Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Sangat Emosi


__ADS_3

Hari ini dua insan manusia itu tengah bahagia di Tokyo Disneyland karena mereka sudah mengutarakan perasaan masing-masing dan tanpa mereka tahu jika di rumah Ray di sana Daddy nya sedang marah dan khawatir dengan putri cantik nya itu yang kini hanya jalan berdua saja dengan seorang lelaki ya walau pun dia tahu siapa Nathan namun tetap saja dia harus waspada juga


" Kita pulang yuk Nath karena di rumah pasti Daddy akan mencari jika gue Tidak pulang bersama dengan kak Ray dan Kai". Kata Calista


" Masih panggil nama saja tidak ada kata sayang nya ?". Tanya Nathan


Calista mencubit nya karena Nathan Sudah menggoda nya sekarang ini dan dia pun terlihat sangat malu sekali


" Gak usah menggoda seperti itu gue gak suka tau ". Kata Calista


" Pacaran masih saja Lo gue dan juga manggil nya hanya nama saja , tapi gak masalah sih karena aku cinta kamu jadi terserah kamu saja swety ". Kata Nathan


" Alay nya seperti Kai ya sekarang, manggil pakek swety segala ". Kata Calista


" Biar aku tidak kalah dengan nya jadi aku mau memanggil seperti itu saja kepada kamu ". Kata Nathan tersenyum menatap Calista


Dia yang dingin dan jarang tersenyum kepada siapapun kini malah selalu tersenyum di depan Calista dan hanya Calista dan Bianca saja yang bisa mendapat kan senyuman mahal dari Nathan sama seperti Kai yang juga jarang sekali Tersenyum kepada orang


" Kalian ini ya memang benar-benar, sudah ayo pulang sekarang". Kata Calista


Nathan menggenggam tangan Calista dan kini dia pun berjalan bersama dengan nya untuk menuju mobil lalu akan segera pergi pulang ke rumah Ray karena mereka tahu tentu nya pasti semua menunggu Calista anak perempuan satu-satunya keluarga Airlangga yang sangat di sayangi oleh Daddy dan kedua kakak nya


" Mau langsung pulang atau mau beli makan dulu setelah itu kita pulang ?". Tanya Nathan


" Beli makanan untuk mereka yang ada di rumah saja ya setelah itu kita langsung pulang ". Kata Calista


" Ok siap swety kita akan membeli makan dulu setelah itu kita akan pulang. Mau beli makanan apa ?". Tanya Nathan


" Terserah saja beli apa ". Kata Calista


Mereka pergi ke sebuah restoran tak jauh dari sana dan kini mereka segera membeli beberapa makanan saat ini agar nanti mereka semua bisa makan dengan kenyang nya setelah itu mereka kembali lagi masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Ray . Canda tawa di sana pun terdengar apalagi mereka sudah jadian , kini Nathan pun sering sekali mengeluarkan kata-kata romantis nya kepada Calista membuat nya hanya tersenyum malu saja sekarang ini


" Apa kita akan menyembunyikan semua nya jika kita sudah jadian atau mengatakan nya ?". Tanya Nathan


" Jika ada yang tanya maka jawab saja dengan benar dan jika tidak ta sudah tidak perlu mengatakan nya juga karena mereka itu pintar jadi nanti pasti Kan tahu dengan sendirinya". Kata Calista


" Ya benar apalagi Bianca yang selalu kepo itu , pasti dia akan menebak banyak hal nanti jadi itu bisa membuat kita mengaku jika saat ini kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih ". Kata Nathan yang kini mencium telapak tangan Calista dan tersenyum kepada nya sambil menatap nya .

__ADS_1


Di rumah, Ricky masih saja mengomeli kedua anak nya itu karena membiarkan Calista berdua saja dengan Nathan


" Sayang , aku melihat jika Nathan baik anak nya jadi aku yakin jika dia bisa menjaga Calista ". Kata Yuli


" Iya dia bisa menjaga tapi aku takut malah dia yang akan berbuat hal buruk kepada putri cantik kita ". Kata Ricky


" Daddy terlalu berlebihan, setidak nya percaya lah Kepada Nathan sama seperti papa Sam percaya kepada kak Kai untuk menjaga Bianca selama di New York bahkan kita sering berdua saja ". Kata Bianca


Bug


Ricky memukul pelan Bianca karena dia menjawab seperti itu dan dia tahu jika seperti itu pasti Bianca sudah terkontaminasi dengan Kai yang memang pandai menjawab


" Pintar sekali ya anak menantu Daddy ini jika menjawab". Kata Ricky


Bianca hanya menyampaikan senyuman nya saja saat ini agar Ricky tidak marah apalagi sekarang dia sudah menatap nya dengan tajam juga


" Bercanda Daddy jadi jangan terlalu di anggap serius juga ". Kata Bianca


" Bukan nya kita tidak percaya Bianca tapi bisa saja kan karena obsesi nya kepada Calista malah membuat nya akan melukai Calista tanpa dia sadari ". Kata Nathan


" Konsekuensi nya pasti lah berat sebab para bodyguard kak Calista sangat banyak sekali jadi di hajar Daddy dan yang lain nya pun bisa membuat kak Nathan meregang nyawa bantu nya ". Kata Bianca


" Tidak segitu nya juga Bian , kenapa kita harus membunuh jika Kai saja bisa melakukan nya tanpa ada yang tahu sama sekali . Jadi kita tidak perlu repot melakukan nya ". Kata Rere


