
Sejak tadi Bianca tidak bisa beristirahat bahkan memejam kan mata nya pun dia tidak bisa karena di dalam kamar nya masih ada Kai yang tengah tertidur . Ingin sekali dia mengusir Kai namun hal itu tidak bisa dia lakukan sebab dia juga tahu jika rumah yang dia tempati ini adalah rumah Daddy Kai otomatis Bianca pun tidak ada hak juga untuk mengusir nya walaupun dia ingin sekali
" Tidur saja Bi , bahkan gue juga tidak akan melakukan hal buruk juga kepada Lo tapi jika Lo ingin sih gue tidak masalah juga melakukan nya ". Kata Kai
Bianca langsung melempar kan bantal yang dia pegang sejak tadi ke muka Kai bahkan saat ini dia pun tertawa puas melihat kekesalan Bianca saat ini .
" Makin lama makin cantik saja ya calon istri gue ini ". Kata Kai sambil tersenyum menatap Bianca
" Jangan bicara hal yang tidak perlu dan Lo kenapa tidak pergi ke kamar Lo sendiri sih kak dan kenapa juga harus tidur di sini ". Kata Bianca
"Gue nyaman tidur di sini dan nyaman juga melihat wajah pemilik kamar ini ". Kata Kai
Bianca hanya diam saja bahkan kini dia pun tidak memperdulikan Kai . Dia mencari kesibukan lain nya sekarang agar tidak berada bersama Kai terus di kamar . Bianca melangkah kan kaki nya keluar dari kamar nya namun langkah kaki nya tertahan oleh pelukan dari Kai
" Mau kemana Baby ?". Tanya Kai sambil mengeratkan pelukan nya
" Kak jangan seperti ini gue gak suka sama sekali , lepas gak ". Kata Bianca
" Kalau gue gak mau bagaimana . Kenapa Lo selalu saja menghindar dari gue Hem ?". Tanya Kai yang kini membalik tubuh Bianca bahkan tatapan mata mereka beradu serta Bianca pin kini terpojok di dinding kamar nya sekarang karena itu adalah ulah Kai
" Lo jangan gila kak , gue akan teriak jika Lo seperti ini ". Kata Bianca
Kai memegang dagu Bianca dan dia pun tersenyum nakal kearah nya saat ini " Teriak saja bahkan tidak akan ada yang mendengar nya juga kan Karena setiap tempat di sini kedap suara baby ". Kata Kai
Bianca tidak akan membiarkan si mesum itu berbuat semau nya sendiri dan kini dia pun langsung menendang kaki Kai membuat Kai merintih sejenak namun dia tetap menahan Bianca di sana
" Kak Lo jangan aneh-aneh ya gue gak suka dengan cara Lo yang seperti ini ". Kata Bianca
Kai memang sangat bersabar sejak dulu menghadapi Bianca bahkan saat ini pun dia hanya menggoda nya saja dan dia juga tidak akan melakukan hal buruk kepada perempuan yang dia sukai
" Tetap lah di kamar dan jangan kemana-mana ". Kata Kai
Bianca pun tetap terdiam saat ini dan menatap Kai dengan tatapan tidak suka nya bahkan dia juga terlihat sangat kesal sekali dengan Kai
" Duduk lah Bi atau Lo mau gue gendong untuk bisa duduk ". Kata Kai
Bianca pun langsung duduk di sofa saat ini sambil memainkan ponsel nya walaupun dia masih sebal dengan Kai tapi dia kini mencoba untuk tetap mengabaikan Kai saat ini
Di kantin sekolah kini Calista dengan sang kakak beserta sedang asik makan di sana bahkan mereka terlihat bercanda bersama di sana membuat setiap siswa yang melihat pun merasa sangat iri dengan Calista
" Jadi Kai tidak masuk ke sekolah hari ini lalu kemana dia ". kata Calista
" Mungkin dia sedang asik berpacaran di luar sana ". kata Ryan
