Anak Genius Sang Gangster

Anak Genius Sang Gangster
Perdebatan Menggemaskan


__ADS_3

Di dalam kamar terlihat Yuli sangat menikmati makanan buatan suami nya itu dan kini dia juga terlihat menyuapi Ricky saat ini karena dia merasa Ricky juga belum makan sejak tadi jadi dia memutuskan untuk makan berdua dengan nya di piring yang sama


"Wah masakan kamu enak juga ya ". Kata Yuli


"untuk istri tercinta ya harus masak yang enak ". Kata Ricky


"Apa memang benar kamu yang memasak nya om sendiri?". Tanya Yuli


"Benar sayang dan mana mungkin juga aku berbohong dengan kamu ". Kata Ricky


Kini di dalam kamar itu pun terdengar perdebatan dan juga canda tawa mereka bahkan Ricky beberapa kali juga tertawa dengan sangat puas nya karena dia berhasil menggoda Yuli saat ini bahkan juga terdengar suara tangis dari baby Ray di sana. Yuli dan Ricky memang lah saling berbagi tugas bahkan Ricky memang menyuruh istrinya untuk membagi tugas dalam mengurus buah hati mereka berdua


"Jika nanti kita memiliki anak perempuan maka kamu harus ekstra dalam menjaga nya sayang". Kata Yuli


"iya istri ku sayang tenang saja nanti jika anak perempuan kita sudah lahir maka dia akan selalu ikut dan dekat dengan ku ". Kata Ricky sambil kini memeluk istrinya yang terlihat sedang menyusui anak nya itu dan senyum nakal Ricky pun membuat Yuli memukul kepala sang suami saat itu juga


"Aku belum hamil sayang bahkan membuat nya saja kita belum melakukan nya kan". Kata Yuli


"Tenang saja dan aku akan bisa memastikan jika nanti kita akan memiliki anak perempuan". Kata Ricky yang kini Sambil mencium istri nya itu dengan senang nya


"Sudah ah lebih baik kita keluar saja dari sini dan menemui yang lainnya ". Kata Yuli


"Lebih enak di kamar kan dari pada di luar". Kata Ricky


"Kalau di kamar terus kamu sangat mesum sekali dan pasti juga cepat on ". Kata Yuli


"Wajar lah sayang jika begitu kan aku juga sudah punya istri jadi gak masalah juga kalau on ". Kata Ricky sambil menggoda istri nya itu


Yuli beranjak dari ranjang nya dan kini dia pun segera pergi keluar kamar untuk menemui yang lainnnya bahkan kini dia juga terlihat sedang menggendong Ray sekarang dan Ricky juga mengikuti nya dari belakang


"Kenapa ikut juga tadi Kata nya mau di kamar saja ". Kata Yuli


"Gak mungkin lah aku di kamar jika kamu pergi keluar kamar ". Kata Ricky


Yuli hanya diam sana sambil menggelengkan kepala nya ketika mendengar jawaban dari Ricky tadi .


"Wah tuan muda kita masih tertidur dengan pulas nya ". Kata Ken


"Iya dia baru minum susu jadi tertidur". Kata Yuli sambil memberikan Ray kepada intan karena dia ingin menggendong jagoan dari sahabat nya itu


"Apa Daddy nya tadi juga sudah minum susu maka nya hari ini sangat bersemangat sekali?". Tanya Ipank


"Bahas seperti itu gak tahu tempat Lo ya ". Kata Yuli


"Halah Yul bahkan Lo juga sering sekali membahas seperti itu di tempat yang tidak seharusnya". Kata Galang


Yuli hanya menyengir saja mendengar nya bahkan dia juga terlihat tak menjawab perkataan Galang sebab hal itu memang benar adanya


"Bagaimana nyonya , apa ada yang sakit ?". Tanya intan


"Kalau di sakit sudah ada dokter pribadi nya sendiri kali Tan dan Lo gak usah repot-repot untuk hal itu ". Kata Ken


"Oh iya hampir lupa aku kalau suami dia sangat serbaguna sekali". Kata intan


"Di kira panci apa serba guna". Kata Yuli


Canda dan tawa mereka pun kini kembali terdengar bahkan Ricky juga ikut tertawa bersama dengan mereka sekarang ini


"Kapan Ricky kembali ke Indonesia?". Tanya Bryan


"Secepat nya ". Jawab Ricky


"Apa tidak menunggu anak ke dua lahir saja baru kembali?". Tanya Ipank menggoda

__ADS_1


"Ada hal yang harus gue selesai kan di Indonesia jadi harus cepat kembali ke sana ". Kata Ricky


Terlihat dia memang hanya berekspresi biasa saja namun sahabat nya sudah bisa menebak hal penting apa yang perlu di selesaikan oleh nya dan itu pasti ada hubungan nya dengan Edward. Mungkin saja tangan Ricky Sudah gatal dan ingin sekali menyiksa dan menguliti orang saat ini


"Kak". Panggil Rani yang terlihat baru saja datang membawa beberapa barang bersama dengan Leon di sana


