
Rengganis begitu bahagia melihat keluarga kecil Andra sedang berpelukan.
"Terima kasih Mbak Rengganis"
Rengganis pun mengangguk.
"Tolong antar aku ke ruangan papamu Mas,soalnya Mas Birru ada disana."
"Baiklah..!"
Mereka berjalan menuju ruangan papa Andra.
Andra langsung saja masuk keruangan papahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Disana terlihat Albirruni sedang berbincang masalah bisnis dengan papahnya.
Albirruni yang sedang berbincang mendengar pintu terbuka langsung menoleh ke arah pintu.
Dilihatnya Rengganis,Andra dan Sinta yang menggendong Anisa.
Albirruni langsung bangun dari tempat duduknya,lalu menghampiri Rengganis.
"Sayang masalahnya sudah selesai?"
Rengganis menunjukan jembolnya,tanda sudah clear semuanya.
"Albirruni terimakasih karena sudah membawa Rengganis kesini untuk menyadarkan ku" Ucap Andra.
"Berterimakasih lah pada istri dan anakmu.Karena alasanku mendatangkan Rengganis kesini adalah mereka,bukan sukarela seolah-olah aku mendatangkan Rengganis untukmu,jelas itu tidak mungkin."
Rengganis melihat hawa tak enak diruangan itu,apalagi ekspresi wajah Mas Birru yang dingin ketika berbicara dengan Andra.
"Ya sudah,kami pulang dulu yah" Ucap Rengganis.
"Terimakasih Rengganis sudah membantu Andra dan Sinta."
"Sama-sama Om"
Albirruni dan Rengganis keluar ruangan.
Sesampainya di loby perusahaan,Rengganis melihat Mas Birru masih memasang wajah dinginnya.
"Mas,kok wajahnya ditekuk begitu"
Birru menoleh melihat Rengganis.
"Mas jika melihat Andra serasa Emosi sekali,jadi teringat perlakuannya ketika di London terhadapmu"
"Mas sudahlah,jangan berlarut menaruh benci,tidak baik untuk hati dan jiwa kita,setiap orang pernah melakukan kesalahan.
Allah saja maha pemaaf,lalu siapa kita yang hanya manusia biasa yang berlumur dosa lantas tidak mau memaafkan"
Albirruni tersenyum.
"Iya sayang kamu benar,terimakasih ya sudah mengingatkan Mas.
Kamu hebat sayang,bisa mengusir dasim dan dasimah di tengah-tengah Andra dan Sinta."
Rengganis tertawa mendengar si dasim lagi dari mulut Mas Birru.
__ADS_1
"Mas lah yang hebat,tanpa izin Mas,Rengganis tidak akan sampai sini dan menyerang si Dasim"
"Bisa saja kamu sayang,ya sudah ayo kita pulang"
Rengganis yang mendengar Mas Birru mengajak pulang menjadi sangat sedih,pasal nya sudah sampai Jogja,kenapa tidak mampir dulu ke rumahnya sebentar,untuk mengobati rasa rindu dengan kedua orang tua dan adiknya.
Mas Birru yang melihat Rengganis masih terdiam dan menunjukan wajah sedihnya seolah-olah faham dengan keinginan Rengganis.
"Pulang ke rumah Bapak dan Ibu sayang"
Rengganis yang semula berwajah sedih langsung sumringah seketika.
Begitu sangat senangnya hingga langsung mengecup pipi Mas Birru.Walaupun saat ini masih berada di Loby kantor.
cup...
"Terimakasih sayang"
Mas Birru yang mendapat kecupan dari Rengganis tersenyum bahagia.Ia tahu membuat bahagia Rengganis sangat lah sederhana.
Mereka menuju rumah orang tua Rengganis menggunakan taksi online.
Sesampainya di rumah Rengganis langsung berlari bak anak kecil yang sudah lama berpisah dengan orangtuanya.
Mas Birru yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala,namun merasa sangat bahagia karena istrinya bahagia.
Ibu menyambutnya dengan begitu bahagia pula.Raka dan Bapak masih di sekolah.
Rengganis dan ibu langsung berpelukan.
Mas Birru menyalamani ibu.
"Rengganis kangen ibu,Rengganis dan Mas Birru kebetulan ada keperluan di Jogja,jadi kami mampir saja"
"Ya sudah cepat ajak suamimu istirahat dulu,ibuk mau ke warung dulu sebentar"
Rengganis mengangguk lalu menggandeng Mas Birru menuju kamarnya.