" Kai bukan seperti Lo ya yang doyan Gonta ganti pacar ". Kata Calista
" Lo gak tahu saja kan jika dia memang sering seperti itu ". Kata Ryan
Bug
Calista memukul Ryan karena tidak suka dengan apa yang Ryan ucapkan bahkan dia menatap dengan kemarahan Ryan sekarang
" Jangan marah Cal , itu memang Benar adanya dan Lo juga tahu kan hanya saja Lo menyangkal nya ". Kata Rafael
" Sekali lagi kalian bicara seperti itu gue tonjok ya muka jelek kalian berdua ". kata Calista
" Sudah lah Calista biarkan saja mereka berbicara seperti itu karena itu juga suka-suka mereka kan ". Kata Axel
Sejak tadi Ray hanya sibuk dengan handphone nya saja bahkan dia mengabaikan mereka yang ada di depan nya saat ini bahkan ketika pertengkaran antara Calista Dengan Ryan pun dia tidak tahu dan tampak tidak perduli juga
__ADS_1
" Kak sibuk banget ya ". Kata Calista
Kini Ray pun menatap adik nya itu ketika dia memanggil dan memegang tangan nya saat ini bahkan Ray kini melihat di sekeliling nya karena dia juga tidak tahu jika Kai tidak masuk sekolah
" Apa Kai tidak masuk sekolah hari ini ?". Tanya Ray
" Sejak tadi dia tidak terlihat sama sekali kak bahkan handphone nya juga tidak aktif ". Kata Calista
" Apa dia ada di rumah ya ". Kata Derren
" Jika dia di rumah maka bunda tadi tidak mencari nya ". Kata Calista
" Nathan ". Panggil Ray ketika dia melihat Nathan dan para sahabat Kai yang lain nya yang kini sudah masuk ke kantin sekolah
" Ada apa Ray ?". Tanya Nathan
" Apa Kai ada mengubungi kalian ?". Tanya Ray
" Tidak bahkan chat kita juga tidak di balas oleh nya ". Kata Nathan
Mereka kini duduk bersama dengan saudara Kai dan di sana mereka sedang asik sekali makan sambil mengobrol juga di sana bahkan sesekali juga Nathan melirik Calista yang kini tengah berdebat dengan Derren di sana
" Lo suka sekali ya Derren membuat ulah ". kata Calista
" Kan gue hanya ingin mencoba makanan yang Lo pesan Cal , jangan pelit lah jadi orang ". Kata Derren
" Apa papa Lo tidak memberikan uang jajan Hingga Lo minta makanan gue ". Kata Calista
Sejak tadi memang Derren merecoki nya makan bahkan sudah beberapa kali juga dia mengambil makanan yang Calista pesan tadi dan itu pun membuat Calista marah kepada nya karena itu adalah makanan favorit nya
" Jangan menatap Calista , jika Kai tahu bisa di hajar Lo nanti ". Bisik Brandon yang memang tahu jika Nathan menyimpan rasa kepada Calista sejak pertama kali dia bertemu dengan kembaran Kai bahkan Nathan juga sering memperhatikan Calista sejak dulu meskipun Kai beberapa kali menghajar nya dan memperingatkan dia tapi tetap saja dia tidak memperdulikan nya sama sekali . Cinta memang selalu bisa membuat orang bertindak di luar nalar nya dan karena cinta itu juga Orang akan bisa berubah dengan begitu drastis nya sama seperti Ricky dulu yang bisa berubah karena cinta nya kepada Yuli sosok wanita tomboy yang mengisi hati nya hingga kini
" Hai boleh gabung gak ?". Tanya Kim yang kini sudah duduk bersama dengan Calista
" Mungkin saja dia kangen Dengan Kai karena hari ini dia tidak masuk jadi dia ingin bertanya kepada Lo Calista ". Kata Rafael
" Gue kangen Dengan cowok Sok kecakapan kayak dia ah gak banget deh ". Kata Kim
