
Keesokan harinya Birru baru membuka pesan dari Rengganis, Birru memiliki rasa aneh merasa aneh,ada apa dengan Rengganis,bukan kah tadi sempat bilang akan berjuang,ada apa dengan nya.
Birrusegera menelfon Rengganis,tapi tak juga tersambung,Birru menelfon Alisha,dan jawaban Alisha pun tak tahu menahu,Birru jadi geram sendiri.
Birru akhirnya memanggil Dion sekretaris pribadinya.
"Dion kosong kan jadwal untuk tiga hari ke depan,Aku ada keperluan mendadak" Ucap Birru.
"Minggu ini jadwal sangat padat Al,sepertinya tidak bisa untuk izin,tapi Minggu depan akan Aku usahakan untuk aku atur ulang" Jawab Dion.
Birru pun melenguh frustasi,ah rasanya ingin sekali hari ini juga ia pergi ke London tapi apalah daya pekerjaan nya begitu menumpuk,walaupun itu perusahaan nya sendiri tapi Birru tidak bisa seenaknya sendiri.
Birru menelfon Alisha,karena nomer Rengganis sulit sekali di hubungi.
"Assalamualaikum Kak"
"Waalaikumsalam, Sha,oh ya Mbak mu dimana?
" Mungkin masih di kampus Mas" Jawab Alisha.
"Apa Kakak boleh minta tolong kamu Dek?Tanya Birru.
" Iya Kak memang kenapa?
"Tolong nanti temui Mbak Anis,tolong kamu tanyakan kenapa ponsel nya tidak aktif,dan kenapa mengirim pesan aneh pada kakak" Ucap Birru.
"Memang nya Mbak Anis mengirim pesan apa Kak" Tanya Alisha.
__ADS_1
"Sudah tanyakan saja ya Dek,nanti jika sudah bertemu tolong langsung hubungi Kakak" Pinta Birru pada adiknya.
"Iya Kak"
"Ya sudah Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Birru menutup telfon nya,Ia sedikit lega, setidak nya masih ada Alisha yang bisa Ia andalkan,Birru masih mengingat kata-kata di pesan Rengganis,Dia sudah menerima lamaran siapa?kenapa tiba-tiba menerima lamaran seseorang,bukankah kita sedang baik-baik saja,Batin Birru.
Birru tidak konsentrasi kerja,rasanya di fikiran nya hanya ada Rengganis.
Rengganis jadi banyak diam,teman-teman di kampus nya juga heran melihat Rengganis yang sekarang menjadi pendiam,biasa nya Ia sangat bersemangat,karena ingin mengejar waktu lulus nya.
Entah lah,takdir ini begitu rumit,haruskah kehilangan sosok yang di cintai nya lagi untuk yang kedua kali,huftt Rengganis pun tertunduk lesu.
"Mbak Ganis,Mbak Ganis sakit?kok lemas sekali" Tanya Alisha.
" Tidak Dek,Mbak hanya sedikit lelah saja" Jawab Rengganis.
"Mbak,Aku teflon Mbak Anis kok tidak bisa" Tanya Alisha.
"Eh emm itu ponsel Mbak lowbet Sha,sudah ya Mbak mau istirahat," ucap Rengganis.
Alisha pun merasa heran dengan Mbak Anis,biasanya Mbak nya akan menawari nya makan ataupun sekedar nonton TV di rumah nya lalu ngobrol apa saja yang biasa wanita senang obrolkan kan.
Alisha lalu menelfon kakak nya dan menceritakan tentang Mbak Anis kepada kakak nya,Mbak Anis juga berubah pada Alisha.
__ADS_1
Seminggu sudah Birru menahan gejolak di hatinya,bayangkan saja biasa sehari ia akan beberapa kali mengirim kabar pada Rengganis lalu menelfon beberapa menit untuk pengobat rindu,sudah seminggu ini sama sekali tidak ada komunikasi di antara kedua nya.
Pada Alisha pun Rengganis mulai menjaga jarak.Apa yang di lakukan Rengganis membuatnya frustasi,tapi mau bagaimana lagi semua demi keselamatan adiknya di Jogja.
"Dion,Aku tidak mau tahu,pokoknya kosong kan dan jadwal ulang agenda ku,tiga hari ke depan Aku akan pergi ke London,bekerja pun Aku tak tenang ,jadi lebih baik Aku harus cepat-cepat menyelesaikan masalah ini" Ucap Birru kepada Dion.
Dion mengangguk mengerti dengan kegundahan bos nya.
Sore ini juga Birru akan terbang ke London.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Komunikasi adalah hal paling penting saat menghadapi masalah,jangan takut menghadapi masalah,karena memang sejati nya masalah itu muncul untuk dihadapi,,jika kita mendiamkan nya maka masalah akan semakin beranak pinak,dan itu akan menjadi bom untuk hubungan itu sendiri)
__ADS_1