
Makam malam pun tiba dan suasana di sana terlihat sangat tenang sekali bahkan Yuli juga kini terlihat sangat Manja terhadap suami nya itu, entah Kenapa dia bisa bertingkah seperti itu
"Kita akan berangkat ke Belanda besok pagi jadi kamu siapkan semua nya nanti". Kata Ricky
"Ah jadi besok ya kita berangkat nya , baik lah ". Kata Yuli
mereka kini terlihat sangat asik sekali makan di sana bahkan terlihat juga Yuli Sangat santai sekali hari ini bahkan dia juga terlihat semakin cantik di mata mereka semua
"Bagaimana kandungan mu Yul?". Tanya Intan
"Baik Tan tidak ada hal apapun yang perlu di khawatir kan ". Kata Yuli
"Ingat Yul jangan terlalu lelah karena Lo sudah hamil tujuh bulan dan kurang beberapa bulan lagi akan melahirkan". Kata intan
"Iya bu dokter tenang saja aku akan menjaga kandungan dengan baik". Kata Yuli
Setelah selesai makan Yuli masuk ke dalam kamar nya untuk membereskan Beberapa barang yang akan dia bawah ke Belanda. Ketika dia tengah asik membereskan semua nya para sahabat perempuan nya pun datang mengunjungi kamar dia
"sudah siap Yul ?". Tanya Kinar
"Iya sudah siap dan beres semua". Kata Yuli
"Aku sangat heran sekali kenapa mereka dulu tidak datang di acara pernikahan mu Yul ". Kata intan
"Mungkin saja mereka sedang sibuk kak jadi tidak sempat datang". Kata Kinar
"Bukan sibuk tapi mungkin saja karena mereka memang tidak mengharap aku jadi tidak datang dan Hanya ada Rani saja waktu itu". Kata Yuli
Mereka pun terdiam sejenak dan intan pun merutuki kebodohan nya karena bertanya seperti itu kepada Yuli bahkan dia juga merasa sangat bersalah sekali
"Itu hanya perasaan mu saja Yul dan mungkin saja itu juga karena bawaan bayi". Kata intan
"Bahkan Ricky yang dulu pernah mengatakan jika mereka memang merestui kita oun terdengar sangat Janggal". Kata Yuli
"Kau kan pernah bertemu dengan mereka dulu Yul , apa ada hal yang buruk waktu pertemuan kalian dulu?". Tanya Rachel
"Gue rasa tidak ada hal yang buruk waktu itu tapi gue hanya bingung saja dengan sikap satu orang di sana". Kata Yuli
__ADS_1
"Siapa?". Tanya mereka berbarengan
"Jessica tapi biasa nya di panggil Jessi". Kata Yuli
"Dia calon istri Edward". Kata Kinara
"Jadi Edward menikah dengan dia bukan nya nama calon istri dulu bukan Jessica?". Tanya Rachel
"Entah itu jebakan atau apa tapi sekarang yang menjadi istri nya adalah Jessica". Kata Kinar yang memang tahu semua nya dari sang kakak
Yuli hanya menyimak saja pembicaraan mereka dan dia pun tidak berminat untuk menjawab atau bertanya sama sekali
"Jessica itu siapa, apa dia anak orang yang berkuasa?". Tanya Intan
"Seperti nya iya dan dulu kak Ricky juga sudah melarang kak Edward untuk menikahi nya tapi ya begitulah". Kata Kinar
Ricky memang akan selalu membantu keluarga nya jika mereka memang butuh bantuan tapi dia tidak akan mencampuri urusan pribadi dari anggota keluarga nya kecuali Rani jadi dia pun membiarkan pernikahan itu terjadi meskipun Ricky tahu maksud dan tujuan Jessica namun dia tidak akan pernah membiarkan jika dia menyentuh atau melukai istri nya itu
"Yul hati-hati dan jaga kondisi jika di sana dan ingat juga jangan terpancing omongan mereka nanti nya ". Kata Kinar mengingat kan sahabat nya itu
"Tapi kau sedang hamil jadi aku khawatir mereka memanfaatkan momen itu". Kata Intan
"Jika ada Ricky mana berani mereka menyentuh Yuli". Kata Rachel
"Benar juga apa yang Rachel katakan jadi jangan terlalu jauh dari Ricky nanti agar kau aman Yul ". Kata Intan
"Ya ya ya baik lah aku akan menuruti segala nasehat kalian semua". Kata Yuli
Mereka kini masih asik berbicara dengan Santai nya bahkan terlihat sangat jelas jika kini mereka terlihat bahagia dan senang sekali kali ini.
