Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Coba Lagi...


__ADS_3

Malam hari nya setelah makan malam Reihan dan Almira langsung menuju kamarnya.


Sebelum tidur Reihan mengajak Almira sholat sunah 2 rokaat, sholat sunah setelah menikah.


Almira dan Reihan sholat sunah, Setelah sholat Reihan mengecup kening Almira dan mendoakan kebaikan untuk istri tercintanya itu, Almira sangat bahagia dengan perlakuan lembut Reihan.


"Mas Azam"


"Emmm..."


"Bimbing Aku ya Mas,Ajari aku untuk mengerti serta memahami apa hak dan kewajibanku sebagai seorang istri kepda suaminya. Sebab kelak yang aku rindukan adalah syurgamu.


Aku merasa sulit rasanya jika harus belajar sendiri mengerti dan memahami kewajibanku, sebab yang harus aku pikirkan adalah apakah kamu suka dan meridoi apa yang aku lakukan padamu Mas"


Reihan tersenyum " Kita belajar bersama ya Humairah, jika ada kekeliruan dalam membimbingmu kamu berhak menegurnya, kita sama-sama saling mengingatkan yah"


Almira mengangguk, Almira merasa begitu di hargai Mas Azzam nya, walaupun Mas Azzam bisa mengajari banyak hal, tapi Mas Azzam sangat rendah hati.


"Hal pertama yang ingin aku ucapkan pada Mas adalah terimakasih banyak telah memilihku sebagai pendamping hidupmu sementara sebenarnya Mas memiliki kesempatan atau mampu mendapatkan yang lebih cantik dan sempurna dari diriku." Ucap Almira.


"Kamu bicara apa Sayang, Mas sangat beruntung berjodoh denganmu, Kita akan menjalankan ibadah seumur hidup ini dengan suka maupun duka" Ucap Reihan yang sangat terharu dengan penuturan Almira.


"Ajarilah aku menjadi seorang istri yang taat pada suaminya dan juga agama, bimbinglah aku dengan pengetahuan yang kamu punya. Ajak aku menjadi lebih baik sebaik kamu atau mari sama-sama menjadi lebih baik dalam membina rumah tangga ini.


Selama ini aku hanya menjalani apa yang benar bagiku dan tidak menyakiti orang lain. Aku tak pernah belajar menjadi istri yang baik dan taat itu seperti apa dan kini aku ingin belajar padamu. Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu jodohku di usiaku yang sangat mudah ini" Ucap Almira.


"Kita dipertemukan karna Niat menikah, takdir membuat kita tidak tahu dan tidak memberikan kita kesempatan untuk saling membicarakan rumah tangga yang seperti apa yang akan kita bangun setelah menikah.


Tak seperti kebanyakan pasangan diluar sana yang memiliki banyak kesempatan, yang bisa merencanakan, yang saling membicarakan masa depan bersama, kita belajar sama-sama ya Humairah" Ucap Reihan.


Reihan lalu memeluk Almira yang masih menggunakan mukenah.


" Sudah sekarang kita tidur yah"


Almira mengangguk, Almira membuka mukenahnya, Reihan juga mengganti baju kokonya dengan piyama tidur.


Mereka langsung menuju ranjang merebahkan tubuh mereka.


"Sayang nanti kamu kuliah di tempat Mas kan?"


"Iya Mas, Mira juga ingin mengawasi Mas,hehe"


"Ih Mas ini kalau di kampus killer, tidak ada yang berani mendekat"


"Gunung es yah kalau di kampus"


Reihan tertawa "Tapi tidak jika bersamamu"


Reihan mencubit hidung Almira.


"Sudah Ayo tidur, besok harus ke rumah papah Wijaya kan, walimatul ursy disana"


Almira mengangguk, Almira menatap suaminya.


"Kenapa menatap Mas"


"Mas..."


"Emmm"


"Biasanya orang setelah menikah malamnya pasti akan ninu ninu, memang Mas tidak mau ninu ninu?"


Reihan tertawa " Memangnya Sayang sudah siap"


"Ya kita coba Mas, ajari Mira"


" Yang benar, sudah siap? Mas tidak akan memaksamu untuk melakukannya, Mas sabar kok tenang saja"


"Tapi Mira mau coba"


Ya Allah istriku ini polos sekali, segala mencoba, padahal aku sudah tahan agar aku tidak melakukannya malam ini, tapi malah Dia mau mencobanya, Batin Reihan.

__ADS_1


"Ya sudah kita coba, tapi nanti jika sakit bilang yah, Mas tidak ingin menyakitimu"


Almira mengangguk.


