Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Setelah selesai pelajaran di kelas Kim pun segera pergi menemui Ray untuk memberikan proposal yang sudah selesai dia revisi bahkan dia juga sudah meng cek kembali semua nya tadi karena Kim tidak ingin jika nanti bertemu dengan Ray dia kena marah lagi . Kim kini sedang mencari di mana keberadaan Ray , sejak tadi juga dia sudah berkeliling untuk mencari nya karena di kelas Ray sudah kosong tidak ada satu pun murid di sana


" Kemana manusia es itu , kenapa tidak ada di mana-mana seperti hilang di telan bumi saja . Tapi bagus juga jika dia memang benar hilang di telan bumi ". Kata Kim sambil tetap berjalan mencari di mana Ray berada


" Sengaja kali ya dia ngerjain gue , dasar manusia es awas saja nanti kalau ketemu ". kata Kim yang benar-benar kesal karena dia masih tidak bisa menemukan Ray


" Siapa yang Lo sebut dengan manusia es ?". Tanya Derren membuat Kim terkejut dan dia pun membalik tubuh nya menatap mereka semua . Terlihat Ray bersama saudara dan sahabat nya kini berdiri menatap nya bahkan dia merasa jika aura devil kini tengah keluar dan mengelilingi nya


" Kim ". Sapa Calista membuyarkan lamunan Kim saat ini dan dia pun tersenyum menatap Calista


" Hai Calista ". Kata Kim


" Sudah selesai laporan nya , mana ?". Tanya Ray


Kim pun langsung memberikan nya kepada Ray laporan yang sudah dia buat tadi . " Sudah gue perbaiki dan gue cek juga jadi gue tidak menerima komplain lagi nanti jadi sekarang cek di depan mata gue ". Kata Kim


" Gue akan mengecek nya di rumah , Calista ayo kita pulang ". Kata Ray mengajak adik nya namun Kim kini berhenti tepat di hadapan nya


" Budeg ya Lo , kan gue bilang periksa dulu ". Kata Kim


Ray tidak perduli malah dia kini kembali melangkah kan kaki nya namun tetap saja Kum menghalangi jalan nya bahkan kini dia juga menarik jaket yang Ray gunakan saat ini


" Lo ya , dasar cewek cerewet sudah gue bilang nanti akan gue periksa jika sudah ada di rumah ". Kata Ray


" Tapi gue gak percaya dan bisa saja Lo mengganti nya seperti berkas yang tadi Lo coret-coret ". Kata Kim


Kai yang ada di sana pun sejak tadi hanya mendengar kan perdebatan Antara sang kakak dengan Kim saja bahkan mereka para sahabat Ray dan Kai kini Tersenyum mendengar perdebatan mereka saat ini


" Kim kalau mau kamu ikut saja ke rumah jadi bisa memeriksa nya bersama ". Kata Calista menawarkan


" Tidak usah ". Jawab Ray dan Kim bersamaan


" Wah apa-apaan ini , kenapa kalian menjawab berbarengan , seperti nya kalian berjodoh ". kata Derren


" Jangan sembarang kalau bicara dan Lo gak usah banyak bicara dan gue akan memeriksa nya di rumah nanti ". Kata Ray yang kini memegang tangan Calista lalu mengajak nya pergi meninggalkan Kim saat ini . Sebelum pergi Kai sempat menatap Kim sejenak lalu dia kembali melangkah kan kaki nya kini untuk segera menuju parkiran sekolah mengambil mobil nya . Untuk saat ini merupakan memang tidak menggunakan motor seperti biasa nya sebab Ricky masih melarang Kai dan juga Ray untuk menggunakan motor dan itu adalah antisipasi nya agar anak nya tetap fokus dalam belajar saat ini sesuai dengan apa yang Yuli Ingin kan . Yuli tidak ingin jika masa mudah anak-anak nya tidak seperti remaja pada umum nya karena mereka terlalu sibuk dengan perusahaan dan usaha mereka bahkan beberapa usaha mereka juga di pegang orang kepercayaan Ricky saat ini termasuk usaha ilegal Kai juga


" Kita langsung pulang kak ?". Tanya Calista


" Apa kamu mau pergi dulu , kalau iya kita bisa pergi sekarang tapi hanya sebentar saja sebab Daddy tadi berpesan agar kita tidak pulang terlalu lama ". kata Ray


" Makan dulu kak ". Kata Calista


" Ya sudah kita makan dulu . Kalian ikut juga Makan ". Kata Ray


" Tidak usah kak Ray kita pulang saja ". Kata Erland


" Jangan menolak rezeki nanti gue marah Li sama kalian ". Kata Calista


Kini mau tidak mau para sahabat Kai juga ikut untuk makan bersama dengan Ray dan yang lain nya . Kini mereka mengikuti mobil Ray yang tengah melaju di depan dan jika seperti ini tampak seperti mereka mengawal Ray dan kedua adik nya sebab di depan juga ada Axel dan para sahabat lain nya yang mendahului mobil mereka