"Ya sudah kita pergi dulu dan istirahat saja sekarang". Kata Kikan sambil menggendong anak nya
Setelah kepergian mereka semua kini Yuli terlihat diam di depan balkon kamar nya dan dia menatap ke Depan
"Apa yang kamu pikirkan sayang?". Tanya Ricky sambil memeluk istri nya dan juga mengelus perut nya itu
"Tidak ada apa-apa hanya saja aku heran kenapa dulu orang tua kamu tidak datang ke pernikahan kita ". Kata Yuli
__ADS_1
Ricky pun bersandar di punggung Yuli bahkan dagu nya dia tempel di punggung istri nya itu dan pipi nya pun berdekatan dengan milik Yuli
"Jangan memikirkan hal itu yang terpenting kita sudah menikah dan semua pasti akan baik-baik saja ". Kata Ricky
"Oh ya besok Sam dan kak Luna ikut kan ?" Tanya Yuli
"Ya mereka akan ikut dengan kita ke Belanda setelah itu kita akan ke Jepang sebentar untuk berkunjung ke mama Irene". Kata Ricky
mendengar nama mama Irene dan Jepang di sebut membuat memory Yuli pun berputar pada waktu dia berada bersama dengan bunda ayu di sana dan dia memang santer Rindu ingin pergi ke Jepang
"Jadi setelah dari Belanda kita tidak pulang ke Indonesia tapi mampir ke Jepang dulu ?". Tanya Yuli
"Iya kita ke Jepang dulu karena sudah lama juga kita tidak ke sana kan ". Kata Ricky
"Resiko memiliki banyak rumah dan saudara yang ada di negara berbeda jadi banyak bepergian keluar negeri". Kata Yuli sambil tersenyum
"Sekarang kamu istirahat dulu agar besok bisa fresh". Kata Ricky
"Gak mau menemani tidur?". Tanya Yuli
"Tentu saja akan aku temani sayang dan aku juga sudah rindu ingin bermain bersama kamu ". Kata Ricky lalu menggendong istri nya itu menuju ranjang dan terjadilah adegan romantis mereka di sana bahkan Ricky Terlihat sangat bergairah dan bersemangat sekali
Di bawah mereka masih berkumpul bersama bahkan mereka juga terlihat serius sekali
"Apa keluarga Ricky belum bisa menerima Yuli dengan baik ?". Tanya Bryan
"Mereka sebenarnya sudah sangat suka dengan Yuli dulu bahkan mereka merasa senang sebab Ricky juga sudah mulai berubah dan lebih menyayangi keluarga nya tapi entah mengapa mereka kini berubah". Kata Galang
"Semoga saja rumah tangga mereka akan baik-baik saja nanti nya ". Kata Bryan
"Lo bicara apa Bryan bahkan dia tidak akan melepaskan Yuli sama sekali". Kata Rere
"Ya bahkan dia akan menyingkirkan semua orang yang ingin memisahkan mereka berdua". Kata Ken
"Ya bahkan cinta mereka terlihat sangat sejati dan abadi bahkan Ricky juga sangat cinta mati dengan sahabat kalian itu dan tak akan terpisahkan oleh apapun". Kata Arok
Mereka mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Arok barusan karena itu memang fakta nya
__ADS_1