
Mereka semua terlihat sangat panik sekali apalagi Ken sejak tadi juga sudah melakukan pertolongan pertama kepada Ricky dan Calista sejak tadi tidak berhenti menangis bahkan dia terus saja menyalakan diri nya karena hal ini terjadi. mobil yang di kemudian Arok sampai di rumah sakit bahkan kini Ipank segera menggendong Ricky lalu membawa nya masuk ke dalam
"Segera bawah ke ruangan Opera sekarang ". Kata Ken
Para suster pun mengangguk kan kepala nya dan kini mereka mendorong tempat yang di gunakan Ricky menuju ruang operasi. rumah sakit itu juga milik Ricky bahkan kini Ken pun sudah bersiap melakukan operasi nya sementara Ipank kini menenangkan Calista
"Daddy mu orang yang sangat kuat dan hebat jadi tenang saja pasti dia akan baik-baik saja ". Kata Ipank
Calista sejak tadi memeluk Rere bahkan dia tidak bisa menahan air mata nya saat ini
"Sebaik nya antar kan mereka pulang ". Kata Arok
"baik lah , biar gue saja yang mengantar nya pulang dan memberi tahu yang ada di rumah ". Kata Ipank
Jangan tanya bagaimana ekspresi Kai dan Ray bahkan dia ingin sekali menghancurkan semua yang ada di rumah sakit ini
"Uncle biar Kai ada di sini dan membantu uncle Ken ". Kata Kai
"Jangan Kai, sebaik nya kita pulang dulu dan pasti nanti bunda juga akan khawatir dengan kamu ". Kata Rere
Arok sejak tadi menatap dua jagoan dari sahabat sekaligus sepupu nya itu dan tatapan mereka memang lah tidak biasa bahkan terlihat sangat mengerikan sekali apalagi Kai
"Arok , biar gue antar mereka dan Lo temani Ken di sini siapa tahu dia membutuhkan sesuatu ". Kata Ipank
"Ya sudah Kalau begitu gue juga ikut menemani Ipank dan Lo di sini dengan Sam ". Kata Rere
Ini untuk pertama kali nya Sam melihat sang bos dalam keadaan yang cukup memprihatinkan bahkan dia juga tidak bisa melakukan apapun saat ini. Ricky yang dulu sangat lah berkuasa dan tidak mudah di kalah pun kembali kini akhirnya tumbang juga untuk menyelamatkan buah hati nya yang sangat dia cintai bahkan dia merelakan nyawanya untuk melindungi sang putri tercinta.
"Bos ". Panggil Sam dsn suara yang sangat lirih sekali bahkan dia tak kuasa menitihkan air mata nya kali ini karena dia benar-benar sangat hancur sekali melihat Ricky yang kini terbaring tak berdaya padahal sebelumnya juga Sam selalu menemani nya melakukan hal yang mengerikan
"Gue pergi dulu ". Kata Ipank
Arok pun mengangguk kan Kepala nya dan kini Ipank pun menggendong Calista untuk segera membawa nya pulang sementara itu Ray dan Kai di gandeng oleh Rere kali ini . Langkah kaki mereka terasa sangat berat sekali bahkan Ipank juga terasa berat meninggalkan tempat tersebut karena Sahabat nya masih terbaring lemah tak berdaya di sana .
Kini Ipank langsung memasukkan Calista ke dalam mobil begitu juga Ray dan juga Kai yang kini juga langsung masuk ke dalam mobil juga kali ini.
