
Jennie benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengar nya bahkan dia menatap Bianca dengan tajam nya karena dia mengira mungkin saja Bianca memang menggoda Kai tanpa sepengetahuan nya
" Caesar apa Lo serius bahkan dia tidak lebih cantik dari ku dan kenapa kamu mau dengan nya ". Kata Jennie yang kesal saat ini
" Cantik itu relatif bahkan mereka berdua sudah dekat lama sekali ". Kata Erland
" Dekat belum tentu pacar kan dan gue masih tidak percaya jika Lo Memang berpacaran dengan nya , dan gue rasa ini hanya bercanda saja bukan ". Kata Jennie
" Apa pernah gue bercanda ?". Tanya Kai dengan nada tinggi nya
Bianca yang mendengar perdebatan itu pun kini segera melangkah kan kaki nya pergi dari sana namun sial nya Kai malah menarik dan memeluk nya sekarang membuat Jennie semakin terbakar api cemburu melihat hal tersebut
" Mama menelfon dan menanyakan Lo , dia khawatir karena tadi Lo tidak mengangkat telepon nya jadi angkat dulu ". Kata Kai
Bianca pun langsung mengecek handphone nya dan benar saja ada panggilan dari maka nya bahkan chat nya juga banyak sekali , dia tidak tahu sebab tadi handphone nya di bawah oleh Rose dan kini dia segera mengambil ponsel Kai lalu menelfon mama nya saat ini . Bianca menjauhi mereka semua dan kini tatapan Kai tertuju pada Ernest
" Jangan membuat masalah dengan nya jika kalian tidak ingin berurusan dengan gue ". Kata Kai lalu pergi menyusul Bianca
" Jangan membuat Masalah bahkan Lo pasti tahu bukan siapa Caesar ". Kata Brandon sambil menepuk bahu Ernest lalu pergi juga Menghampiri yang lain nya
" Jadi mereka berdua memang ada hubungan ". Kata Alice yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengar nya tadi
" Gue tidak akan pernah melepaskan Caesar walaupun dia sudah memiliki kekasih ". Kata Jennie sambil mengepalkan tangan nya menatap lurus ke depan
" Lo belum tahu dia sebaik nya jangan cari masalah agar hidup Lo aman ". Kata Ernest
Dia yang suka menindas orang pun kini juga tidak banyak bicara bahkan dia juga tidak terlalu tertarik dengan urusan seperti ini karena dia tahu siapa Caesar jadi dia tidak mau mencari gara-gara dengan nya .
Kini Bianca terlihat berbeda dengan nama nya melalui panggilan video call bahkan dia terlihat senang sekali bisa bicara dengan sang mama walau pun dari jarak jauh sekarang ini
" Mama apa kabar di sana ?". Tanya Bianca sambil tersenyum kepada mama nya
" Mama baik di sini lalu bagaimana dengan mu di saja Bian ?". Tanya Luna terlihat senang ketika dia melihat anak nya itu tersenyum bahagia
"Bian baik-baik saja ma bahkan di sini Bian juga mendapat kan teman baru ". Kata Bianca
" Apa Kai menjaga mu dengan baik di sana Bian ?". Tanya Luna
Dia masih khawatir dengan anak nya , bahkan Luna masih merasa sedih karena Bianca tidak bersama Arthur malah dia sendiri saja di sana
" Tenang saja ma bahkan Kai selalu menjaga nya dengan baik namun terkadang dia tidak menuruti apa yang Kai katakan ". Kata Kai sambil tersenyum dan memeluk Bianca dari belakang
" Lepas ya kak , Lo jangan membuat gue emosi ". Kata Bianca dengan pelan nya
Kai tidak memperdulikan nya bahkan dia masih saja memeluk Bianca membuat beberapa mahasiswa di sana bahkan mereka terlihat sangat iri sekali dengan Bianca yang mendapat kan perlakuan seperti itu dari Kai
" Bian kamu harus menurut dengan Kai bahkan mama akan sangat marah jika kamu pergi keluar tanpa nya ". Kata Luna
" Bian biasa nya dengan kak William ma jadi tidak perlu dengan kak Kai juga kan . Dia pasti juga sibuk dengan urusan nya sendiri ". Kata Bianca
" Mana mungkin gue sibuk jika Lo ingin gue ikut ". Kata Kai
" Mama sangat tenang sekali ketika tahu kami berada di negara yang sama dengan Kai sebab mama percaya jika dia bisa menjaga mu dengan baik ". Kata Luna sambil tersenyum
Luna tahu jika hati anak nya itu masih tertutup untuk Kai dan dia juga bingung kenapa anak nya tidak menyukai Kai bahkan pesona Kai sama seperti Daddy nya dulu dan tentu nya dia juga akan menjadi rebutan banyak wanita di sana tapi anak nya ini masih saja tidak mau menerima cinta Kai
" Mama tenang saja di Indonesia karena di sini Kai akan menjaga calon istri Kai ini dengan baik ". Kata Kai sambil mengeratkan pelukan nya kepada Bianca
" Mama percaya Kai dengan mu karena kami sudah meyakinkan mama dulu . ingat jaga Bianca dengan baik di saja jika tidak mama akan mencabut restu yang mama berikan untuk mu ". kata Luna
" Tenang saja ma Kai akan melakukan nya tanpa kesalahan sedikit pun ". Kata Kai
Kini panggilan tersebut pun sudah berakhir dan Bianca pun langsung menginjak kaki Kai dan memukul perut Kai saat ini
