
Kai tidak percaya jika tidak ada apa-apa karena tawa Bianca tadi sangat kencang sekali membuat pengunjung lain yang melihat mereka pun juga kaget ketika mendengar tawa dari Bianca
Kai mencoba mengintip ponsel Bianca namun dia pun langsung mendapat kan pukulan di kepala nya sebab dia mengintip tadi
" Gak usah kepo ya kak , aku gak suka ". Kata Bianca
" Aku hanya penasaran saja Bi dengan ponsel itu hingga membuat mu tertawa seperti tadi dan itu membuat kita di sini kaget sekali ". Kata Kai
" Malu jika aku seperti itu ?". Tanya Bianca
" Mana mungkin juga aku malu , kamu ada-ada saja dan sekarang taruh ponsel itu kita makan dulu sekarang. Kata nya tadi lapar ". Kata Kai
" Ok aku makan dan kalian juga makan juga sekarang". Kata Bianca
Mereka segera makan bersama di sana dan Bianca masih saja Tersenyum mengingat apa yang dia lihat tadi di ponsel nya dan dia pun juga sudah memprediksi jika hal itu akan terjadi .
" Kai seperti nya ada yang mengawasi kita di sini ". Kata Nathan tanpa mengubah tatapan nya dan dia tetap fokus makan begitu juga dengan Kai yang mendengar nya serta yang lain nya juga
" Gue sudah tahu dan biarkan saja hal itu dan eksekusi nanti ". kata Kai
Sementara Bianca hanya diam saja ketika dia tahu jika mereka ada yang mengawasi dan dia pun masih tetap terlihat tenang sekarang agar mereka yang mengawasi juga tidak curiga jika mereka sudah tahu jika di awasi sekarang
" Kak apa kita pergi saja dari sini ?". Tanya Bianca
" Santai saja bahkan dia pun tidak ada apa-apa nya dengan kita Bianca jadi tenang saja dan di sini kan juga ada ksatria Lo jadi sudah pasti Lo akan aman nanti nya ". Kata Erland
" Ksatria gundul mu kak ". Kata Bianca
" Suka sekali ya mengatakan hal seperti itu Lo Bianca ". Kata Nathan
" Maklum lidah Jawa jadi harap di mengerti saja ". Kata Bianca sambil mengulas senyuman di bibir nya
" Makan saja dan jangan pedulikan sampah di sana ". Kata Kai
Tentu dia tidak akan membiarkan mereka hidup setelah Kai tahu jika dia di ikuti dan itu pun juga membuat Bianca tidak nyaman juga . Kai langsung menyuruh Aron untuk mengurus nya nanti setelah mereka pergi pulang dan kini dia masih membiarkan diri nya di ikuti oleh orang bodoh itu sekarang
" Setelah ini mau ke mana lagi ?". Tanya Kai
" Timezone yuk ". Ajak Bianca
" Bianca jangan mengada-ada dan mana mungkin kita mau main di sana seperti anak kecil . Lo cari yang lain saja jangan ke sana ". Kata Brandon dan seketika itu pula Bianca memasang wajah cemberut nya kali ini membuat Kai menatap Brandon dan memukul nya karena membuat mood Bianca buruk
" Jangan perdulikan dia dan kita akan ke sana sesuai dengan apa yang kamu inginkan baby ". Kata Kai
Bianca pun langsung kembali tersenyum dan tadi dia sengaja memasang wajah seperti dan ternyata Kai langsung bertindak dan tidak membiarkan diri nya sedikit atau kecewa. Ya Bianca sadar jika cinta Kai memang sangat besar dan tulus kepada nya seperti apa yang di katakan bunda Yuli setiap hari kepada nya jika mereka berkomunikasi
Dan di tempat yang tidak jauh pun di sana ada Daniel dan juga Ernest serta Jason. Mereka ada di sana hanya untuk nongkrong saja menurut Jason dan Ernest tapi Daniel memang sengaja datang ke sana untuk melihat kinerja mata-mata nya , apa mereka ketahuan atau tidak dan dia melihat jika Kai dan yang lain nya masih santai jadi dia bisa menyimpulkan jika mereka masih aman dan tidak ketahuan sekarang
" Tumben sekali Niel kita nongkrong nya di sini ?". Tanya Jason
" Cari suasana baru saja karena gue bosan di tempat biasanya ". kata Daniel
" Di sini pun tidak ada apa-apa nya Niel malah biasa saja jadi tidak bisa merubah suasana juga ". Kata Ernest
" Makan saja dan jangan banyak tanya Ernest ". Kata Daniel
Ernest dan Jason masih belum tahu jika Kai dan yang lain nya ada di tempat sebrang yang tidak jauh dari mereka saat ini dan Daniel pun juga sesekali melirik mereka di sana yang terlihat Bercanda bersama
" Tadi di kampus kita tidak melihat Caesar dan yang lain nya . Apa mereka bolos ya ". Kata Jason
