
"Mira sudah,Mas cuci muka saja yah" Ucap Reihan langsung berlari menuju kamar mandi.
Reihan memegangi dada nya,rasanya jantung ini kenapa berdetak lebih cepat dari biasa nya.
Kenapa gadis polos itu biasa saja dengan mudah nya membersihkan bekas tepung di wajahku,apa Dia tidak merasa deg-degan sepertiku,Batin Reihan.
Reihan segera mencuci muka nya,setelah bersih Reihan kembali duduk di sebelah Almira.
"Sudah cuci mukanya,Mas cobain deh ini enak" Ucap Almira sambil mengarahkan sendok ke Reihan.
Reihan langsung membuka mulutnya,Almira langsung menyuapinya.
"Enak kan Mas"
Reihan mengunyah lalu mengangguk.
Ya Humairah,apakah kamu tidak sadar jika perlakuan mu membuat Mas Baper,Batin Reihan.
"Mas punya kaca tidak?"
"Ada di kamar mandi sana"
"Ah lama,Mas minta tolong dong ini muka ku yang bekas tepung tolong bersihkan pakai ini," Ucap Almira sambil memberikan tisu basah pada Reihan.
Reihan melongo,ia takut jika ia akan semakin baper jika harus membersihkan tepung d wajah Almira.
"Mas" Panggil Almira.
"Eh iya"
Reihan mengambil tisu basah nya lalu pelan-pelan membersihkan wajah Almira,Reihan membersihkan hidung mungil Almira,pipi kemerah-merahan Almira.
Setelah selesai Reihan terdiam,lalu membuang tisu basah nya di tong sampah.
"Mas,kenapa diam?"
"Tidak apa-apa"
"Mas ngantuk ya?"
Ya Ampun apa kamu tidak mengerti Humairah,Mas baper parah ini,hati ini kau buat berdesir-desir,Batin Reihan.
"Tidak,Mas hanya senang melihatmu makan begitu lahap"
Almira tersenyum lalu kembali melanjutkan makan nya.
Edo,menejer restoran yang juga sepupu Reihan masuk ke dalam ruangan Reihan yang terbuka.
Edo langsung menyelonong masuk ke dalam.
"Pantesan pintunya di buka,ternyata ada daun muda di dalem" Ucap Edo.
"Hah,daun muda,daun kelor saja sekalian" Ucap Almira.
Edo terkekeh,lalu duduk di sebelah Reihan.
"Perkenalkan ini Almira,anak Om Wijaya,kamu pasti tahu,Om Wijaya suka makan disini" Ucap Reihan.
"Ini Edo Mir,menejer restoran ini,juga sepupu Mas"
Almira mengangguk,lalu melanjutkan makan nya.
"Kamu makan apa Mir?enak sekali sepertinya"
"Aku makan chiken saus telur asin,tadi aku buat dengan Mas Azzam dan Chef Rendi,Mas mau?"
__ADS_1
"Mau...mau"
Reihan langsung menampol tangan Edo yang akan mengambil makanan dari piring Almira.
"Sana,minta buatkan Rendi saja,tidak usah makan yang itu"
"Sedikit saja,aku mau mencicipi"
"Itu bekas Almira"
"Tidak apa-apa bekas Almira,aku tidak jijik kok"
"Tapi aku tidak ikhlas" Ucap Reihan sambil melotot.
Edo malah tertawa terbahak-bahak,
"Sudah,kalian ini seperti anak kecil saja malah bertengkar" Ucap Almira dengan polosnya.
"Habiskan Mir"
"Sudah kenyang Mas"
"Ya sudah sini Mas yang akan habiskan"
Reihan mengambil piring Almira lalu menghabiskan sisa makanan yang ada di piring.
Edo mendengus kesal,"Dasar Reihan"
Edo lalu pergi meninggalkan ruangan Reihan.
"Mir kamu kesini malah tidak mencicipi menu baru nya" Ucap Reihan.
"Lain kali saja ya Mas,"
Yes,berarti lain kali masih ada alasan untuk mengajak Almira kesini lagi,Batin Reihan.