" Tumben kak Daddy melarang kita untuk mampir-mampir ?". Tanya Calista


" Mungkin saja ada sesuatu yang ingin Daddy katakan kepada kita atau Mungkin kita di suruh pripare sebab nanti malam kita kan berangkat ke villa untuk merayakan ulang tahun mama Luna ". Kata Ray


" Oh iya ya besok kan mama Luna ulang tahu jadi kita tidak ke sekolah besok ". Kata Calista


" Daddy sudah menelfon pihak sekolah untuk mengizinkan kita dalam beberapa hari tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah ". Kata Ray

__ADS_1


Dia kini terlihat memeriksa laporan yang di berikan Kim Kepada nya tadi bahkan kini dia tampak serius dan teliti sekali melakukan nya walaupun masih tetap menjawab pertanyaan Calista sejak tadi


" Kai, apa Lo sudah menyiapkan kado untuk mama Luna ?". Tanya Ray


" Sudah dong bahkan gue juga sudah mempersiapkan hadiah yang spesial sekali ". Kata Kai


" Tentu Lo harus membeli hadiah yang mahal dan spesial sebab Lo juga baru mendapat kan uang satu koper kan dari transaksi itu ". Kata Ray


" Jangan mengungkit nya lagi karena jika mengingat hal itu gue jadi teringat apa yang Daddy katakan ". Kata Kai


" Maka nya jangan membodohi Daddy karena Daddy kita bukan orang Sembarangan Kai ". Kata Calista


Setelah melakukan obrolan waktu itu Kai memang mengatakan jika dia tidak akan melakukan kegiatan transaksi lagi bahkan dia juga mengatakan jika menutup bengkel nya sementara namun hal itu ternyata bohong dan dia juga membodohi sang Daddy dengan mengelabuhi nya namun Ricky masih lah sama dengan Ricky yang dulu yang selalu bisa peka dalam situasi apapun jadi dua pun tidak mudah percaya dengan anak bungsu nya yang selalu membuat onar itu . Dia bahkan datang ketika Kai melakukan transaksi bahkan dia juga menyita bengkel Kai saat ini membuat Kai kini tidak bisa berkutik lagi sebab sang bunda juga sudah memarahi nya waktu itu .


Mereka sampai di sebuah warung makan sederhana dan kini mereka segera keluar untuk makan di tempat itu


" Kai gak salah makan nya di sini ?". Tanya Brandon


" Tidak bahkan kita juga sering makan di pinggir jalan seperti ini ". kata Kai


Mereka mengambil posisi duduk masing-masing dan tampak sejak tadi Nathan memperhatikan Calista bahkan ketika Calista tersenyum pun dia juga memperhatikan nya


" Cal mau pesan apa ?". tanya Ray


" Biasa nya saja kak ". Kata Calista


Ray mengangguk paham dan dia kini memesankan makanan untuk sang adik lalu duduk kembali bersama dengan mereka di sana


" Bagaimana Cal di kelas tadi , apa aman ?". Tanya Ryan


" Aman lah memang nya ada apa ?". Tanya Calista balik


" Mana ada cowok yang berani godain gue mendekat saja mereka tidak Berani dan jika mereka berani berarti mereka lupa siapa orang yang ada di depan dan belakang gue ". Kata Calista


" Memang siapa orang yang ada di depan dan belakang Lo cal ?". Tanya Derren sok tidak tahu akan hal tersebut


" Tentu nya kedua saudara gue lah . Yang di depan sudah pasti kak Ray untuk menjaga gue dari depan dan yang di belakang Kai ". Kata Calista


" Kenapa bukan gue saja yang di depan dan kak Ray di belakang ". Kata Kai sedikit kesal


" Kan urutan dalam kartu keluarga kita memang begitu kan kamu ada di akhir dan di bawah ku Kai . ingat itu ". Kata Calista


" Sudah jangan banyak bicara sebaik nya kita segera makan lalu pulang ". Kata Ray


Karena makanan nya juga sudah datang mereka segera makan sekarang bahkan beberapa kali juga Kai dan Calista saling menggoda satu dengan yang lain nya


" Mereka memang sangat menjaga Calista sekali ya bahkan kita saja tidak bisa dekat dengan nya ". Kata Sky


" Lo kan sepupu nya apa tidak bisa juga dekat dengan Calista ?". Tanya Brandon


" Lo pasti tahu bagaimana Kai jadi tidak mungkin kan dia membiarkan adik nya dekat dengan kita ". kata Sky


" Benar juga bahkan memandang nya sajak kita di larang oleh Kai ". Kata Erland menimpali ucapan mereka berdua sementara Nathan mendengar kan saja sambil memakan makanan nya saat ini


Di sebuah supermarket kini Bianca sedang sibuk berbelanja sebab tadi mama nya menyuruh dia untuk membeli sesuatu untuk di masak buat makan siang Karena di rumah Ricky akan kedatangan tamu nanti nya jadi Yuli dan Luna akan masak sangat banyak sekali siang ini sebelum mereka pergi ke villa milik Ricky nanti malam


Bianca belanja bersama dengan Juan anak buah Ricky dan dia juga terlihat kini masih memilih beberapa barang

__ADS_1


" Sudah selesai nona ?". Tanya Juan


" sudah om ". Kata Bianca Dengan ramah nya


Juan pun mendorong troli tersebut dan kini dia terlihat mengantri di kasir sekarang .


