
Setelah kepergian Kai kini Ricky pun juga pergi dari arena balapan bersama dengan para sahabat nya. Mereka masih konvoi di jalanan walaupun hanya berlima saja namun serasa jalanan itu milik mereka bahkan Ricky beberapa kali juga melakukan aksi nya di susul juga dengan Ipank yang tidak ingin kalah dengan sang sahabat juga di sana . Aksi mereka pun juga beberapa kali mengundang decak kagum pengemudi bahkan mereka terlihat tidak marah sama sekali namun malah merekam apa yang Ricky dan para sahabat nya itu lakukan saat ini .
Ricky melihat ada sebuah tempat makan yang masih buka di jalan dan kini dia pun segera menepikan motor nya dan mengajak para sahabat nya makan di sana
"Kita makan dulu , atau jika kalian tidak mau pulang saja duluan ". Kata Ricky
"Kalau gratis mana mungkin gue nolak Rick ". Kata Ken yang kini sudah duduk manis di tempat.
Mereka berhenti di sebuah warung di pinggir jalan bahkan kini Ricky yang terlihat memesan makanan nya . Dia memang tidak pernah memilih tempat untuk makan atau nongkrong semenjak kenal dengan Yuli bahkan dia bisa melakukan kehidupan sederhana karena sang istri memang suka akan kesederhanaan jadi Ricky pun menurunkan gaya hidup nya yang gemerlapan menjadi biasa saja
"Bu Nasi goreng nya ada ?". Tanya Ricky
"Wah Habis taun ". Kata sang penjual
"Apa yang ada di sini , saya pesan yang ada saja ". Kata Ricky
Dia yang dulu selalu makan di restoran kini hanya jajan di pinggir jalan dan dia tidak merasa jijik atau apapun karena di sana juga tempat nya bersih dan orang-orang di sana juga selalu menjaga kebersihan mereka.
"Bagaimana kalau nasi pecel tuan ?". tanya sang penjual
"boleh Bu, lima ya dan es jeruk nya lima juga ". Kata Ricky lalu kembali duduk bergabung dengan para sahabat nya di pinggir jalan bahkan dia kini duduk Hanya beralaskan tikar saja .
Udara yang sangat dingin tidak membuat mereka semua gusar bahkan mereka terlihat tertawa bersama di sana
"Sudah lama kita tidak nongkrong seperti ini Rick ". Kata Rere
"Benar bahkan kita sangat sibuk dengan urusan masing-masing ". kata Ipank
"Makin tua makin sibuk kita bukan nya makin tenang ". Kata Ken
Tawa mereka menghiasi setiap tempat bahkan mereka yang melihat Ricky dan para sahabat nya pun masih di buat kagum karena mereka masih sangat tampan sekali dan beberapa wanita di sana juga terlihat mencuri-curi pandang kepada Ricky dan yang lain nya
"Lihat lah wanita baju merah itu , seperti nya dia tertarik dengan Lo Rick ". Kata Ipank
"Mana mungkin ada yang bisa mengalahkan Yuli di hati Ricky". kata Arok
Memang ada dua wanita yang sejak tadi menatap mereka bahkan mereka terlihat kini mengedip kan sebelah mata nya namun Ricky tidak menanggapi nya dan hanya Ken saja yang sejak tadi menanggapi wanita berbaju merah itu
"Jika dia kesini dan bergabung dengan kita , mati Lo di tangan gue detik itu juga Ken ". Kata Ricky membuat Ken menghentikan aksi nya lalu dia pun terdiam. Ricky tidak pernah mau membuat istri nya cemburu walaupun dia tidak bersama dengan Yuli namun dia tetap ingin menjaga hati dan pandangan nya dari siapapun.
"Silahkan di makan tuan-tuan ". Kata sang penjual nya
"Terima Kasih pak ". Kata Rere
"Wah sudah lama kita tidak makan seperti ini bahkan terakhir kali waktu dulu masih remaja ". Kata Ken lalu menyantap makanan nya terlebih dahulu bahkan dia terlihat sangat rakus sekali kali ini.