"Emmm...tapi jangan lama-lama yah Mas"
Reihan mengangguk.
Mereka lalu bergegas menuju mall terdekat,sesampainya di mall Reihan mengajak Almira bermain di area time zone.
Mira yang memang masih ABG begitu senang ketika di ajak main di area time zone.
Ketika Reihan sedang bermain time zone,tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Pak Reihan" Sapa gadis itu.
Reihan melihat seseorang yang memanggilnya,ternyata Mahasiswinya,ada 3 orang mahasiswi yang menyapa Reihan.
"Pak reihan sedang apa disini?"
"Sedang bermain"
"Wah ternyata Pak Reihan tidak sekaku di kampus,bisa bermain time zone juga"
Reihan hanya tersenyum.
Mahasiswinya malah menjerit histeris,karena pertama kalinya melihat Reihan tersenyum manis.
"Mas Azzam...Mas"
"Iya Mir"
Almira menghampiri Reihan,Almira terkejut Reihan sudah di kerumuni 3 wanita cantik.
__ADS_1
"Siapa ini Pak?"
"Calon istri" Ucap Reihan.
Almira terkejut.
"Wah selera pak Reihan ternyata yang imut-imut yah"
"Sudah dulu ya" Ucap Reihan sambil membawa pergi Almira.
Setelah jauh dari ketiga mahasiswinya Almira tertawa terbahak-bahak.
"Mas Azzam takut yah sama cewek cantik itu"
"Tidak"
"Iya juga,kan kata kak Alisha Mas Azzam kalau di kampus takut sama mahasiswinya,itu tadi pasti Mahasiswi Mas Azzam"
"Kamu lihat sendiri,mereka ganjen"
"Mungkin mereka usaha" Ucap Almira sambil tertawa.
"Mas tetap tidak suka"
"Sampai sebegitunya ya Mas,sampai-sampai bilang Almira ini calon istri Mas"
"Kalau yang itu Mas tidak bercanda,jika Mira mau,Mas bisa menjadikan Mira calon istri Mas sekarang juga" Ucap Reihan sambil menatap Almira begitu dalam.
Almira pun menatap Reihan.
"Mas Azzam jangan menatap Mira seperti itu,nanti naksir Lhoo" Ucap Almira.
"Memang sudah naksir"
"Ih Mas Azzam ini,beli es cream di sebelah sana yuk" Ucap Almira ingin mengalihkan pembicaraan.
Reihan menuruti Almira,Almira membeli es cream rasa strawberry dan Reihan membeli es cream rasa coklat.
Mereka lalu berjalan lagi,Almira meminta cup escream Reihan karena ingin merasakan rasa coklat juga.
"Mas Azzam tukeran dong,Mira mau rasa coklat juga" Ucap Mira.
Reihan langsung memberikan nya pada Almira,Almira memberikan cup miliknya pada Reihan.
"Mas cobain rasa strawberry deh"
Reihan menerima cup dari Almira,mereka bertukar rasa.
Setelah itu Almira meminta pulang,Reihan pun mengantarkan Almira pulang.
"Humairah,Terimakasih untuk hari ini"
"Harusnya Mira yang Terimakasih sama Mas" Ucap Almira.
"Kamu tahu hanya bermain time zone dan makan es cream saja tapi Mas merasa bahagia,seperti ada warna lain di kehidupan Mas,Makasih ya Humairah" Ucap Reihan sambil tersenyum.
Almira melihat ketulusan dalam mata Reihan saat mengucapkan terimakasih, wajah Almira bersemu merah saat melihat Reihan tersenyum padanya.
"Mas terlalu sibuk mengajar dan mengurus bisnis yah" Ucap Almira.
"Iya Mir,tapi sejak ada kamu,Mas merasa ada kebahagiaan lain,Mas merasa ABG lagi" Ucap Reihan di selingi tawanya.
Almira tersenyum,
Aku juga merasa nyaman Mas bersamamu,Batin Almira.
__ADS_1
Reihan mengantar Almira sampai ke dalam rumah dan berterimakasih juga pada Om Wijaya karena sudah mengizinkan pergi dengan Almira.