummi kamu baik banget lhoo Mas,sama aku saja yang baru kenal begitu baik,apalagi dengan menantunya kelak" Ucap Alisha.
Raihan tersenyum.
Akhirnya sampai juga di rumah Alisha,di depan pintu gerbang ternyata ada Mbak Ganis yang sedang memesan Go Food.
"Sha sudah pulang,Teman nya suruh mampir Sha" Ucap Mbak Rengganis.
"Makasih ya,mau mampir?" Tanya Alisha.
"Nanti saja,Aku ada keperluan di cafe" Ucap Raihan.
"Oke"
"Aku pergi dulu ya,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Mobil Raihan langsung meninggalkan rumah Alisha.
"Cie..cie...ada yang sudah move on" Ledek Mbak Rengganis.
"Apa sih Mbak,Dia hanya menolongku,nih" Ucap Alisha menunjukan luka-luka di tangan nya.
"Ya Allah Sha,ini kenapa?"
"Nanti Alisha ceritakan sama Mbak,ayo masuk dulu mbak"
Mereka pun masuk kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like Komen dan Vote,AyO Vote sebanyak-banyaknya, Terimakasih Readers setia.
__ADS_1