
"Mira...Mira"
Teman-teman Almira mengejarnya.Almira menepuk kening nya,Almira sudah sampai di depan mobil Reihan.
Reihan langsung turun dari mobilnya.
"Mira"
Almira melihat Reihan yang memanggilnya.
"Kenapa tidak masuk mobil"
Teman-teman Almira langsung menghampiri Almira.
"Cie...cie"
"Ih apaan sih kalian ini"
Reihan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,Ampun ABG zaman sekarang,Batin Reihan.
"Mira pacarmu yah"
"Bukan,Dia teman kakakku,yang tadi aku bilang itu"
"Oh yang dosen itu,tapi kok seperti bukan dosen,Tampan Mir"
Almira melihat penampilan Reihan yang berbeda dari pertama kali melihatnya,kali ini Reihan menggunakan celana jens biasa dan kaos oblong warna abu-abu,memang tidak terlihat seperti Dosen.
"Ih sudah kalian ini,sudah ya aku mau ke rumah sakit"
Almira langsung membuka pintu mobil Reihan.
"Ayo Mas Azam kita langsung pergi saja,jangan dengarkan teman-teman ku"
Reihan juga masuk ke dalam mobilnya lalu segera menjalankan mobilnya.
"Maaf ya Mas,teman-teman ku memang suka meledek" Ucap Almira sambil menunduk.
"Tidak apa-apa"
"Kamu sih Mas,kan aku sudah bilang aku bisa sendiri"
"Aku malu Mir menengok kakak iparmu sendirian,kan kalau bareng kamu aku bisa beralasan,tidak sengaja bertemu denganmu"
Almira hanya tersenyum.
Reihan melihat senyuman Almira yang begitu manis.
Haduh,aku tidak menjamin malah aku akan terbebas dari mimpi itu,melihat senyuman nya saja sudah membuatku....entahlah,kenapa sekalinya punya selera,malah pada ABG seperti ini, Batin Reihan.
Selama di perjalanan Reihan dan Almira terdiam,Reihan lalu mengajak Almira makan dulu,karena Reihan tahu pasti Almira lapar sepulang sekolah.
__ADS_1
"Mas Azzam kok kesini"
"Kita makan dulu"
Reihan membawa masuk Almira yang masih memakai seragam.
Semua karyawan menatap Bos nya yang datang bersama ABG.
Reihan masuk ke dalam ruangan kerjanya yang biasa ia gunakan untuk melihat laporan tentang perkembangan restauran nya.
"Duduk disini,aku akan membawakan makanan untukmu"
Reihan langsung menuju dapur dan meminta Koki untuk memasakan beberapa masakan.
Edo,Menejer restauran yang termasuk keponakan Reihan menghampiri Reihan.
"Rey,Siapa tadi daun muda yang kamu ajak?masih berseragam,jangan bilang saudara ku ini menculik ABG dari sekolahnya"
"Bukan siapa-siapa" Jawab Reihan singkat.
"Rey kau ini"
Koki yang sudah selesai memasak langsung memberikan masakan nya pada Reihan dan Reihan langsung membawa nya ke ruangan nya.
Almira yang sedang memainkan ponselnya melihat ke arah Reihan yang membawakan beberapa makanan untuknya.
"Ya Allah Mas Azzam,Mira malah jadi merepotkan Mas,Mira juga bisa makan sendiri nanti beli di depan rumah sakit Mas" Ucap Almira.
Almira langsung memakan nya,ia tidak ingin berlama-lama di restauran ini karena ingin sekali bertemu dengan baby Ayyubi.
Selesai makan Almira dan Reihan langsung menuju rumah sakit,Karyawan restoran menatap mereka.
"Mas itu kenapa pada lihatin Mira yah,ada yang salah ya sama Mira?"
"Tidak,sudah jangan di fikirkan"
Reihan menjalankan mobilnya menuju rumah sakit,Reihan juga membeli beberapa buah-buahan sebelum sampai rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan Mbak Rengganis.
Mereka kaget karena Almira datang bersama Reihan.
"Hey,kenapa kalian datang bersamaan,hayo janjian ya" Ucap Alisha meledek.
"Tidak kak,tadi Mas Azzam mencari kakak,tapi kakak katanya tidak membalas pesan Mas Azzam,jadi Mas Azzam malah watsap Mira" Ucap Almira.
"Ah,tidak ada Watsap masuk dari Reihan,Cie...Cie sepertinya Reihan mulai..."
"Mulai apa?" Tanya Reihan.
"Ah tidak"
__ADS_1
Reihan tidak menggubris ucapan Alisha, ia menghampiri Rengganis dan Mas Birru.
"Selamat ya Mas,Mbak"
"Terimakasih"
"Om Wijaya dimana Mas?"
"Papa di rumah,nanti sore juga kita sudah pulang"
"Oh nanti Aku bantu mbak,sekalian bertemu Om Wijaya"
Albirruni sedang mempersiapkan kepulangan nya.Reyhan melihat bayi yang ada dalam pangkuan Almira,Almira mengambilnya dari gendongan Alisha karena Almira juga sangat merindukan baby Ayyubi.
"Ganteng...Aunty sangat merindukanmu,di sekolah Aunty rasanya ingin cepat pulang dan bermain dengan mu," Ucap Almira.
Reihan duduk di sebelah Almira,sementara Alisha berpamitan menuju toilet.
"Lihat Mas Azzam,Anak kak Al sangat tampan,"
"Mirip Aku kan Dek" Ucap Albirruni.
"Iya kak,tapi lebih tampan ini" Ucap Alisha sambil tertawa lembut.
"Kamu sudah pintar gendong bayi Mir" Tanya Reihan.
"Ini kan di bedong Mas,Jadi gampang,"
Reihan malah memandang Almira yang sedang menggendong bayi.
"Mas Azzam bisa tidak gendong bayi?" Tanya Almira.
"Bisa sedikit,tapi kalau baru lahir tidak berani"
"Nanti kalau sudah jadi ayah pasti bisa dengan sendirinya" Ucap Albirruni.
"Entah lah kapan jadi ayah,di dekati perempuan juga sedingin es,sekering kanebo" Celetuk Alisha yang baru keluar dari toilet.
"Dulu kakak juga seperti Reihan,tapi pas bertemu dengan Mbak Rengganis ya lain cerita,kakak berani" Ucap Albirruni.
"Masa sih Mas Azzam sedingin es kak,di kampus seperti itu" Tanya Almira.
"Iya Sha,galak juga Dia"
Almira tertawa lirih,"Ah masa sih,sepertinya Mas Azzam baik kok kak"
"Sudah jangan buka aib terus Sha" Ucap Reihan buka suara.
Mereka semua yang ada dalam ruangan malah tertawa.
Jam 4 sore Rengganis dan Albirruni memutuskan untuk pulang ke rumah,setelah Albirruni mengurus administrasi di rumah sakit,mereka bergegas pulang ke rumah,di bantu oleh Reihan juga.
__ADS_1