
Para anak muda kini jalan menggunakan mobil untuk pergi ke tempat terdekat di sana bahkan mereka kini pergi menuju sebuah pantai yang letak nya tak jauh dari sana
" Kak jangan ke pantai Sekarang mending ke mall atau Kafe saja ". Kata Calista
Ray pun menuruti nya dan kini dia berbalik arah membuat mobil di belakang nya pun ikut berbalik juga karena di belakang adalah mobil Axel bersama dengan yang lain nya juga
Kali ini mereka memilih tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan jadi mereka tidak pergi ke mall melainkan ke sebuah kafe yang mirip hutan karena bernuansa di tengah hutan dan letak nya juga seperti berada di dalam hutan . Mobil segera Ray parkir kan dan kini mereka pergi masuk ke dalam lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka. Terlihat Ray tidak bergabung dengan yang lain nya bahkan dia kini sibuk membaca buku yang dia bawah tadi ke sana dan yang lain sibuk mengobrol dan mengambil beberapa gambar di sana . Pemandangan yang cukup indah dan udara yang sangat sejuk membuat mereka sangat senang sekali berada di sana bahkan Calista mengajak Axel untuk membuat tempat seperti itu nanti nya dan dia juga ingin membuat tempat tongkrongan anak mudah yang bernuansa berbeda sekali nanti nya
" Bagus sekali ya tempat nya bahkan terlihat sangat unik sekali ". Kata Fellin
" Tentu saja tempat ini memang bagus dan lihat lah pengunjung nya sangat banyak sekali ". Kata Derren
" Bahkan pemandangan di sini juga sangat mendukung sekali membuat betah saja jika ada di sini lama-lama ". kata Calista
" Bagaimana kalau kita mengambil beberapa foto di sini ". Kata Fellin memberikan usulan
" Sini kak biar aku yang memotret kakak ". Kata Bianca
" Kamu juga harus ikut berfoto bersama kita Bianca jadi biar Kai saja yang mengambil gambar nya untuk kita ". Kata Calista
Calista meminta Kai untuk memotret mereka bertiga menggunakan ponsel nya bahkan terlihat mereka beberapa kali berganti gaya dan Kai masih tetap setia memotret mereka bertiga
" Ray memang selalu sendiri saja ya ?". Tanya William
" Ya begitulah dia , lebih suka baca buku Dati pada nongkrong ". Kata Rafael
" Beda sekali dengan Kai pasti nya". Kata Derren
" Hal itu juga sudah jelas terlihat jika mereka berdua memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda , hanya kecerdasan mereka saja yang mungkin sama ". Kata Ryan
" Justru Kai lebih cerdas dari pada Ray namun soal mengontrol emosi Ray lebih baik dari pada Kai ". kata Axel
Bahkan di sana ada Kai dan mereka berani sekali membicarakan nya saat ini . Biasa nya Kai akan marah jika mereka membicarakan nya tapi kali ini dia tidak memperdulikan nya sama sekali malah dia terlihat sangat sibuk mengambil beberapa foto sejak tadi
Di tempat yang sama namun agak jauh dari mereka terlihat Ray tengah asik dengan dunia nya sendiri bahkan kini dia masih saja duduk manis sambil membaca buku nya sambil meminum capuccino yang dia pesan tadi
" Kak kita mau jalan ke sebelah sana , kakak mau ikut gak ?". tanya Calista
" Kalian pergi saja dan kakak akan menunggu saja di sini ". kata Ray
Calista mengangguk kan kepala nya dan kini dia pun berpetualang untuk mencari tempat yang bisa dia gunakan untuk mengambil beberapa foto lagi . Memang di tempat tersebut tak hanya bisa di gunakan untuk makan dan minum saja bahkan di sana juga bisa di gunakan untuk pengambilan foto pernikahan karena letak dan beberapa tempat nya sangat strategis dan keren sekali
