
Ray tidak menyangka jika dia akan berhadapan dengan musuh lama bahkan dia juga tidak mengenal nya sama sekali dan dia pun juga merasa jika Ivan hanya akan membuang waktu saja jika ingin menghancurkan nya bahkan data perusahaan milik Ray sudah di kunci dengan baik oleh Kai dan akan terdeteksi juga jika memang ada yang ingin mengambil nya maka dari itu Axel langsung bergegas ketika mengetahui nya dan dia pun menyelesaikan nya dengan Sangat mudah sekali bahkan tidak lama untuk nya bisa menangkap sang pelaku dan langsung membawa nya ke Markas Untuk segera di eksekusi oleh nya dan para sahabat nya
" Untung saja Kai sudah mengunci nya jika tidak maka data tersebut akan hilang kan ". Kata Derren
" Data itu bisa di pulihkan jika hilang bahkan gampang sekali melakukan nya ". Kata Calista
" Tapi jika sudah bisa di curi maka orang tersebut akan mengetahui nya bukan jadi percuma saja memulih kan nya menurut gue ". Kata Rafael
" Serius sekali kalian , ngobrol apa sih ?". Tanya Fellin yang kini duduk di samping Calista bahkan dia tidak berada di dekat Axel untuk menjaga hati Ray karena dia tidak mau Ray terluka ya walaupun dia sudah mengatakan rela dan ikhlas tapi menurut Fellin menjaga perasaan nya pun juga tidak masalah dan bagus sekali juga
" Apa sudah selesai belajar nya ?". Tanya Axel
" Jika belum selesai mana mungkin aku keluar dari kamar bahkan kalian semua tahu itu kan ". Kata Fellin
" Iya Lo memang sangat suka sekali berada di dalam kamar Bahkan dalam waktu yang cukup lama sekali pun , sama seperti Ray dulu yang suka sekali membaca buku hingga bisnis nya pun bisa berkembang sangat pesat sekali ". Kata Derren
" Dan apa kabar tentang bisnis Daddy kalian ya , siapa yang meneruskan jika semua anak nya memiliki usaha masing-masing ?". Tanya Rafael
" Ray saja tidak memusingkan nya dan kenapa Lo malah pusing sendiri ". Kata Ryan
" Gue hanya heran saja dan penasaran bahkan Kai saja juga memiliki banyak sekali usaha dan itu juga melebihi Daddy Ricky bukan ". Kata Derren
" tapi dia tidak bisa melebihi Ray ". Kata Rafael
" Kai berbeda dengan gue , dia lebih ke otomotif jadi bisnis yang dia bangun pasti berhubungan dengan otomotif dan tidak banyak jika tentang yang lain nya ". Kata Ray
Apa yang di katakan Ray memang benar bahkan hampir sembilan puluh persen bisnis milik adik bungsu nya itu adalah di bidang otomotif dan jarang sekali Kai mau menggeluti bisnis lainnya karena dia tidak terlalu tertarik dengan hal tersebut
" Oh ya Kim mana kenapa dia tidak terlihat hari ini ?". Tanya Fellin
" Dia baru pulang kak tadi setelah kita makan bersama di luar kan tadi aku sudah mengajak dan kakak tidak mau kan ". Kata Calista
" Oh jadi tadi Kim ikut , iya tadi aku terlalu asik jadi tidak ingin meninggalkan kegiatan ku ". Kata Fellin
" Makanya jangan sibuk di kamar Mulu kan jadi gak tahu kejadian di luar ". Kata Derren
" Bagaimana kalau malam nanti kita jalan ke mall , sudah lama juga kan kita tidak pergi ke sana dan Ray ajak Kim juga ". Kata Fellin
" Kenapa dia harus ikut juga bahkan dia tidak perlu juga kan selalu bersama dengan kita ". Kata Ray
" Dia adalah sahabat kita jadi kita harus mengajak nya ". Kata Fellin
" Sejak kapan cewek bar-bar itu menjadi sahabat kita bahkan dia baru kan mengenal kita ". Kata Ray
" Dia kan sahabat Bianca kak jadi sahabat kita juga dong apa kakak lupa akan hal tersebut ". Kata Calista
" Iya iya Kakak ingat jadi tidak usah mengingatkan kembali ". Kata Ray
" Kau memang sangat cocok dengan nya Ray bahkan dia sangat ceria bisa membuat hati mu berwarna ". Kata Arthur
Jika Arthur yang berbicara Ray tidak pernah marah bahkan menatap nya dengan tajam karena dia menganggap Arthur adalah saudara nya berbeda jika yang mengatakan hal tersebut adalah sahabat nya maka dia akan langsung memukul mereka karena berani mengatakan hal bodoh seperti itu menurut nya
" Dia memang selalu terlihat ceria sekali bahkan apapun yang di katakan Ray tidak mempan sekali kepada nya ". Kata Fellin
" Itu berarti dia tidak tahu malu dan bermuka tebal sekali ". Kata Rafael
