
Nathan memang tidak terlalu dekat dengan papa nya karena insiden terdahulu dan itu menurut Sam hanyalah sebuah kesalahpahaman saja namun Nathan tidak memperdulikan nya dan dia malah tetap saja tidak mau memanfaatkan kesalahan papa nya yang jelas bukan dia yang melakukan nya dan dia hanya di jebak oleh seseorang saja
" Apa Lucifer datang kemarin Nathan ?". tanya Sam
" Datang papa tapi hanya mengambil para sahabat nya yang terluka saja lalu pergi dari rumah Ray ". Kata Nathan
" Racun Kai memang bagus sekali dan biasa nya penawar nya hanya dia yang tahu jadi jika ada yang terkena racun dia pasti akan sangat sulit sekali untuk sembuh sebab penawar nya biasanya hanya Kai saja yang mengetahui nya orang lain tidak akan bisa membuat nya ". Kata Sam
" Papa benar dan Kai memang memberikan racun kepada mereka namun tidak terlalu mematikan sebab dia hanya ingin menggertak saja ". Kata Nathan
" Dia masih sama oh ya Nathan apa kamu akan menetap di Jepang atau kembali lagi ke New York?". Tanya Sam
" Nathan akan kembali pa karena di sana masih ada yang belum selesai di urus apalagi Kai juga mengajak kembali ". Kata Nathan
" Papa pikir kalian akan menetap di sini bahkan papa merasa jika kalian sudah tidak akan kembali karena kalian sudah di sini lama sekali " . Kata Sam
" Kita mengikuti Kai di sini dan jika dia mengajak kembali maka kita akan kembali ". Kata Nathan
" Ya seharus nya kalian memang tidak di sini sebab jika di sini Bianca akan mudah di hasut orang untuk meninggalkan Kai . Anak itu masih terlalu tidak bisa mengontrol dirinya bahkan dia terlalu kasihan kepada orang hingga melupakan kebahagian nya sendiri ". Kata Sam
" Apa ada lagi yang mengganggu hubungan mereka pa ?". Tanya Nathan
" Setelah papa mengajak nya pergi jalan berdua seperti nya dia sudah paham tapi papa juga harus mematikan nya lagi jika dia tidak akan goyah sama sekali ". Kata sama
" Jika di New York maka Bianca tidak akan lepas dari Kai sedikit pun juga dan sama saja dengan di sini pa dia juga tidak akan lepas dari pandangan Kai ". Kata Nathan
" Lalu jika kamu ke New York bagaimana dengan Calista?". Tanya Sam
" Ada ak buah Nathan yang selalu saja membantu untuk mengawasi Calista sejak dulu ". Kata Nathan
" Presdir Wung " Kata Sam
" Iya benar sekali pa dia memang nathan tugas kan untuk mengelola perusahaan yang ada di sini ". Kata Nathan
" Kamu memilih orang kepercayaan yang hebat bahkan dia Sangat bisa di percaya dengan segudang kemampuan nya ". Kata Sam
" Ya benar sekali dan aku juga beruntung sekali bisa bersama dengan nya dan kehebatan dia sama seperti papa ". Kata Nathan
" Papa mu ?". Tanya Sam Bercanda
" Ya papa Sam lah kenapa jadi papa ku . Jangan bercanda pa tidak baik jika bercanda ". Kata Nathan
" Apa tidak boleh jika aku bercanda dengan mu Nathan kan sudah lama juga kita tidak bercanda bahkan kita juga sudah lama tidak latihan juga ". Kata Sam
" Ayo kita latihan pa sekarang mumpung kita masih di sini ". Kata Nathan
" Jangan sekarang karena kamu juga banyak tamu bukan jadi sebaik nya nanti saja kita latihan bersama ". Kata Sam
" Mereka kan keluarga Kai bukan tamu jadi tidak masalah kan jika mereka Nathan tinggal pa ". Kata Nathan
" Ya tapi tidak enak juga kan jika papa Sam meninggalkan sang leader di rumah ini kan mereka juga masih belum paham akan rumah ini ". Kata Sam
" Tidak masalah pa nanti bisa papa katakan bukan jika papa dan Nathan sedang latihan . Nathan sudah lama tidak berlatih dengan papa hebat Nathan ini dan Nathan pun sangat merindukan papa hingga tidak bisa tidur ". Kata Nathan
" Bisa sekali ya kamu menggombal pantas saja Calista yang cantik itu menyukai mu ". Kata Sam
" Jika aku menyukai Bianca tentu papa tolak Bukan karena dia adalah milik Kai sejak kecil". Kata Nathan