Perasaan tidak enak kali ini menghinggapi diri Yuli bahkan sejak tadi dia terlihat sangat gelisah dan khawatir sekali dengan suami nya bahkan rasa nya dia tidak pernah se khawatir ini dulu namun sekarang sangat berbeda sekali bahkan sejak tadi Yuli menatap ke Depan pintu dan berharap Ricky datang dengan membawa Calista kemari
"Duduk lah Yul Jangan khawatir, pasti Ricky bisa membawa putri kalian pulang ". Kata Galang
"Tapi gue merasa ada hal yang aneh saja yang mengganjal di pikiran gue ". Kata Yuli
"Itu hanya perasaan Lo saja yang terlalu parno , sebaik nya tenang saja ". Kata Galang
"Kak". Panggil Caesar
"Ada apa Caesar ?". Tanya Yuli penasaran sekali bahkan dia kini tengah berdiri kembali dari duduk nya
"Ray dan Kai tidak ada di dalam kamar mereka ". Kata Caesar
"Apa ? tadi gue cek mereka berdua masih ada dan kapan juga mereka keluar nya ". Kata Galang merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan Caesar barusan
"Itu lah alasan kenapa gue menyuruh Lo untuk melihat mereka berdua Lang karena anak Ricky memiliki sifat bapak nya jadi dia tidak akan membiarkan saudari nya dalam bahaya sebab itu akan membuat sang bunda bersedih ". Kata Bryan bisa menyimpulkan penglihatan nya kepada Kai bahkan tatapan nya pun Bryan masih mengingat nya
"Apa benar mereka berdua ikut juga ?". Tanya Yuli
"Kita tunggu saja Yul kabar nya dan aku pun juga yakin jika mereka berdua memang ikut ke sana ". Kata Intan
Yuli pun menuruti nya dan kini dia pun duduk dengan tenang sambil menunggu kabar namun hati nya masih saja gelisah menanti kabar yang akan datang nanti bahkan Yuli juga terlihat tidak sabar sekali. Luna yang melihat hal itu pun merangkul adik nya dengan penuh sayang bahkan dia juga memegangi tangan Yuli kali ini
__ADS_1
"Aku sangat yakin jika mereka akan baik-baik saja karena Ricky sangat hebat sekali ". Kata Luna
"Semoga saja hal itu memang benar kak ". Kata Yuli sambil memeluk Luna dengan erat nya
Mereka di rumah itu masih saja setia menemani Yuli bahkan tidak beranjak dari ruang tamu sedikit pun saat ini . Bahkan mereka juga merasakan cemas juga entah mengapa begitu juga dengan Galang, dia merasa ada sesuatu hal buruk yang terjadi kepada Ricky karena dia baru mengingat perkataan sahabat nya itu waktu di atas balkon
"Semoga saja Lo baik-baik saja Rick ". Batin Galang
Mereka yang masih menunggu pun hanya bisa pasrah dan harap-harap cemas di sana bahkan Intan juga sejak tadi memainkan ponsel nya untuk berkomunikasi dengan Ipank sang suami guna menanyakan kabar mereka semua.
"Bunda ". Teriak Calista yang kini sudah berlari menghampiri Yuli membuat senyuman di wajah Yuli pun kini mengembang Setelah melihat anak nya baik-baik saja bahkan dia juga terlihat sangat lega sekali kali ini
"Kamu baik-baik saja sayang ?". tanya Yuli sambil menyeka air mata Calista
"Iya Bun Calista baik-baik saja ". Jawab nya sesenggukan dan kembali merangkul Yuli
"Kalian berdua juga baik-baik saja ? kenapa harus menyusul ke sana juga Jan sudah ada Daddy yang mengurus semua nya ". Kata Yuli yang kini menatap ke dua jagoan nya.
Mereka hanya tersenyum saja melihat Yuli dan kini berjalan memeluk nya juga. Yuli senang melihat anak-anak nya dalam kondisi baik dan terlihat tidak ada luka sedikit pun namun dia juga heran karena tidak melihat Ricky serta Sam dan juga kedua sahabat nya yang lain .
"Daddy kemana , Kenapa tidak bersama dengan kalian ?". Tanya Yuli
Ipank pun mendekati Yuli lalu menatap nya kali ini dengan tatapan serius nya membuat mereka semua juga heran dan Bingung kali ini.
"Ada apa , kenapa menatap seperti itu ?". Tanya Yuli
"Jangan panik dan tetap lah tenang Yul karena semua nya nanti akan baik-baik saja ". Kata Rere
"Apa maksud nya ?". Tanya Yuli bingung kembali
"Ricky berada di rumah sakit saat ini karena dia terkena tembakan sebab melindungi Calista ". Kata Ipank
Duar
"Jangan bercanda Pank , gak lucu ". Kata Yuli
"Itu benar Bun , Dad tertebak ketika melindungi Calista ". Kata Kai yang terlihat menahan emosi nya sama persis seperti Ricky ketika emosi namun di depan nya ada Yuli maka dia akan menahan nya dengan sekuat tenaga
"Ja ja jadi Ricky tertembak, bagaimana bisa ?". Tanya Yuli
"Tadi kita hendak pergi namun ternyata ada seorang sniper yang bersembunyi dan akan menembak Calista namun Ricky segera berlari untuk menyelamatkan nya . Dia pun terkena tiga tembakan di beberapa bagian tubuh nya ". Jelas Rere
Bug
Yuli pun terjatuh dan kini dia pingsan setelah mendengar penjelasan Rere bahkan mereka pun terlihat sangat kaget juga karena Yuli pingsan
"Caesar cepat gendong Yuli masuk ke kamar nya dan Luna temani anak-anak di dalam kamar nya karena mereka pasti masih sangat shock sekali " Kata Intan
Mereka yang di beri tugas pun segera menjalankan nya bahkan kini Luna menggendong Calista untuk segera masuk ke dalam karena dia kembali menangis histeris setelah melihat bunda nya pingsan
"Calista kamu sudah kembali ?". Tanya Derren yang kini sudah keluar kamar dengan yang lain nya .
