Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Beruntung


__ADS_3

Kini Ricky sudah sampai di rumah nya bahkan dia bergegas menuju lantai atas untuk menemui istri dan anak nya itu. Di sana Ricky melihat banyak sahabat istri nya yang kini sedang mengobrol bersama dengan santai nya bahkan mereka juga terlihat tertawa bersama di sana


"Sayang". Panggil Ricky lalu mengecup pipi istri nya membuat Yuli pun langsung menoleh kearah dia


"Dari mana kok Sam sudah pulang kamu baru pulang?". Tanya Yuli


"Tadi main sebentar sayang". Kata Ricky


"Awas saja kalau kamu main perempuan di luar sana". Kata Yuli


"Mana mungkin aku seperti itu sayang, kamu saja sudah cukup memuaskan mana mungkin aku cari yang lain nya ". Kata Ricky sambil memeluk istrinya membuat Yuli pun memukul kepala nya karena ucapan mesum nya tadi


"Kalian sudah lama di sini?". Tanya Ricky


"Ya lumayan lah Rick". Jawab Rachel


"Intan mana kenapa gak ikut?". Tanya Ricky


"Dia sudah pulang tadi di jemput Ipank kata nya ada urusan penting jadi dia akan pergi ke Jepang". Kata Yuli


Ricky tampak hanya mengangguk ka. kepala nya saja mendengar hal tersebut karena dia tahu urusan apa yang di maksud oleh Ipank bahkan dia rasa itu hanya alasan nya saja agar intan tidak lagi bekerja di rumah sakit sebab Ipank sangat tidak suka sekali melihat kedekatan istri nya itu dengan para dokter pria di sana


"Inara bagaimana dengan hubungan Lo dan Rere?". Tanya Ricky


"Kenapa tanya hal yang aneh gitu , ya pasti mereka baik-baik saja kali kan mereka juga kini sudah punya anak". Kata Yuli


"Bukan begitu sayang hanya saja punya anak tidak menjamin loh kalau mereka memang sudah baik hubungan nya ". Kata Ricky sambil mengelus rambut Yuli dan juga mencium kening Ray anak nya yang kini di gendong istri nya itu


"Sini biar Daddy yang gendong pasti kamu juga sudah lelah kan mengurus dia sejak tadi ". Kata Ricky yang kini sudah beralih menggendong anak nya


"Dia sejak tadi main sendiri jadi mana mungkin aku lelah bahkan Ray sangat pengertian sekali". Kata Yuli


"Berarti dia sama seperti Daddy nya Yul yang tdiak mau kau lelah dan repot ". Kata Rachel


"Iya juga sih dan mungkin saja memang begitu ada nya ". Kata Yuli


"Tapi semoga saja sifat sadis nya tidak akan menurun". Kata Yuli lagi


"Kalau hal itu tentu saja akan menurun Yul apalagi dia darah daging nya ". Kata Rere yang kini sudah datang dan berjalan menghampiri mereka semua dan bukan hanya Rere saja di sana juga ada Arok yang mungkin saja akan menjemput istri dan anak nya di sini


"Rick Lo di rumah?". Tanya Rere


"Apa tidak boleh jika gue ada di rumah dan kalian se enak nya saja masuk rumah gue tanpa permisi". Kata Ricky

__ADS_1


"kita bahkan juga sudah mendapat kan izin dan pemeriksaan dari Sam Rick". Kata Arok


"Bagus lah kalau Sam memang menjalankan tugas nya dengan baik . ayo kita ke ruangan kerja gue saja ". Kata Ricky


Kini Ricky pun mengajak Ray yang saat ini sedang bersama dengan nya untuk ikut masuk ke ruangan kerja bersama para sahabat Daddy nya dan di sana tentu saja mereka tidak akan membahas hal biasa


"Seperti nya Lo mengajak Ray untuk mendengar apa yang kita bahas agar nanti dia bisa paham dengan sendiri nya ". Kata Arok


"Lo tahu gue dan bagaimana gue kan ". Kata Ricky


"Selain itu juga pasti karena Yuli juga yang melarang Ricky untuk membentuk Ray menjadi seperti dirinya ". Kata Rere


"Wajar jika istri gue sangat takut jika anak nya seperti Daddy nya karena dia adalah ibu nya yang melahirkan nya tapi dia juga paham jika Ray memang harus kuat untuk bisa melindungi orang yang dia cintai". Kata Ricky


"Ya gue tahu Rick jika istri Lo juga sangat pengertian sekali". Kata Rere


"Bahkan dia juga tidak ikut campur lagi soal Edward". Kata Arok


Ricky mendengar nama Edward di sebut pun membuat nya tersenyum devil bahkan dia merasa kurang puas tadi karena belum bisa menyiksa dia lama sebab panggilan dari istri nya itu tidak bisa dia abaikan sama sekali.