Mas Birru pertama kali melihat kamar Rengganis.Kamarnya tidak terlalu besar namun sangat rapi.
Mas Birru terpaku saat melihat foto pernikahan Rengganis dan Abymanyu masih terpajang di dinding kamar Rengganis.
Rengganis yang melihat Mas Birru sedang menatap foto pernikahannya dengan Abymanyu seakan tahu bahwa Mas Birru mungkin sedang cemburu.
Rengganis memeluk Mas Birru dari belakang.
"Maaf Mas,sejak aku pulang dari London aku baru kali ini pulang ke rumah.Aku belum sempat menurunkan foto itu."
Birru yang mendapat pelukan hangat dari Rengganis membalikan badannya dan mengelus kepala Rengganis.
"Ya Mas mengerti sayang,apa sekarang sudah boleh di turunkan"
Rengganis mengangguk.
Mas Birru mengambil foto itu lalu menyerahkan pada Rengganis.
"Simpanlah,tidak perlu dibuang"
Rengganis menyimpan foto pernikahannya di lemari paling bawah.
__ADS_1
Mereka merebahkan tubuh mereka di Ranjang untuk menunggu waktu Dzuhur.
Rengganis terpikirkan untuk bertanya kapan Mas Birru jatuh cinta padanya.
"Mas.."
"Hemmm..."
"Kapan Mas jatuh cinta dengan Ganis?"
"Sejak kamu menyuapi Mas dulu dirumah sakit" jawabnya singkat.
"Hah,dari dulu berarti Mas?"
Albirruni mengangguk.
"Sejak kamu menunggui Mas di rumah sakit,lalu menyuapi Mas dengan telaten,padahal kamu belum mengenal Mas.
Mas merasa kamu gadis yang sangat tulus.
Banyak yang ingin mencuri perhatian Mas,tapi yang mereka lihat karena Mas seorang pengusaha"
"Ya menurut Rengganis itu wajar Mas,perempuan itu mencari yang mapan pasti demi masa depan anaknya nanti,kadang perempuan juga butuh rasa aman dan nyaman dalam hal ekonomi" Ucap Rengganis.
"Tapi dalam Agama pilihlah jodoh yang baik Agamanya.Yakni taat kepada Allah dan Rasul-Nya.Enak Dipandang Karena kecantikan atau Ketampanannya.Nasabnya atau silsilah keturunannya.Setara hartanya.
Yang utama agamanya dulu,percuma harta melimpah tapi hati dan jiwa nya selalu gusar.
Percuma cantik atau tampan tapi agamanya zero,nanti malah jadi bahan perselingkuhan karena banyak yang suka.
Jika Akhlak nya baik insyaallah yang lainnya bisa kita terima sayang"
Rengganis mengangguk dan mengerti.Ia pun merasa beruntung karena Allah memberikan semua kriteria suami idaman dalam hidupnya.
"Sayang kapan jatuh cinta pada Mas?"
"Aku jatuh cinta pada Naruto bukan pada Mas,hehe.
Sejak Ganis mendengar Mas melantunkan surat Al Kahfi waktu di telfon dulu itu.
Ganis belum tau kalau itu Mas Birru,Ganis hanya melihat itu sebagai Naruto." Ucap Rengganis sambil tertawa.
Bacaan mas bagus tartil.Ganis ingin mempunyai imam yang bisa membaca Alquran dengan baik dan benar."
Albirruni tergelak mendengar jawaban Rengganis.Lalu mencubit hidung Rengganis."Naruto?" ada-ada saja kamu sayang.
"Mas sih pakai foto profilnya Naruto,jadi mana Ganis tau kalau itu Mas Birru,yang diam-diam menyukai Rengganis dari dulu" Ledek Rengganis.
"Kamu tau Nis saat Mas ke rumahmu tapi kamu sudah mau menikah,hati Mas patah,ambyar,kecewa,campur jadi satu,tapi Mas masih saja terus mendoakanmu" Ucap Birru dengan nada sendu.
Rengganis menangkup pipi Mas Birru lalu mengecup bibirnya.
"Sekarang doamu sudah terkabul sayang"
Mas Birru langsung memegang tangan Rengganis dan membalikkan tubuhnya.
"Mas ingin mempunyai anak lucu seperti Anisa."
Rengganis pun tau maksud Mas Birru.
__ADS_1