" Mungkin saja mereka memang bolos jadi kita tidak bisa bertemu dengan nya dan Bianca pun juga tidak ada ketika Caesar dan para sahabat nya bolos ". Kata Ernest
" Tentu saja Bianca tidak akan masuk juga karena dia pun bagian dari Caesar juga , kan mereka selalu berangkat bersama ". kata Jason
__ADS_1
Sementara Daniel hanya mendengar kan saja karena dia masih fokus melihat interaksi antara Bianca dan Kai saat ini di sana
Di tempat wahana Tokyo Disneyland mereka masih di sana dan sedang makan . Terlihat juga Haruka dan Ray tertawa bersama membuat Kim sedikit memanas di sana
" Kalian berdua kenapa berisik sekali sih apa tidak tahu jika kita sedang makan ". Kata Kim
" Tau nih kak Ray kenapa dari tadi mengobrol Mulu dan Lo Haruka kenapa juga ada di sini bukan nya Lo datang dengan para sahabat Lo jadi bergabung saja dengan mereka jangan di sini ". Kata Calista
" Sorry jika gue mengganggu kalian tapi Ray yang mengajak untuk bergabung jadi gue tidak bisa menolak nya juga ". kata Haruka
" Sebenar nya Lo itu siapa sih kenapa bisa sedekat itu dengan kak Ray ?". Tanya Calista
" Mungkin saja dia pakai dukun agar bisa sedekat itu dengan kak Ray ". Kata Kim
Ray pun langsung menoyor kepala nya dan mana mungkin juga Haruka melakukan nya . Kim selalu saja berpikir konyol menurut nya
" Apa di sini ada dukun , jangan bodoh ya Lo Kuman ". Kata Ray
" Manggil kuman lagi ya Lo kak , nama gue Kim bukan kuman ". kata Kim sambil menjambak rambut Ray dan kali ini Ray pun berusaha untuk melepaskan tangan Kim tapi itu terlalu kuat jadi dia tidak bisa melakukan nya
" Kuman lepas kan tangan Lo itu , apa Lo sudah gila ". Kata Ray
" Salah sendiri kenapa mengganti nama orang seenak nya saja ". Kata Kim
Dia masih saja tidak mau mengalah dan tetap saja menarik rambut Ray saat ini
" Kim lepaskan tangan Lo nanti rambut kakak gue habis rontok karena Lo Jambak ". Kata Calista
" Kakak Lo ini yang memulai Calista membuat gue kesal saja ". Kata Kim
" Kesal karena cemburu ya Lo ". Kata Ryan membuat Kim dan Ray menatap tajam ke arah Ryan saat ini
" Cemburu dengan kak Ray , ah tidak bahkan dia tidak terlalu tampan jadi kenapa harus cemburu". Kata Kim
" Apa benar itu Kim , aku tidak percaya jika kamu tidak cemburu bahkan aku bisa melihat loh bagaimana kesal nya kamu sejak tadi ". kata Fellin menggoda
" Gak gue gak suka dengan cowok yang model nya kayak es batu itu ". Kata Kim yang kini mencoba untuk tenang karena kini mereka semua mengejek nya dan Ray hanya diam saja sekarang tanpa menyangkal sedikit pun perkara mereka semua dan dia juga masih saja bercanda dengan Haruka di sana
" Lalu Lo suka cowok yang bagaimana, apa Ray kurang tampan untuk Lo ?". Tanya Haruka
" Gue malah terlalu tampan untuk dia jadi dia minder jika ingin mengakui suka dengan gue Haruka ". Kata Ray
" Percaya diri Lo boleh juga Ray malah semakin meningkat saja , apa kabar dengan Kai ?" Tanya Haruka
" Dia tentu saja sangat baik di saja dan Lo tahu pasti kan kenapa dia sangat baik di New York ". kata Ray
" Tentu saja itu karena adanya Bianca di sana yang akan selalu membuat nya tersenyum tiba-tiba seperti orang gila ". Kata Haruka
" Dan jika Kai mendengar Lo mengatakan hal itu pasti mulut Lo akan di tutup dengan bantal ". Kata Ray
" Dan dia tidak akan melakukan nya karena Bianca ada di pihak gue ". Kata Haruka
Mereka berbicara hanya berdua saja dan mengabaikan yang lain nya di saja itu pun membuat Kim dan Calista kesal sekali dengan si Haruka itu
" Siapa sih sebenarnya dia itu hingga selalu saja mencari kesempatan untuk mengobrol dengan kak Ray ?". bisik Kim kepada Calista
" Gue pun tidak tahu siapa dia dan gue juga tidak suka dengan nya yang sok kenal sok dekat itu ". Kata Calista
" Bagaimana kalau kita kerjain saja dia sekarang ". Kata Kim memberikan ide gila nya kepada Calista, mungkin saja ide itu keluar karena dia sangat cemburu melihat kedekatan mereka berdua dan Haruka hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Kim dan Calista saat ini