" Nah seperti nya memang begitu ". Kata Derren
" Bukan begitu tapi Kim memang suka sekali membuat kak Ray kesal bahkan setiap aku melihat dia memang sengaja ingin memancing kekesalan kak Ray sabab jika kak Ray kesal maka dia akan tertawa puas sekali ". Kata Calista
__ADS_1
Dia selalu tahu jika Kim memang senang membuat kakak nya kesal sebab menurut nya itu adalah hiburan tersendiri untuk nya jadi dia pun melakukan hal tersebut
" Apa dia tidak akan tertarik dengan pesona Ray bahkan dulu saja dia suka dengan Kai secara diam-diam bukan ". Kata Ryan
Arthur yang mendengar hal tersebut pun terkejut karena dulu dia juga tahu jika Kai sempat mengejar Kim namun dia tidak tahu jika itu hanyalah sebuah taruhan saja
" Apa benar dia menyukai Kai ?". Tanya Arthur
" Ya Kim memang dulu Pernah suka dengan Kai tapi sekarang tidak lagi ". Kata Ryan
" Bagaimana Kau bisa mengetahui nya jika sekarang dia sudah tidak menyukai Kai lagi ?". Tanya Arthur
Dia menanyakan hal tersebut karena untuk memastikan saja agar adik nya tidak terluka dan patah hati nanti nya bahkan Arthur tidak ingin jika air mata Bianca jatuh walau pun itu hanya setetes saja , di sangat menjaga adik nya sekali dengan baik
" Tenang saja Kai bahkan tidak cinta dengan nya jadi Lo tidak perlu khawatir mengenai Bianca ". kata Ray
" Tapi bukan nya dulu dia mengejar Kim ?". Tanya Arthur
" Kai mengejar nya hanya untuk taruhan saja kak dan aku sudah mendengar nya sendiri dari para sahabat nya yang gila itu ". Kata Calista
Arthur pun semakin waspada sekali Setelah mendengar nya bahkan dia pun merasa jika memang Kai itu terlalu bad boy dan tidak cocok untuk Bianca
" Jangan berpikir buruk tentang Kai bahkan dia rela melakukan apapun untuk Bianca jadi percaya lah jika dia tidak akan menyakiti nya nanti". Kata Fellin
Mereka tahu Arthur sangat menjaga Bianca dengan baik tapi mereka juga tahu bagaimana perjuangan Kai untuk bisa selalu ada di dekat Bianca bahkan dia pun rela pergi kuliah di New York demi Bianca padahal dia seharusnya tidak ada di sana tapi itu semua dia lakukan karena dia tahu Bianca akan pergi ke sana
" Sudah membahas Kai nya kita sebaik nya istirahat dulu lalu nanti malam pergi makan malam sekaligus jalan-jalan ". Kata Ray
" Ya sudah kak kalau begitu Calista pergi ke kamar dulu ya ". Kata Calista lalu meninggalkan tempat tersebut begitu juga dengan Fellin dia juga pergi ke kamar nya untuk beristirahat juga agar tidak lelah nanti nya
" Kalian bisa juga tidur dan beristirahat di sini ". Kata Ray yang kini juga sudah beranjak dari duduk nya dan Arthur pun mengikuti nya menuju ruang kerja saat ini
" Kim cantik apa kau tidak tertarik dengan nya ?". Tanya Arthur
" Jika Lo tertarik dengan nya maka dekati saja dia Arthur bahkan sama sekali gue tidak suka dengan nya ". Kata Ray sambil menyandarkan kepala nya di kursi
" Jangan seperti itu karena benci bisa jadi cinta Ray ". kata Arthur
" Aku memang tidak suka dengan nya untuk saat ini dan tidak tahu lagi kedepan nya jika kita selalu saja bersama ". Kata Ray
" Cinta akan datang karena selalu bersama dan kau dengan nya juga terbiasa Besama jadi rasa itu akan datang dengan sendiri nya nanti ". Kata Arthur
" Entah lah tapi untuk saat ini gue memang tidak terlalu memperdulikan nya dan jika bertemu dengan Kim kita hanya akan bertengkar setiap hari nya ". Kata Ray
" Itu karena dia memang suka membuat mu kesal sama seperti apa yang di katakan Calista ". Kata Arthur
" Ya itu benar bahkan gue selalu saja bisa kesal dengan nya walau pun dia hanya melakukan kesalahan sepele saja ". Kata Ray
Entah Ray masih mencintai Fellin kah hingga dia tidak bisa membuka hati nya atau dia memang sudah membuka hati tapi gengsi mengakui nya masih belum ada yang tahu bahkan Arthur saja yang selalu dengan nya belum mengetahui bagaimana perasaan Ray saat ini namun satu hal yang pasti menurut dia bahwa rasa cinta nya untuk Fellin Sudah tidak ada sama sekali dan seperti nya Ray memang ingin fokus pada bisnis dan kuliah nya saja saat ini tanpa ingin memperdulikan percintaan nya lagi
