Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Adab bertetangga


__ADS_3

Almira dan Reihan berjalan menyusuri rumah-rumah di komplek perumahan, banyak pohon rindang membuat komplek menjadi teduh.


Banyak pedagang berlalu lalang, anak sekolah dan pekerja kantor yang berangkat ke tempat kerja masing-masing.


Ada juga ibu-ibu komplek yang sedang menunggu tukang sayur.


Terlihat Abang-abang sayur datang mereka langsung mengerubungi Abang-abang sayur.


Terlihat dari mereka langsung bergosip ria.


[Ah jadi teringat sinetron tukang ojek pengkolan, hihi bergosip di saat membeli sayur, hayooo kamu seperti itu tidak? hehe Tidak lah ya, kan pembaca AJTP semua baik-baik😁]


"Sayang...Mas mau itu dong tumis daun pepaya"


"Hah? kan pahit Mas"


"Iya tapi Mas suka, kamu mau kan memasaknya untuk Mas,?"


"Ya sudah ayo beli dulu, mumpung Abang sayurnya masih disitu"


Terlihat sayuran segar terpampang di atas gerobag Abang sayur, masih segar dan hijau, Almira dan Reihan menghampiri Abang sayur.


Ibu-ibu menyapa Almira dan Reihan.


"Eh pengantin baru, habis dari mana pagi-pagi begini?"


"Dari taman bu," Almira tersenyum.


"Dosen ganteng mau di Masakin apa sama neng mira?" Tanya salah satu ibu disana.


"Saya sedang meminta tumis daun pepaya bu"


Almira memilah milih daun pepaya muda yang masih segar. Ibu-ibu malah melanjutkan bergosip.


"Terus gimana itu bu kelanjutan nya?" Tanya salah satu ibu disana.


"Iya Bu Rita marah-marah lah soalnya itu ranting pohon rambutan nya sudah masuk ke halaman depan rumahnya, setiap hari harus menyapu daun-daun yang jatuh, sudah di beritahu suruh di tebang yang ranting itu malah Bu Yeni marah-marah, katanya kalau di tebang nanti takut pohonnya mati" Jawab Bu Lestari.


"Ih aku kalau jadi bu Rita, Aku tebang saja sendiri itu ranting, biarkan saja bu Yeni Marah"


"Iya tapi Bu Rita masih bersabar"


"Reihan memperhatikan ibu-ibu itu sedang bergosip,"


"Ehhmmmmm...Ibu-ibu tadi pagi lupa sholat subuh apa subuhnya kesiangan apa sholatnya di buru-buru? masih pagi kok sudah mengotori lisan" Celetuk Reihan.


"Ih Mas dosen, tidak tahu ceritanya sih, kasihan bu Rita"


Salah satu dari mereka menceritakan pohon rambutan yang menjulang ke rumah bu Rita dan setiap hari menyampah daunnya di rumah bu Rita.


Saat sedang bercerita tiba-tiba bu Yeni datang untuk membeli sayur, Bu Yeni sempat mendengar pembicaraan mereka.


"Eh kalian ini, pagi-pagi sudah mempermasalahkan pohon rambutan saya" Cerocos bu Yeni.


Ibu-ibu yang ada disitu menatap sinis bu Yeni.


Mereka berbisik-bisik mengenai bu Yeni.


"Eh sudah ibu-ibu malah jadi berantem nanti" Ucap Reihan.


"Mas dosen lihat mereka seenaknya menggosipi saya"


Almira bengong melihat tingkah ibu-ibu di depan nya yang sedang di lerai suaminya.


"Ibu lihat itu pohon rambutan di rumah ibu, bu kita ini seorang muslim, dan dalam islam suami sudah ada adab dan aturan nya, maaf bukan maksud saya menggurui, tapi karena ibu juga tetangga kami, kami peduli dengan ibu, begini bu Islam adalah agama yang sempurna. Semua aspek kehidupan telah ditulis di dalam Al-Quran maupun sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dari mulai aktivitas kita di pagi hari sampai malam hari semua ada ajarannya. Sehingga tidak ada satupun amalan dalam Islam kecuali di sana terdapat adab-adabnya."