" Om aku tinggal ke luar dulu ya mau beli es di depan sana seperti nya kelihatan segar sekali ". Kata Bianca


" Tunggu saya saja nona nanti saya belikan ". Kata Juan


Bianca tersenyum dan dia juga menggeleng kan kepala nya saat ini . " Tidak apa-apa om biar Bianca beli sendiri lagian juga kan dekat di depan sana ". Kata Bianca yang kini sudah pergi dari supermarket dan melangkah kan kaki nya menuju penjual es di sebrang sana .


" Es nya satu ya pak ". Kata Bianca


" Baik neng tunggu sebentar ya ". Kata sang penjual


Bianca Tersenyum lalu dia pun segera duduk di kursi yang ada dan kini dia juga memainkan ponsel untuk mengecek pekerjaan nya bersama dengan William


Tolong copet copet copet


Kata seseorang yang kini terlihat mengejar copet tersebut


Bug


Bianca mentekling sang copet yang memang lewat di hadapan nya dan dia kini mencoba mengambil handphone yang ada di tangan Sang copet


" Sialan kau, masih kecil berani sekali ikut campur ". Kata sang copet


" Kecil belum tentu penakut bukan dan jangan mengambil barang jika itu bukan hak kalian . Jika ingin kerja lah dengan baik ". Kata Bianca


" Jangan banyak omong kau anak kecil ". Kata sang copet


Kini terlihat dua pencopet itu beradu fisik dengan Bianca bahkan Bianca sama sekali tidak kesusahan melawan mereka berdua dan justru mereka lah yang di buat kalang kabut dengan aksi Bianca . Berkali-kali pukulan dan tendangan di layangkan Bianca kepada mereka berdua dan tampak juga wajah mereka sudah babak belur saat ini


Juan yang melihat hal tersebut pun kini menghampiri Bianca karena dia juga takut jika Bianca kenapa-kenapa bisa habis dia dengan Ricky dan juga Sam nanti nya


" Nona tidak apa-apa ?". Tanya Juan


" Tidak apa-apa om dan tolong urus mereka berdua om ". Kata Bianca sambil meraih ponsel nya dan kini dia segera mengembalikan nya kepada sang pemilik


" Terima kasih , dan Lo keren sekali bisa bela diri ". Kata Kim


" Sama-sama kak lain kali hati-hati lah jika membawa barang berharga ". Kata Bianca


" Ya dan sekali lagi terima kasih ya kamu sudah membantu kami berdua . oh ya kenalkan aku Jasmine ". Kata Jasmine sambil tersenyum menatap Bianca yang muka nya seperti nya tidak asing sekali bagi nya namun dia lupa pernah bertemu Bianca di mana


" Gue Kimberly Quella Sanders dan panggil saja Kim ". Kata Kim


" Bianca ". Kata Bianca sambil membalas senyuman dari mereka berdua


" nona ayo kita segera pulang karena mama anda sudah menunggu ". Kata Juan


" Kalau begitu gue pergi dulu kak dan hati-hati lah di jalan ". Kata Bianca sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada Kim dan juga Jasmine


" Untung saja ada dia tadi kalau tidak hilang sudah Handphone mu Kim bahkan Handphone itu terlihat sangat mahal sekali dari punya ku ". kata Jasmin


" Ya untung nya ada di bahkan dia terlihat sangat ahli sekali ya bela diri seperti Calista ". Kata Kim yang memang pernah melihat Calista memukul preman di dekat sekolah bahkan teknik dan pukulan nya seperti sama dengan Bianca menurut Kim

__ADS_1


" Sudah Kim sebaik nya kita pulang sekarang nanti ada copet lagi jika kita terlalu lama di sini ". Kata Jasmin


Mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mendapat kan kembali Handphone Kim dari pencopet tadi . Pertemuan tak terduga antara Kim dan Bianca dua wanita yang sulit sekali di taklukan oleh Kai . Bahkan Kai pun masih mencari cara untuk mendekati kedua nya dan entah siapa orang yang Kai sukai saat ini apa masih sama dengan ucapan nya dulu ketika masih kecil atau saat ini cinta nya untuk Bianca atau untuk Kim masih tidak ada yang bisa menebak nya sebab Kai masih saja mengejar kedua wanita tersebut dan dia juga masih berkomunikasi dengan baik dengan Fellin saat ini


__ADS_2