"Kuta semua ayo masuk ke kamar Calista saja untuk bermain di sana ". Ajak Kikan
Mereka pun menurut dan segera masuk ke dalam bahkan mereka terlihat kebingungan karena Calista masih saja menangis padahal dia sudah ada di dalam rumah nya kali ini
"Tenang lah sayang pasti Daddy dan bunda akan baik-baik saja ". Kata Luna
"Tante semua ini gara-gara Calista ". Kata Calista dengan polos nya
__ADS_1
"Tidak Sayang, semua bukan salah kamu tapi semua ini memang lah takdir jadi kita semua harus berdoa semoga Daddy segera pulih ". Kata Luna
"Apa Daddy Ricky terluka ?". Tanya Ryan
"Ya Daddy terluka karena menyelamatkan aku ". Kata Calista
Axel pun tanpa di suruh Langsung memeluk nya dengan erat dan mengusap rambut Calista penuh sayang bahkan yang lain nya pun kini juga mengikuti apa yang Axel lakukan
"Kamu jangan khawatir Calista, kami semua ada untuk mu ". Kata Axel dan yang lain nya pun mengangguk kan kepala nya
"Apa Rachel dan kinar menemani Ray dan juga Kai ?". Tanya Luna
"Seperti nya hanya Kinar saja karena Rachel kini ada bersama dengan Intan untuk mengobati Yuli ". Kata Kikan
"Semoga luka Ricky tidak terlalu parah dan dia bisa segera sembuh ". Kata Luna
Di dalam kamar nya Yuli terlihat masih saja pingsan dan sejak tadi juga Intan sudah mencoba untuk membuat nya terbangun namun masih belum bisa
"Seperti nya dia shock berat jadi kita tunggu beberapa jam lagi, jika obat nya tidak membuat dia bangun maka kita harus membawa dia ke rumah sakit ". Kata Intan
Mereka semua mengangguk kan kepala menyetujui ucapan Intan bahkan Bryan terlihat berkaca-kaca kali ini begitu juga dengan Galang
"Kenapa Ricky bisa lengah seperti itu ". kata Galang
"Tidak ada yang tahu skenario tuhan Lang dan kita berdoa saja semoga dia baik-baik saja ". kata Bryan menenangkan Galang
"Tapi kenapa, bahkan dia sudah bahagia dan kenapa sekarang dia terbaring tak berdaya ". Kata Galang dengan emosi nya
"Lang tahan emosi Lo , di sini banyak anak kecil apalagi anak-anak Ricky ". Kata Ipank
Galang pun ikut terduduk lemas kali ini bahkan dia masih mengingat apa yang Ricky katakan waktu itu
"Sebaik nya kita keluar saja dan biarkan Intan dan Rachel yang menemani Yuli ". Kata Rere
Mereka segera keluar dan kini tengah duduk di balkon lantai tiga kamar Ricky bahkan terlihat Ipank menghembus kan nafas nya kasar
"Kalian harus mengawasi Kai dan juga Ray dengan baik karena mereka sangat lah berbahaya ". Kata Ipank
"Apa maksud Lo Pank ?". Tanya Galang
"Mereka bisa saja nekad untuk menghabisi orang yang telah menembak Daddy nya apalagi Kai, dia bukan lah anak sembarangan yang dapat di remehkan dan gue baru menyadari nya jika dia lebih bahaya dan mematikan dari pada Ricky dan Ray kakak nya ". Kata Ipank
"Apa maksud Lo Pank , kenapa berbelit sekali cerita nya ". Kata Galang
"Kita mendapat kan lokasi penculik Calista dari Kai bahkan dia juga yang menghabisi para penculik itu dengan sadisnya ". Kata Rere
Galang pun terkejut dan seakan tak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan, Kai bisa melakukan nya dengan baik bahkan dia juga bisa pergi dari rumah itu tanpa sepengetahuan siapapun
"Dia memang berbeda dan gue bisa melihat dari tatapan nya bahkan tadi dia pun terlihat seperti Ricky ketika menahan amarah nya ". Kata Bryan
"Itu benar dan gue rasa Kai nanti juga akan bertindak diam-diam untuk membalas mereka, jadi gue minta kalian bisa berjaga dengan baik ". Kata Ipank
"Kai sangat licik dan cerdik jadi kalian harus sangat teliti jika melihat nya ". Kata Rere
"Dia bisa mengelabui orang dengan sangat mudah nya ". Kata Ipank menambah kan
"Lalu untuk luka Ricky bagaimana, apa sangat parah ?". Tanya Galang
"Kita belum tahu karena tadi Setelah sampai di rumah sakit gue pun segera pergi untuk membawa anak-anak pulang ke rumah ". Kata Ipank
__ADS_1
Di kamar nya kini Kai terlihat sangat marah sekali bahkan dia juga mengamuk di sana membanting semua benda di sekitar setelah melihat sang bunda bahkan Kai tidak bisa menahan emosi nya kali ini bahkan dia bukan seperti anak kecil pada umumnya kali ini
"Kalian sudah salah membuat Daddy terluka dan bunda bersedih, lihat lah aku akan membalas kalian semua setelah ini ". Kata Kai dengan seringai mematikan nya