
POV Anis
Sudah satu Minggu berlalu,sejak suara nya yang membuat jantung ini berdetak cepat,merdu nya yang membuat hati ini berdesir,Aku tak pernah lagi berkomunikasi lagi dengan nya,entah lah,Aku tak ingin rasa itu semakin menyeruak kedalam menembus ke dalam hati Ku,apa lagi menyentuh pada garis cinta,Aku tak ingin itu terjadi
tapi gerak ku,langkah Ku,seakan selalu menunggu nya,sering Ku lirik watsap nya,Aku hanya memandang sekilas "Naruto" yang sedang online,tak ada keberanian jemari ini untuk hanya sekedar mengetik "hai,hello,assalamualaikum, rasa nya berat,siapa lah Aku ini,hanya seorang janda.
Aku menyadari status Ku,tapi bila boleh Ku beritahu,Aku adalah janda bermahkota,ah Aku teriak pun siapa yang akan percaya,mungkin hanya laki-laki tulus yang bisa menerima Ku.
Dia yang mengusik fikiran ku,seorang pengusaha dan sosok tampan yang Alisha selalu bangga kan,walaupun Aku belum melihat nya,tapi mungkin suara nya sudah mewakili ketampanan nya.
Entah perasaan apa ini Aku belum mengerti,Aku sedikit meragu bahkan kadang sudah putus asa.
Ya Allah sang pemilik hati,bisakah Engkau menyimpan kan perasaan Ku ini,bisakah Engkau menjaga nya agar tidak sampai pada batasan cinta,Aku akan mengagumi nya dalam diam,diam tanpa kata tanpa asa.
Ya Allah bisa kah rindu untuk nya Engkau pendam kan,pendam kan di dasar hati ini,dasar yang paling dalam,agar Aku tak raih kecewa,agar Aku tak dapat hina,Aku malu, siapalah Aku ini,walaupun semua manusia di mata MU sama,tapi tidak di mata manusia lain.
Air mata Ku luruh jua,Aku tak percaya ini air mata apa,kerinduan?penasaran?kekaguman?
entahlah,Aku terus bertanya dalam hati.
__ADS_1
***
POV Al
Aku gelisah,entah ini apa,perasaan aneh,sejak mendengar suara nya pertama kali,suara itu seperti Aku kenal,tapi Aku takut hanya halusinasi semata,fikiran Ku menepisnya begitu saja,mungkin karena hati Ku terobsesi pada gadis Jogja dulu.
Aku mencoba mengikhlaskan sesuai dengan apa yang Dia kata,Aku mencoba mengikhlaskan,dan hati Ku jadi mengarah pada Dia "Mbak Anis" nya adik ku.
Dan yang Aku tidak mengerti,rasa ini sama,sama seperti yang Ku rasakan pada gadis Jogja Ku dulu.
Aku hanya mampu memandangi foto profil gambar anime wanita muslimah itu,apakah engkau tergambarkan se ayu itu Nis?
Ingin sekali jemari Ku mengetik sesuatu untuk nya,tapi rasanya berat,Aku takut dia malah menghindar,karena Aku tau dia wanita berprinsip.Apakah rasa ini akan tumbuh dalam diam,rasanya mendengar dari Alisha saja sudah cukup untuk Ku.
Aku akan melangkah,bila nanti sudah waktu nya,Aku tak ingin kehilangan nya lagi seperti kehilangan gadis Jogja ku dulu.
Namun disini, detik ini, ditempat ini,Kutitipkan sisa-sisa Rindu bersama berlalunya Mentari,
ke ufuk hari,bahwasanya kesenantiasaanku akan penantian,tak pernah murung meski terik sepanas gurun,kesabaran tak pernah padam,walau Belati tikam mencekam.
__ADS_1
Ya Allah,jagakan hati nya,Aku akan menunggu nya hingga saat yang tepat itu tiba.
.
.
.
.
.
.
.
.
.(Aamiin in ga nih kira kira?)
__ADS_1