
Alisha pagi ini sedang melamun di tempat duduknya di ruang dosen,Ia memikirkan Hafiz dari sejak kemarin tidak ada satu pun pesan yang di balas oleh Hafiz.Alisha merasa ada yang kurang dalam dirinya tanpa kabar dari Hafiz.
Reihan yang masuk ke ruang dosen langsung menyapa Alisha.
"Pagi Sha,makasih ya untuk yang kemarin",
Alisha masih terdiam,
" Sha..."
Alisha masih menikmati lamunan nya.
"Sha"
Alisha kaget lalu tersadar.
"Eh Rey,sejak kapan disini?"
"Sejak subuh tadi"
"Eh kau ini"
"Kamu kenapa Sha?pagi-pagi melamun,nanti kesambet lhoo"
"Eh sembarangan"
"Kenapa Sha?"
"Hafiz pergi Rey tidak ada kabar sama sekali,aku sudah kirim beberapa pesan saja tidak di balas,hanya di baca saja,aku telfon tidak di angkat"
"Memangnya ada apa dengan kalian,kemarin bukan nya Hafiz main ke rumah ya"
"Iya itu,dia bilang ingin menikahiku,tapi aku bilang aku belum siap,dia marah Rey"
"Kamu kenapa sih Sha,kenapa tidak mau menikah dengan Hafiz,kurang apa Hafiz sha"
"Aku takut saja,menjalankan rumah tangga itu kan butuh kesiapan yang matang"
Reihan tertawa,
"Kamu,belum mulai berperang sudah takut,belum mulai saja sudah takut,bagaimana kamu akan menang dalam menghadapi ujian rumah tangga.
Hafiz yang akan jadi kepala rumah tangga,Dia yang akan membimbingmu,kenapa kamu yang harus siap sekali,jika Hafiz siap artinya dia sudah mempunyai bekal untuk membimbing mu"
"Ujian rumah tangga itu datang tidak menunggu kesiapan kita,justru kita akan belajar dari ujian itu,seperti kematian,tidak menunggu kita siap,yang perlu kita perbaiki pola pikir kita saja Sha,jika sudah berumah tangga jika kamu ya harus mengutamakan suami."
"Yang terpenting juga Akhlak dan iman kalian,tidak perlu memikirkan hal-hal diluar itu dulu,yang ada nanti sampai kapanpun kamu tidak akan mau menikah"
Alisha terdiam berusaha mencerna setiap nasehat Reihan.
"Kamu memang siap jika harus menikah dengan Almira yang baru lulus SMA,Almira masih 18 tahun,apa kamu siap membimbing nya?" Tanya Alisha.
"Aku siap dan Aku akan membuat Almira juga siap,aku akan mengaplikasikan rumahku surga ku dalam rumah tangga ku nanti"
"Maksudnya?"
Reihan lalu menjelaskan maksud dari rumahku syurgaku.
Rumah tangga yang harmonis selalu didambakan semua orang, dan bahagia tidaklah bersandar pada materi semata, justru terletak pada sejauh mana peran nilai-nilai agama mendominasi eksistensi rumah tangga itu.
Kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW yang penuh berkah, ketenteraman, dan kebahagiaan, selayaknya menjadi panutan kaum Muslimin.
__ADS_1
Semasa hidup Rasulullah SAW, tidak pernah memiliki rumah mewah dan harta berlimpah.
Bahkan, ketika Umar bin Khathab mengunjungi beliau suatu hari, didapatinya Rasulullah sedang berbaring di atas pelepah daun kurma. Hingga punggung beliau tergores saking kerasnya pelepah daun kurma itu.
Tetapi, dari kondisi yang sangat sederhana itu, beliau selalu mengucapkan baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Itulah ciri rumah tangga yang dibangun atas dasar keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.
Dalam rumah tangga Islami, seluruh anggota keluarga memiliki peran dan fungsi yang jelas.
Masing-masing mereka menghormati perannya. Suami adalah pemimpin yang berakhlak shodiqul wa'di (selalu menepati janji baik pada Allah SWT maupun masyarakat), dapat menegakkan keadilan dan kasih sayang dalam memimpin keluarga.
''Dan dia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.'' (QS Maryam [19]: 55).
