Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Resmi Jadian


__ADS_3

Ray dan Kim mencari di mana yang lain nya berada sekarang ini karena mereka juga sudah puas jalan berdua nya jadi memutuskan untuk bergabung dengan yang lain nya saja sekarang. Ray melihat jika Bianca duduk manis di kursi dan dia pun segera menghampiri nya sekarang ini bersama dengan Kim


" Lo kenapa Bianca ?". tanya Kim ketika sudah sampai di depan Bianca dan melihat dia di obati oleh Kai


" Dia jatuh tadi dan sekarang Kai sedang mengobati nya ". Kata Haruka


" Kok bisa Lo jatuh , bagaimana cerita nya Bianca ?". Tanya Kim kembali membuat kau menoleh dan menatap nya dengan tajam


" Dia hanya bertanya Kai jadi jangan menatap seperti itu ". Kata Ray


" Suruh kekasih mu itu diam kak Karena aku tidak bisa berkonsentrasi jika dua mengoceh terus ". Kata Kai kesal


Ray hanya menggeleng kan kepala nya saja karena luka yang di alami Bianca juga hanya kecil saja tapi kepanikan dan ke khawatiran Kai sangat lah berlebihan sekali menurut Ray eh tapi bukan menurut Ray saja itu menurut semua nya yang ada di sana


" Kak ayo kita pulang saja dan aku juga sudah puas di sini tadi ". Kata Bianca


" Ya sudah kita pulang dan nanti lanjut pengobatan nya di rumah saja ". Kata Kai


" Tunggu dulu , Calista belum terlihat jadi kita tunggu saja dia dulu ". Kata Ray


" Dia bersama dengan Nathan jadi jangan khawatir kak ". Kata Kai


" Tetap saja dia tidak boleh jika hanya berdua saja ". Kata Ray


" Nathan tidak akan melakukan hal buruk kepada Calista kak jadi tenang saja dan percayalah". Kata Kai masih berusaha meyakinkan Ray


" Kasihan juga Bianca kak jadi ayo pulang saja karena aku juga yakin jika Nathan bisa di andalkan ". Kata Sean


" Ya sudah kalau begitu kita pulang sekarang dan kabari Nathan jika kita sudah pulang agar dia juga segera menyusul nanti dan ingat , katakan kepada nya jangan membawa Calista pergi ke tempat lain lagi dan suruh saja langsung pulang ". Kata Ray


Kai hanya mengangguk kan kepala nya saja dan kini dia pun segera menggendong Bianca membuat Bianca terkejut sekali di buat nya


" Kak aku bisa jalan sendiri jadi turunkan aku , malu kak Di lihat banyak orang ". Kata Bianca


" Sudah diam saja atau kamu mau aku cium di depan umum baby ". Kata Kai sambil menyunggingkan senyum nya membuat Bianca pun terdiam sekarang. Sejak tadi mereka memang sudah menjadi pusat perhatian banyak orang karena ketampanan mereka berempat tadi dan kini mereka pun kembali menjadi pusat perhatian banyak orang di sana sebab Kai menggendong Bianca , Mereka yang melihat pun merasa iri dengan kemesraan itu . Dan kini mereka sudah pergi meninggalkan tempat tak lupa juga Kai memberi tahu Nathan jika dia dan yang lain nya sudah pulang namun tidak ada warning dari Kai untuk Nathan sekarang ini jadi Nathan masih lah aman sekarang karena Kai juga sudah percaya dengan nya jadi dia bisa mendekati Calista Dengan leluasa sekarang ini .


