Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Penyambutan


__ADS_3

Kini Ray menemui Daddy nya untuk membicarakan usulan dari pada sahabat nya itu dan kini dia pun berada di ruang kerja bersama dengan sang Daddy


" Kenapa Ray ?". Tanya Ricky


" Dad , apa Daddy akan lama berada di sini ?". Tanya Ray


" Itu tergantung bunda mu Ray karena Daddy hanya mengikuti keinginan bunda mu saja dan waktu itu dia kemari juga karena berita tentang Kai yang katanya membuat onar di sini ". Kata Ricky


" Si bungsu yang banyak akal itu memang sangat kurang ajar sekali dad, berani nya dia menipu bunda ". Kata Ray


" Daddy tahu Ray apa tujuan mu datang kemari , maka katakan lah ". Kata Ricky


" Jika Daddy sudah mengetahui nya kenapa Ray harus mengatakan nya lagi . Itu hanya membuang tenaga saja Daddy ". Kata Ray


" Tapi Daddy takut saja jika tebakan Daddy salah dan tidak setajam dulu insting Daddy ". Kata Ricky


" ah alasan yang klasik sekali bos Ricky Airlangga Hartama ". Kata Ray


Ricky hanya tersenyum saja mendengar ucapan anak nya itu dan dia kini hanya menatap lurus ke depan sambil menyandarkan kepala nya di kursi milik Ray yang ada di ruang kerja itu


" Adik mu Kai itu mirip sekali dengan Daddy dulu Ray tapi beda nya tindakan dia selalu saja tidak pernah di pikirkan dulu tapi meski pun demikian dia terlihat sangat hebat dan juga bisa menyelesaikan semua nya dengan mudah ". Kata Ricky


" Itu lah Kai dad . Dia bergerak tanpa orang tahu dan juga sangat susah sekali mengontrol emosi nya ". Kata Ray


" Daddy pun juga seperti itu dulu dan jika mengingat nya pun membuat Daddy hanya menggeleng kan kepala nya saja karena daddy merasa jika hal itu sangat bodoh dan kekanakan sekali ". Kata Ricky


" Orang hebat pun juga bisa melakukan hal bodoh Daddy jadi tidak masalah juga jika Daddy melakukan nya karena itu bisa jadi cerita dan ingatan yang manis dalam perjalanan hidup Daddy ". Kata Ray


" Ya itu memang sangat benar sekali dan Daddy pun merasa lucu jika menceritakan nya kembali ". Kata Ricky


" Dad, apa Daddy masih bisa berkelahi ?". Tanya Ray


" Menurut kamu bagaimana ?". Tanya Ricky balik


" Kebiasaan Daddy ya , di tanya malah balik nanya lagi dan itu sama persis dengan Kai juga ". Kata Ray


" Kan kita memang anak dan ayah jadi wajar kan jika sama ". Kata Ricky.


" Ayo Daddy jawab saja ". Kata Ray


" Jika kalian ingin latihan dengan Daddy tidak masalah juga tapi Arok dan yang lain nya pun juga hebat Ray jadi mereka juga bisa belajar dari papa masing-masing, itu sudah cukup ". Kata Ricky


" Tapi mereka semua merasa jika Daddy lebih hebat dari papa mereka sendiri ". Kata Ray


" Kurang ajar sekali mereka jika merasa papa nya tidak hebat . Apa kamu juga merasa jika Daddy tidak hebat Ray ?". tanya Ricky


" Daddy kan memang yang terhebat jadi mana mungkin Ray tidak mengakui nya . Jadi bagaimana Daddy ?". Tanya Ray


" Minta Sam saja untuk melatih karena di latih dia pun sudah sangat cukup bagus sekali karena dia juga hebat Ray dan tidak bisa di ragukan sama sekali kehebatan nya itu sama seperti Daddy bahkan para musuh juga mengakui nya jika Sam memang sangat hebat sekali ". Kata Ricky


" Apa papa Sam mau melakukan nya ?". Tanya Ray


" Tentu saja dia akan mau karena kau adalah keponakan nya jadi dia akan mau melatih mu dan juga yang lain nya . Minta saja kepada nya ". Kata Ricky


Di dalam ruangan itu pun terjadi lah obrolan ayah dan anak sekarang ini dan terlihat juga Ray tidak hanya membicarakan hal itu saja tapi dia juga membicarakan hal bisnis kepada Ricky karena Ray juga ingin bisa sehebat Daddy nya saat berbisnis dan kini mereka pun saling bertukar pendapat dan pikiran sekarang ini di sana .


