
Seminggu sudah Yuli berada di rumah sakit dan kondisi nya juga sejak melahirkan hingga sekarang sangat baik sekali apalagi Ricky juga selalu saja ada di samping nya membuat dia semakin bahagia sekali dan para sahabat serta keluarga dia juga sudah berkumpul bersama di sana. Kini dia tidak lagi berada di rumah kediaman keluarga Hartama karena Ricky mengajak Yuli tinggal di rumah nya sendiri yang lebih bagus dan megah di banding kan rumah keluarga Hartama. Untuk para saudara Ricky dia masih belum mengurus nya apalagi tentang Edward dia masih di biarkan dulu untuk saat ini sebab Ricky masih fokus dengan baby dan juga istri nya itu
"Bagaimana keadaan mu Yul , apa sudah membaik ?". Tanya intan sebagai dokter yang selalu mengontrol dia sejak dia datang ke Belanda mengganti kan Ricky
"Seperti yang kau lihat sangat baik sekali". Kata Yuli sambil menggendong bayi nya Ray
"Ya iyalah dia sangat baik kan suami nya sangat siaga sekali". Kata Rachel
"Jadi suami mu gak siaga Hel?". Goda Yuli
"Mulai deh dia ". Kata Rachel
Kini memang para sahabat Yuli juga sedang hamil juga bahkan Kinara juga sudah menikah dengan Galang saat ini dan hanya tersisa Ken saja yang masih belum mendapat kan pasangan nya
"Lihatlah semua bawa gandengan kecuali Ken ". Kata Yuli
"Gak enak ya mulut Lo jika tidak membuat orang kesal ". Kata Ken
"Gak enak banget Ken ,gatal sekali mulut gue kalau diam saja melihat kalian ". Kata Yuli
"Lihatlah keponakan uncle, bagaimana bunda mu itu yang sangat menyebalkan sekali". Kata Ken sambil melihat ke arah Ray dan mencoba untuk berbicara dengan nya
"Walaupun gue menyebalkan tapi Ray pasti nya sangat cinta sekali sama mama nya ini". Mata Yuli
"Yul sini biar mama yang gendong Ray". Kata Irene
"Sudah mama istirahat saja kan sedari tadi mama yang menggendong Ray jadi sekarang mama istirahat saja dan biarkan Yuli yang kini menggendong anak Tampan ini". Kata Yuli sambil mencium pipi anak nya yang tampan itu
"Ya sudah kalau begitu mama istirahat dulu ya dan kamu juga jangan terlalu lelah istirahat juga ". Kata Irene
Kini Irene pun meninggalkan mereka dan menaiki anak tangga menuju kamar nya
Caesar kini masih ada di sana dengan santai nya bahkan dia juga sedari kemarin selalu saja menggendong Ray karena dia sangat senang sekali melihat Ray
"Tidak lama lagi generasi penerus kalian akan terbentuk dan gue penasaran sekali apa anak Ricky akan lebih hebat dari papa nya atau tidak ya ". Kata Galang
"Tentu saja dia akan jauh lebih hebat dari pada Lo Lang ". Kata Ricky
"Yang gue katakan lebih hebat dari pada Lo bukan gue Rick". Kata Galang
"Ya kalau lebih hebat dari gue otomatis juga lebih hebat dari Lo kan ". Kata Ricky
Galang pun menyengir kuda bahkan dia lupa jika Ricky memang hebat melebihi diri nya .
__ADS_1
"Jadi dia akan menjadi leader di Geng milik Daddy nya ?". Tanya Bryan
"Tidak." Jawab Ricky membuat mereka semua menatap Ricky saat ini bahkan Arok pun terlihat menatap nya juga dengan tatapan bingung
"Apa Ray tidak akan mengikuti jejak Lo Rick?". Tanya Arok
"Gue tidak akan memaksa dan akan membebaskan dia memilih untuk menjadi apa nanti nya tapi yang jelas gue akan tetap melatih dia agar selalu peka dan waspada terhadap semua yang ada di sekitar nya ". Kata Ricky
"Jadi Lo gak akan menuntut anak Lo menjadi seperti Lo ?". Tanya Rere
"Tidak. sesuatu dengan perkataan bunda nya ". Kata Ricky membuat mereka semua paham jika memang Yuli penyebab Ricky membebaskan anak nya memilih namun hal itu juga tidak masalah toh mereka yakin sekali jika anak Ricky akan seperti Daddy nya
Yuli yang mendengar perkataan Ricky tadi pun tersenyum dan mengacungkan nya membuat Ricky mencium nya karena gemas sekali
"Sayang kenapa aku tidak melihat keluarga ka.u datang kemari ya?". Tanya Yuli
"Mereka sedang sibuk di perusahaan masing-masing". Kata Ricky
Ricky sengaja mengacaukan perusahaan milik anggota keluarga nya agar dia memiliki alasan jika istri nya itu tanya kepada dia dan benar saia sesuai dengan dugaan nya kalau Yuli akan bertanya kepada dia
"Jadi mereka sibuk , pantas saja hanya Rani saja yang beberapa kali datang kemari dengan Leon ". Kata Yuli