" Bicara apa kamu jangan bicara seperti itu nanti orang yang mendengar bisa salah paham apalagi sahabat kamu itu dia pasti akan langsung marah jika mendengar hal seperti itu ". Kata Sam
" Dia terlalu cinta sama anak papa jadi tidak mau jika ada yang merebut kekasih tercinta nya itu ". Kata Nathan
" Kai memang hebat dan papa juga akan sering melatih Bianca agar mereka imbang dan Bianca bukan penghalang bagi nya nanti jika ada musuh yang ingin menyerang dia bahkan Bianca tidak akan menjadi kelemahan bagi nya nanti ". Kata Sam
" Kai setiap hari melatih nya pa agar dia bisa lebih hebat lagi dan Nathan juga suka melatih dia juga jadi pasti dia juga hebat sekali sekarang ini ". Kata Nathan
" Hanya saja dia masih belum bisa menata hati nya karena dia pun masih terlalu Mudah kasihan kepada lawan nya ". Kata Sam
" Dia memang memiliki hati lembut seperti bunda Yuli ". Kata Nathan
" Dia anak mama Luna bukan bunda Yuli jadi mana mungkin dia seperti bunda Yuli Nathan . Jangan mengada-ada ". Kata Sam
" Nathan benar papa ya Nathan tahu jika Bianca anak mama Luna tapi dia seperti bunda Yuli menurut ku sendiri pa ". Kata Nathan
" Sudah papa mau berkumpul dengan yang lain nya juga untuk mengobrol jadi kamu juga berkumpul dengan yang lain nya juga ". Kata Sam
" Ayo kita berlatih saja papa agar aku bisa hebat seperti mu juga nanti nya ". Kata Nathan
__ADS_1
" Kau sudah hebat Nathan jadi untuk apa lagi berlatih dan aku pun tidak sehebat itu sekarang ini ". Kata Sam
" Siapa yang tidak kenal seorang Sam yang selalu bisa menghabisi musuh dengan mudah dan dapat mengirimkan beberapa mata-mata untuk para musuh nya ". Kata Nathan
" Kau berbicara terlalu berlebihan sudah lah aku akan pergi menemui yang lain nya sekarang ". Kata Sam
Sam dan Nathan pun kini pergi ke tempat para sahabat nya untuk berbicara dengan mereka dan mengobrol
" Sepi sekali seperti kau di tinggal oleh mereka semua Nathan ". Kata Sam
" Mungkin mereka sedang berlatih jadi aku akan ke sana bergabung dengan mereka". Kata Nathan
" Hati-hati lah Nathan jika berlatih sebab sekarang ada Tozaki bukan jadi jangan terlalu memakai hal yang rahasia di depan dia karena kita tidak tahu bukan bagaimana dia yang sebenar nya dan apa tujuan dia datang ke sini ". Kata Sam
" Iya papa tenang saja Nathan dan juga yang lainnnya pun tidak sebodoh itu jadi pa tenang saja ". Kata Nathan
Dor Dor Dor
Tembakan yang di lesatkan Bianca sejak tadi dapat mengenai sasaran nya bahkan sama sekali tidak pernah meleset sedikit pun juga
Prok Prok Prok
Tepuk tangan mereka semua pun juga terdengar saat Bianca tadi melesat kan peluru terakhir nya dan terlihat juga jika Tozaki tersenyum menatap Bianca yang memang hebat sekali itu dalam menggunakan pistol
" Lihat lah Lo memang hebat sekali Bianca ". Kata Kim
" Terima kasih atas pujian nya kak tapi aku tidak sehebat itu jika aku hebat maka aku bisa mengalahkan kalian semua ". Kata Bianca sambil tersenyum menatap mereka semua
" Tapi Lo memang hebat Bian bahkan semua nya tepat sasaran seratus persen ". Kata Rafael
" Latihan setiap hari dengan kak Kai membuat ku semakin terampil kak jadi aku pun bisa menggunakan pistol dengan baik ". Kata Bianca
" Gue saja gak pernah di ajari Kai bahkan dia selalu saja banyak alasan jika gue meminta nya untuk mengajari Bianca ". Kata Calista
" Kan kita jauh jadi mana bisa aku mengajari mu saudara kembar ku yang paling cantik ". Kata Kai
" Halah jika tidak jauh pun kau mana mau mengajari ku Kai ". Kata Calista
" Ya sudah ayo aku ajari sekarang kak agar cepat bisa ". Kata Kai
" Ayo Kai cepat ajari aku ". Kata Calista
" Iya sabar kak kenapa buru-buru sih kak . Kan masih banyak waktu jadi tenang saja ". Kata Kai
Dia kini Menghampiri kembaran nya dan dia pun sejajar dengan Calista untuk memastikan jika posisi Calista sudah benar Sekarang ini
" Sudah siap ?". Tanya Kai
" Sudah ayo Kai mulai lah apa aku sudah benar jika seperti ini ?". Tanya Calista