"Rani wah kamu datang kemari juga , aku kangen loh ". Kata Yuli


Rani tersenyum dan kini dia dan juga Leon pun menata beberapa barang yang dia bawah lalu dia berpelukan dengan Yuli juga di sana . Terlihat banyak sekali barang yang di bawa Rani tadi dan tentunya mereka semua tahu siapa yang mengirim dan membelikan nya , bukan hanya Rani saja pasti itu juga dari para anggota keluarga Hartama yang memang tidak bisa datang untuk berkunjung Karena di larang oleh Ricky


"Maaf ya kak baru datang lagi ". Kata Rani


"Kenapa harus repot-repot bawah barang sebanyak ini , apa Lo pikir gue gak mampu membeli nya ". Kata Ricky


"Sayang kok begitu sih bicara nya . Dia kan membawa kan ini untuk keponakan nya jadi gak apa-apa dong ". Kata Yuli


"Ya ya iya sayang". Kata Ricky menjawab istri nya sambil tersenyum


"walaupun kamu kaya tetapi kamu juga tidak boleh menolak hadiah atau pemberian orang walaupun itu tidak terlalu mahal setidak nya hargai lah pemberian tersebut." Kata Yuli


Ricky kembali tersenyum dan kini dia pun merangkul sang istri seraya mencium nya


"Iya bunda ku sayang". Kata Ricky


Membuat mereka senang tersenyum melihat kelakuan dia yang begitu memanjakan istri nya itu bahkan Rani dan Leon pun juga merasa jika ingin meminta bantuan Ricky harus melalui istri nya saja karena Ricky tidak akan menolak jika Yuli yang meminta nya


"Genit sekali Lo Rick". Kata Ken


"Syirik saja Lo ya ". Kata Ricky


"Mangkanya cari pasangan". Jawab mereka bersamaan membuat Ken pun merasa sangat kesal sekali saat ini karena mereka semua menggoda nya


"Kalian ya memang selalu kompak sekali kalau menghina gue dan itu juga pasti atas pimpinan nya Yuli ". Kata Ken


"Gue kan istri sang leader jadi ya gue wakil nya juga dong ". Kata Yuli


"Oh ya Rani , apa keluarga kakak Ryuji dan yang lain nya masih sibuk ?". Tanya Yuli


Di merasa ada hal yang aneh karena mereka tidak kunjung datang menemui cucu nya dan Yuli merasa jika memang Ricky tidak berkata jujur kepada nya tentang keluarga dia oleh sebab itu sekarang dia bertanya kepada Rani sendiri dan sedari tadi juga dia menatap Rani karena dia tidak mau jika ada kebohongan yang terjadi nanti dari jawaban nya.


Rani masih terdiam dan dia juga bingung harus berkata apa karena dia juga tahu jika Ricky melarang mereka datang kemari


"Apa jangan-jangan mereka tidak sibuk dan Ricky melarang mereka datang kemari?". Tanya Yuli langsung


Tatapan mata Yuli terlihat sangat tajam sekali dan kini dia pun masih menatap Ricky bahkan dia merasa jika hal itu benar berarti Ricky sangat keterlaluan sekali


"Gak kok kak memang yang lain nya masih sibuk ". Kata Rani


Tentu saja Yuli tahu jika dia berbohong karena dari cara bicara Rani tadi yang terlihat sangat gugup sekali bahkan dia juga terlihat tidak berani menatap nya juga


"Sayang aku pinjam handphone boleh ?". Tanya Yuli


Ricky pun langsung memberikan handphone nya kepada sang istri dan kini Yuli pun sibuk mencari nomer dari kakak Ricky. Hal yang membuat dia terkejut adalah di sana tidak ada Nomer anggota keluarga nya sama sekali bahkan nomer Rani juga tidak ada di sana yang ada hanya nomer dia dan para sahabat serta orang kepercayaan nya saja


"Ini benar handphone kamu?". Tanya Yuli


"Iya itu handphone pribadi aku". Jawab Ricky


"Apa kamu hanya punya satu saja?". Tanya Yuli


"Aku punya tiga sayang. satu yang kamu pegang adalah handphone pribadi dan itu sangat privasi sekali dan tidak ada yang boleh memegang kecuali istri ku dan yang dua lagi handphone untuk komunikasi dengan para anggota Geng dan juga untuk bisnis". Kata Ricky menjelaskan


"Lalu nomer keluarga kamu di mana?". Tanya Yuli

__ADS_1


"Aku tidak menyimpan nya ". Jawab Ricky


"Wah gak benar banget kamu ya bahkan Nomer Rani juga gak punya . Duh Ran kalau aku punya kakak yang model gini sudah aku kuliti dia ". Kata Yuli yang kini terlihat mengomel karena Ricky tidak memiliki kontak keluarga nya sama sekali di handphone nya


"Itu hal yang tidak penting sayang bahkan aku juga tidak pernah menelfon mereka jadi buat apa juga aku menyimpan nya kalau tidak ada guna nya ". Kata Ricky


