
Eh Humairahku pasti lagi mengerjakan soal ujian,Aku kirim pesan Ah,Gumam Reihan.
Reihan📩
Semangat Humairahnya Mas,pulang sekolah nanti Mas jemput yah.Kamu pulang jam berapa?
Almira yang kala itu tidak membawa ponselnya tidak tahu kalau ada pesan masuk dari Reihan.
Sudah jam 10 Reihan tak kunjung mendapat balasan,Reihan hari ini hanya mengajar dari jam 10 sampai jam 11 saja,Ia izin cuti sebenarnya hari ini karena akan mengurus cafe di depan restoran nya.
Ia ingin mendesain cafe nya yang di gandrungi anak muda itu dengan cafe khas anak muda.Ia ingin mengajak Almira untuk memberikan pendapatnya.
Ada hikmahnya juga punya incaran Daun muda,bisa untuk bertukar fikiran tentang hal-hal yang berbau muda-muda,jika berfikir positif makan hasil nya juga positif.
Yang muda belum tentu tak dewasa,dewasa itu terbentuk dari pola pikir,bukan bergantung pada umur.
Selesai mengajar Reihan langsung saja ke sekolah Almira,walaupun tidak ada balasan dari Almira.
Sesampainya di sekolah Almira,Reihan melihat Almira sedang duduk di depan gerbang,karena ujian Nasional Almira pulang cepat jam 10 seharusnya, tapi karena tadi ada pengumuman penting karena hari ini adalah hari terakhir ujian Nasional di laksanakan.
Reihan hendak memarkirkan mobilnya di bawah pohon besar di depan sekolahan Almira.Terlihat di sana ada murid laki-laki yang memberikan satu cup es cream pada Almira.Almira juga menerimanya sambil tersenyum.
Dada Reihan begitu bergemuruh,Ia sangat tidak suka dengan pemandangan di depan nya itu.Ia langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri Almira.
Almira begitu kaget melihat Reihan datang.
"Humairah"
"Eh Mas Azzam, kok bisa ada disini?"
"Mas mau jemput kamu?"
"Hah jemput"
"Iya,ayo kita pulang"
"Dia siapa Mir,kakak mu ya" Ucap Riko.
Belum sempat Almira menjawab Riko sudah mengambil jemari Reihan untuk bersalaman,malah di cium punggung tangan Reihan.Almira tersenyum melihat tingkah Riko.
Apa aku terlihat tua sekali?Batin Reihan.
Kala itu Reihan menggunakan kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam,Ia masih menggunakan pakaian formal sebagai dosen.
"Kak Almira ya?"
"Bukan"
"Oh,Om nya yah"
Almira terkekeh.
"Siapa Dia Mir?" Tanya Riko.
"Dia sahabat kakak ku"
"Oh ya pacar kakak mu"
"Bukan,enak saja" Ucap Reihan.
"Sudah sana pulang,Mira juga mau pulang" Ucap Reihan pada Riko.
__ADS_1
"Oke,Sampai jumpa besok ya Mir,aku pulang dulu,supir Papah sudah jemput" Ucap Riko.
Riko melambaikan tangan nya tanda dadah dengan Almira,tapi saat Almira akan dadah juga tangan Reihan langsung menurun kan lambaian tangan Almira.
"Ih kamu ini,ada aku disini,kenapa dadah dengan laki-laki lain"
"Dia teman sekelasku Mas"
Reihan tidak menggubrisnya,Reihan langsung mengambil Cup es cream yang ada di tangan Almira,lalu memberikan nya pada siswa yang melintas di depan nya.
"Ih Mas Azzam"
"Apa?nanti aku belikan,sekalian dengan showcase nya"
Almira tertawa,"aku tidak serakus itu Mas"
"Yuk ikut Mas kita makan dulu,setelah itu makan cream"
"Ah tidak mau,nanti di omelin papah,itu sepertinya mang Ujang sudah jemput Mira"
Mang Ujang menepikan mobil nya di depan Almira.
Reihan langsung menuju mang Ujang,
"Mang ikut saya yah,mau saya traktir makan Almira sama mamang juga"
"Wah boleh-boleh tuh Mas,tapi saya telfon ibu Wijaya dulu yah"
"Iya bilang saja dari Mas Azzam gitu"
"Ih Maksa Mas Azzam mah" Ucap Almira.
