Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Kembali Pulang


__ADS_3

Kai masih menahan Nathan di depan kelas karena dia juga ingin mendengar penjelasan nya .


"Gue gak ada apa-apa sama kembaran Lo jadi stop menatap gue seperti itu Kai ". Kata Nathan


"Sudah gue peringatan kepada Lo atau yang lain nya jangan coba untuk mendekati Calista dan sekarang Lo malah jalan dan berduaan dengan nya ". Kata Kai


"Kai kan sudah gue bilang tadi jika kita tidak ada melakukan hal apapun bahkan gue juga tadi tidak sengaja bertemu dengan nya di perpustakaan ". Kata Nathan


Kai pun kini masuk ke dalam kelas dengan kesal nya bahkan dia masih saja menatap Nathan saat ini sebelum guru datang dan memulai pelajaran nya di kelas .


Setelah selesai pelajaran kini Erland pun menghampiri Kai karena tatapan Kai tetap sama sejak tadi kepada Nathan


"Kai sudah lah mana mungkin juga Nathan mendekati Calista dan dia juga sudah mengatakan jika tadi hanya kebetulan saja kan ". Kata Erland


"Sorry Kai lain kali gue tidak akan melakukan nya lagi dan tidak akan mendekati Calista lagi kedepan nya ". Kata Nathan


"Awas saja jika kalian berani mendekati nya habis kalian sama gue ". Kata Kai


"Iya Kai iya kita mengerti ". Kata Sky


Kemudian mereka pun kini pergi keluar kelas untuk menuju kantin dan di sana juga Ray dan yang lain sudah berjalan menuju kantin juga jadi Kai pun kini menyusul mereka semua bersama dengan para sahabat nya saat ini . Bukan tanpa alasan Kai melarang para sahabat nya untuk mendekati Calista saudari kembar nya , Kai tahu bagaimana mereka jika di luar sana bahkan Kai juga sangat playboy sekali jadi wajar saja dia melarang mereka agar Calista tidak merasakan yang nama nya patah hati dan di sakiti lelaki


"Kenapa tuh muka di tekuk saja sejak tadi , kayak jemuran belum kering ?". Tanya Calista


"Dia masih marah karena tadi Nathan bersama dengan Lo ". Kata Brandon angkat bicara saat ini


" Gak usah aneh-aneh ya Kai bahkan tadi dia membantu ku di perpustakaan jadi jangan berpikir buruk kepada Nathan ". Kata Calista membela Nathan saat ini


"Jadi Lo tadi di perpustakaan dengan Nathan , kenapa tidak meminta bantuan gue saja tadi ?". Tanya Ryan


"Ya kan Lo pergi ada urusan dengan Cindy jadi gue tidak mau mengganggu dan kebetulan ada Nathan ya gue minta tolong saja kepada nya ". Kata Calista dengan enteng nya


"Tuh dengarkan Kai apa yang di katakan Calista jangan terlalu posesif jadi orang ". Kata Derren


Plak


Derren pun mendapat kan lemparan botol yang mengenai kepala nya dari Kai bahkan dia juga mendapat kan tatapan tajam dari nya


"Gue kan hanya menyampaikan pendapat gue saja jadi gak usah marah-marah kali Kai ". Kata Derren


"Dan gue gak pernah tanya pendapat Lo ". Kata Kai


"Hai Kai boleh gabung gak ?". Tanya Melisha yang saat ini sedang berdiri di samping Kai dengan senyuman yang dia tunjukkan saat ini di bibir nya


"Banyak tempat kosong jadi cari dan duduk lah di sana ". Kata Kai


Melisha tidak menyerah sama sekali dengan penolakan yang Kai berikan bahkan kini dia langsung duduk di samping Kai yang tadi nya ada Calista dan menggeser Calista begitu saja dengan cara menarik nya membuat Kai pun meradang saat ini


"Jangan pernah kasar kepada Calista ". Bentak Kai membuat seisi kantin menatap nya bahkan Ray pun kini juga berdiri dan memegang tangan Calista lalu mengajak nya duduk di samping nya