"Gue masih bingung Rick dengan perkataan Lo tadi jika nanti anak-anak kita tidak akan meneruskan Geng yang kita bentuk ". Kata Ipank
"Tapi kita Semua yakni jika anak Lo tidak akan jauh berbeda dari Lo Rick". kata Rere
"Dia masih kecil bahkan Ken saja masih belum memiliki pasangan jadi mana mungkin anak gue ini akan meneruskan Geng Daddy nya ". Kata Yuli
"Selalu saja ya Yul Lo menyudutkan gue ". Kata Ken
"Bukan menyudutkan Ken tapi gue memotivasi Lo agar segera memiliki pasangan". Kata Yuli
Dan seperti biasa nya yang lain nya akan hanya menjadi penonton setia saja dalam drama perdebatan Yuli bersama Ken
Ricky kini bangkit dari duduk nya dan dua pun mengajak Yuli untuk beristirahat dan menidurkan anak nya sekarang ini
"Kalian semua istirahat lah di sini. Ayo sayang". Kata Ricky sambil mengambil alih menggendong anak Tampan nya itu dan kini dia menaiki lift di dalam rumah nya untuk menuju lantai atas kamar nya . bahkan di dalam lift Ricky Bebe kali juga terlihat sangat bahagia dan dia juga beberapa kali menggoda Yuli
"Setelah kamu sudah selesai kita Langsung membuat adik nya Ray ya sayang". Kata Ricky membuat Yuli memukul nya
"Kamu itu ya bisa nanti aja gak sih ngomong nya ". Kata Yuli
"Ya nanti kita bahas waktu di ranjang". Kata Ricky sambil tersenyum
__ADS_1
sementara itu di kediaman Hartama mereka masih menanti kabar tentang Edward bahkan istri nya juga tidak ada kabar sana sekali dan hal yang paling mengejutkan adalah Jessica meminta pisah dengan Edward.
"apa mungkin apa yang di katakan Ricky benar bahwa Jessica hanya memanfaatkan kita saja ?". Tanya Raka
"Gue juga tidak tahu Raka bahkan gue sangat sulit sekali untuk melacak di mana Jessica berada ". Kata Ryuji
memang setelah inside itu Jessica seperti menghilang di telan bumi bahkan dia terlihat tidak perduli sekali dengan nasib Edward
"Mami kenapa?". Tanya Satria
"Mami Hanya sedih saja kita tidak bisa menengok cucu kita anak Ricky". Kata Mayumi sambil menyeka air mata nya
"Mami sabar saja mungkin saja nanti kita bisa menjenguk nya tapi tidak sekarang sebab suasana masih belum kondusif". Kata Satria mencoba untuk menenangkan istri nya itu
"Ya mungkin nanti kita bisa menemui cucu mami dan juga menantu mami di sana". Kata Raka
mereka hanya bisa pasrah saja bahkan tidak pernah bisa untuk menentang Ricky juga karena ucapan Ricky selalu saja dia lakukan bahkan dia juga tak kenal ampun meski pun itu adalah keluarga nya sendiri
"Kenapa Ricky masih marah kepada kita semua bahkan kita di sini juga tidak tahu bagaimana nasib Edward". Kata Mayumi
"Mami tahu kan bagaimana dia sejak dulu dan kita tunggu saja hingga suasana hati nya membaik agar nanti kita mendapat kan izin untuk menemui cucu dan keponakan kita". Kata Raka yang kini juga menenangkan mami nya
"Sebaik nya mami istirahat saja dan jangan terlalu memikirkan hal ini". Kata Satria
Kini Mayumi pun pergi menuju kamar nya dan dalam hati nya juga masih berharap agar Ricky mengizinkan nya untuk menemui cucu nya nanti
"Apa kalian masih belum tahu di mana keberadaan Edward?". Tanya Satria
"Belum Dad, bahkan markas Ricky sangat banyak sekali dan kita sudah menjelajahi beberapa saja tapi tidak ketemu juga ". Kata Robert
"Akan butuh waktu lama untuk menjelajahi semua markas Ricky yang di Belanda karena tempat nya yang sangat sulit di jangkau dan juga sulit di temukan". Kata Ryuji
Satria hanya bisa memijat kepala nya karena dia kini benar-benar sangat pusing sekali karena ulah Edward semua menjadi korban nya
"Untuk Jessica apa mungkin dia juga tertangkap Ricky?". Tanya Raka
Tidak ada yang bisa menjawab hal tersebut karena untuk bertanya kepada Ricky saja mereka tidak berani
"Jalan satu-satunya agar kita bisa membawa mami menemui cucu nya adalah istri Ricky. Hanya dia yang bisa membuat si batu itu melunak ". Kata Robert
Ya mereka bisa melihat Hanya perkataan Yuli saja yang dia dengar bahkan dia terlihat tidak pernah membantah sedikit pun
Di lain tempat di sebuah rumah megah dan mewah yang di jaga cukup banyak sekali penjaga dan sangat ketat sekali terlihat seorang lelaki dan perempuan sedang berbicara di sana dengan serius nya
__ADS_1
"Lihat lah jariku ini hilang karena ulah nya ". Kata Jessica yang mengadu kepada lelaki yang ada di hadapan nya itu