"Mira,Mas sedikit membutuhkan bantuan mu"
"Ya nanti saja jika sudah sampai restoran"
"Baiklah,Aku naik mobil bareng mang Ujang saja ya"
Reihan mengangguk.
Di mobilku ada apa sih,susah sekali mengajak Almira naik mobilku,Apa aku terlihat seperti pemuda mesum,Ah tidak ah,aku ganteng begini,Batin Reihan begitu percaya dirinya.
Mang ujang mengikuti arah mobil Reihan berjalan,Reihan juga sesekali melihat spion memastikan apakah Almira mengikutinya dari belakang atau tidak,takut salah arah.
Akhirnya mereka sampai juga di depan restoran Reihan.Mereka makan bersama dulu,satu meja juga dengan mang Ujang,Almira makan dengan lahapnya,mungkin karena energi dan fikiran nya terkuras untuk berfikir tadi pagi.
"Mira,kamu lapar sekali?"
"Iya lah Mas,tadi soalnya lumayan sudah,Mira harus berfikir keras"
"Makasih ya Nak Reihan"
"Iya Mang,makan yang banyak mang"
"Iya,mumpung disini" Ucap Mang Ujang.
Setelah selesai makan mereka lalu menuju cafe sebrang restoran Reihan.
Ada beberapa pengunjung di dalam,Mang Ujang tidak ikut masuk karena ingin merokok di area smoking.
"Mir,Ini tempat favorit Mas,Mas suka disini dari pada di restoran,"
__ADS_1
"Karena banyak wanita cantik yah,muda-muda lagi"
"Tidak ada yang secantik dirimu" Ucap Reihan.
Wajah Almira langsung bersemu merah.
"Gombal"
"Mir,Mas mau merenovasi cafe ini,Mas mau mendesain cafe ini agar di gemari muda-mudi Mir,Mas ingin tahu biasanya kamu atau teman-teman mu pilih tempat tongkrongan yang seperti apa sih" Tanya Reihan.
Reihan lalu menyuruh Almira duduk di salah satu bangku yang ada di cafe tersebut.
"Kalau aku ya dengan teman-teman suka nya cafe yang bisa buat selfi Mas,yang cerah warna nya,ini juga bagus sih clasik,tapi terkesan remang-remang ini,di foto tidak cerah Mas"
"perempuan Muda biasanya lebih suka nongkrong di kafe dengan desain yang feminin sambil menikmati fasilitas dan furniturnya yang terkesan sangat girly.temboknya bisa di lukis pakai lukisan 3 dimensi Mas,gambar bunga atau gambar tanaman,atau gambar-gambar caption lucu."
"Kafe ini juga sepertinya bisa di jadikan 2 tempat,outdor dan indor Mas,itu yang di sebelah gunakan saja untuk outdornya.
Outdor bisa di buat Kafe yang bernuansa taman,yanv memiliki banyak tanaman terrarium di setiap sudutnya.Ada tanaman,ada bunga-bunga juga,terus jangan lupa tuh mah,selipkan caption lucu juga pakai papan."
Reihan begitu takjub dengan ide-ide dari Almira,ide dari Almira banyak menginspirasi Reihan sendiri.
"Makasih ya Mir"
"Sama-sama Mas,Mira hanya menyampaikan pendapat lhoo Mas,selanjutnya Mas Azzam sendiri yang lebih tahu lah ya"
Reihan mengangguk,Reihan juga kagum dengan Almira yang tidak memaksakan pendapatnya.
"Eh,kok Mas malah bertanya sama Mira,kan teman-teman Mas banyak, bahkan mungkin teman arsitek juga pasti punya dong"
"Kamu siap-siap saja,kamu akan terbiasa di tanya soal pendapatmu nanti nya sama Mas"
"Kok bisa?"
"Bisa lah,pendapat istri itu sangat berguna untuk kemajuan suami nya"
Wajah Almira langsung bersemu merah lagi,Almira tersenyum,ia membalikan badan nya,Ia tidak ingin Mas Azzam melihat wajahnya yang merah seperti tomat karena menahan malu juga bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. (Aku yakin wajah kalian juga langsung bersemu,hayo hayo,sambil senyum-senyum lagi tuh,ketahuan tuh,hahaha)
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan Vote,makasih semuanya.