Mereka saling menatap, Reihan menatap lekat wajah Almira, melihat dari dekat setiap inci wajah istrinya yang cantik itu.


Reihan membaca doa sebelum berjima', lalu mulai mencium kening Almira. Almira memejamkan matanya, turun ke pipi dan mulai bermain di bibir Almira yang masih kaku merespon ciuman Reihan.


Almira membiarkan Reihan melakukan apapun yang Ia mau, Reihan mulai membuka bajunya dan juga baju Almira, lalu menutupinya dengan selimut.


Ya Ampun rasanya semua bulu kuduk ku meremang, seperti ada desiran apa yang membuat semuanya terasa nikmat, Batin Almira.


Reihan terus menciumi seluruh tubuh Almira dan memberikan tanda kepemilikan dimana-mana. Almira terus melenguh dan tidak menolak.


Reihan lalu bersiap-siap untuk menikmati surga dunia yang selama ini di idam-idamkan pengantin baru.


"Siap sayang" Bisik Reihan.


Almira mengangguk.


Reihan mulai melakukan nya, tapi baru berusaha sedikit Almira sudah menangis.


"Sakit, Perih" Hiks hiks...


Reihan tidak tega, lalu menghentikan aktifitasnya, Reihan menyeka air mata Almira.


"Sayang...apa sesakit itu sampai kamu menangis?"


"Iya Mas perih"


"Ya sudah kita tidur saja yah, kita coba lagi besok yah"


" Tidak Mas Ayo lakukan lagi, Mira akan tahan kok"


"Tidak sayang, Mas tidak mau menyakitimu, masih ada hari esok dan seterusnya kita bisa melakukan nya sedikit demi sedikit sampai sayang nyaman" Ucap Reihan, Reihan teringat nasehat Ummi.


Almira memeluk Reihan " Maafkan Aku Mas,"


Almira mengangguk, tapi tangan nya meraba milik Reihan.


"Sayang kamu mau apa?" Tanya Reihan.


"Aku mau kenalan, siapa tahu besok tidak terlalu sakit "


Reihan tertawa terbahak-bahak " Sayang kamu lucu banget sih"


"Boleh kan Aku pegang"


"Iya boleh"


"Mas..."


"Emmm"


"Kok kaya tolet tolet yah"


"Tolet tolet apa?"


"Itu yang buat bunyiin orang dagang cilok,"


"Enak saja, masa pusaka Mas di samain sama tolet-tolet"


"Hihi, sama empuknya"


Mereka membaca doa sebelum tidur lalu mereka tertidur dengan berpelukan.


***


Di kediaman Wijaya di kamar Mas Birru, Ayyubi sudah tertidur, Mas Birru menggoda Rengganis.


" Sayang..."

__ADS_1


"Iya kenapa?"


"Mira sama Alisha sedang malam pertama, yuk kita juga jangan mau kalah"


Rengganis mencubit perut Mas Birru.


"Ih kamu ini Mas, Mau bersaing dengan Mereka"


"Ya kita mengenang lagi sayang"


"Bukankah setiap malam juga mengenang"


"Tapi ini lain, ini kita sedang bersaing dengan Mereka malam ini"


"Kamu ini Mas bisa saja"


Tanpa menunggu jawaban dari Rengganis, Mas Birru langsung menjalankan Aksinya, Ia langsung melepaskan baju Rengganis dan menerkam Rengganis.


"Oe...oe...oe"


"Mas Ayyubi menangis, sudah dulu"


Mas Birru mengusap wajahnya dengan kasar.


Ayyubi papah baru mau mulai, kenapa tidak bisa di ajak kerjasama nak, papah kan sedang bersaing dengan aunty-auntymu, Batin Mas Birru.


"Ayyubi pipis ya sayang"


"Tidak Mas, Ayyubi sepertinya haus"


"Masih lama ya ngasih ASI-nya?"


"Iya belum mau di lepas"


"Ya sudah besok coba lagi deh sayang, sebelum itu kasih ASI dulu ke Ayyubi yah"


Rengganis tersenyum, " Ih tidak mau mengalah Mas ini"


"Ayyubi yang tidak mau berbagi" Ucap Mas Birru.


Mereka akhirnya hanya tertidur biasa tanpa melakukan apa-apa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ cilik baaa.....Yah masih harus coba lagi yah,hehe]


[ Jangan lupa, like komen dan Vote yah]


Salam Sayang,

__ADS_1


@Santypuji


__ADS_2