"Lo urus dia Kai dan gue gak mau melihat hal seperti tadi terjadi lagi ". Kata Ray dengan dingin nya


"Jangan lebay , hanya masalah sepele saja dan biarkan saja dia pergi sekarang Kai ". Kata Calista


Mereka berdua tidak akan bisa menolak dan membantah perkataan Calista jadi Kai pun melepaskan Melisha kali ini namun tetap saja dia memperingatkan gadis itu agar tidak menyakiti Calista lagi kedepan nya


"Jika sampai gue tahu atau mendengar Lo menyakiti Calista mati Lo di tangan gue ". Kata Kai tanpa perduli jika ucapan nya di dengar banyak orang di sana termasuk juga Kim


"Kai sangat menakut kan sekali jika sedang marah ". Kata salah satu murid di sana yang melihat


"Iya bahkan tatapan nya sangat mengerikan sekali". Kata teman nya


"Tapi dia tampan sekali sama seperti kak Ray ". Kata yang lain nya


Begitulah setiap hari , mereka semua selalu terpesona dengan ketampanan anak dari Ricky dan Yuli bahkan Calista pun sebenarnya juga banyak yang menyukai tapi mereka tidak berani mendekati nya karena takut dengan Ray dan juga Kai sebab mereka selalu saja bersama jika beristirahat dan jika Calista tidak dengan mereka berdua dia pasti akan dengan Ryan dan Axel jadi itu sama saja buat mereka .


"Kai banyak sekali yang menyukai begitu juga dengan kak Ray yang memang sangat pendiam tapi tatapan nya sangat menusuk sekali ". Kata Jasmin

__ADS_1


"Jangan lebay deh memuji nya nanti mereka besar kepala lagi ". Kata Kim


"Ayolah Kim kenapa kamu berkata seperti itu sih , apa kamu tidak tertarik dengan Kai , dia sangat tampan loh Kim ". Kata Jasmin


"Gue sama dia ogah banget deh ". Kata Kim


"Atau kamu suka nya dengan kak Ray ?". Tanya Jasmin menggoda


Jasmin sering melihat juga Ray dan Kim berdebat karena mereka adalah ketua dan wakil ketua dalam organisasi jadi Kim sering juga berurusan dengan Ray dan jika mereka bertemu pasti Kim akan sangat emosi karena Ray itu tidak pernah mau mengalah dan juga Sangat dingin sekali


"Gue suka sama Ray, mana mungkin juga manusia kulkas seperti dia gak cocok sama gue ". Kata Kim


" Kalau menurut aku ya kamu cocok Kim dengan kak Ray karena kak Ray pendiam dan dingin sekali sedangkan kamu rame orang nya jadi kehidupan kalian nanti akan berwarna dan tidak flat saja ". Kata Jasmin


Kim hanya mendengar kan apa yang sahabat nya katakan karena dia juga tidak ada hubungan apapun dengan Ray dan soal suaka atau tidak dia juga tidak suka dengan Ray hanya saja Kim suka sekali membuat nya kesal karena perkataan dan perbuatan yang dia lakukan kepada Ray jika mereka bersama atau bertemu dalam sebuah forum


Di kediaman Airlangga kini Yuli dan Luna terlihat sangat sibuk sekali bahkan mereka berdua kini memasak beberapa makanan saat ini dan terlihat banyak sekali makanan yang mereka masak


"Kak akhir nya mereka akan sampai juga di Indonesia dan aku juga sudah tidak sabar melihat mereka lagi ". kata Yuli


"Iya Yul , aku pun juga sangat senang sekali ketika tahu mereka akan tiba di Indonesia hari ini dan aku sangat berterima kasih sekali karena kamu sudah membantu aku untuk bertemu dengan mereka lagi ". Kata Luna


"Kakak sih gak mau dengar apa yang di katakan Yuli padahal Sam akan dengan senang hati membawa mereka kembali jika kakak ingin tapi kakak hanya diam dan memendam rindu saja ". Kata Yuli


