
Mereka semua terlihat sangat lega sekali ketika mengetahui dan melihat sendiri jika Bianca sudah membuka kedua matanya bahkan raut wajah marah Ricky yang tadinya terlihat dengan jelas sekali kini perlahan namun pasti sudah mulai memudar dan terlihat dia tersenyum juga ketika melihat Bianca yang sudah sadar
" Ma , tubuh Bianca rasanya sakit semua ". Kata Bianca membuat Luna tersenyum saja menatap putri nya itu sembari mengelus rambut nya juga
" Wajar jika kamu merasa pegal sayang sebab kau sudah berbaring di ranjang ini cukup lama hingga membuat kami semua pun juga sangat sedih dan khawatir sekali ". Kata Luna
" Maaf jika membuat mama cemas sekali ". kata Bianca
" Tidak Masalah dan sebaik nya kamu beristirahat saja dan jangan banyak bicara lagi ". Kata Luna
" Rumah sakit macam apa ini bahkan pasien baru saja sadar namun tidak ada satu pun Dokter yang datang untuk memeriksa nya ". Kata Ricky menyindir anak nya sendiri
" Tidak perlu dokter datang ke sini untuk memeriksa Bi sebab Kai sendiri yang melakukan nya Daddy jadi jangan menyindir dengan cara murahan seperti itu ". Kata Kai membalas Ricky membuat semua pun kini menatap mereka berdua yang selalu saja bertengkar terus bahkan dengan hal sepele pun merasa juga bertengkar seperti tikus dan kucing saja jika sudah bertengkar
" Kau bukan dokter Kai bahkan kau juga tidak pernah kuliah di kedokteran jadi kau tidak boleh memeriksa pasien sembarangan itu tindakan ilegal ". Kata Ricky
" Dan yang tidak kuliah kedokteran apa bisa membuat penelitian yang cukup baik Dan hebat sekali tentu nya tuan Ricky pasti paham akan hal tersebut bukan ". Kata Kai
" Kau ya benar-benar sangat kurang ajar sekali kepada Daddy mu sendiri bahkan Daddy yang membesarkan dan merawat mu dengan baik ini pun selalu saja kau bantah Kai ". Kata Ricky
" Kai tidak pernah membantah Daddy hanya berkata fakta saja jadi jangan marah seperti itu ". kata Kai menyunggingkan senyum nya
" Kai periksa saja Bianca apa ada hal lain nya yang kamu temukan di dalam tubuh dia ?". Tanya Luna
Kai mengangguk dan dia kini memeriksa Bianca sambil tersenyum
" Sudah lama sekali kamu tertidur nya tuan putri apa sudah puas menyiksa kakak ". Kata Kai sambil memeriksa Bianca
__ADS_1
" Dan seperti nya kakak sangat senang ketika aku tidak sadarkan diri sebab Kakak bisa bebas pergi dengan wanita manapun juga bukan ". Kata Bianca
" Itu hanya omong kosong saja bahkan kakak tidak pernah melakukan hal itu dan berpikir seperti itu pun juga tidak akan pernah baby jadi jangan berkata seperti itu ". Kata Kai
" Kalian malah mesra-mesraan di sini ya ". Kata Derren
" Diam saja Lo Derren atau mau gue jahit mulut Lo agar tidak bisa berbicara selamanya ". kata Kai
" Terus saja mengancam Kai ". Kata Derren
" Bi sudah sangat membaik sekali dan besok dia bisa segera pulang ke rumah dan bertunangan dengan ku ". Kata Kai membuat dia mendapat kan pukulan dari Yuli di kepala nya
" Dasar anak bandel ya kenapa langsung memikirkan hal itu bahkan dia baru saja sadar dan kamu sudah berpikir hal itu memang kurang ajar sekali kamu ini ". kata Yuli
" Bun sakit kepala Kai nanti jika Kai agar otak bagaimana kan kasihan calon istri Kai nanti nya harus menikah dengan orang sakit ". kata Kai
" Bunda kenapa jadi ikut-ikutan Daddy gak seru sekali sih Bun ". Kata Kai
" Kamu yang gak seru sama sekali selalu saja ceroboh dan kecolongan bahkan Daddy saja dulu tidak pernah kecolongan". Kata Yuli
