
Mereka kini masih berada di rumah Arok bahkan terlihat juga masih mengobrol bersama di sana dan obrolan nya masih saja saja sangat serius sekali.
"Apa Istri Lo belum mengakui siapa yang menghasut nya ?". Tanya Galang
"Dia bahkan selalu diam Ketika gue bertanya dan melacak melalui ponsel pun juga sangat sulit sekali ". Kata Arok
Arok juga bingung bagaimana bisa riwayat panggil dari handphone istri nya menghilang bahkan rekaman jejak panggilan terakhir pun juga tidak ada jadi penyelidikan nya pun terasa buntu dan percuma saja
"Apa kalian Merasa jika anak Ricky itu sangat hebat sekali ?". Tanya Arok
"Wajar saja jika mereka hebat kan Daddy nya juga sangat hebat sekali jika kalian berdua lupa ". Kata Galang
"Ya gue tahu Lang tapi bukan itu yang gue maksud ". Kata Arok
"Apa Lo masih curiga dengan anak Ricky ?". Tanya Ken
"Gue bukan mencurigai nya hanya saja gue masih penasaran sekali dengan sosok Kau anak bungsu Ricky ". Kata Arok
"Si pembuat onar itu memang terlihat beda dari yang kedua anak Ricky bahkan dia terlihat sangat menyebalkan sekali ". Kata Galang
"Lo baru kan mendapati jika dia menyebalkan, nah gue sejak dulu ". Kata Ken
"Tapi gue sih melihat Ray itu sama dengan Ricky yang dulu saat belum mengenal Yuli ". Kata Galang
"Itu memang benar juga. Tapi Lang jika Lo menyerang Yuli maka ketiga nya akan berbalik menyerang Lo dan pasti nya tanpa ampun juga apalagi Ray, dia sangat benci jika bunda nya menetes kan air mata bahkan melihat raut wajah sedih Yuli pun langsung bisa membangkitkan aura iblis nya sama seperti Ricky ". Kata Ken
" Memang bibit orang hebat semua anak Ricky dan kenapa dia hanya buat tiga saja ya , seharus nya buat lebih banyak agar semua perusahaan dan bisnis nya bisa di pegang mereka dan Ricky tinggal santai saja menikmati masa tua nya ". Kata Galang
"Bisa di bunuh Calista Lo Lang jika mengatakan kalau Daddy nya tua ". Kata Ken
"Sadis juga anak perempuan Yuli ". Kata Galang
"Se sadis Daddy nya ". Kata Arok menambahkan
"Kalau begitu bagaimana nanti malam kita ke rumah Ricky untuk meminta bantuan nya ?" Tanya Ken
"Ya sudah nanti malam kita ke sana ". Kata Arok
Di juga masih sangat penasaran sekali dengan pelaku nya karena Arok dan para sahabat nya juga tidak menemukan jejak apapun dan dalam penelusuran nya selalu saja buntu jadi kini dia akan meminta bantuan Ricky. Mereka semua tidak tahu saja jika yang menggagalkan semua penyelidikan nya adalah Kai bahkan dia juga yang selalu menghalangi Ipank untuk mencari tahu siapa yang menghasut Rachel karena Kai masih belum bisa melepaskan Rachel yang Pernah menghina bunda tercinta nya itu.
Di rumah Ricky kini mereka sudah bersiap-siap untuk pergi makan siang bersama di luar dan sejak tadi juga mereka masih menunggu kedatangan Ricky yang tak kunjung tiba dari kantor nya sementara itu Kai masih sibuk di dalam kamar nya bahkan tidak ada yang tahu apa yang dia kerjakan kali ini.
"Dasar uncle Ipank masih saja mencoba mencari tahu padahal Kai sudah menghalangi jalan nya tapi dia masih saja pintar mencari jalan tikus, tapi jangan panggil aku Caesar Airlangga jika tidak bisa menghentikan mu uncle ". Kata Kai yang kini masih saja mengutak Atik komputer nya bahkan dia terlihat sangat bersemangat sekali karena bisa dia bayangkan bagaimana kesal nya Ipank ketika akan mendapat kan informasi yang di inginkan namun di gagal lagi padahal kurang sedikit lagi dia bisa tahu
__ADS_1
"Ayo uncle coba lah lagi dan aku akan terus mematahkan usaha mu itu ". Kata Kai sambil tertawa dengan puas nya bahkan dia merasa senang sekali bisa melakukan hal itu kepada Ipank
Kai sedang asik nya di sana melakukan hal yang tentu nya sangat menyenangkan bagi nya namun menjengkelkan bagi Ipank
"Kai Apa kamu tidak mau ikut makan siang ". Kata Ricky membuat anak nya itu terkejut lalu dia pun menatap Daddy nya dengan kesal nya saat ini.
"Daddy kenapa tidak sopan sekali, langsung masuk tanpa mengetuk pintu ". Kata Kai
Ricky kini berjalan menghampiri anak nya itu bahkan tatapan dia kini sangat menyelidik sekali namun Kai hanya santai saja menanggapi nya bahkan dia terlihat cuek sekali kali ini
"Apa yang kamu lakukan Kai ?". Tanya Ricky
Kini dia sudah berada di depan Kai bahkan menatap anak nya itu yang masih saja asik memainkan komputer nya bahkan Ricky juga kini melihat apa yang sedang Kai lakukan
"Jaringan siapa yang kamu retas Kai ?". Tanya Ricky
"Uncle Ipank Daddy bahkan sejak tadi aku tengah bermain-main dengan nya ". Jawab Kai yang masih saja santai.
Ricky dapat mengerti sekarang kenapa semua orang susah sekali mencari jejak orang yang menghasut Rachel ternyata anak nya itu memang sengaja menghalangi jalan mereka.