Ray yang masih saja Fokus dengan buku nya itu kini Hendak memanggil pelayan di sana untuk memesan beberapa makanan lagi namun dia terhenti melakukan nya ketika melihat sosok yang dia kenal sedang melakukan keributan di sana
" Lo yang salah kenapa gue harus minta maaf dan ganti rugi , gila kali Lo ya ". kata Kim
__ADS_1
" Lo yang menabrak gue duluan jadi Lo harus membayar semua nya ini ". kata wanita yang ada di hadapan Kim
" Gue tidak mau karena gue gak salah ". kata Kim yang masih saja tetap tidak mau kalah
" Lo bilang saja kalau memang gak punya uang jadi gak usah sok jadi orang ". kata wanita tersebut
Ingin rasa nya Kim menampar wanita tersebut karena merendahkan diri nya namun tangan nya tertahan karena seseorang memegang nya
" Nih gue yang membayar semua nya jadi lunas kan ". Kata Ray yang sudah mengeluarkan beberapa lembar uang lalu dia segera pergi dari sana tanpa mengatakan apapun me buat Kim pun kini mengikuti nya
" Lo kenapa ada di sini juga kak , bukan nya Lo ada urusan penting ya tapi kenapa malah ada di sini ". Kata Kim yang kini duduk di meja yang sama dengan Ray bahkan kini mereka duduk berhadapan
Ray masih tetap tidak memperdulikan Kim bahkan dia memilih untuk tetap membaca buku nya kembali
" Atau jangan-jangan Lo sedang kencan buta ya dengan seseorang di sini secara diam-diam ". kata Kim kemudian tertawa di depan Ray
" Lo bisa diam gak sih ". Kata Ray menatap Kim sejenak lalu kembali menatap buku nya lagi
" Gue punya mulut jadi sayang saja kalau di anggurin kak ". Kata Kim
" Pindah dari sini dan cari tempat yang lain nya ". Kata Ray
Kim menengok di sebelah kanan dan kiri nya lalu dia kembali melihat ke arah Ray bahkan dengan berani dia merebut buku yang Ray baca sejak tadi
" Tidak ada tempat yang kosong dan hanya tempat duduk ini saja kak yang masih kosong saat ini ". Kata Kim yang langsung mengambil buku Ray untuk menggoda nya
" Nih buku Lo baca saja lagi dan jangan pedulikan gue yang ada di sini manusia es yang kutu buku sekali ". Kata Kim yang kini sudah mulai memainkan ponselnya membuat Ray kini berganti menatap nya dengan serius sekarang
" Apa tugas yang gue berikan sudah selesai ?". Tanya Ray
" Sudah ". Jawab Kim
" Kenapa Lo bolos sekolah dan berada di sini ?". Tanya Ray
Kim menaruh ponsel nya dan kini dia mendekat kan wajah nya ke arah Ray sambil menatap nya juga sekarang
" Gue memang izin gak masuk ya hari ini karena gue mau jalan-jalan , capek sekolah Mulu ". kata Kim
" Dasar labil , bahkan di sekolah selalu saja membuat onar malah bilang capek sekolah yang ada guru yang capek dengan kelakuan Lo ". kata Ray
" Lo sekali ngomong panjang lebar malah nyakitin sekali ya kak ". Kata Kim
" Jika masih ingin duduk di sini sebaik nya Diam lah dan jangan mengganggu konsentrasi gue di sini ". Kata Ray yang sudah berganti kini memegang iPad nya untuk mengecek laporan Kim
" Kenapa ini masih banyak yang salah , apa Lo menegerjakan nya sambil tidur ". Kata Ray mengomentari pekerjaan Kim
__ADS_1
" Ya mungkin saja itu benar karena gue kan mengerjakan nya dini hari jadi masih mengerjakan nya sambil menghalu ". Kata Kim
" Susun kembali laporan nya Kim dan gue mau Lo mengerjakan nya dengan teliti ". Kata Ray yang masih memeriksa pekerjaan Kim dan yang lain nya