__ADS_1
" apa-apaan sih Lo , sengaja sekali Lo ya mencari kesempatan tadi ". Kata Bianca
" Jangan jutek seperti itu Bi , gue makin cinta jika Lo seperti itu ". Kata Kai
" Makan tuh cinta ". Kata Bianca lalu pergi meninggalkan Kai bahkan dia lupa jika saat ini sedang membawa handphone Kai di tangan nya dan Bianca kini kembali ke barisan untuk kembali melanjutkan acara
Kai kini berjalan menuju para senior yang sedang menunjukkan beberapa hal dan ketika mereka melihat Kai mereka langsung menghentikan bicara nya
" Lanjut kan saja gue gak akan mengganggu kalian . Bi Handphone gue masih di Lo ". Teriak Kai membuat Bianca sadar lalu segera berdiri dan memberikan nya kepada Kai karena Kai sudah melambai kan tangan nya agar ponsel nya itu di kembalikan
" Kita makan siang , Sudah waktunya makan jika telat nanti mama akan marah ". Kata Kai
" Jangan terlalu berlebihan bahkan mama ku tidak akan marah kak ". Kata Bianca yang masih saja kesal dengan Kai dan ingin sekali dia meninju muka nya saat ini
Bianca tidak memperdulikan nya dan dia kembali lagi ke barisan di mana dia berada tadi . Bukan Kai nama nya jika dia akan menyerah bahkan dia meminta semua nya untuk beristirahat sekarang dan mengatakan jika masa orientasi sudah berakhir hari ini . Mereka terlihat senang dan kini akan bergegas membubarkan diri dari sana
" Bianca ". Panggil William yang kini sedang berjalan menghampiri nya bahkan dia terlihat sangat tampan sekali dengan kaos hitam yang melekat di tubuh nya
" Apa sudah selesai Bianca , gue ada perlu dengan Lo ?". Tanya William
" Iya sudah , ayo kita pergi cepat dari sini ". Ajak Bianca sambil menggandeng tangan William
" Ya sudah kita pergi sekarang . Kai ayo kita makan di restoran saja sekarang karena ada hal yang harus gue bicarakan dengan Bianca ". Kata William
" Kita berdua saja dan tidak usah mengajak nya ". Kata Bianca
" Justru gue juga memerlukan bantaun Kai juga maka dari itu gue datang kemari karena Kai menolak panggilan gue sejak tadi ". Kata William
Bianca tidak perduli lagi dan kini dia pun segera menarik William agar segera pergi dari sana bahkan dia juga kini meninggalkan Kai karena dia juga tidak suka dengan tatapan mereka semua Kepadanya saat ini . Bianca segera masuk ke dalam mobil William dan Kai pun ikut juga masuk ke dalam sementera itu mobil nya dia tinggal di kampus
" Kenapa sih Bianca muka Lo seperti itu ". Kata William
" tanya saja kepada nya . sudah gue bilang kan jangan terlalu dekat dengan gue di kampus ". Kata Bianca
Plak
Bianca pun memukul nya sementara Kai hanya diam saja Melihat hal tersebut . " Kapan gue bilang mau jadi istri nya ". Kata Bianca
" Tapi mama sendiri juga sudah mengatakan nya ". Kata Kai
Dengan menggunakan kata mama tentu nya Bianca pun terdiam tidak berani menjawab karena dia juga tidak pernah mau membuat mama dan papa nya kecewa jadi dia selalu saja menurut dengan perkataan Luna termasuk kuliah bersama Kai saat ini . Dulu Bianca sudah mengatakan jika ingin pindah negara namun Luna dan Sam kompak melarang nya karena mereka berdua berusaha mendekatkan Bianca dengan Kai . Luna sudah sangat yakin jika memang Kai Sangat lah cocok untuk mendampingi anak perempuan nya itu nantinya
Mereka semua sudah sampai ke restoran dan kini terlihat Bianca pun jalan terlebih dahulu meninggalkan William dan Kai serta yang lain nya juga
" Sabar Kai dia memang wanita spesial dan jika Lo ingin mendapatkan nya pun harus Dengan cara yang spesial juga ". Kata William
" Ya gue tahu itu dan gue juga tidak akan menyerah untuk menaklukkan hati nya yang sekeras batu karang itu ". Kata Kai
" Ayo kita masuk ke dalam ". Ajak Sky
Mereka semua segera masuk ke dalam bahkan kini terlihat juga jika Bianca sudah duduk manis di sana dan memilih makanan yang akan di pesan nanti nya
" Hari ini gue yang akan mentraktir jadi kalian pesan saja apa yang kalian suka ". Kata Kai
Mereka pun tanpa sungkan kini memesan beberapa makanan bahkan terlihat juga Bianca memesan beberapa Makanan di sana saat ini
" Makan yang banyak Bianca agar kamu cepat sehat dan juga gemukan ". Kata Kai
" Jadi ngatain gue gemuk Lo kak ". Kata Bianca
" Bukan begitu tapi kalau Lo gemukan pun gue tetap cinta kok ". Kata Kai
rasanya kenyang Bianca makan gombalan Kai setiap hari bahkan dia pun sudah hafal sekali dengan setiap perkataan Kai kepada nya
__ADS_1
Di Jepang kini Ray dan juga Calista tengah duduk santai di rumah setelah mereka tadi pergi bersama dan Kim pun juga sudah pulang sejak tadi .