" Kalian semua sudah memiliki bisnis masing-masing dan Daddy melihat juga jika progres nya pun juga sangat baik sekali . Lalu bagaimana dengan bisnis yang Daddy bangun dulu untuk kalian , itu semua kini tidak ada gunanya karena kalian sudah bisa berdiri sendiri tanpa Daddy sejak dulu ". Kata Ricky

__ADS_1


" Tidak ada hal yang sia-sia Daddy dan nanti kami akan membicarakan nya bagaimana enak nya tentang bisnis Daddy itu ". Kata Ray


" Daddy memiliki bisnis sesuai dengan kesukaan Kai dan Daddy juga punya perusahaan sesuai dengan diri mu Ray begitu juga dengan Calista, Daddy juga memiliki bisnis yang sangat cocok untuk nya dan tentu saja dia akan sangat menyukai nya juga ". Kata Ricky


" Tenang saja Daddy , kami akan mengambil alih semua nya nanti sesuai dengan apa yang kami sukai jadi Daddy tidak perlu merasa khawatir nanti nya ". Kata Ray


" Bagus lah kalau begitu. Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan kepada Daddy Ray ?". Tanya Ricky


" Ray rasa sudah cukup Daddy karena semua nya juga sudah sangat jelas sekali bagi Ray ". Kata Ray


" Kalian sudah sangat hebat jadi jika berhadapan dengan Lucifer pun Daddy Sangat yakin sekali jika kalian nanti akan menang ". Kata Ricky


" Kita belum mengetahui seberapa hebat dia Daddy jadi kita hanya ingin berjaga saja akan segala kemungkinan yang akan terjadi nanti nya ". Kata Ray


" Tanya saja kenapa Sam bagaimana Lucifer itu karena dia yang lebih tahu dan mengenal nya sementara Daddy tidak terlalu memperdulikan dia dulu walau pun dulu dia pernah belajar bersama dengan Daddy ". Kata Ricky


" Baik lah Daddy , saran dari Daddy akan Ray terima dan nanti Ray akan bertanya kepada papa Sam langsung ketika kita latihan bersama agar semua nya juga mendengar nya ". Kata Ray


" Bagus . Daddy pergi dulu ". Kata Ricky yang kini sudah beranjak dari duduk nya dan kini dia pun segera keluar dari ruangan itu menuju tempat lain nya yang ada di rumah itu saat ini. Ricky berjalan dengan santai nya menyusuri setiap tempat yang ada di rumah ini . Dia sangat senang sekali ketika mengetahui anak-anak nya sudah menemukan pasangan nya dan mereka juga bisa melindungi satu dengan yang lain nya apalagi mereka juga hebat dalam berbisnis dan juga dalam bela diri , itu membuat Ricky pun semakin kagum sekali sekarang ini dan dia tersenyum senang sekali karena didikan nya selama ini berhasil . Apalagi Kai kini terlihat sekali bisa melampaui diri nya yang dulu dan itu membuat dia bangga sekali jika anak nya sendiri bisa melampaui diri nya


" Mungkin aku akan bisa pergi dengan tenang jika seperti ini ". Kata Ricky sambil tersenyum dan tetap berjalan sekarang ini mengelilingi rumah Ray


Dan kini malam pun tiba , saat nya Kai dan para sahabat nya bersiap untuk menyambut kedatangan Daniel bersama rombongan nya


" Kai , apa kita tidak mengajak anak buah Lo juga yang sangat banyak agar kita bisa melawan mereka nanti nya ". kata Erland


" Kita berlima saja sudah cukup jadi tidak usah mengajak yang lain nya ". Kata Nathan


" Apa Lo gila Nathan , kita hanya berlima saja sementara mereka banyak sekali ". Kata Sky


" Tapi Kai, apa tidak masalah jika hanya bertiga saja ?". Tanya Erland kembali


" Tidak apa-apa dan kita akan bergerak di titip di mana gue Sudah memberi tahu kan nya kepada kalian kalian ". Kata Kai


Dia memang sudah merancang banyak sekali hal dan dia pun juga menentukan titik di mana para sahabat nya itu harus berada jadi dia pun juga sudah menyiapkan semua nya dengan sangat baik sekali


" Kota hanya butuh pistol saja yang bisa menembak dari jarak jauh dan dengan cepat juga ". Kata Nathan


" Pintar lah sedikit elo itu Erland seperti kakak ipar gue ini ". Kata Kai


" Jangan mengejek Kai karena gue tidak suka dengan ejekan Lo itu ". Kata Nathan


" Itu memang kenyataan nya bukan jika Lo akan menjadi kakak ipar gue nanti nya atau Lo hanya ingin mempermainkan Calista saja ?". Tanya Kai


" Bodoh sekali Lo jika berkata seperti itu Kai . Gue tulus sekali dengan nya bahkan gue mau menahan semua nya karena Lo melarang gue bukan untuk berkomunikasi dengan dia , itu pun gue lakukan dan sekarang , Lo malah berkata seperti itu ". Kata Nathan terpancing emosi membuat Kai pun tertawa dengan puas nya sekarang ini


" Lo memang calon Calista yang paling top ". Kata Kai sambil merangkul bahu Nathan


" Apa kalian sudah mempersiapkan semua nya ? senjata yang kita butuhkan ?". Tanya Kai


" Sudah Kai ". Kata Brandon


" Sekarang ayo kita berangkat ". Ajak Kai


Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing dan kini melajukan nya seusai dengan instruksi dari Kai kemarin dan kini mereka terlihat sangat senang sekali ketika berada di jalanan. Seperti mereka lah pemilik dari jalan itu karena mereka juga melakukan aksi kebut-kebutan sekarang ini yang membuat pengendara lain nya pun beberapa kali mengerem secara mendadak dsn mengklaksoni mobil mereka berlima .