Mobil telah memasuki area rumah Ray dan mereka segera memarkir kan nya . Sean pun juga ikut datang ke rumah itu bersama dengan Haruka sebab dia juga ingin mengunjungi Ricky dan juga Yuli sekarang di rumah. Seperti tadi Kai tetap saja menggendong Bianca membuat Bianca kini semakin mengomel


" kenapa ribut-ribut , Bianca kenapa Kai?". Tanya Yuli


" Jatuh tadi Bun di sekitar wahana ". Kata Kai yang kini sudah menduduk kan Bianca di sofa


" Kamu sudah besar kenapa bisa jatuh sih Bian, aneh-aneh saja ya kamu ini ". kata Luna yang kini memukul pelan anak nya itu


" Dia baru jatuh loh ma dan terluka kenapa mama masih saja memukul nya ". Kata Kai


" Hanya luka kecil saja manja minta di gendong Kai jadi mama memukul nya ". Kata Luna


" Meskipun kecil jika luka ya tetap luka ma jadi Kai tidak akan membiarkan Bi jalan karena sedang terluka ". Kata Kai


" Lebih parah dari Daddy nya ". Kata Rachel


" Ya benar lebih posesif dari kak Ricky ". Kata Kikan


Mereka semua tahu bagaimana Ricky dulu dan kini Kai malah lebih dari dirinya hingga Yuli pun menggeleng kan Kepala nya mendengar hal tersebut


" Ya sudah obati saja dia Kai sekarang". Kata Yuli


" Sudah sejak tadi Bun di Tokyo Disneyland dan tadi dia juga menggendong Bianca ". Kata Ray


" Wah romantis sekali anak bunda dan kamu apa tidak menggendong Kim juga Ray ?". Tanya Yuli

__ADS_1


" Memang nya dia kenapa harus di gendong Bun ?". Tanya Ray membuat Yuli memukul anak nya itu


" Biar romantis sayang ". Kata Yuli


" Keromantisan Ray bukan untuk konsumsi publik Yul jadi akan susah jika ingin melihat nya kita ". Kata Rachel


" Benar juga ya , Ray kan malu-malu kucing jadi mana mungkin akan menunjukkan keromantisan nya sekarang ini ". Kata Yuli


Mereka hanya tersenyum saja sekarang karena menggoda Ray dan Kim juga tersenyum malu dengan godaan Yuli dan lain nya


" Sean kau di sini juga ?". Tanya Arok


" Iya papa Sean datang kemari ingin mengunjungi bunda dan Daddy". Kata Sean


" Mereka bukan bunda dan Daddy Lo jadi stop mengatakan hal itu Sean ". Kata Kai


" Kai , mereka semua boleh memanggil bunda seperti itu jadi kamu jangan melarang ya ok ". Kata Yuli


" Tuh Kai dengar lah apa yang di katakan bunda mu itu jangan melarang orang seenak nya saja ". Kata Haruka


" Lo juga cerewet sekali ". Kata Kai


" Sama seperti Bianca ". Kata Haruka


" Beda lah , Lo jelek dan Bi cantik jadi Lo dan Bi berbeda jangan mencoba untuk sama dengan nya sebab itu sangat mustahil sekali ". Kata Kai


Ray yang tidak tahan dengan adik nya yang selalu mengomel orang itupun langsung memukul kepala nya dan Kai pun berhenti mengomel tetapi kini dia menatap Ray dengan tajam nya


" Main geplak saja kak , sakit tau ". Kata Kai


" Diam lah Kai jangan banyak bicara , apa tidak lelah sejak tadi siaran Mulu seperti radio ". Kata Ray


" Betul sekali Bianca ". Kata Kim


Mereka menertawakan Kai karena kesal sekarang ini dan ini pun gantian sebab biasa nya Kai yang suka membuat orang kesal sedang kan sekarang dirinya lah yang di buat kesal oleh mereka semua nya


" Kau lancang sekali Kai masuk ke ruang kerja ku tanpa izin ". Kata Ray


Kai hanya tersenyum saja sekarang karena melihat muka marah Ray dan dia pun kini mendadak berubah menjadi anak yang menggemaskan sekali dengan tatapan tak berdosa nya itu untuk meluluhkan hati Ray sang kakak