"Seperti nya nanti uncle Arok Akan meminta bantuan Daddy untuk mencari keberadaan si pemberi racun ". Kata Ricky
"Cari saja dia Daddy dan kalau butuh bantuan kabari saja Calista ". Kata Kai
Ricky pun mengacak rambut anak nya itu dengan gemas sekali bahkan dia juga tahu jika Kai yang melakukan nya namun anak nya itu sama sekali tidak panik jika akan ketahuan malahan santai sekali
Tanpa berpikir panjang Kai langsung menutup komputer nya dan kini dia segera berlari untuk turun kebawah. Bahkan Hanya mendengar jika bunda nya akan kelaparan saja Kai langsung melesat ke bawah dengan sangat cepat nya
"Ayo kita berangkat bunda ". Ajak Kai
"Kenapa lama sekali sih Kai, apa kamu tadi ketiduran ?". Tanya Calista
"Tidak. Hanya saja aku bermain di kamar sebentar ". Kata Kai
Kini mereka pun segera pergi makan siang bersama di salah satu restoran ternama juga bahkan terlihat kini Kai duduk di dekat bunda nya menggeser posisi Ricky dan anak itu juga terlihat sangat manja sekali kali ini
"Bunda ku yang cantik kenapa bunda setiap hari cantik sekali ya ". Kata Kai
"Gombalan belajar dari mana itu ?". Tanya Yuli
"Kai serius Bun bahkan setiap hari bunda terlihat sangat cantik sekali. Pasti semua orang iri melihat kecantikan bunda ". Kata Kai
"Kamu ya sayang bisa saja ". Kata Yuli
__ADS_1
Ricky dsn yang lain nya hanya diam saja mendengar apa saja yang Kai katakan bahkan anak itu sedari tadi tidak berhenti berbicara dari mulai berangkat Hingga sampai ke tujuan dia masih saja berbicara banyak hal
"Lihat lah kak Ray restoran ini sangat bagus sekali, apa kamu tidak ingin punya seperti ini ?". Tanya Kai
"Kak Ray tidak mungkin suka dengan restoran Kai dia akan membuka hotel nanti nya ". kata Calista
"Oh begitu ya . Kalau Kai nanti akan membuka bisnis bengkel jadi jangan ada yang mencoba menyaingi Kai karena itu tidak akan pernah berhasil sama sekali ". Kata Kai
"Justru yang jadi saingan mu adalah Daddy karena Daddy sudah mempunyai bisnis otomotif sejak dulu dan sangat maju sekali ". Kata Ray
"Kalau bersaing dengan Daddy gampang sekali, kan Daddy juga sudah mau pensiun jadi kini giliran Kai yang akan sukses ". Kata Kai dengan bangga nya membanggakan diri nya sendiri
Yuli yang mendengar hal tersebut juga tidak habis pikir dengan apa yang di katakan anak nya itu bahkan usaha otomotif itu pasti menyangkut balapan dan itu menurun dari Ricky menurut nya. Sungguh Kai ini anak yang sangat sempurna sekali perpaduan nya.
Mereka sudah sampai di dalam restoran dan terlihat juga Yuli dan Luna memesan beberapa makanan di sana dan seperti biasa nya Kai akan berkeliling di sekitar restoran itu dan langkah nya terhenti saat dia melihat seseorang yang di kenali nya dari jarak jauh
"Wah rupanya lelaki itu sudah ada di sini, permainan akan semakin menarik saja dan lihat saja Kai akan menghancurkan mu lelaki bodoh ". Kata Kai
Dia pun kini segera kembali keliling nya dan sudah ada di meja mereka kembali
"Kai apa kamu ingin menjadi pembalap ?". Tanya Bryan
"Ya tentu saja Kai sangat ingin menjadi raja jalanan uncle tampan bahkan Kai ingin sekali mengalah kan Valentino Rossi dan pembalap lain nya ". Kata Kai
"Kamu mau jadi pembalap mobil atau motor Kai ?". Tanya Bryan
"Dua-duanya uncle ". kata Kai
"Maruk sekali jadi orang ". Kata Calista
"Kan aku hebat kak jadi bisa melakukan apapun dan itu bukan Maruk tahu ". Kata Kai
"Apa kamu tahu Kai jika Daddy mu itu adalah raja jalanan ?". Tanya Bryan
Kai pun menatap Ricky saat ini dan bukan hanya Kai saja namun anak-anak nya kini sedang menatap nya karena memang Ricky tidak pernah bercerita siapa dia dulu bahkan Yuli juga tidak mengatakan nya jika anak nya tidak ada yang bertanya sedikit pun kepada nya
"Apa benar Daddy raja jalanan ?". Tanya Kai
"Tanya saja kepada Sam bahkan dua tahu segala nya ". Kata Bryan
"Om apa benar Daddy raja jalanan? apa Daddy sangat hebat sekali om ?". Tanya Kai bertubi-tubi membuat Calista kini turun tangan untuk mendiam kan nya
"Kak aku hanya tanya kenapa malah memukul Ku ". Kata Kai
__ADS_1
"Karena kau berisik sekali jadi aku memukul mu dan biarkan Daddy atau om Sam menjelaskan nya dulu dan kau diam lah sebentar ". Kata Calista
Kini mereka pun terdiam karena ingin mendengar penjelasan yang akan di berikan or Sam atau Ricky bahkan Yuli juga ikut terdiam saat ini mengikuti para anak nya itu yang terlihat menarik sangat penasaran sekali dengan cerita tentang Daddy nya dulu. Bahkan yang paling antusias sekali adalah Kai dan itu sangat terlihat dengan jelas