"Ada apa Rick Kenapa Lo senyum seperti itu?". Tanya Rere


"Tidak ada apa-apa hanya saja gue merasa jika kalian terlalu banyak bicara. apa kalian tidak ada kerjaan lain ?". Tanya Ricky


"Ya gue memang sudah tahu bahkan gue juga sudah memperingatkan keluarga bodoh itu tapi mereka tidak perduli sama sekali jadi ya sudah tapi tetap saja gue tidak akan mengembalikan Edward karena dia adalah mainan gue sekarang". Kata Ricky sambil menyeringai


"Jadi tadi Lo baru saja Bermain dengan nya ?". Tanya Arok


"Ya dan gue belum puas juga melakukan nya ". Kata Ricky


"Rick seperti nya ada perusahaan baru yang ingin menjadi pesaing kita dan itu adalah milik Kenzo ". Kata Rere


"Jadi si bodoh itu sudah ada di Indonesia sekarang bahkan dia juga sudah mulai merintis di sini". Kata Ricky


"Apa Lo tidak takut jika dia akan merebut kembali istri Lo ?". Tanya Rere


"Pertanyaan Lo gue rasa tidak butuh jawaban Rere". Kata Ricky


"Dan di Indonesia seperti nya ada Geng lain di sini yang memang sudah berkuasa sebelum kedatangan kita Rick". Kata Arok


"King Death. Gue tahu kelompok itu dan kalian bisa saja jika bertemu dengan mereka seba. mereka juga belum mengenal kita ". Kata Ricky


"Yang gue dengar mereka termasuk dalam Geng yang suka memperdagangkan manusia". Kata Rere

__ADS_1


"Bukan Geng nya tapi salah satu dari anggota Geng nya yang melakukan hal tersebut". Kata Ricky


"Jadi kita harus hati-hati dalam menjaga anak kita Rick". Kata Rere


"Jika ada yang berani menyentuh keluarga gue maka kematian adalah hadiah terbaik untuk mereka dan siksaan gue sebelum kematian mereka adalah hadiah istimewa nya". Kata Ricky


"Ya sudah kalau begitu Rick kita mau pulang dulu ". Kata Rere


kini mereka pun beranjak dari duduk nya namun Ricky masih saja berada di sana bersama dengan Ray karena dia ingin menunjukkan sesuatu kepada Ray


"Seperti nya bukan kamu nanti yang akan menjadi seperti Daddy sayang". Kata Ricky sambil tersenyum ketika dia memperlihatkan beberapa video yang terdapat gambar Ricky sedang mengeksekusi para musuh nya. Ray memang terlihat tidak tertarik sama sekali namun ketika Ricky menunjukkan video nya yang bermain senjata Ray langsung tertarik dsn menyukai nya jadi bisa di pastikan jika Ray bukan lah penerus nya nanti tapi dia juga bisa sehebat Daddy nya karena dia juga sangat suka dengan senjata


Ceklek


Pintu ruangan terbuka dan terlihat Yuli kini menghampiri mereka berdua. Daddy dan anak yang sedang terduduk santai di sana sambil memainkan ponsel


"Kenapa memperlihatkan hal seperti itu kepada Ray?". Tanya Yuli


"Aku hanya ingin tahu saja bagaimana respon dia sayang. seperti nya dia mewarisi sifat bunda nya ". Kata Ricky


"Ya kalau bodoh nya jangan dong". Kata Yuli


"Anak kita tidak akan sebodoh itu sayang jadi kamu jangan khawatir tentang hal itu". Kata Ricky


"Apa kamu punya obat atau penemuan untuk program bayi kembar?". Tanya Yuli


"Ya aku menemukan nya , kenapa kamu bertanya seperti itu atau kamu mau punya anak kembar terus sayang?". Tanya Ricky


"Gak usah bercanda walaupun tidak menggunakan penemuan kamu tetap saja aku bisa hamil anak kembar kan kamu juga kembar". Kata Yuli


Ricky tersenyum senang dan kini dia pun menarik istri nya itu ke dalam pangkuan nya sementara Ray dia duduk kan di atas meja


"Bagaimana kandungan kamu, apa tidak ada keluhan sama sekali?". Tanya Ricky


"Tidak ada sayang bahkan mungkin akan kita sangat tenang sekali di dalam sini". Kata Yuli


"Bagus lah kalau memang mereka sangat tenang dan tidak merepotkan kamu. apa kamu masih tidak mau memiliki babysister untuk membantu nanti merawat mereka?". Tanya Ricky


"Aku tidak membutuhkan nya karena aku juga di rumah tidak melakukan apapun jadi biar anak-anak nanti aku yang akan mengurus nya ". Kata Yuli


"Beruntung nya mereka memiliki bunda seperti kamu sayang. baik dan pengertian sekali". Kata Ricky


"Dan mereka juga beruntung sekali memiliki Daddy seperti kamu yang sangat perhatian". Kata Yuli sambil mencium suami nya itu karena Yuli tahu bagaimana kehidupan Ricky hingga dia menjadi seperti sekarang ini

__ADS_1


__ADS_2