"Enak Rick ". Kata Ken
__ADS_1
"Kalau gratisan sudah pasti enak Ken di mulut Lo itu ". Kata Rere
"Lo kalau bicara benar banget Re ". Kata Ken
Ricky hanya tersenyum saja dan kini dia juga menyantap makanan nya, dia juga sudah lama tidak makan seperti ini bersama dengan para sahabat nya dan ini momen langkah setelah mereka berkeluarga dan mereka tidak lagi berkumpul seperti ini . Ricky senang bisa kembali bersama dengan para sahabat nya walaupun hanya sekedar makan bersama di tempat seadanya namun dia merasa senang juga bisa mengobrol santai di sana tanpa memikirkan apapun juga
"Seperti nya nanti kita harus mengajak pasangan kita untuk datang kemari Rick sekalian Turing bersama juga ". Kata Ipank
"Bagaimana kalau kita perhatikan ke kafe milik mertua Lo yang seperti di hutan itu Pank ?". Usul Ken dan tentu saja Ipank menolak nya Sebab jika mereka kesana bisa rugi nanti kafe milik Flo mama intan bahkan mereka sangat lah loyal sekali jadi pasti semua akan di gratis kan apalagi ada Yuli juga yang ikut tentu saja membuat mereka semakin memanjakan nya nanti
"Jangan ke sana , cari tempat lain saja ". Kata Ipank
"Di sana bagus Pank apalagi pemandangan nya ". Kata Arok
"Ya, bahkan istri gue sangat suka jika berada di sana ". Kata Ricky
"Ya tapi jika kalian di sana bisa bangkrut nanti mertua gue ". Kata Ipank dengan jujur nya
"Yaelah Pank perhitungan sekali sama sahabat sendiri ". Kata Ken yang masih sambil makan juga di sana
"Lo juga perhitungan jadi kita sama ". Kata Ipank
Tawa mereka kembali menggelegar di sana bahkan Arok pun juga terlihat ikut tertawa bersama dengan mereka semua saat ini.
"Lihat lah wanita tadi masih saja memperhatikan kita ". Kata Ken
"Gue tidak sebejat Lo Pank ". Kata Ken
"Itu dulu Ken tapi seperti nya Lo melebihi gue yang dulu ". Kata Ipank
Ken hanya memutar bola mata nya malas dan sungguh kali ini dia memang seperti anak kecil saja bahkan dia terlihat kini kembali asik makan hingga tidak terasa jam juga sudah menunjukkan pukul satu dini hari dan Ricky pun mengajak mereka semua untuk segera pulang sebab jika Yuli bangun nanti pasti dia akan mencari nya jadi Ricky tidak ingin jika istri nya mencari dimana keberadaan diri nya nanti.
"Gue bayar dulu setelah itu kita pulang ". Kata Ricky
Kini dia beranjak dari duduk nya dan ingin segera membayar makanan tadi . Terlihat kini wanita berbaju merah tadi pun juga berdiri dan berjalan menuju arah Ricky namun Ricky hanya biasa saja tidak perduli sama sekali dengan nya sejak tadi
"Sudah mau pulang ?". Tanya nya kepada Ricky namun Ricky tetap diam sambil menunggu penjual nya menghitung berapa yang harus di bayar
"Mau aku temani gak malam ini, di jamin puas deh nanti ". Kata nya
Tidak menunggu lama Ricky mengeluarkan uang nya dua juta rupiah dia berikan kepada sang penjual dan dia segera pergi dari sana mengabaikan wanita tadi sementara itu sang penjual di buat kaget dan terbengong kali ini dengan apa yang Ricky lakukan bahkan yang yang dia berikan sangat lah banyak malah melebihi jumlah uang yang harus di bayar kan .
Ricky menuju motor nya dan dia langsung melajukan Kendaraan nya tanpa perduli dengan para sahabat nya yang masih ada di sana saat ini.