Istri berfungsi menaati suami dan bekerja sama dengannya dalam kebajikan dan taqwa, sehingga mampu mengayomi keluarga dengan kasih sayangnya yang tulus ikhlas. Anak-anak pun menjadi qu'rataayun/penyejuk mata karena ketaatan dan kesalehan mereka.
''Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak keturunan kami sebagai cahaya mata (penyenang hati) bagi kami, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Al-Furqan [25]: 74).
Dengan iman, dia membedakan yang benar dari yang salah.
Dengan iman pula ia memahami baik dan buruk untuk kemudian berpihak pada yang baik. Bahkan dengan iman itu, setiap anggota keluarga mampu bersyukur manakala mendapatkan keberuntungan betapapun kecilnya.
Rumah tangga yang dibangun dengan landasan keimanan, pada dasarnya telah membangun surga di dunia.
"Kamu dan Hafiz pasti bisa,apalagi Hafiz sudah mapan,yang harus di pupuk hanya ibadahnya saja,bersama-sama saling melengkapi" Ucap Reihan.
Alisha tersenyum,"Makasih ya Rey,tapi Mas Hafiz sudah pergi,aku harus bagaimana?"
"Apakah jika Hafiz kembali kamu mau menerima nya?"
"Insyaallah Aku mau Rey,tapi sepertinya sudah tidak ada kesempatan"
"Iya jangan takut lagi,lihat mama dan papah,lihat juga Kak Al dengan Mbak Rengganis mereka sangat harmonis kan,mereka melimpahkan cinta kasihnya,jangan lihat di luaran sana,lihat saja di sekitar kita terutama keluarga kita,kamu bisa belajar dengan mereka,masalah Hafiz aku akan membantumu" Ucap Reihan.
Alisha mengaguk,"Benar kamu akan membantuku Rey?"
"Iya,kamu juga akan ke kelas kan"
"Aku tidak ada kelas pagi,nanti jam 10 baru ada kelas"
"Kenapa sudah ada disini"
"Mengecek bisnis ku,aku suka kampus ini"
"Ya sudah aku ke kelas dulu ya"
Alisha beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruangan dosen menuju ke kelas yang akan dia ajar.
Sementara Reihan kini telah menelfon Hafiz dengan aplikasi watsapnya untuk memberi nya kabar baik.
"Assalamualaikum, Hafiz kamu dimana,aku ingin bertemu dengan mu"
"Waalaikumsalam,aku di Singapura"
"Hah di Singapura,kamu pergi sungguhan Fiz,gila kamu"
"Ya aku kecewa dengan Alisha Rey"
"Halah,apa kamu sungguhan cemburu karena aku"
"Enak saja,tidak lah"
Reihan tersenyum,
__ADS_1
"Kenapa pergi jauh sekali,aku kira kamu hanya menggretaknya saja"
"Aku suntuk,aku juga perlu liburan"
"Kamu sedang berjuang,masih berfikir liburan,dasar"
"Eh setiap hari aku juga menghadapi pasien,aku juga berkutat di meja oprasi,sesekali ingin menghirup udara segar,tidak menghirup udara rumah sakit terus"
"Terserah deh,pokoknya cepat pulang,Alisha sudah mau menerimamu"
"Jangan bercanda Rey,tidak lucu"
"Eh benar,Aku tidak bohong,Sudah aku bantu malah menganggap bercanda"
"Serius rey?"
"Iya cepat pulang"
"Oke,Aku akan pulang lusa,biar lah Alisha merasakan kehilangan ku sesaat Rey"
"Oke,Ya sudah aku sedang di kampus ini,sudah dulu ya,Assalamualaikum"
"Makasih ya Rey, Waalaikumsalam"
Reihan menutup telfon nya,Reihan tersenyum.
Kalian berdua cepat menikah,agar aku jika bisa menikah dengan bidadari kecilku,Batin Reihan.
Eh Humairahku pasti lagi mengerjakan soal ujian,Aku kirim pesan Ah,Gumam Reihan.
Reihan📩
Semangat Humairahnya Mas,pulang sekolah nanti Mas jemput yah.Kamu pulang jam berapa?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like komen dan Vote,ayo vote yang banyak biar masuk 20 besar,mksh smw