" Yakin Bun jika Daddy tidak pernah kecolongan sama sekali , perasaan bunda juga pernah seperti ini bahkan pura-pura amnesia juga kan untuk menguji Daddy ". Kata Kai yang memang tahu betul sejarah tentang Daddy dan juga bunda nya itu bagaimana
" Detektif hebat ya Lo Kai ". Kata Ryan
" Tentu saja gue hebat sebab papa mertua gue juga hebat jadi gue gak boleh kalah hebat dari nya . Oh ya Kai ada pekerjaan bersama Nathan dan yang lain nya jadi kalian semua di sini saya menjaga calon istri Kai ". Kata Kai
" Pergi saja sana yang jauh dan jangan pernah kembali lagi ". Kata Ricky
__ADS_1
Kai hanya menyinggung kan senyum nya saja dan kini dia pun segera pergi keluar dari ruangan tersebut dan tak lupa juga dia melirik ke arah Fellin yang terlihat tidak suka dengan Bianca dan ada juga ketakutan di dalam wajah nya namun Kai hanya menyinggung kan senyum nya saja ketika dia melihat hal tersebut tadi
" Bagaimana Kai ?". Tanya Nathan
" Lakukan lah setelah Bianca keluar dari rumah sakit dan pastikan tidak akan ada jejak sama sekali dan biarkan mereka berasumsi jika Fellin sendiri yang memilih untuk pergi dari Kita semua dan ingat lah Nathan Bianca tidak sebodoh itu jadi lakukan dengan baik ". Kata Kai mengingat kan
" Ya gue akan melakukan nya dengan baik dan rapi agar tidak akan ada yang curiga sama sekali dan akan mengira dia hanya pergi keluar negeri saja nantinya ". Kata Nathan
" Lalu bagaimana tentang Nicky, apa Lo sudah membalas nya Erland ?". Tanya Kai
" Dia sudah di markas jadi Lo bisa mencincang nya kali ini Kai atau menguliti bahkan merebus nya terserah Lo saja ". Kata Erland
" Sudah lama juga bukan gue tidak menguliti orang jadi gue akan melakukan nya hari ini dan pastikan juga peralatan nya lengkap sekali ". Kata Kai
" Semua sudah lengkap Kai jadi Lo tinggal melakukan aksi Lo saja nanti ketika di markas ". Kata Erland
" Untuk Lucifer bagaimana Kai , dia masih mencari di mana keberadaan Nicky hingga dia beberapa kali mengirim anak buah nya untuk memata-matai kita namun mereka semua tertangkap dan sudah di lenyap kan juga ". Kata Brandon
" Biarkan saja dia mencari hingga nanti dia akan lelah sendiri melakukan nya dan gue juga tidak terlalu memperdulikan nya yang penting kita tetap Waspada sebab dia akan membalas serangan gue waktu itu ". Kata Kai
" Jaga Calista dengan baik Nathan seperti nya mereka akan menargetkan dia kali ini ". Kata Brandon
" Ya Lo harus menjaga kembaran gue dengan baik dan dari Axel juga sebab gue merasa jika dia akan melakukan hal tidak baik kepada Calista setelah pertengkaran waktu itu yang membuat nya terpancing emosi ketika Calista menampar Fellin di depan nya ". Kata Kai
" Kembaran Lo memang bar-bar juga Kai dan gue pun baru tahu akan hal tersebut juga waktu itu ". Kata Sky
" Sebenarnya dia tidak ada bedanya sama sekali dengan gue hanya saja dia masih bisa menahan namun jika semua nya keterlaluan maka dia akan bertindak tanpa perduli siapa yang akan dia beri pelajaran ". Kata Kai
__ADS_1
mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan Kai sebab Calista memang seperti itu dan mereka baru mengetahui nya setelah apa yang terjadi antara Calista dan juga Fellin ketika di taman waktu itu dan Axel pun juga terlihat marah sekali dengan Calista ketika dia mengetahui bahwa Calista menampar kekasih nya yang sudah jelas sekali memang bersalah