Tentu saja jawaban dari nya itu membuat Yuli semakin mengomel karena menurut dia komunikasi dengan keluarga nya itu sangat penting walaupun Yuli tahu jika Ricky memang tidak terlalu akur dengan anggota keluarga tapi dia tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi sebab darah Memang lah lebih kental dari pada air jadi Yuli ingin sekali memperbaiki semua nya saat ini


"Lihat lah bagaimana Ricky saat ini seperti anak kecil yang sedang di marahi mama nya ". Kata Galang


"Sebaik nya anda jangan terlalu banyak bicara tuan ". Kata Sam


Arok dan yang lain nya hanya tersenyum saja menikmati tontonan gratis ini bahkan mereka sangat suka sekali melihat Ricky yang selalu saja kalah jika bicara dan berdebat dengan Yuli


"Memang hanya dia yang bisa membuat kita semua kalah dan menyerah". Kata Arok


"Ya bahkan dengan Lo juga dia Sangat suka sekali mencari masalah dan menggoda". Kata Ipank


"Itulah unik nya dia yang memang tidak kenal takut sama sekali". Kata Arok


Kini Yuli pun meminta kepada Rani nomer salah satu kakak nya selain Ricky karena dia ingin menelfon nya sendiri melalui handphone Ricky sekarang


"Sudah kak". Kata Rani sambil menyerahkan nomer Raka saudara kembar Ricky ke dalam handphone Ricky. Dan kini Yuli pun langsung menelfon nya dan men loud speaker handphone nya saat ini agar Ricky juga mendengar nya


"Hallo Rick, bagaimana apa Lo sudah mengizinkan kami menjenguk anak Lo maka dari itu Lo telfon". Kata Raka langsung tanpa dia tahu jika yang menelfon nya bukan lah Ricky tapi Yuli . Dan kini Yuli pun langsung menatap Ricky kembali dan memukul lengan nya sementara itu Ricky hanya tersenyum saja


"Kak maaf ini Yuli bukan Ricky". Kata Yuli membuat Raka yang ada di seberang telfon pun kaget juga karena dia mendapat telfon dari nomer Ricky tapi yang melakukan panggilan adalah istri nya


"Yuli sorry gue kira Ricky yang telfon. ". Kata Raka


"Ah iya tidak apa-apa kak hanya saja aku bingung kenapa kalian tidak datang kemari ternyata di larang ya sama suami ku yang sangat tampan ini". Kata Yuli


Ada secercah harapan bagi Raka ketika mendengar Yuli berkata seperti bahkan dia percaya bahwa mereka akan bisa melihat anak Ricky nanti nya


"Bukan begitu Yul hanya saja kita juga sangat sibuk ". Kata Raka


"Sibuk apa memang nya kak? Apa kesibukan nya ada hubungan dengan kalakuan suami ku yang sangat semenah-menah itu?". Tanya Yuli kembali


Bahkan kini dia juga mencubit Ricky karena dia memang melarang keluarga nya menjenguk anak mereka


"Tidak. Ini hanyalah masalah perusahaan saja". Kata Raka


"Oh masalah perusahaan, nanti malam datang lah kemari kak dengan yang lain nya dan aku akan menunggu dan tidak akan tidur jika kalian belum datang". Kata Yuli


Setelah di rasa sudah cukup kini dia menutup panggilan telepon nya dan beralih menatap Ricky sekarang ini


"Kenapa melarang mereka?". Tanya Yuli


Sebelum menjawab nya Ricky pun tersenyum dan itu terlihat menggemaskan sekali bagi mereka tapi tidak bagi Yuli sebab dia tidak habis pikir saja dengan suami nya yang garang ini melakukan hal tersebut hingga sebegitu nya kepada keluarga nya sendiri.


"Aku hanya tidak ingin kamu dan anak kita dalam bahaya". Kata Ricky


"Ya tapi tidak perlu sampai melarang semua nya datang bahkan aku juga tidak apa-apa kan. Dan anak buah kamu juga banyak di sini mana mungkin mereka bisa melakukan hal buruk ". Kata Yuli


"Tapi kita juga harus mengantisipasi nya kan sayang". Kata Ricky


"Antisipasi boleh tapi tidak harus melarang mami dan Daddy juga kan. Mereka pasti juga ingin sekali melihat cucu nya iya kan Rani ?". Tanya Yuli dan Rani pun langsung mengangguk kan kepala nya mendengar pertanyaan Yuli karena hal tersebut memang lah benar adanya


"Tuh lihat Rani saja langsung merespon. kamu ini memang ya benar-benar keterlaluan". Kata Yuli


"Bukan keterlaluan sayang hanya mengantisipasi saja ". Kata Ricky kembali


"Tapi aku tidak mau jika kamu melarang mereka melihat anak kita ". kata Yuli

__ADS_1


"Iya iya aku mengaku salah dan untuk kedepannya aku tidak akan melarang mereka jadi kamu jangan ngomel terus ya bunda sayang". Kata Ricky lalu memeluk istrinya itu penuh dengan sayang dan cinta


Dia bahkan tidak marah sama sekali dengan istri nya itu karena memang menurut dia tidak ada kata Yuli yang membuat dia marah juga jadi dia menanggapi nya biasa saja


__ADS_2