"Gara-gara Lo Ken , Ricky jadi pergi ". Kata Ipank lalu menyusul menaiki motor nya dan dia segera melajukan nya di ikuti dengan yang lain nya juga .
Tidak lama Ricky sampai di rumah dan dia pun segera masuk ke dalam . Ricky melihat ada Kai yang kini tengah duduk manis di dapur sambil meminum minuman nya
__ADS_1
"Belum tidur Kai ". Kata Ricky
Byur
Reflek Kai menyembur kan air minum yang ada di mulut nya ke muka sang Daddy karena dia kaget dengan Ricky yang saat ini ada di hadapan nya bahkan langkah kaki nya pun tadi tidak terdengar sama sekali.
Perlahan Ricky menyeka air yang ada di muka nya dan dia kini berjalan menghampiri anak nya itu lalu duduk di samping nya
"Dasar anak bandel ". Kata Ricky sambil memukul pelan anak nya itu
Kai cengengesan saja saat ini dan dia pun menatap Daddy nya sekarang "Ma'af Dad, Kai tadi kaget jadi refleks deh menyembur kayak Mbah dukun ke arah Daddy ". Kata Kai
"Halah pasti kamu sengaja Kai melakukan nya ". Kata Ricky yang kini menatap anak nya
"Kai tidak sengaja Dad bahkan Daddy masuk tanpa permisi jadi jangan salah kan Kai jika Kai tadi kaget ". kata Kai tanpa rasa berdosa pun kepada Daddy nya
"Ya terserah kamu saja Kai. Kenapa belum tidur, baru pulang ?". Tanya Ricky
"Haus Dad jadi minum dulu setelah ini tidur ". kata Kai
"Jangan begadang terus Kai nanti bunda bisa marah ". kata Ricky
"Bunda itu baik hati Dad jadi tidak pernah marah sama sekali ". kata Kai
"Ya bunda mu memang baik hati dan sabar juga oleh karena itu lah Daddy suka dengan bunda ". Kata Ricky sambil tersenyum mengingat kejadian dulu dia dan Yuli
"Bunda juga cantik maka nya Daddy tergila-gila dengan bunda dan sayang nya bunda mendapat kan suami jelek seperti Daddy ". kata Kai
"Kau ini memang dasar. Kai kenapa kamu tidak pernah keluar dengan Axel dan yang lain nya ?". Tanya Ricky
"Kami punya kesibukan masing-masing Dad jadi jarang kumpul juga ". Kata Kai
"Kamu suka otomotif kan ?". Tanya Ricky
"Iya dan Daddy sudah tahu akan hal itu kan sajak dulu ". Kata Kai
"Bagaimana kalau nanti kita touring Kai ?". Tanya Ricky
"Seru juga Daddy tapi lihat jadwal Kai dulu ya padat atau tidak nya ". Kata Kai bercanda bahkan dia memang selalu lebih sering bercanda dengan sang Daddy dari pada membicarakan hal serius
"Kamu terlalu sibuk hingga tidak pernah bisa mengobrol bareng Daddy lagi ". Kata Ricky
"Kai bukan nya sibuk tapi sok Sibuk saja Dad ". kata Kai
"Daddy suka Kai jika kamu memiliki kesibukan bahkan Daddy juga tahu jika bisnis dan bengkel kamu berjalan dengan baik sekali tapi ingat jika di luar sana masih ada musuh yang mengintai kita ". Kata Ricky
"Kai tahu Dad bahkan Kenzo juga sudah mulai muncul saat ini tapi Daddy tenang saja Kai akan mengurus nya ". kata Kai
__ADS_1
Ricky duduk dengan santai saat ini sambil meminum minuman yang akan di minum anak nya itu bahkan Kenzo yang sudah lama bangkrut karena ulah anak-anak nya kini muncul kembali dan pasti akan ada musuh lain nya juga yang akan datang untuk mencatat dan menghabisi Ricky nanti nya jadi dia akan mempersiapkan keamanan keluarga nya dan itu adalah nomer satu bagi nya