" Kenapa Lo ada di sini bahkan tempat duduk masih banyak yang kosong di saja kenapa Lo duduk di sini ". Kata Ray dengan datar nya
Jasmin yang melihat hanya bisa diam saja bahkan dia tidak berani Melihat mereka sedikit pun sebab dia memang merasakan jika aura di sana sangat lah tidak cocok dengan diri nya hanya saja tadi dia mengikuti Kim karena dia ingin berbicara dengan Calista tentang Bianca
" Di sini juga tidak ada tulisan di larang duduk kan jadi gak masalah kali kak gue gabung dengan kalian , sebentar saja kok ". Kata Kim sambil tersenyum manis ke arah Ray tapi Ray tidak melihat nya dan kini dia kembali fokus dengan handphone nya untuk kembali membalas chat seseorang di sebrang sana
" Mau cari Kai ?". Tanya Calista
" Pertanyaan macam apa itu , tentu saja tidak lah . gue ke sini hanya mau tanya saja alamat rumah Bianca karena gue mau main ke rumah dia ". Kata Kim langsung pada inti nya kenapa dia duduk di situ
Calista tersenyum karena dugaan dia juga salah jika Kim mencari Kai tapi sebenarnya dia malah bertanya alamat rumah Bianca
" Bianca tinggal di rumah yang sama dengan gue jadi jika ingin main ke saya bareng kita saja nanti pulang sekolah ". Kata Calista
" Oh iya dia juga pernah berkata jika satu rumah dengan Kai , sampai lupa gue . Apa dia ada di rumah hari ini ?". Tanya Kim
" dia selalu ada di rumah sebab dia masih belum sekolah jadi masih stay di rumah saja ". Kata Calista
" Kim sudah belum , ayo kita pindah dari sini ". Kata Jasmin
" Sebentar kali mine gue belum selesai ". Kata Kim
__ADS_1
Jasmin merasa sangat tidak enak sekali karena beberapa anak di sana menatap nya bahkan Derren pun juga sejak tadi Menatap nya dengan tajam membuat dia sangat tidak nyaman sekali
" Nanti kalau gue jadi main gue bilang ke Lo ya ". Kata Kim
" Mau ketemu Bianca atau Kai nanti di sana . Pasti Lo hanya modus saja kan bertemu Bianca nya ". kata Ryan
" Sembarangan ya Lo kalau bicara . Mana suka juga gue bertemu dengan nya ". Kata Kim
" Ya kali aja Lo ada rasa yang terpendam Kepada Kai ". Kata Rafael
" Rasa benci pasti ada . ya sudah gue cabut dulu ya Calista sampai bertemu nanti ketika pulang sekolah ". Kata Kim
Dia segera pergi dari sana bahkan kini Calista Hanya tersenyum menatap kepergian Kim saat ini dan dia juga terlihat menatap Nathan karena tahu sejak tadi Nathan memperhatikan nya
" Kak sibuk apa sih dari tadi main handphone Mulu ?". Tanya Calista
" Bianca sedang mengirim pesan dan dia seperti nya akan bersekolah di sini juga karena Daddy meminta nya dia satu sekolah dengan kita walaupun dia berada di sekolah menengah pertama Tapi tetap satu tempat dengan kita juga kan di sini ". Kata Ray
Di sekolah Airlangga memang ada sekolah tingkat pertama nya dan gedung nya pun berhadapan dengan SMA Airlangga nya serta lingkungan sekolah nya pun sama jadi bisa di bilang nanti mereka bisa sering bertemu juga hanya saja kantin nya yang berbeda sebab di sana juga ada kantin tersendiri untuk mereka yang mau makan waktu istirahat
" Wah seru juga jika Bianca dan Arthur satu sekolah dengan kita ". Kata Calista
" Apalagi Kai dia pasti akan sangat pusing karena dua wanita yang dia dekati sekarang berada di sekolah yang sama ". Kata Derren