Reihan lalu menjelaskan kepada mereka tentang adab bertetangga.


Sebagai makhluk sosial manusia dituntut untuk saling berinteraksi kepada tetangga, memuliakan para tetangga dan saling tolong menolong terhadap tetangga. Sehingga kehadiran tetangga sangatlah dibutuhkan. Atas dasar itulah Islam memberi perhatian besar dalam masalah ini. Seorang muslim harus bisa menjaga adab-adab bertetangga yang baik berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah.


Nabi shallallahu alaihi wassallam telah bersabda,


"Jibril berwasiat kepadaku supaya memuliakan tetangga, sampai-sampai diriku mengira kalau seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya" (HR. Al Bukhari no.6014)


Berikut adab bertetangga,


Memuliakan tetangga.


Adab bertetangga pertama yaitu memuliakannya. Karena kehadiran tetangga sangat dibutuhkan maka kita pun harus berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat baik kepada tetangga. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,


"Sebaik baik teman di sisi Allah adalah yang paling baik kepada teman temannya, dan sebaik baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya." (HR. At Tirmidzi no. 1944)


Sebaliknya, diharamkan bagi siapa saja melakukan permusuhan terhadap tetangga, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam,


"Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Mereka (para sahabat) bertanya, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukan dirinya." (HR. Muslim no. 2625)

__ADS_1


Menurut Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Fath/456, kata tetangga dari hadits di atas mencakup orang muslim, orang kafir, orang fasik, ahli bid'ah, teman dan lawan, orang asli dan orang asing, kerabat dekat maupun jauh. Sehingga adab tetangga di sini bukan hanya ditujukan pada sesama muslim, tapi adab terhadap non muslim juga.


Mari muliakan tetangga sekitar kita dengan berbuat baik dan menjauhi perkara yang dapat menyakiti hatinya.


Memperhatikan Hak Tetangga (pilih yang terdekat)


Siapakah tetangga kita yang paling berhak menerima kebaikan kita terlebih dahulu? Tentu saja tetangga yang paling dekat (temboknya) alias menempel dengan rumah memiliki hak lebih dibandingkan tetangga jauh. Dari Aisyah dia berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki dua tetangga, kepada siapa dari keduanya aku memberikan hadiah?' Beliau menjawa,


"Kepada yang paling dekat pintunya darimu di antara keduanya." (HR. Bukhari no. 6020).


Berbeda bila tetangga terdekat kita ternyata tidak ada. Maka mencari yang lebih dekat lagi untuk diberikan kebaikan. Misalnya diberi makanan atau oleh oleh.


Tidak Pelit Terhadap Tetangga.


Yang dimaksud tidak pelit di sini adalah tidak melarang tetangga ketika mereka ingin sekedar menancapkan kayu atau menyandarkan sesuatu di tembok rumah kita, untuk membangun kamar atau semacamnya. Mungkin saat ini tetangga kitalah yang sedang membutuhkan kehadiran kita, tapi bisa jadi suatu saat kitalah yang membutuhkannya.


Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah,


"Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya untuk menancapkan sebuah (kayu) di temboknya." (HR. Bukhari no. 2463 dan Muslim no. 1609)


Kemudian Abu Hurairah yang meriwayatkan hadits ini berkata, "Kenapa aku melihat kalian berpaling darinya, demi Allah aku benar benar akan melemparkannya di atas pundak kalian."


Namun perlu dicatat bahwa itu semua berlaku dengan syarat tidak mendatangkan madhorat atau merugikan baginya. Atau memang tidak didapatkan cara kecuali dengan cara tersebut.


Tidak Mengganggu Tetangga Terutama Saat Istirahat.


Diharamkan bagi seorang muslim mengganggu tetangganya. Apalagi saat jam istirahat, misalkan malam hari atau jam tidur siang. Hal ini telah disabdakan Rasulullah, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia mengganggu tetangganya." (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47).


Mengganggu di sini bisa diartikan melakukan hal hal yang membuatnya terganggu padahal perbuatan tersebut perbuatan yang mubazir atau bahkan haram. Seperti menghidupkan mercon, menyetel musik sangat keras atau yang lainnya.