Mereka sudah sampai di dekat bandara dan mobil pun di parkir di tempat yang aman sekarang ini agar tidak ada yang menyadari jika mereka berlima sudah datang .

__ADS_1


" Lihat Kai , siapa itu ?". Tanya Erland


" Seperti nya banyak anak buah Daddy Lo yang ada di sini Kai "Kata Brandon


" Biarkan saja mereka dan kita akan tetap menjalankan rencana kita nanti nya ". Kata Kai


Kini mereka berlima pun berpencar dan mencari posisi masing-masing sesuai dengan apa yang di instruksi kan Kai tadi sebelum nya


Mereka berada di tempat yang lumayan juga dari bandara dan kini tengah bersiap untuk menunggu dan menyambut kedatangan Daniel . Semua nya memakai earphone di telinga nya untuk berkomunikasi agar tidak ada hal yang salah nanti nya


" Tetap waspada dan jangan kehilangan fokus ". Kata Kai mengingat kan karena Erland biasa nya terlalu ceroboh jika di biarkan saja


Mereka masih saja menunggu dengan tenang dan juga sabar sekarang di sana dengan santai nya dan terlihat juga jika Kai tengah asik dengan ponsel nya tapi dia masih saja bisa tetap mengawasi keadaan dengan ketajaman mata nya itu


Tak lama kemudian terlihat Daniel dan para rombongan nya dan Kai pun menyeringai karena sesuai dengan apa yang dia duga jika dia kini membawa banyak sekali anak buah


" Serang sekarang". Perintah Kai


Dor Dor Dor Dor


Hujan tembakan kini terjadi di luar bandar ketika Daniel dan yang lain nya hendak menuju mobil bahkan anak buah yang mereka bawah pun bisa tumbang dengan cepat nya karena Kai dan para sahabat nya sangat cepat sekali melakukan serangan


" Sialan , ternyata kita di jebak ". kata Nicky yang kini sedang bersembunyi di balik mobil namun kemanapun dia bersembunyi Kai akan tetap menyerang nya


"Fokus dengan musuh kalian masing-masing dan Nicky akan menjadi urusan gue ". Kata Kai memberikan instruksi nya dan kini dia berjalan perlahan mendekati Nicky agar dia bisa menembak nya


Dor Dor Dor


Terus menerus ke empat sahabat Kai menembak mereka semua dan tak lupa juga sasaran mereka yaitu para sahabat Daniel dan juga Daniel


" Wah , lihat kan kalian tadi , gue bisa menembak dengan hebat ke arah Pedro ". Kata Erland


" Itu hanya keberuntungan saja Erland dan tetap lah fokus sekarang ini karena anak buah mereka juga banyak sekali ". Kata Brandon


" Iya iya tenang saja ". Kata Erland


Sementara itu sejak tadi Nathan saling menghujani tembakan dengan Daniel karena dia memang lawan nya adalah Daniel


" Sialan , siapa dia yang berani sekali baku tembak dengan gue ". Kata Daniel kesal bercampur emosi sekarang ini karena sejak tadi dia tidak berhenti mendapat kan tembakan dan itu menjadikan nya tidak bisa bergerak kemampuan juga jadi dia hanya bisa diam di tempat sekarang ini


Dor Dor Dor


" Aaaaah ". Teriak Nicky yang kini sudah mendapat kan tiga tembakan dari Kai tari hingga membuat nya jatuh sekarang ini . Ivan yang melihat nya pun Langsung menghampiri nya


" Nicky, bertahan lah ". kata Ivan yang kini sangat panik sekali melihat pula tembak Niki yang bersarang di tiga tempat berbeda yaitu di dada , lalu di kaki dan juga tangan nya . Ivan juga melihat jika kini Kai menyeringai lalu pergi dari sana


" Sudah kita mundu sekarang". Perintah Kai


Mereka pun kini pergi dari bandara karena penyambutan yang mereka lakukan sudah selesai sekarang ini jadi mereka memutuskan untuk segera kembali ke rumah Nathan


Sementara itu Daniel dan yang lain nya kini tengah panik sekali karena Nicky mendapat kan banyak luka dan yang paling parah adalah di bagian dada nya


" Sialan sekali mereka semua nya dan gue tidak akan membiarkan mereka lolos nanti nya ". Kata Daniel


" Jangan memikirkan itu Daniel , sebaik nya kita urus Nicky dulu ". Kata Pedro


Mereka kini segera membawa Nicky ke rumah sakit dengan kepanikan dan juga amarah yang memuncak karena melihat kondisi Niki yang saat ini sedang terbaring tak berdaya namun Ivan masih tetap membuat Nicky agar tidak kehilangan kesadaran nya saat ini

__ADS_1


__ADS_2