" Ray seperti nya semua sudah kembali normal ". Kata Arthur yang mengecek data perusahaan milik Ray
" Ya , gue rasa juga Begitu . Axel bergerak cepat sekali untuk membereskan nya ". Kata Ray
" Bahkan kak Axel juga pasti sudah menyiksa nya , uh Calista juga ingin sekali melakukan nya kak ". Kata Calista
" Jangan macam-macam Calista jika bunda tahu kakak yang akan mendapat kan masalah nanti nya ". Kata Ray
" Tapi jika kakak tidak mengatakan nya mana mungkin kan bunda tahu ". Kata Calista
" Dan apa kamu masih berpikir jika bunda Memang benar-benar tidak mengetahui nya ?". Tanya Ray
" Tentu saja bunda Yuli akan Dengan mudah mengetahui nya bahkan bunda juga memiliki mata-mata di sini untuk mengawasi mu Calista " Kata Arthur
" Padahal jika menguliti tubuh orang itu pasti akan sangat seru sekali dan kenapa bunda melarang sih , Daddy saja dulu pasti sering melakukan nya kan kak ". Kata Calista
Dia ingin protes tapi tidak bisa sebab dia sangat menyayangi bunda nya jadi dia juga tidak mau mengecewakan sang bunda apapun keadaan nya
" Sudah lah kamu jadi anak baik saja dan duduk yang manis karena kamu cewek sama seperti bunda dulu yang juga tidak pernah menguliti manusia jadi kamu juga harus seperti itu ". Kata Ray
Calista hanya bisa diam saja bahkan dia selalu saja di manja oleh mereka semua dan itu juga terkadang membuat nya sangat tidak nyaman sekali
" Apa Nathan masih menghubungi mu ?". Tanya Ray mengalih kan obrolan
" Mana berani dia melakukan nya kak ". Kata Calista
" Kenapa kamu terlihat kecewa sekali ketika tidak di hubungi Nathan ?". Tanya Arthur
" siapa juga yang kecewa bahkan aku tidak terlalu memperdulikan nya kak Arthur ". Kata Calista
" Jangan bohong bahkan muka mu tertulis jelas jika kamu menyukai nya ". Kata Arthur
" Apa sih kak mana mungkin juga aku suka dengan nya bahkan aku saja tidak terlalu dekat dengan nya ". Kata Calista
" Sebaik nya Lo dengan Ryan saja Calista jangan dengan yang lain nya ". Kata Derren yang kini sudah ada di depan mereka semua di sana bahkan tampak juga wajah Ryan yang sangat menyeramkan itu
" Lo kenapa Ryan , apa ada masalah ?". Tanya Ray
Ryan tidak menjawab dan dua langsung duduk bersama dengan Calista saat ini . " Jaga jarak Lo jika tidak ingin wajah Lo menjadi jelek ". Kata Ray
" Gue hanya duduk Ray dan tidak akan melakukan apapun juga ". Kata Ryan
" Lo bisa duduk di sebelah Arthur kan jadi pindah lah selagi gue berbaik hati ". Kata Ray
Dengan malas Ryan pun terpaksa berpindah tempat dan kini mereka pun duduk bersama di sana dengan santai nya
" Kemana fellin kenapa tidak terlihat ?". Tanya Rafael
" Dia masih di kamar nya , Lo kesana saja ". Kata Ray
" Gue hanya tanya dan tidak ingin bertemu dia juga kali ". Kata Rafael
" Bagaimana tadi Axel ?". Tanya Ray yang memang tahu apa yang Axel dan yang lain nya lakukan tadi
" Gue hanya memberi nya sedikit pelajaran saja dan dia juga masih ada di markas ". Jawab Axel
" Apa Lo tahu siapa yang menyuruh nya ?". Tanya Ray
" Dia anak dari Wira anggota King Death dan seperti nya dia ingin balas dendam dengan Kai tapi Dimulai dari Lo duluan ". Kata Axel
" Ivan Rydel Davisky berani sekali dia mengusik perusahaan gue ". Kata Ray
__ADS_1
Padahal Ray tidak mempunyai masalah dengan nya dan dia kini paham kenapa Ivan ingin menghancurkan nya mungkin karena Kai dulu sudah membuat papa nya terluka parah entah dia masih hidup atau tidak sekarang