" Gimana mau teliti orang waktu yang di berikan saja sangat sedikit bahkan gue gak sempat istri juga kak gara-gara Lo yang se enak nya saja ". Kata Kim
" Itu memang tugas Lo jadi jangan banyak mengeluh ketika mengerjakan nya agar tidak terjadi Kesalahan lagi nanti nya ". Kata Ray
Setiap mereka berdua bertemu pasti perdebatan tidak akan ada henti nya bahkan jika Ray diam dan tidak menanggapi nya pun Kim tetap saja berbicara tanpa henti bahkan dia akan selalu mengajak Ray berdebat karena menurut Kim Ray Sangat lah kaku dan tidak banyak bicara juga bahkan dia juga jarang melihat Ray tersenyum yang ada hanya sifat dingin dan arogansi nya saja yang terlihat
" Jangan menatap gue , cepat kerjakan saja ". Kata Ray
" Sok ganteng banget di tatap sebentar saja gak boleh . Kerjakan sendiri saja kak , di sini gue mau liburan ya bukan malah mengerjakan proposal yang Lo minta ". Kata Kim
Dia bahkan kini terlihat memesan makanan lalu memakan nya tanpa perduli jika ada Ray di sana dan terlihat sekali kerakusan Kim di depan Ray saat ini membuat Ray pun hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat sisik wanita yang tidak ada anggun nya sama sekali di hadapan nya ini
Dari kejauhan Calista yang melihat Kim dan Ray duduk bersama pun sejak tadi tidak melepas kan pandangan nya ke Arah sang kakak di sana
" Lo kenapa Cal ?". Tanya Ryan mengikuti pandangan Calista saat ini
" Bukan nya itu cewek Lo Kai yang saat ini duduk bersama Ray di sana ". kata Derren
Jitakan pun Kai berikan di kepala Derren atas ucapan nya yang tidak Kai sukai
" Dia bukan kekasih gue dan gue tidak perduli juga dengan apa yang dia lakukan di sini ". kata Kai
" Apa dia kekasih Ray ?". Tanya Fellin
" kak Ray tidak memiliki kekasih kak walaupun dia banyak sekali yang menyukai dan mendekati tapi dia terlalu dingin dan cuek kepada mereka semua Hingga membuat mereka mundur sebelum bertindak kecuali cewek yang sekarang duduk di hadapan kak Ray ". Kata Calista
" bahkan jika bertemu pun Kai dan Kim juga suka sekali berkelahi karena mereka sama Tidka mau mengalah nya ". kata Rafael
" Kim ". Kata Bianca
" Kenapa Bianca , apa kamu mengenal nya ?". Tanya Arthur
" dia adalah cewek yang beberapa waktu lalu aku tolong kak dari jambret ". Kata Bianca
" Jadi Lo sudah mengenal nya Bi , bagus lah kalau begitu . Dan kini semua mangsa Kai berkumpul di sini ". Kata Ryan
" Jangan memanggil nya dengan nama Bi karena yang boleh melakukan nya hanya gue saja ". Kata Kai menatap tajam kearah Ryan membuat Ryan pun mengangguk kan kepala nya menanggapi tatapan dari Kai kepada nya tadi .
Kim masih duduk di sana bahkan dia beberapa kali mengomentari sesuatu yang dia lihat dari ponsel nya sekarang ini
" Diam dan jangan berisik ". kata Ray sambil memasukkan beberapa kentang goreng ke dalam mulut Bianca Membuat nya pun menatap Ray saat ini karena apa yang Ray lakukan kepada nya tadi membuat dia kaget saja bahkan masih mematung dan dia juga memegang kening nya dan kening Ray tadi
__ADS_1
" Gak panas tapi kenapa Lo seperti orang yang sakit ya , tiba-tiba menyuapi gue kak ". Kata Kim
Dia hanya bercanda saja akan hal tersebut karena dia ingin menggoda Ray dan melihat kemarahan nya saat ini . Ray tidak seperti Kai jadi tidak marah sama sekali dan bisa mengendalikan emosi nya ketika Kim memang berusaha memancing nya