" Sudah ayo tembak saja karena posisi nya juga sudah benar sekali ". Kata Kai
Calista pun mencoba untuk melesatkan tembakan nya dan ternyata tiga kali tembakan dan satu nya meleset agak jauh dari sasaran
" Tuh kan pasti ada yang tidak kena tidak seperti Bianca tadi ". Kata Calista
" Semangat kak pasti bisa ayo to coba lagi ". Kata Bianca berteriak kepada Calista untuk menyemangati Calista agar dia tidak putus atas
" Kai Bagaimana ini ayo cepat benarkan posisi ku agar tidak salah lagi ". Kata Calista
Kai pun membenarkan posisi kembaran nya dan dia pun menunjuk kan bagaimana cara agar tembakan nya tidak meleset lagi nanti nya bahkan dia juga dengan telaten mengajari Calista, biasa nya Kai akan marah dan tidak akan mau melakukan nya tapi kali ini berbeda dia mau membantu kakak nya itu dengan sabar sekali dia melakukan nya
Dor Dor Dor
Dan kali ini tembakan Calista pun tepat sasaran bahkan dia terlihat sangat cepat sekali menembak nya bahkan tidak ada yang meleset sama sekali
" Wah Kai lihat lah semua nya tepat sasaran dan tidak ada yang meleset sama sekali tadi ". Kata Calista senang sekali
Dia kini memeluk Kai bahkan dia juga terlihat sangat bahagia sekali bisa melakukan nya beberapa kali dan berhasil juga . Ray menghampiri mereka berdua dan kini dia pun juga memeluk Calista dan juga Kai bersama , terlihat sekali kekompakan mereka bertiga kali ini di sana
" Hebat sekali ya kedua adik kakak ini dan kakak pun sangat senang sekali melihat kamu bisa melakukan nya ". Kata Ray
" Semua nya tidak lepas dari kakak yang juga selalu menyemangati kita untuk melakukan nya ". Kata Calista
" Kai sekarang gue juga mau di latih seperti itu ". Kata Kim
" Ada kak Ray jadi minta saja bantuan atau di latih oleh kak Ray karena dia juga sangat pandai sekali dalam menggunakan pistol ". Kata Kai
__ADS_1
" Lo ya pelit sekali dengan gue padahal kan gue juga ingin bisa seperti Calista ". Kata Kim
" Kak cewek Lo mulai lagi dan jika gue membentak dia berarti bukan salah gue kan jadi ingat kan dia kak ". Kata Kai
" Kamu mau aku latih ?". Tanya Ray
" Boleh juga dan jika kamu tidak sibuk ayo latih aku sekarang ". Kata Kim
" Dia sudah bisa sebenar nya hanya saja dia masih kurang teratur latihan nya jadi dia masih terkadang melenceng dari sasaran ". Kata Tozaki
" Itu karena Lo yang gak mau melatih gue lagi jadi gue pun tidak bisa menembak dengan baik karena tidak rutin latihan ". Kata Kim
" Kita sama-sama sibuk jadi mana sempat juga melatih Lo dan sekarang Lo sudah punya kekasih hebat jadi minta saja di latih oleh nya kali ini Kim ". Kata Tozaki
" Tentu saja gue akan minta di latih kekasih gue kan dia juga hebat dan tidak kalah hebat juga dari Lo dan juga Kai ". Kata Kim
Dia kini maju dan segera memakai perlengkapan dan kini mengambil satu pistol yang akan di gunakan untuk berlatih
" Sayang ayo ajari aku agar bisa seperti mereka berdua dan aku pun tidak mau kalah dari mereka berdua nanti nya ". Kata Kim tersenyum menatap Ray
Ray pun mengajari Kim dengan telaten bahkan dia juga terlihat sangat sabar sekali mengajari kekasih nya itu sekarang ini sementara Fellin hanya mereka saja sejak tadi
" Jangan coba merusak hubungan Bianca dan Kai jika Lo masih ingin hidup tenang ". Kata Nathan yang menghampiri nya dan berbicara kepada nya membuat Fellin pun kini menatap nya dengan tajam
" Apa maksud mu Nathan bahkan aku tidak melakukan apapun ". Kata Fellin
" Kau memang gadis polos dan lugu tapi itu dulu dan gue pun mengawasi Lo jadi jangan mengganggu Bianca apalagi memanfaatkan kebaikan nya jika Lo tidak ingin kelurga Lo hancur bahkan Lo tahu bukan jika Kai pun bisa melakukan nya juga ". Kata Nathan
" Aku sama sekali tidak ada Niatan untuk merebut Kai dari Bianca dan aku hanya ingin dia mengajari ku saja tidak lebih ". Kata Fellin