" Nah benar sekali, apalagi Kai selalu bertindak dengan cepat dan tertutup sama seperti dulu melakukan pembalasan kepada Rachel ". Kata Ken


" Jangan mengingat hal dulu karena itu adalah pelajaran Ken ". Kata Arok


" Iya tapi aku mengatakan nya agar semua tahu bagaimana Kai jadi tidak ada yang bisa melukai kembaran nya jika mereka masih ingin hidup dengan tenang ". Kata Ipank


" Nathan di kenal sebagai psikopat yang pergerakan nya pun juga sulit untuk di ketahui dan juga dia pun selalu menghilangkan bukti kejahatan nya dengan baik jadi kita harus waspada juga kepada nya untuk menghindari hal yang tidak di inginkan ". Kata Ricky


" Tapi untuk Nathan, aku merasa jika Kai lebih tahu dirinya di bandingkan kita jadi pasti mereka sudah mengatakan Tentang perjanjian jika Nathan mendekati Calista jadi untuk itulah sekarang Kai membiarkan Nathan mendekati Calista ". Kata Sam


" Ah papa ku memang terbaik dan paling pintar ". Kata Bianca sambil memeluk Sam sekarang ini membuat mereka hanya tersenyum saja karena kedua nya itu


Luna pun juga terlihat senang sekali sebab dia bisa lama bersama anak cantik nya itu sebelum dia kembali lagi ke New York untuk melanjutkan kuliah nya di sana . Dia tidak akan menyiakan kesempatan yang ada jadi dia pun akan sering bersamaan dengan kedua anak nya itu selama dia masih berada di Jepang dan belum kembali lagi nanti ke Indonesia atau membagi dia akan menetap di Jepang nanti nya , Luna juga tidak tahu .

__ADS_1


Dan di markas nya kini Kai tengah menatap lelaki yang dia temui tadi di Tokyo Disneyland bahkan kini tatapan nya pun juga sangat tajam sekali sekarang ini


" Lo , kenapa Lo menyekap gue di sini . Kita tidak punya masalah bukan ". Kata Nixco


" Apa Lo lupa siapa gue hingga mengatakan nya ?". Tanya Kai


" Seperti nya pukulan Lo tadi terlalu keras Brandon hingga membuat nya amnesia sekarang ini ". Kata Erland


" Seperti nya memang begitu Kai ". Kata Brandon


Kai masih duduk di kursi sambil menatap nya dengan tajam , lelaki yang berani nya membuat Bianca terluka dan walau hanya luka kecil saja tetapi tetap saja dia tidak akan menerima nya sama sekali


" Mau di apakan dia Kai ?". Tanya Sky


" Kuliti saja dia karena dia sudah berani membuat wanita ku terluka ". Kata Kai


Nixco yang mendengar nya pun kini menatap tajam ke arah Kai sekarang lalu dia pun tertawa dengan keras nya saat ini


" Jadi karena hal seperti itu Lo melakukan ini , benar-benar tidak gentel sekali Lo ". Kata Nixco


" Gue tidak gentel , anggap saja seperti itu dan gue tidak masalah juga jika Lo berpikir seperti itu ". Kata Kai sambil menyeringai


" Karena cewek murahan seperti dia Lo seperti ini , hahahaha bodoh sekali Lo ya bahkan dia tidak lah lebih cantik dari wanita yang biasa nya gue kencani ". Kata Nixco dengan bodoh nya . Dia tidak tahu saja jika mengatakan hal seperti itu sama saja sudah menggali lubang maut nya sendiri. Dan benar saja kini Kai menyuruh mereka membuka tali Nixco dan dia pun langsung menghajar nya tanpa henti


Bug Bug Bug


Tak ada ampun bagi Nixco sama sekali dari Kai Karena dia sudah menyebut Bianca sebagai wanita murahan bahkan dia tidak sempat berdiri setelah jatuh ketika mendapat kan pukulan Kai tadi . Kai sangat emosi sekali sekarang ini dan Nixco pun terlihat kualahan menghadapi Kai sekarang


" Lo berani sekali ya mengatakan jika wanita yang gue cinta murahan ". Kata Kai sambil menghajar nya berulang kali dan ketiga sahabat nya hanya menjadi penonton saja kini sebab mereka tahu jika Kai tidak mau di ganggu sekarang ini jadi mereka memilih hanya menjadi penonton saja sekarang ini


" Dia memang murahan ". Kata Nixco masih saja tidak takut padahal dia sudah babak belur karena Kai tapi dia masih bisa menjelekkan Bianca sekarang ini


Kai kini mengambil pisau nya sekarang yang biasa nya dia gunakan untuk menguliti musuh nya membuat Nixco pun heran dengan nya karena Kai menyeringai sambil menatap nya ketika membawa pisau tersebut


" Apa yang mau Lo lakukan hah?". Tanya Nixco namun Kai tidak menjawab nya malah dia kini terus berjalan menghampiri Nixco yang terlihat merangkak mundur perlahan


" Mulut Lo yang busuk itu sudah menghina wanita gue jadi terimalah akibat nya sekarang ini . Pengang dia ". Kata Kai memerintah kedua sahabat nya . Terlihat Nixco meronta meminta untuk di lepas kan namun tidak ada yang perduli dan kini Kai pun memotong lidah Nixco sekarang ini dengan setingan nya . Rintihan dari Nixco pun tidak pernah dia dengar kan sajak tadi malah Kai semakin bersemangat kini menguliti nya sambil tersenyum senang

__ADS_1


__ADS_2