" Haruka Lo ada di sini rupa nya , ayo balik sekarang masih ada yang harus di kerjakan bukan di rumah ". Kata Azura
" Baik lah kita pulang sekarang . Ray sampai bertemu lagi , gue pulang dulu ". Kata Haruka
__ADS_1
Derren yang melihat Azura pun tidak berkedip sama sekali dan kini dia pun merasa jika sudah terpanah dengan kecantikan Azura saat ini
" Haruka ". Panggil Derren mengehentikan langkah Haruka saat ini
" Kenapa ?". Tanya Haruka
" Siapa dia boleh dong kenalin ke gue ". kata Derren membuat Ray memukul kepala nya
" Sudah jangan perdulikan dia dan pulang saja kalian ". Kata Ray
Haruka pun kembali melanjutkan jalan nya dan kini dia pun segera pergi bersama dengan dua sahabat nya itu meninggal tempat ini dan Ray masih di sana bersama yang lain nya
" Ray kenalkan aku dengan cewek tadi ". Kata Derren
" Tidak akan gue melakukan nya ". Kata Ray
" Kenapa Lo pelit sekali sih dan kita kan sahabat Ray jadi membantu sahabat itu sangat penting sekali ". Kata Derren
" Buaya sudah mulai beraksi ". kata Kim
" Diam saja deh Lo Kim , cinta sama Ray saja tak berani mengungkapkan cupu Lo ". Kata Derren mengejek
" Yeh siapa juga yang cinta dengan kak Ray , mungkin saja gue cinta nya sama Lo ". Kata Kim
" Mana mau gue sama Lo yang berisik sekali itu dan gak bisa diam sama sekali berbeda dengan awal bertemu yang terlihat diam dan jaga jarak aman sekali ". kata Derren
" Ya tentu saja berbeda karena waktu itu ada Kai jadi dia diam agar tidak terpesona dengan Kai sebab dia tidak ingin menyakiti hati Bianca sahabat nya ". Kata Axel
" Sok tahu ya Lo dan satu kali bicara Lo nyakitin banget ya ". Kata Kim
" Ya maklumi saja Kim karena dia memang begitu orang nya ". Kata Fellin
" Dan kenapa juga Lo bisa suka dengan orang seperti itu atau jangan-jangan dia main dukun lagi ". Kata Kim kembali menyebut kan kata dukun dan dia pun langsung mendapat serangan dari Ray yang kini mengacak rambut dan juga membungkam mulut nya membuat Kim pun memukul lengan Ray
Hal itu terlihat sangat lucu bagi mereka semua yang ada di sana dan Ray pun sejak tadi memang sudah kesal sekali dengan Kim dan ingin membungkam mulut nya jadi dia melakukan hal tersebut sekarang
" Kak Lo apaan sih rusak ini rambut gue nanti , sudah bayar salon nya mahal malah di bejek-bejek seperti rujak ". Kata Kim
" Salah sendiri kenapa tidak bisa diam sejak tadi dan malah Selalu membuat kerusuhan saja ". kata Ray
" Ya nama nya juga wanita jadi wajar jika berisik kak dan Lo harus terbiasa juga kan nanti gue akan menjadi calon istri Lo ". Kata Kim
" Percaya diri sekali Lo jika nanti akan menjadi istri gue ". Kata Ray
" Ya percaya diri itu memang harus ada dan gue memang sangat percaya diri sekali sejak dulu ". Kata Kim sambil tersenyum senang menatap Ray
Yang lain nya hanya bisa menyimak saja apa yang mereka berdua lakukan saat ini dan Calista pun memotret kebersamaan Ray dan mengirim kan nya kepada Bianca yang ada jauh dari mereka saat ini
****
Setelah selesai makan benar saja Kai menuruti apa yang Bianca mau dan kini mereka sedang bermain di Timezone di sana . Banyak yang melihat mereka dan Kai pun terlihat tidak perduli sama sekali dengan mereka semua
" Kai Lo yakin sekali melakukan nya ?". tanya Erland ketika melihat Kai sedang bermain tembak
" Kenapa tidak dsn ini juga sudah menjadi keahlian kita bukan ". Kata Kai
" Kalau sudah bucin ya seperti ini apapun akan di lakukan demi cinta nya ". Kata Brandon
" Dan kalian pun akan melakukan hal yang sama dengan gue nanti nya ". Kata Kai
Bianca hanya melihat saja bagaimana hebat nya Kai saat ini dan dia pun juga melihat jika Kai tidak malu sama sekali untuk menuruti keinginan dia sekarang ini
" Kak sudah ayo kita pulang sekali karena aku ingin latihan di rumah ". Kata Bianca
__ADS_1
" Baiklah kita pulang sekarang dan kalian ayo ikut juga pulang ke rumah ". Kata Kai
Memang Bianca sering sekali berlatih bersama dengan Kai dan para sahabat nya tak hanya di rumah saja tapi di markas pun dia juga suka berlatih dengan Kai jadi dia kini sudah semakin hebat serta kemampuan nya bisa di samakan dengan Derren saat ini