" Oh ya Nathan , apa kalian masih taruhan tentang Kim ?". Tanya Calista
" Kai sudah membatalkan nya bahkan dia memberikan kita uang lima puluh juta untuk satu orang karena dia membatalkan semua nya secara sepihak ". Kata Nathan
" Gila Kai , uang nya di Hambur-hamburkan tapi dia memang sangat kaya jadi tidak masalah juga sih ". Kata Rafael
" Bagus lah kalau kalian tidak melanjutkan nya ". kata Calista
Tentu Calista tahu sos penyebab Kai tidak melanjutkan taruhan nya itu karena pawang dia sudah ada di Indonesia dan Kai tidak akan mau terlihat playboy di depan nya nanti jadi dia membatalkan taruhan tersebut
Di rumah Airlangga kini tampak Yuli sedang asik bersantai bersama dengan suami nya Bahkan mereka terlihat sedang duduk asik di sofa sambil Yuli memijat kepala sang suami saat ini
" Kenapa ya aku merasa jika kak Luna tidak suka sekali dengan Kai ?". Tanya Yuli
" Bukan tidak suka sayang hanya saja dia merasa tidak enak saja jika Kai memang benar-benar menyukai Bianca ". Kata Ricky
" Apa salah nya sih jika mereka bersama , perbedaan itu indah sayang ". Kata Yuli
" Soal percintaan mereka jangan ikut campur dan biarkan mereka menentukan jalan nya sendiri . Setelah mereka kuliah nanti aku juga sudah memutuskan untuk kita akan tinggal di sebuah pulau saja menikmati masa tua dan biarkan anak-anak menjalani hidup mereka nanti nya ". Kata Ricky
" Tidak aku tidak mau ya , seperti orang asing saja kita kalau hanya tinggal berdua saja di pulau ". Kata Yuli
Ricky tersenyum sambil menengadah kan Kepala nya menatap Yuli bahkan dia juga mencium istri nya itu karena dia masih saja menggemaskan seperti dulu
" Aku ingin hidup tenang sayang Dengan kamu tanpa ada gangguan sama sekali ". Kata Ricky
" Kamu memang sudah tua dan sudah saat nya juga anak-anak merawat kita dan aku yakin juga tidak akan ada yang mengganggu kita juga bahkan selama ini kita juga baik-baik saja kan dalam menjalani hidup ". Kata Yuli
Yuli tetap lah Yuli , wanita yang selalu menang jika berdebat dengan siapapun bahkan Ricky hanya bisa mengalah saja Dengan perkataan istri nya itu
" Ya sudah jika itu memang keinginan kamu aku tidak akan melarang nya sama sekali ". Kata Ricky
Mereka masih saja bersantai di saja dan tampak juga Yuli beberapa kali menjahili suami nya itu membuat suasana di sana terlihat sangat romantis sekali saat ini
" Sudah waktunya aku melatih Bianca ". Kata Ricky berbaring dari tidur nya
__ADS_1
" Jangan terlalu keras melatih nya bahkan dia masih sangat muda sekali dan seharusnya dia masih bermain dengan yang lain nya ". Kata Yuli
Ricky tersenyum dan mengangguk kan Kepa nya , kini dia segera menuju kamar Bianca untuk memanggil nya agar mereka bisa latihan bersama lagi sekarang ini . Ricky bahkan terus menerus melatih Bianca agar dia bisa sangat kuat sama seperti papa nya dan tentu nya dia bisa bekerja sama dengan Calista nanti nya agar mereka bisa melindungi satu sama lain nanti nya jadi itulah alasan kenapa Ricky selalu melatih Bianca saat ini untuk bekal mereka nanti ketika menghadapi keras nya dunia bahkan juga tidak menutup kemungkinan jika mereka akan menghadapi musuh lama Ricky nanti nya