
Sedari Distro nya kini Yuli pun sudah pulang kembali ke rumah karena dia juga tidak terlalu lama berada di sana bahkan dia juga kini terlihat sedang berkutat di dapur untuk membuat kan makan siang untuk anak nya yang sebentar lagi juga akan pulang. Dia memasak sendiri tanpa bantuan pembantu di sana karena anak-anak nya pun sama seperti Daddy nya yang tidak mau jika memakan masakan orang lain jika tidak buatan Yuli.
"Bunda". Panggil Kau yang kini sudah sampai di sana bahkan dia terlihat kini sangat antusias dan juga langsung masuk ke dalam dan menuju dapur untuk segera menghampiri bunda nya . Kai pun langsung memeluk bunda nya dari belakang begitu juga dengan anak nya yang lain.
"Kalian sudah pulang?". Tanya Yuli yang kini sudah menghentikan aktivitas memasak nya dan kini melihat anak-anak nya yang ada di dapur juga
"Bunda sedang buat makanan untuk kita ya, yang banyak ya Bun ". Kata Kai
Yuli tersenyum melihat anak-anak nya dan dia juga melihat ada anak Rere dan juga Arok Serta Ken di sana yang kini menatap nya
"Kalian di sini juga ?". Tanya Yuli
"Iya Bunda kami di sini juga, boleh kan kami ikut makan juga Bun di sini?". Tanya Derren
"Tentu saja boleh sayang. Ayo sebaik nya kalian ganti baju dulu, Rafael dan Axel bisa pinjam baju Ray saja dulu sedang kan Derren bisa menggunakan milik Kai". Kata Yuli
"Pinjam baju ku juga boleh kok kalian , tapi perjam nya bayar ya ". Kata Kai membuat Yuli pun tersenyum melihat kelakuan jahil anak nya itu.
"Kita ganti baju dulu Bun ". Kata Ray
Tak lupa juga mereka bertiga pun mencium pipi bunda nya itu bahkan mereka juga mengeluarkan kotak bekal makanan nya dari dalam tas agar segera di cuci nanti nya
Yuli kini melanjut kan memasak nya dan dia pun juga mencuci tempat bekal makanan anak nya itu. Setelah selesai dia segera menaruh semua makanan di atas meja lalu memanggil anak-anak untuk makan
Ray turun lebih dahulu dan di ikuti oleh yang lain nya juga bahkan terlihat sekali oleh Yuli jika Ray seperti Daddy nya .
"Sangat mirip dengan Ricky bahkan tatapan dan sifat dingin nya itu seperti Daddy nya juga ". Batin Yuli
"Bun sudah siap semua nya ?". Tanya Ray
"Iya sayang. Ayo semua makan dulu setelah itu boleh bermain atau yang lain nya ". Kata Yuli
Kini mereka semua pun makan dengan lahap nya bahkan Kai terlihat beberapa kali jiga menjahili Darren dan juga Axel
"Kai apa masih kurang makanan di piring mu itu , kenapa kau selalu saja mengambil Punya ku ". Kata Derren
"ini adalah rumah ku jadi semua yang ada di sini milik ku. Jangan protes dan makan saja yang ada dan jangan lupa bersyukur karena di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa makan enak seperti mu di sini ". Kata Kai
__ADS_1
Bahkan Yuli pun tersenyum melihat nya , ternyata Kai sama seperti nya yang suka sekali jahil kepada Arok dulu namun beda nya Kai melakukan nya dengan anak Ken
Tidak lama mereka makan terdengar langkah kaki yang semakin mendekat dan Yuli pun melihat ke arah nya benar saja di sana ada Ricky dan yang lain nya
"Sayang". Panggil Ricky sambil memeluk istrinya dan mencium kening serta pipi nya itu
"Sudah selesai pekerjaan nya tumben cepat sekali". Kata Yuli
"Tidak perlu kerja terlalu lama juga kan di rumah ada yang siap untuk di ajak bekerja juga ". Kata Ricky sambil mengedip kan sebelah mata nya
"Daddy jangan banyak bicara hal buruk di depan kami dan sebaik nya Daddy ganti baju dulu lalu makan ". Kata Calista sambil menarik Ricky agar melepaskan pelukan nya dari Yuli
"Iya putri Daddy yang paling cantik". Kata Ricky sambil mengelus wajah anak nya itu
"Kalian tunggu saja di ruang tamu , aku akan ganti baju sebentar. Sayang aku ganti dulu ". Kata Ricky lalu berjalan menuju kamar nya di lantai atas sementara itu anak-anak kini terlihat melanjut kan makan nya kembali dan Arok serta Rere pun berjalan menuju sofa untuk bersantai saja di sana . Tak lupa juga pembantu di sana memberikan mereka beberapa cemilan dan minuman untuk bersantai. Yuli pun masih menemani anak-anak nya makan di meja makan
"Bun , Ray sudah selesai dan mau ke ruang baca dulu ". Kata Ray
Yuli pun mengangguk kan kepala nya , Ray memang suka sekali di ruang baca rumah itu bahkan dia bisa seharian penuh berada di sana. Buka yang dia baca bukan lah komik atau lain nya tapi itu mengenai bisnis dan juga beberapa ilmu kedokteran bahkan Yuli yang hanya melihat buku nya saja tidak ingin membaca nya karena terlihat sangat rumit namun Ray malah sebaliknya.
