Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Menunggu?


__ADS_3

"Kenapa tersenyum?" Tanya Ummi.


"Semua kriteria sudah ada dalam diri Reihan,sudah tinggal nikahkan saja Ummi" Ucap Reihan dengan penuh percaya diri.


"Benar-benar ya ini anak ngebet kawin"


Reihan tertawa lirih.


"Oke,nanti Aby akan bicarakan dengan papah Mira yah"


"Nah begitu dong,Aby memang T.O.P. B.G.T", Ucap Reihan.


Setelah acara makan-makan selesai,keluarga Hafiz akhirnya berpamitan untuk pulang.


Rencana pernikahan akan di gelar 2 bulan lagi.Keluarga sepakat akan menggelar pernikahan di hotel milik Ayah Hafiz.


Hafiz menghampiri Alisha,lalu berpamitan.


" Sayang,jangan nakal,2 bulan lagi kita akan halal"Ucap Hafiz sambil mencolek hidung Alisha.


"Mas tuh yang jangan nakal,ingat jangan menggoda pasien" Ledek Alisha.


"Pasiem Mas kan emak-emak semua,kalau di goda nanti Mas di lempar panci lagi" Ucap Hafiz.


"Iya Iya Alisha percaya"


"Yang harus di curigai itu Reihan tuh,mahasiswinya cantik-cantik Mir" Ledek Hafiz sambil melirik Almira.


"Eh enak saja,kalau aku tergoda,sudah sejak dulu aku menikah dengan mahasiswi ku", Celetuk Reihan.


" Sudah jangan menggoda Adikku yang manis ini"


Almira memeluk kakaknya.


Setelah kelurga Hafiz berpamitan dan meninggalkan kediaman keluarga Wijaya,kini tinggal keluarga Reihan yang akan berpamitan,tapi sebelum berpamitan Aby dan Ummi ingin membicarakan masalah Reihan dengan Almira empat mata.


"Maaf sebelumnya Pak Wijaya,sepertinya saya harus membicarakan perihal Almira dengan Reihan,anak saya menyukai Putri bapak" Ucap Aby kepada Papah Wijaya.


"Tapi Putri kami,Almira bahkan belum lulus SMA dan Almira masih terlihat belum dewasa"


"Iya saya juga berfikir seperti itu,tapi Reihan sungguh sangat berniat untuk meminangnya"


"Apa Reihan tidak bisa menunggu sampai Almira berusia 21 tahun?" Ucap Pak Wijaya.


"Nanti akan saya sampaikan pada Reihan,semoga Reihan mau menunggu"


"Iya,kalau jodoh tidak akan kemana,pasti akan bersatu di pelaminan" Ucap Pak Wijaya.

__ADS_1


Setelah mereka berdua berbincang akhirnya Keluarga Reihan juga berpamitan.


Keluarga Wijaya masih harus merapikan dan bersih-bersih rumah dahulu.


Sesampainya di rumah Reihan,Reihan langsung bertanya pada Abynya.


"Aby bagaimana?"


"Kamu harus menunggu sampai usia Almira 21 tahun"


"Hah?Lama sekali Aby"


"Ya kamu sih,kenapa menyukai ABG"


"Aby,mencintai itu kan datang dari hati,Allah yang beri,kita tidak bisa memilih kan harus cinta pada siapa,kadang perasaan itu ada sendiri"


"Reihan,coba buktikan pada Ummi,tadi dalam kriteria calon suami idaman yang Aby sebutkan,jika kamu setia,pasti kamu bisa,jika kamu rajin beribadah,kamu pasti bisa mengendalikan keinginan mu,Undang undang di Indonesia kan ada aturan nya dalam pernikahan,jadi tidak boleh sembarangan,kita juga harus menjadi warga negara yang baik" Ucap Ummi.


"Kamu pasti bisa,jangan terlalu sering bertemu biar tidak ngebet" Ledek Aby.