" Aku hanya masuk sebentar saja kak dan itu juga tidak lama jadi Ma'af kan adik mu yang tampan ini ya kak ". Kata Kai


" Kau ini memang sangat bandel sekali Kai dan apa tadi kau merusak fasilitas di sana ?" Tanya Ray


" Tentu saja tidak kak , kan adik mu ini tidak separah itu kak jadi tidak mungkin merusak di sana hanya saja aku menggunakan beberapa fasilitas saja di sana untuk melakukan pekerjaan ku bersama dengan para sahabat ku ". Kata Kai sambil tersenyum agar Ray luluh dan tidak marah kepada nya sekarang ini


" Kau ya dasar adik yang paling rusuh ". Kata Ray sambil menjitak kepala Kai sekarang ini dan Kai hanya bisa tersenyum saja mendengar apa yang di katakan Ray


" Oh ya , Calista kemana kok tidak bersama kalian ?". Tanya Ricky Yang sejak tadi tidak menemukan keberadaan anak cantik nya itu


" Dia bersama dengan Nathan Daddy dan tadi bersama kita cuma kita tinggal kak Calista". Kata Bianca


" Kenapa bisa kalian meninggalkan nya , Ray bagaimana tanggung jawab mu sebagai seorang kakak. Kenapa kau meninggalkan Calista bersama dengan lelaki Dan hanya berdua saja ". Kata Ricky terlihat emosi kepada anak pertama nya itu sebab itu adalah tanggung jawab Ray untuk menjaga Calista agar dia tetap aman dan Kai pun juga harus menjaga nya juga, jadi saling menjaga dan melindungi saja sekarang ini.


Yuli berjalan menghampiri Ricky dan menenangkan nya agar dia tidak marah dan emosi karena hal sepele saja


"Sayang jangan marah dulu , dengar kan saja apa yang akan mereka katakan dan jelas kan sekarang ini ". Kata Yuli mengelus lengan Ricky sambil menatap nya dengan senyuman dan itu berhasil membuat Ricky tetap tenang sekarang namun tatapan tajam nya tidak lepas dari kedua anak lelaki nya itu yang sudah berani meninggalkan Calista bersama dengan Nathan saja


" Dad Nathan tidak seburuk itu dan dia bisa di percaya untuk menjaga Calista jadi Daddy tenang saja dan Kai bisa menjamin nya sebab Kai lah yang mengajak kak Ray pulang jadi jangan marah kepada kak Ray tapi marah lah kepada Kai saja ". Kata Kai


" Tidak Daddy , kali ini memang Ray yang salah dan tidak seharusnya juga Ray meninggalkan Calista tadi , Ray siap di hukum karena kelalaian Ray ". Kata Ray

__ADS_1


" Jangan begitu kak , semua ini karena aku memaksa dan mengajak kakak tadi jadi jangan menyalah kan diri kakak sendiri sebab Kai lah yang salah ". Kata Ray


Mereka berdua kini saling membela di depan Ricky yang sedang marah membuat Ricky dan para sahabat nya tersenyum Sebab Ricky memang tidak benar-benar marah dan kini dia hanya ingin mengetes Ray dan Kai saja apa mereka masih saling melindungi dan membela hingga sekarang, dulu mereka saling membela sejak kecil dan kini Ricky ingin tahu apa mereka masih sama seperti dulu ketika kecil


" Hebat sekali ya kalian berdua masih kompak ". Kata Ryan


" Tentu saja kita kompak karena kita saudara bukan seperti Lo yang hanya anak tunggal saja ". Kata Kai


" Kai , kalau bicara di jaga mulut nya dan itu bukan lelucon ". Kata Yuli


" Dia kan memang begitu Yul jadi kita semua paham ". Kata Rachel membela Kai


" Tapi tidak semua orang juga bisa paham dengan candaan Kai jadi dia harus menata ucapan nya itu agar tidak salah nanti nya ". Kata Yuli mengingat kan anak nya