Malam pun tiba dan kini mereka semua juga sudah bersiap untuk pergi makan malam di luar bahkan Calista dan Fellin pun terlihat sangat cantik sekali kali ini berbeda dengan biasanya
" Apa semua nya sudah siap ?". Tanya Ray
" Tinggal menunggu Kim saja kak karena dia belum Datang ". kata Calista
" Tumben sekali anak tuyul belum datang biasa nya dia akan selalu muncul ke rumah ini tanpa di suruh sekali pun ". Kata Ray
Perkataan Ray tadi pun membuat mereka semua tertawa bahkan mereka kaget ketika Ray menyebut Kim sebagai anak tuyul bahkan mereka saja tidak mengetahui apa itu tuyul dam bagaimana juga bentuk nya
__ADS_1
" Hai samua Kim datang ". Teriak Kim dari pintu masuk rumah tersebut
" Panjang umur sekali ya dia bahkan kita batu saja membicarakan nya dan kini dia sudah datang
" Sudah siap semua rupa nya kalau begitu tunggu apalagi ayo segera berangkat "
Kata Kim
Ray pun langsung menarik baju Kim bahkan dia menatap Kim saat ini dari atas hingga bawah sebab penampilan Kim Terlihat berbeda kali ini
" Tumben sekali pakaian mu ini seperti ini bahkan dandanan mu juga tidak seperti biasanya ". Kata Ray mengomentari penampilan Kim
" Kenapa naksir ya atau mau bilang kalau gue cantik , sudah ngaku saja gak usah malu seperti itu ". Kata Kim
" Jangan mulai memancing Kim bahkan gue hanya mengatakan hal yang jujur kan bukan bohongan ". Kata Ray
" Iya gue tahu kak Lo jujur tapi kadang jujur Lo itu terlalu menyakitkan buat gue ". Kata Kim berlagak sok sedih saat ini membuat Ray memukul kepala nya dan kini dia berjalan pergi ke luar
" Kamu selalu saja membuat Ray kesal bahkan tingkah laku kamu ada-ada saja Kim ". Kata Fellin
Kim Tersenyum menatap Calista dan juga Fellin yang menurut nya kelihatan sangat cantik sekali saat ini sama seperti diri nya
" Gue dandan seperti ini atas saran si Bianca bahkan dia mengatakan jika gue harus selalu menggoda kak Ray karena ekspresi kesal nya sangat menyenangkan dan itu memang benar sekali ". Kata Kim
" Oh ternyata dalang di balik sikap menyebalkan Lo adalah Bianca ya pantas saja gue merasa jika Lo mirip dengan nya ". Kata Derren
" Kita kan sahabat bahkan selalu saja mengobrol meskipun bay phone ". Kata Kim
" Jika kalian masih saja mengobrol maka batalkan saja pergi nya ". Kata Ray dari kejauhan
Mereka kini bergegas keluar dan menaiki kendaraan masing-masing dan seperti biasa nya Kim akan satu mobil dengan Ray dan juga Calista serta Arthur dan dia pun akan selalu mengajak Calista bicara tentang banyak hal fi dalam mobil tersebut
Mobil berjalan beriringan menuju sebuah mall di sana bahkan Calista dan Kim bercanda bersama kali ini membuat Ray hanya diam mendengarkan nya saja
" Shopping yuk nanti mumpung di mall ". kata Kim
" Boleh juga , nanti setelah makan ayo shopping dan ajak kak Fellin biar ramean ". Kata Calista
" Sayang sekali ya gak ada Bianca jadi suasana kurang rame juga ". Kata Kim
" Lo gak sadar ya , mulut Lo selalu saja bicara tanpa henti itu selalu saja buat suasana yang tenang menjadi rame ". Kata Ray
" Ah masak iya kak , kok gue gak sadar ya ". Kata Kim
" Mungkin saja Lo pingsan makanya gak sadar ". Kata Ray
Kim dan Calista pun tertawa bahkan Kim terlihat mengejek Ray saat ini membuat nya pun bertambah kesal
Di restoran tempat Kai dan yang lain nya makan pun terlihat sangat tenang sekali karena tidak ada yang mengobrol juga hanya saja Beberapa kali Bianca bercanda bersama William
" Bian apa Lo sudah menyelesaikan dokumen nya kemarin?". Tanya William
" Sudah dan sudah gue kirim juga ke email Lo kan kak ". Kata Bianca
" Kai Lo bisa membantu gue gak membereskan Beberapa hal ?". Tanya William
" Gue sibuk tidak ada waktu untuk melakukan nya ". Kata Kai
William bisa menduga jika dia yang meminta bantuan pasti Kai tidak akan perduli namun jika Bianca yang meminta nya tentu akan berbeda cerita nanti nya
__ADS_1
" Kalau makan jangan buru-buru gak akan ada yang mengambil nya Bi ". Kata Kai sambil mengisap bibir Bianca dan tersenyum dengan tulus kepada nya