"Tidak by,Rey jarang sekali bertemu dengan Almira,kita tidak berduaan juga, Rey tahu batasan,apalagi Almira,Almira lebih memilih jalan dengan mang Ujang dari pada Rey By"


"Ya baguslah,Kerjaan kamu juga banyak,kamu persiapkan tuh,rumah untuk Mira,bulan madu nanti,acara pernikahan nanti,ada waktu 2 tahun,kamu persiapkan dengan matang kalau kamu ingin menjadi yang terbaik untuk Almira" Ucap Aby.


"Ya By,Mi,"


Reihan mengambil ponselnya,lalu mengirim pesan pada Almira.


Reihan📩


Ketulusan terkadang mengalahkan segalanya. Entah waktu atau ketidakmampuan menanggapi rindu yang membuncah di hati. Harus ada pengorbanan,Kerelaan hati yang tanpa pamrih untuk menanti kehadiran sang pujaan hati mungkin salah satunya.


Seringkali keadaan tidak semulus yang dibayangkan. Ada saja hambatan yang menghadang dan memaksa seseorang untuk melewatinya terlebih dahulu.


Aku rela menunggu demi kamu Ya Humairah,jangan nakal yah.


Pesan Reihan lama tidak di balas,mungkin karena Almira masih sibuk merapikan rumah.


Sampai akhirnya Reihan pun tertidur.


Almira masuk kedalam kamarnya,Ia melihat ponselnya,ada beberapa pesan masuk dari teman-temannya.


Almira juga melihat pesan dari Reihan.


Papa sudah membicarakan semuanya tadi dengan Almira,Almira sebenarnya juga kasihan dengan Reihan yang harus menunggu,namun Almira tidak memaksa,toh jika jodoh pasti sampai juga di pelaminan.


Almira membalas pesan dari Reihan.

__ADS_1


Almira📩


Untukmu yang setia menunggu. Percayalah setiap keping kesabaran akan mendapatkan balasan.Cara terbaik memberikan cinta padanya ialah dengan mendoakan dari kejauhan.Tiap-tiap kisah cinta memiliki satu kehebatan. Dan kisah penantian dihebatkan oleh kesabaran.


Almira lalu merebahkan tubuhnya di kasur empuknya,Ia juga langsung terlelap karena kelelahan.


***


Pagi hari adzan subuh di kumandangkan,Reihan langsung terbangun,Ia langsung menuju kamar mandi,bersih-bersih lalu sholat subuh.


Setelah sholat subuh Reihan mengambil ponselnya,Ia melihat ada pesan dari Almira,Reihan tersenyum.


Ia langsung menelfon Almira,Almira ternyata sudah bangun dan sudah selesai melaksanakan sholat subuh.


Almira langsung mengangkat telfon nya.


"Assalamualaikum Ada apa Mas pagi-pagi sekali telfon"


"Waalaikumsalam, Ya karena belum halal,jadi ya hanya bisa telfon,kalau sudah halal jelas sepagi ini Mas tidak akan menelfonmu"


"Mas ini bisa saja"


"Mir,kamu sudah tahu tentang pembicaraan Aby dan papahmu?"


"Iya Papah sudah cerita Mas"


"Lalu pendapatmu bagaimana?"


"Mas jika Mas memang keberatan menungguku,Mas boleh mencari wanita lain" Ucap Almira dengan berat hati.


"Tidak Mira,aku hanya menginginkanmu,Mas akan menunggumu"


"Jika memang seperti itu Mira juga akan menanti Mas"


Reihan tersenyum "Nanti kamu kuliah di tempat Mas yah,agar Mas bisa menjaga mu?"


"InsyaAllah Mas"


"Jangan Nakal ya Humairah"


"Tidak Mas Azzam nya Humairah"


Mereka saling tertawa.


"Sudah dulu yah,Mira mau bantu mamah masak"


"Oke,Ya sudah,Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam"


__ADS_2