" Gue tidak bodoh begitu juga dengan Kai bahkan rumah ini dan juga markas ada cctv nya jadi kenapa Lo mesti mengelak dengan semua tuduhan ". Kata Nathan
Nathan masih bisa menahan emosi nya dan tetap tenang meski pun dia kini juga merasa sangat kesal sekali namun dia berusaha untuk tetap tenang kali ini agar suasana tidak kacau juga
" Kau salah paham Nathan dan jika Bianca mengadu kepada mu tentu saja mungkin dia lupa jika aku hanya ingin kau mengajari ku saja ". Kata Fellin
" Memang Lo polos dulu dan sekarang Lo pandai berbicara karena banyak membaca buku dan tidak pernah bergaul dengan orang lain maka dari itu seperti nya Lo sudah mulai berubah ". Kata Nathan
" Sama sekali aku tidak meracuni pikiran Bianca dan aku juga untuk apa merusak hubungan nya kan aku juga sudah memiliki kekasih jadi untuk apa juga melakukan nya
" Tidak ada yang tahu juga untuk apa Lo melakukan nya tapi yang jelas jangan pernah mengganggu atau merusak hubungan Bianca dan Kai ". Kata Nathan
" Lo kenapa Nathan di sini ?". Tanya Axel
" Gue hanya memberi peringatan saja kepada kekasih Lo dan Lo pun juga tahu bukan kenapa gue memberikan peringatan kepada dia ". Kata Nathan lalu pergi dari sana menghampiri yang lain nya sekarang ini
" Kak Nathan dari mana saja kenapa lama sekali dan lihat lah kekasih kakak sudah sangat lelah menunggu". Kata Bianca
" Kamu lelah swety ?". Tanya Nathan
" Tidak juga tapi tadi aku telah berlatih menembak dengan Kai dan tadi aku bisa melakukan nya dengan baik dan benar juga ". Kata Calista tersenyum menatap Nathan dan Nathan pun merangkul nya kali ini
" Tangan Lo ya Nathan jangan kemana-mana di jaga dengan baik ". kata Kai membuat Ray pun menatap Nathan juga
" Hanya seperti ini saja gak boleh Kai pelit banget sih Lo ". Kata Nathan
" Belum sah jadi tangan harus di jaga Nathan dan jangan sampai Lo melakukan hal di luar batas ". kata Kai
" Gue tidak pernah seperti itu dan gue selalu menjaga dia dengan baik Kai jadi jaga bicara Lo itu ya ". Kata Nathan yang kini beralih dari Calista menuju Bianca dan merangkul nya
" Tangan Lo mau gue potong Nathan merangkul orang sembarangan saja ". Kata Kai kesal sekali
" Gue di suruh papa untuk melatih nya jadi tidak masalah juga seperti ini ". Kata Nathan. yang memang sengaja ingin membuat Kai cemburu dan yang lain nya pun tampak mendukung dirinya
" Kenapa papa menyuruh untuk melatih Bianca lagi , bukan nya dia sudah pandai sekali Nathan ?". Tanya Arthur
" Seperti nya papa sudah membaca situasi yang ada maka dari itu kini Bianca di tuntut harus lebih hebat lagi dari sebelumnya". Kata Nathan
" Apa ada hal yang akan terjadi Nathan ?". Tanya Ray
" Entah lah tapi yang jelas papa Sam tidak mau jika Bianca terlihat lemah dan dia harus kuat seperti kita juga ". Kata Nathan sambil mengelus rambut Bianca dan dia juga tahu menjadi seperti itu tentu nya tidak lah mudah dan Bianca harus melakukan nya sejak kecil bahkan dulu sebenarnya dia akan di jadikan asisten dari Calista untuk melindungi Calista namun sayang nya Kai sudah menjadikan dia kekasih jadi tidak bisa jika dia melindungi Calista lagi
" Jangan terlalu memaksa dia kasihan Bianca jika terus saja di tuntut sempurna". Kata Calista
" Bukan seperti itu kak cerita nya hanya saja memang papa ingin anak nya hebat semua agar lawan tidak bisa menyakiti kita jadi jangan salah mengartikan apa yang di katakan kak Nathan tadi ". Kata Bianca
" Kan ada Kai yang akan menjaga kamu jadi tidak perlu juga berlebihan Bianca berlatih nya kan kamu juga memiliki kehidupan lain nya dan tidak melulu soal latihan bukan". Kata Calista dan Bianca hanya tersenyum saja ketika mendengar nya bahkan dia juga tahu jika Calista memang sangat menghawatirkan dia jadi dia pun tidak akan marah sama sekali dengan siapapun yang ada di sini sebab mereka saling perduli dan menyayangi juga
__ADS_1