Bersedekah Pada Tetangga.


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa bersedekah mendatangkan banyak manfaat dan bisa menjadikan keberkahan pada harta yang kita miliki. Sehingga dianjurkan kepada tetangga agar saling memberi sesuatu seperti makanan yang kita masak atau yang kita beli. Bisa juga minuman memberikan hadiah hadiah. Hal ini jug untuk mempererat hubungan tetangga dengan baik dan agar tidak menimbulkan permusuhan.


Nabi shalallahu alahi wassalam pernah bersabda kepada sahabat Abu Dzar radhiyallahuanhu,


"Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak sayur (daging kuah) sebaiknya perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu" (HR. Muslim). Untuk memberinya kembali ke poin 2, yaitu memilih yang terdekat dengan kita.


Nabi juga bersabda,


"Saling menghadiahilah, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani di kitab Irwaul Ghalil no. 1601)


Menjaga Rahasia Tetangga.


Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik,


Nabi pernah membisikkan suatu perkara rahasia kepadaku, maka hal itu aku tak akan kuceritakan kepada siapapun. Dan sungguh Ummu Sulaim pun pernah bertanya tentang rahasia tersebut, namun aku tak menceritakannya. [HR. Bukhari No.5815].


Selain itu dianjurkan juga untuk menundukkan pandangan dari daerah larangannya (bagian dalam rumahnya). Hal ini ditujukan agar terhindar dari rasa tidak suka yang muncul dari tetangga terhadap kita.


Memberikan Selamat Saat Bahagia dan Menghibur Saat Berduka.


Jika ada tetangga kita sedang mendapatkan kebahagiaan misal melahirkan anak, pernikahan atau yang semacamnya, maka sangat dianjurkan untuk memberinya selamat. Tidak hanya dalam momen bahagia saja namun juga ketika dalam keadaan berduka atau sedih. Contohnya ada anggota keluarganya yang sedang sakit atau meninggal maka dianjurkan bagi seorang muslim untuk menolong dan menghiburnya. Rasulullah bersabda "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya" (HR. Bukhari no.6035)


Tidak Menutup Pintu Terhadap Tetangga.


Dari Ibnu Umar dia berkata, "Sungguh telah datang kepada kami suatu zaman di mana tidak seorang pun yang lebih berhak mendapatkan dinar dan dirhamnya daripada saudaranya sesama muslim, kemudian sekarang dinar dan dirham lebih dicintai oleh seseorang di antara kita daripada saudaranya sesama muslim.


Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, 'Berapa banyak tetangga yang bergantung kepada tetangganya, dia berkata, 'Wahai Rabbku, tanyalah orang ini, kenapa dia menutup pintunya dariku, lalu mencegahku mendapatkan kelebihannya." [HR. Bukhari dalam al-Adab al Mufrad no. 111]


Tidak Kenyang Sendiri.


Hendaklah tetangga muslim tidak kenyang (sendiri) tanpa mengajak tetangganya (ikut makan kenyang). Sungguh Nabi telah bersabda melalui hadits Ibnu Abbas radhiyallahuanhuma,


"Bukanlah seorang mukmin (sejati) yaitu orang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di samping (rumah)nya." [Lihat As Silsilah As Shahihah no. 149]


Bangunan Rumah Kita Tidak Bermegah Megahan Sehingga Mengganggu Tetangga.


Saat kita membangun rumah usahakan jangan sampai menyakiti perasaan tetangga. Misalnya karena bangunan rumah kita membuat rumahnya tidak mendapat sinar matahari atau udara. Selain itu dilarang melampui batas tanah miliknya saat membangun rumah. Juga tidak berbuat dzolim kepada tetangga dengan menghilangkan atau merubah sesuatu di lingkungannya, karena hal ini akan menyakitinya dan menimbulkan kebencian di hatinya.


Amar Ma'ruf Nahi Mungkar atau Menasihati Tetangga Kita.