"Kakak mu itu di bilang kutu buku ya bukan tapi dia suka sekali baca buku, tapi kenapa dia tidak memakai kacamata tebal ya ". Kata Darren yang Langsung mendapat kan pukulan dari Calista
Yuli hanya menggeleng saja dengan ucapan putri nya yang terdengar sangat sadis itu bahkan dia juga terlihat Sangat menakutkan ketika mengatakan hal tersebut
"Kembaran mu itu pedas sekali ya ucapan nya bahkan dia masih kecil sudah berkata seperti itu ". Bisik Derren kepada Kai
"Maka dari itu jangan terlalu membuat dia kesal bisa di robek mulut mu itu". Kata Kai
"Jangan membicarakan ku kalian berdua". Kata Calista
Kini mereka kembali makan dengan lahap nya dan sedari tadi Rafael hanya diam dan memperhatikan mereka saja bahkan dia juga tidak terlalu perduli dengan apa yang di katakan mereka tadi
"Rafael apa sudah selesai makan nya ?". Tanya Yuli
"Sudah bun ". Kata Rafael
"Ya sudah kalau begitu kamu cuci tangan saja dulu sekarang". Kata Yuli
__ADS_1
Rafael pun menuruti apa yang di katakan oleh Yuli dan kini dia pun segera mencuci tangan dsn tak lupa juga dia menggosok gigi nya seperti yang di lakukan Ray dan anak Ricky yang lain nya
Kini dia pun menghampiri papa nya yang tengah duduk bersantai di sana. anak para sahabat Ricky memang lah berbeda dengan anak nya karena mereka semua di tinggal mama nya bekerja tidak seperti Yuli yang selalu ada di rumah menemani mereka bahkan Axel juga suka berada di rumah Ricky karena kesibukan Rachel dan juga Arok Sedang kan Rafael dia juga terkadang ada di sini jika memang bosan di rumah
"Sudah makan ?". Tanya Rere
"Sudah Pa. ". Jawab Rafael biasa saja dan kini dia pun segera duduk lalu memainkan tablet punya nya. Dia bukan hanya sekedar bermain saja tapi dia juga mempelajari teknik yang ada pada permainan tersebut sama dengan Ray dan juga yang lain nya maka dari itu Rere pun tidak melarang nya sama sekali
"Uncle lihat lah Derren sangat menjengkelkan sekali". Kata Calista kepada Ken
"Aku hanya bercanda saja Cal kenapa kamu marah sih ". Kata Derren
"Apa itu lucu Bercanda mu itu. Jika kau melakukan nya lagi maka jangan lagi menginjak kan kaki mu di rumah kediaman Airlangga". Kata Calista dengan serius nya
"Sayang kamu jangan berkata begitu, mereka adalah anak sahabat Daddy dan bunda jadi mereka juga sahabat kamu". Kata Yuli yang kini menghampiri anak nya yang sedari tadi mengejar dan memukul Derren
"Dia keterlaluan Bun, bahkan Calista masih kecil tapi dua mengatakan jika Calista nanti menikah dengan Edo ". Kata Calista
"Edo, siapa sayang?". Tanya Yuli
"Teman di kelas Calista, dia sangat cengeng sekali dan juga penakut jadi mana mau Calista dengan dia ". kata Calista
"Kalian masih kecil jadi jangan membahas pernikahan atau pacaran dulu ". Kata Yuli
"Siapa yang punya pacar ?". Tanya Ricky
"Dia Daddy mengejek Calista terus". Kata Calista
"Sudah kalian bermain saja di atas tapi jangan mengganggu Ray ". Kata Yuli
"Kalian ikuti om Diego sekarang". Kata Ricky
Ricky memang selalu menyuruh Diego melatih anak nya dan beberapa waktu juga dia yang akan melatih nya sendiri tanpa ada yang tahu
Mereka tampak antusias sekali ketika melihat Diego apalagi Calista, dia suka sekali berlatih beladiri walaupun mereka masih kecil namun mereka sudah pandai beladiri. anak Ricky pun juga sudah pandai menggunakan senjata namun Ricky melarang nya untuk memberi tahu siapapun karena jika bunda nya tahu pasti dia akan sangat marah nanti nya
"Calista perempuan jadi kamu harus menjaga di dengan ekstra". Kata Yuli
__ADS_1
"Kamu tenang saja sayang bahkan dia bisa memilih sendiri mana lelaki yang cocok untuk dia ". Kata Ricky sambil memeluk istrinya itu
Mereka kini asik mengobrol di ruang tamu sementara anak-anak kini sudah berada di tempat latihan bahkan mereka juga sudah memulainya dan bukan hanya dengan Diego saja tapi dengan Max dan juga Dave di sana yang membantu mengajari mereka sementara Ray masih saja berkutat dengan buku nya dan waktu berlatih dia beda dengan yang lain nya karena dia juga akan berlatih langsung dengan Ricky bahkan dia berkembang jauh di atas yang lain nya sama dengan Kai. Ricky baru menyadari jika Kai juga sangat berkembang dengan pesat namun dia tidak membiarkan Tay dan Kai latihan jadi satu karena dia ingin tahu sejauh mana anak-anak nya itu berusaha untuk menjadi kuat sebab Ricky juga yakin jika ketiga nya memiliki sifat nya yang sadis tapi yang terlihat hanya Calista saja sejauh ini