
Hafidz yang akan pulang sore tadi di cegah oleh mama karena mama mengajaknya untuk makan malam bersama.
Akhirnya mereka makan malam bersama.
"Hafidz tadi buru-buru pulang mau malam mingguan apa Nak" Ledek Mama Birru.
"Tidak Tante,ya karena sudah lama saja mampir nya,kan niat nya hanya mampir sebentar,tapi malah di ajak makan malam juga,terimakasih Tante" Jawab Hafidz.
"Hafidz jomblo mah,mana ada malam mingguan," Ledek Birru.
"Walah,ganteng-ganteng jomblo,mana dokter lagi,memang kenapa?"
"Mungkin belum di takdirkan bertemu dengan jodohnya Tante"
"Tuh Alisha juga jomblo,kenapa tidak berjodoh saja dengan nya,hahaha" Ucap Mas Birru diiringi dengan gelak tawanya.
"Kakak ih" Ucap Alisha mengerucutkan bibirnya.
"Dulu waktu kakak jomblo kamu meledek terus,sekarang di Ledek sedikit manyun,payah ih" Ucap Birru.
"Kakak kan laki-laki,sedangkan Alisha perempuan,kan malu Kak"
"Kamu biasa malu-maluin sekarang malu segala" Ucap Birru sambil terkekeh.
"Sudah ih,kalian berdua ini kebiasaan" Ucap Mama.
"Kalau Alisha Mau,dengan senang hati"Ucap Hafidz sambil melirik Alisha.
" Apaan sih Mas Hafidz" Ucap Alisha dengan wajah yang sudah memerah.
"Sudah,kasihan Kaka Alisha"Ucap Almira.
" Kamu memang saudaraku yang paling baik" Ucap Alisha memeluk lengan Almira sambil melirik Mas Birru.
Mas Birru hanya melengos namum setelah itu tersenyum.
"Mama punya jagung muda itu banyak,kita main bakar-bakar jagung yuh dekat kolam renang"
"Yee..mau mau mah,Almira kangen suasana kebersamaan seperti ini mah,soalnya biasanya selalu saja ada yang kurang,entah itu kak Al,atau kak Alis" Ucap Almira.
Mereka semua menuju kolam renang di dekat taman,Birru menyiapkan alat pembakar nya,Papa membersihkan jagungnya.
Rengganis juga sangat menikmati kebersamaan dengan keluarganya yang jarang bisa utuh kumpul bersama.
Birru juga membawa gitarnya.Birru menemani Rengganis di kursi tepi kolam renang,Alisha dan Papa serta Hafidz mulai membakar jagungnya.Mama mengambil margarin untuk olesan jagung nya di dapur.
Birru menatap Rengganis.Lalu menyanyikan sedikit lagu.
__ADS_1
Tak terkira di sampingmu.
Adalah hal terindah yang pernah ku inginkan.
Tak terkira di pelukmu.
Adalah hal terindah yang pernah ku rasakan.
"Sudah Mas,ada Mereka,malu" Ucap Rengganis.
"Biarkan saja,izinkan Aku mengungkapkan cintaku padamu seperti idzhar,JELAS dan TERANG" Ucap Birru.
Hafidz tertawa mendengar gombalan Albirruni.
"Sejak kapan mulai bisa menggombal Al" Tanya Hafidz.
"Ini bukan gombal,ini isi hatiku yang paling dalam" Jawab Birru.
Hafidz kembali tertawa,"Tapi seperti bukan dirimu"
"Sejak Aku mencintai Rengganis,sejak hatiku mengenal cintanya, hehe" Jawab Birru.
"Kadang wanita juga butuh keromantisan Fidz" Ucap Rengganis.
"Aku juga bisa bergombal ria mah" Ucap Hafidz.
"Nun mati ketemu Jim disebut ikhfa,Aku ketemu Alisha di sebut cinta" Ucap Hafidz sambil melirik Alisha.
"Eh anak gadis papah jangan mempan di gombalin begitu Sha" Ucap Papa.
Hafidz langsung menutup mulutnya,ia lupa jika ada Papa dan Mama Alisha.
Rengganis dan Albirruni malah tertawa Menang.
"Tidak akan Pah,Alisha cukup kebal" Ledek Alisha.
"Apa perlu Aku menyebut namamu dalam doaku agar kamu mudah luluh?" Ucap Hafidz dengan begitu lirih namun terdengar oleh Alisha yang sama-sama sedang mengipas-ngipas jagung yang ada di depan nya.
Alisha hanya membalas dengan senyuman.
Aih,manis sekali senyuman nya,Batin Hafidz.
Setelah jagung nya matang mereka segera menyantapnya.Papa dan Mama pergi ke ruang TV ingin menonton sinetron di Indosiar kesukaan Mama.(Jeritan seorang istri)
Cukup di sinetron saja yang silih berganti menampilkan pelakor,di novel Aku Janda Tapi Perawan pelakor yang akan masuk sudah di hunus pedang sama Author. (Hehe)
Sementara Almira juga masuk ke dalam kamar ingin menelfon teman-teman sekolahnya.
__ADS_1
Di tepi kolam renang mereka berempat masih mengobrol sambil makan jagung.
Mas Birru memakaikan jaket pada Rengganis.
"Al ceritakan dong pertemuan pertama dengan Rengganis" Pinta Hafidz.
"Tidak sengaja,dia menolongku waktu aku kecelakaan di Jogja,dia baik banget lhoo,padahal kita tidak kenal,sejak pertama kali melihatnya aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama" Ucap Albirruni.
"Eh Al aku juga pernah tidak sengaja menabrak gadis waktu aku dan dia berpapasan di rumah sakit,pertama melihatnya Aku suka,apa itu cinta pada pandangan pertama juga" Ucap Hafidz sambil melirik Alisha.
Alisha melotot pada Hafidz,
"Bisa jadi,doakan saja,Aku dulu mencintai Rengganis dalam doa, dengan isyarat yang tak kan pernah tertangkap oleh indera, aku tahu ini adalah sebuah kesalahan,karena saat itu Rengganis sudah bersuami, namun aku dibuat tak berdaya oleh rasa ini. Berdoa, menjadi caraku untuk mencintai Rengganis. Diamku cara aku paling mencintai Rengganis." Ucap Albirruni.
"Hebat kamu Al,menerima Rengganis apa adanya"
"Itu karena Rengganis memang pantas di terima" Ucap Albirruni.
"Walaupun dia janda tapi ternyata masih perawan" Bisik Birru pada Hafidz.
Hafidz langsung melongo.
"Maksudmu?"
"Suaminya meninggal dunia seminggu setelah pernikahan mereka,dan Rengganis belum melakukannya" Bisik Albirruni.
"Apa sih kalian bisik-bisik" Protes Alisha.
"Al sepertinya aku harus pulang,sudah jam 9"
"Oke ayo masuk dulu,pamitan dengan Papa Mama"
Mereka masuk kedalam,Hafidz lalu berpamitan pulang karena sudah jam 9 malam.Birru dan Rengganis mengantarkan Hafidz ke depan rumah.
.
.
.
.
.
.
(Jangan lupa like,komen dan Vote ya,rengking nya menurun drastis ini,Biasa 30 besar,ini 110 an,,yuk sedekah vote,biar author makin semangat,makasih semuanya )
__ADS_1