Luna tersenyum saja karena dia juga memang tidak mau mengecewakan Sam dan merengek agar kedua anak nya bisa kembali ke pelukan nya , Luna tahu apa yang Sam lakukan adalah untuk kebaikan mereka di masa depan apalagi Sam juga bukan orang sembarangan sama dan dia adalah orang kepercayaan dari Ricky jadi wajar saja jika dia mendidik anak-anak nya sangat keras agar bisa sama seperti diri nya nanti dan yang paling penting juga agar mereka bisa melindungi diri mereka sendiri dari bahaya yang menimpa mereka nanti nya


"Sayang kamu sedang memasak ?". Tanya Ricky yang kini sudah memeluk istrinya saat ini di dapur


"Apa sih Rick malu di lihat kak Luna ". Kata Yuli


"Kenapa musti malu kan wajar saja suami istri berpelukan ". Kata Ricky


"Ya wajar tapi gak di sini juga kan sayang ku ". Kata Yuli mencium Ricky membuat Ricky tersenyum dengan kelakuan istri nya ini


"Sengaja sekali menggoda aku ". Kata Ricky


"Sam , bagaimana apa semua sudah siap ?". Tanya Ricky ketika dia melihat Sam masuk ke dapur juga


"Sudah bos , mobil nya juga sudah saya siap kan ". Kata Sam


"Kebiasaan sekali sih memanggil Ricky bos , dia kan ipar Lo Sam ". Kata Yuli


"Biarkan saja Yul nama nya juga sudah terbiasa jadi gak apa-apa juga kan memang benar jika Ricky adalah bos nya ". Kata Luna


"Ya kalau begitu kamu harus memanggil dia dengan sebutan kakak ipar sayang ". Kata Yuli sambil menatap ke arah Ricky


"Jangan mengada-ada Yul gak lucu jika Ricky memanggil suami ku dengan sebutan kakak ipar ". Kata Luna


"Ya memang dia bukan pelawak kak jadi gak akan lucu , liat saja muka nya sangat gini gak ada lucu nya sama sekali yang ada orang takut melihat nya ". Kata Yuli


Cup


Kecupan dari Ricky di pipi kiri dan kanan Yuli membuat nya kini semakin malu saja di buat nya


"Berani sekali ya berkata seperti itu di depan suami sendiri ". Kata Ricky


"Dari pada bicara di belakang lebih baik di depan orang nya langsung ". kata Yuli


"Ya istri ku ini memang selalu benar dan tidak pernah salah sama sekali sejak dulu ". Kata Ricky


Yuli pun tersenyum dan memeluk suami nya ini bahkan mereka terlihat sangat romantis sekali di usia yang kini sudah tidak mudah lagi


"Kenapa masih ada di rumah , apa hari ini tidak bekerja ?". Tanya Yuli


"Hari ini free karena kita berdua akan menjemput anak-anak kita di bandara ". Kata Ricky


Ricky sudah menganggap anak Sam seperti anak nya sendiri bahkan dia sudah mengatakan kepada Sam untuk memberikan beberapa perusahaan yang dia punya Kepada Arthur dan Bianca dan akan menyekolahkan mereka hingga perguruan tinggi namun sayang nya Sam menolak karena dia sudah merasa cukup senang bisa selalu bersama dengan Ricky bahkan anak-anak Sam juga sudah merintis usaha nya sendiri dan itu juga tanpa bantuan nya . Seperti Sam mereka juga sangat pandai sekali dan tentu nya juga hebat

__ADS_1


"Gak jadi Ray yang jemput ?". Tanya Yuli


"Mereka sampai satu jam lagi jadi gak mungkin juga Ray menjemput karena dia harus sekolah Yul ". Kata Luna


"Kalau tahu tadi kan bisa bolos satu hari saja ". Kata Yuli


"Kalau bolos itu kamu kalau anak-anak tidak boleh karena mereka sangat cerdas jadi Sayang jika bolos sekolah ". Kata Luna


"Justru karena mereka cerdas kak jadi tidak akan ketinggalan pelajaran juga jika bolos jadi gak apa-apa lah sekali saja ". Kata Yuli sambil tersenyum