Dianjurkan bagi kita untuk saling menasehati kepada kebaikan dan mecegahnya dari kemungkaran atau keburukan dengan sikap penuh hikmah (bijak). Berikan arahan yang baik dan tidak mempublikasikannya atau mencelanya juga tidak mencari cari kekhilafannya serta senang dengan kekeliruannya. Maka diwajibkan bagi kita untuk menutup mata dari melihat kekhilafannya atau kesalahannya.


Bersabar Terhadap Perilaku Mereka.


Adab bertetangga yang terakhir adalah hendaklah kita senantiasa bersabar terhadap gangguan tetangga yang mungkin belum paham atau masih awam terhadap agama Islam. Rasulullah  shalallahu alaihi wassalam telah bersabda,


"Sesungguhnya Allah mencintai tiga golongan dan membenci tiga golongan. Lalu beliau menyebutkan di antara mereka seorang laki laki yang memiliki tetangga yang menyakitinya, lalu dia bersabar atas gangguannya, sampai (akhirnya) Allah mencegah kejahatannya dengan sebab (proses) kehidupan (seperti berpindah tempat) atau dengan kematiannya." [Dishahihkan oleh al Albani dalam shahih at Targhib no. 2569]


Semua ibu-ibu bungkam,


"Maafkan kami bu Yeni"


"Iya maafkan saya juga, nanti saya akan menebang ranting pohon rambutan yang menjulang itu"

__ADS_1


Mereka saling bersalaman dan berpelukan, Reihan dan Almira tersenyum.


Almira membayar sayuran nya lalu mereka berdua berpamitan pada ibu-ibu tadi.


Mereka berdua berjalan kembali ke rumah.


Di halaman taman depan mama sedang menyiram tanaman, Almira dan Reihan memasuki gerbang.


"Eh kalian dari mana saja"


"Taman depan ma, beli ini" Almira menunjukan bungkusan jajanan nya dan daun pepaya nya.


"Ma Reihan pinjam dulu selang nya, mau cuci kaki"


Mama memberikan nya pada Reihan, Reihan segera mencuci kaki nya, mama masuk ke dalam membawa jajanan Almira, Almira menunggu Reihan, ia juga ingin mencuci kakinya.


Reihan tersenyum dan memiliki ide jahil untuk menyiram Almira.


"Hey Humaira..."


Almira melihat Reihan, Reihan langsung menyiramkan badan Almira dengan air yang terus mengalir dari selang.


"Mas Azzam,..." Pekiknya.


Almira tidak tinggal diam, dia langsung mengambil alih selang di tangan Reihan dengan cepat, lalu membalas menyiram Reihan.


"Mira...jangan...."


"Mas yang memulainya"


Mereka akhirnya bermain air dengan selang hingga basah kuyup.


Dari arah pintu terdengar suara deheman mbak Rengganis yang sedang menggendong Ayyubi.


"Ehhmmmmn apa perlu mbak putarkan musik India" Ledek Mbak Ganis.


Mereka melihat ke arah Rengganis dengan muka malu-malu.


"Hehehe hallo Ayyubi" Ucap Almira dengan tampang polosnya yang menahan malu.


"Lihat Aunty dan Om dek" Ucap Rengganis pada Ayyubi.


Reihan lalu merapikan selangnya.


"Cepat mandi Rey, Mir, nanti kalian masuk angin"


"Iya mbak"


Reihan dan Almira masuk ke dalam rumah, mereka masuk ke kamar mereka lalu mandi dan bersiap-siap ke mall.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Curcol dikit... Author merasa AJTP ini bukan NOVEL, tapi entah lah buku bacaan apa, hehe, Author akan lebih belajar lagi dalam menulis sebuah novel, insyaAllah karya-karya yang lain author kemas jadi novel yang sebenar-benarnya, tidak seperti AJTP ini, berhubung alur cerita nya sudah terlanjur seperti ini, jadi wes lanjutkan saja yah,]


[Terimakasih bagi yang masih setia membaca, terimakasih bagi yang masih setia berkomentar positif, Terimakasih untuk yang sudah mau belajar dan mengambil setitik pelajaran di AJTP ini, tanpa kalian siapalah Author ini]


Salam sayang,


@Santypuji

__ADS_1


__ADS_2