" Mana pernah Bun dia mengaku salah malah dia akan menghajar orang yang menyalah kan nya ". Kata Derren


" Benar sekali dan kita sudah pernah merasakan enak nya pukulan Kai ". Kata Rafael


" Jangan mengadu Untuk membuat bunda marah kepada ku ya karena ucapan kalian ". Kata Kai


" Kita tidak mengadu Kai karena itu adalah fakta nya ". Kata Derren sambil tersenyum menatap Kai dan dia memang terlihat seperti mengejek Kai sekarang ini


" Kai pergi dulu sebentar ada urusan ". Kata Kai lalu langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan mereka. Dia akan menghajar orang yang berani menabrak Bianca tadi dan sekarang lelaki itu sudah bersama dengan anak buah Kai dan juga para sahabat nya di markas


Di Tokyo Disneyland Calista dan Nathan masih saja berjalan bersama di sana . Nathan tidak memberi tahu jika yang lain nya sudah pulang jadi sejak tadi mereka berdua sibuk menaiki wahana di sana dan membuat momen kebersamaan bersama juga sekarang ini


" Seru sekali ya Nath tadi ". Kata Calista


" Lebih seru memang jika ada Lo selalu di samping gue ". Kata Nathan


" Apaan sih Nathan, gombal Mulu dari tadi ". Kata Calista


" Lo cantik dan sulit sekali untuk di gapai Calista dan itu membuat gue semakin bersemangat untuk mendapat kan Lo ". Kata Nathan


" Memang nya gue barang apa harus di dapat kan ". Kata Calista


" Barang langka dan hanya ada satu di Dunia". Kata Nathan membuat Calista tersenyum sambil memandang nya


Nathan memegang tangan Calista membuat dia heran dan menatap nya sekarang ini .


" Jika gue kembali ke New York maka berjanji lah untuk menunggu gue kembali nanti nya dan tetap buka hati hanya untuk gue saja ". Kata Nathan


" Jika ada yang lebih dari Lo kenapa tidak ". Kata Calista bercanda


" Gue serius Cal dan di sini di tempat ini yang mungkin Lo anggap tidak romantis . Gue Nathan Ardiansyah ingin menjadi kan Lo Calista Putri Airlangga sebagai pendamping hidup gue selama nya . Apa Lo mau Cal ?". Tanya Nathan


Calista tampak terdiam sekarang ini karena dia masih saja bingung ingin menjawab apa karena dia juga masih ragu sebab jarak antara New York dan juga Jepang itu terlalu jauh menurut nya


" Jangan menjawab sekarang Cal tidak masalah yang terpenting Lo tahu bagaimana isi hati dan keinginan gue kepada Lo ". Kata Nathan


" Jika gue menerima nya , apa Lo bisa setia Nath , sebab jarak kita nanti akan sangat berbeda ". Kata Calista


" Berbeda negara bukan lah penghalang bagi gue dan jika Lo mau seperti apa yang gue katakan tadi maka gue akan tetap di Jepang agar kita bisa bersama ". Kata Nathan


Dia kini mengeluarkan kalung yang selama ini dia pesan di hanya ada satu saja sebab dia sendiri lah yang mendesain nya untuk Calista sama hal nya dengan Kai yang membuat satu set perhiasan untuk Bianca


" Jika Lo mau menunggu gue dan sabar dengan hubungan kita maka terimalah ini ". Kata Nathan sambil menunjukkan kalung tersebut kepada Calista. Calista tersenyum dan mengangguk kan Kepala menerima itu dari Nathan . Nathan memakai kan kalung tersebut ke leher milik Calista lalu dia memeluk nya sekarang ini


" Jadi kita resmi jadian bukan mulai sekarang atau Lo mau gue lamar sekarang ke Daddy dan bunda Lo ?". Tanya Nathan


" Tidak untuk sekarang jika melamar Nathan ". Kata Calista dan Nathan pun menyetujui nya saja

__ADS_1


__ADS_2