"Ya sudah aku dan Sam berangkat ke bandara dulu dan kamu jangan terlalu lelah sayang , biarkan pembantu saja yang mengerjakan semua nya dan kamu duduk manis saja ". Kata Ricky lalu mencium kening istrinya begitu juga dengan Sam


Kini mereka pergi berdua untuk menjemput Arthur dan Bianca ke bandara bahkan Ricky juga sudah lama tidak mengobrol bersama dengan Sam karena Sam terlalu sibuk dengan perusahaan dia sendiri dan juga perusahaan Ricky


"Sam ". Panggil Ricky


"Iya bos ". Kata Sam yang mendapat kan pukulan ringan dari sang leader


"Lo gak harus panggil gue bos , bandel banget ya Lo kayak Bianca jika di kasih tau ". Kata Ricky sambil tersenyum


"Tapi saya sudah biasa melakukan nya jika menghilangkan nya sulit sekali ". Kata Sam


"Tapi Lo ipar gue jadi gak bagus kedengaran nya jika Lo memanggil gue bos ". Kata Ricky


"Tidak masalah dan sejak kapan juga seorang Ricky Airlangga Hartama mendengar kan kata orang ". Kata Sam


mereka pun tertawa bersama saat ini bahkan obrolan mereka juga hanya obrolan santai saja sekarang


"Gak sabar gue melihat Bianca , terakhir gue melihat dia beberapa bulan yang lalu Sam ". Kata Ricky


"Bianca memang agak tomboy bos bahkan dia suka membuat orang kesal jika berbicara dengan nya beda sekali dengan mama nya ". Kata Sam


"Ya tadi kan sudah gue bilang jika dia mirip Yuli , jika berdebat satu lawan lima pun tetap bisa menang ". Kata Ricky


Sam juga heran dengan anak nya yang satu itu bahkan dia sangat cerewet dan juga tidak ada feminim nya sama sekali dia merasa mungkin saja mama nya dulu salah ngidam kali ya jadi anak nya tidak ada lembut-lembut nya sama sekali


Mobil mereka sudah sampai di Bandara dan kini mereka berdua pun segera turun dari mobil untuk menunggu kedua anak Sam


"Seharusnya kita tidak telat bukan Sam karena masih ada tiga puluh menit lagi ". Kata Ricky


"Iya bos ". kata Sam


mereka berdua berjalan ke dalam untuk mencari tempat yang enak sambil menunggu kedua nya datang


"Papa ". teriak Bianca ketika mereka berdua baru saja menduduk kan bokong nya di kursi membuat mereka berdua kembali berdiri lagi saat ini


"Kalian sudah datang , bukan nya pesawat nya akan landing masih tiga puluh menit lagi ?". Tanya Ricky


"Karena Bian yang menjadi pilot nya jadi pesawat landing lebih cepat Daddy ". Kata Bianca


Sam memeluk anak perempuan nya itu bahkan dia juga sangat merindukan mereka tapi hal itu dia tahan agar anak nya benar-benar bisa menjadi orang yang hebat di usia nya yang masih muda


"Papa Daddy apa kabar ?". Sapa Arthur


"Daddy baik , kau tambah tinggi dan tampan sekali Arthur ". Kata Ricky


"Tapi ketampanan Arthur tidak bisa mengalahkan Daddy ". Kata Arthur


Arthur sama seperti Ray , dingin dan tak tersentuh bahkan dia juga tidak segan menghajar orang dan tak memandang usia juga


"Kita pulang sekarang karena bunda dan mama kalian sudah menunggu ". Kata Ricky


"Pasti mama akan menangis haru ketika melihat aku pulang ". Kata Bianca


"Apa tidak lelah mulut mu itu berbicara sejak tadi Bian ". Kata Arthur


"Ayolah kakak ku sayang bahkan aku hanya bicara sedikit saja ". Kata Bianca

__ADS_1


Ricky dan Sam hanya tersenyum saja melihat mereka berdua yang berdebat bahkan mereka berdua terlihat sangat lucu saat ini . Sam senang ke dua anak nya bisa kembali pulang ke Indonesia bahkan mereka bisa berkumpul bersama di Indonesia dalam beberapa waktu


__ADS_2