
Kini Galang dan Bryan pun segera membawa Yuli pulang dan tak lupa juga Caesar ikut di sana untuk menjaga kakak nya dan dua keponakan nya yang tersisa . Bahkan sedari tadi Yuli hanya diam saja karena dia juga menahan tangis nya Agar anak nya tidak ikut bersedih juga
"Kamu jangan khawatir pasti kak Ricky bisa membawa pulang Calista dengan selamat nanti nya ". Kata Kinar
"Iya aku tahu jika dia memang bisa melakukan nya dan dia juga selalu menepati janji nya kepada ku ". Kata Yuli terlihat memang suara nya tidak bahagia karena kejadian ini
Kai dan Ray yang sejak tadi melihat bunda nya berusaha menahan tangis pun kini terlihat juga sangat marah , Ray tidak bisa menyembunyikan kemarahan nya maka dari itu Yuli menahan tangisnya sementara Kai memang pandai melakukan nya
"Tenang saja Bun , Kai akan membawa Calista kembali dan akan memberikan pelajaran kepada mereka semua ". Batin Kai
Mereka sudah sampai villa dan para anak buah Ricky pun langsung berjaga karena tidak mau kecolongan lagi dan Yuli pun langsung di bawah masuk mereka semua
"Kalian jangan kemana-mana dan masuk lah ke dalam kamar ". Kata Bryan
Mereka para anak-anak pun segera masuk ke dalam kamar termasuk Kai dan Ray bahkan mereka berdua juga sudah memberikan kode satu sama lain nya sebelum masuk ke dalam kamar .
Rachel kini juga mengajak Yuli masuk ke dalam kamar nya di sana Yuli langsung menumpahkan air mata nya begitu tidak ada anak-anak mereka di sana
"Kenapa mereka menculik Calista, apa ini ada hubungan nya dengan musuh masa lalu Ricky ". Kata Yuli sambil air mata nya mengalir deras dan tak bisa di bendung lagi kali ini . Dia terisak di dalam pelukan intan kali ini
"Sabar saja Yul dan kita tunggu kabar dari Ricky dan lain nya . Aku sangat yakin Ricky bisa membawa Calista kembali lagi ". Kata Intan
"Itu benar , bahkan Ricky sangat menyayangi Putri cantik nya itu jadi aku pun juga yakin jika dia akan membawa nya dengan selamat ". Kata Rachel mencoba untuk menguat kan Yuli kali ini.
Ibu mana yang tidak akan bersedih jika melihat anak nya di Culik tadi bahkan Yuli tidak bisa berbuat apapun tadi.
"Sebaik nya kamu istirahat saja dulu sambil menunggu kabar dari mereka ". Kata Kinar
"Tidak mungkin aku bisa tidur sementara Calista masih belum ada kabar sama sekali ". Kata Yuli
"Ya sudah tidak usah tidur tapi kamu harus tenang Yul karena di sini masih ada Kai dan juga Ray , jika kamu saja bersedih bagaimana dengan mereka ". Kata Intan
"Ya benar Yul , bahkan Kai juga pasti akan sangat terpukul karena kembaran nya kini di Culik orang ". Kata Kikan
"Terima Kasih kalian semua sudah mau menemani ku di sini ". Kata Yuli
"Ya itulah guna nya sahabat, tidak hanya datang di saat senang saja tapi di saat sedih pun kita juga harus saling menguat kan satu sama lain nya ". Kata Intan
"Kalau seperti ini kamu tidak akan pernah merasa sendiri lagi ". Kata Luna
Yuli pun memeluk kakak nya juga kali ini bahkan dia juga merasa bersyukur karena di saat seperti ini ada orang baik di sekeliling nya yang menemani nya
Di lantai bawah kini Galang dan Bryan juga Caesar pun sedang memikirkan sesuatu hal atas kejadian ini karena mereka juga bingung siapa yang melakukan hal ini kepada keluarga Ricky
"Gila , siapa yang berani mengganggu singa tidur bahkan mungkin saja dia memiliki banyak nyawa karena berani mengusik Ricky yang sudah beberapa tahun tidak membantai orang ". Kata Galang
"Apa Kenzo atau Lorry yang melakukan nya ?". Tanya Bryan
"Tidak mungkin Kenzo karena perusahaan dia sedang mengalami goncangan kali ini jadi dia pasti mengurus perusahaan nya terlebih dahulu dari pada mengganggu kak Ricky ". Kata Caesar
"Ya juga , Lo memang benar. Tapi siapa dalang di balik semua ini ?". tanya Bryan penasaran
"Siapapun dalang nya yang pasti dia tidak akan pernah lolos dari Ricky ". Kata Galang dengan yakin nya
"Tapi Ricky saja sampai kecolongan berarti penculik itu sudah lama mengintai nya ". Kata Bryan
Mereka berdua pun menyetujui apa yang di katakan Bryan bahkan para anak buah Ricky saja tadi dapat di kecoh nya atau jangan-jangan ada orang dalam juga yang ikut andil dalam hal ini.
"Jika seperti itu maka kita tidak bisa mengatakan jika kak Ricky unggul nanti nya ". Kata Caesar
"Lo belum tahu kemarahan dia bagaimana bahkan dia bisa menghancurkan satu negara ini jika dia sedang marah ". Kata Galang
"Ya tapi kali inilah berbeda Lang karena mereka membawa kelemahan Ricky untuk memancing kedatangan Ricky ". Kata Bryan
"Gue juga sudah menyuruh anak buah yang ada di sini untuk membantu juga ". Kata Caesar
"Ricky masih belum memberikan kabar jadi kita tunggu saja dan juga waspada di sini karena banyak anak-anak juga di dalam rumah ini ". Kata Bryan
"Ya, kita tidak boleh lengah juga untuk kali ini dan kita harus selalu mengecek keadaan mereka di kamar ". Kata Caesar
"Untuk memasuki kamar anak-anak Ricky itu tidak lah mudah ". Kata Bryan
__ADS_1
"Tidak usah masuk ke sana karena gue juga yakin jika mereka berdua tidak akan ke mana-mana karena ada bunda nya yang harus di jaga ". Kata Galang
Bryan berharap juga semoga mereka berdua tidak melakukan hal apapun karena bisa saja hal tersebut membahayakan nyawa mereka akan Bryan juga kini terlihat sangat khawatir sekali apalagi melihat tatapan Kai tadi sungguh sangat menakutkan bagi nya dan dia juga takut jika Kai akan bertindak gegabah nanti nya , itu juga bisa saja membahayakan nyawa nya nanti. Walaupun Bryan yakin kedua anak lelaki Ricky sangat hebat namun dia tidak bisa membiarkan mereka turun tangan karena usia mereka juga masih belum cukup untuk melakukan nya
"Bagaimana Lang, apa anak-anak masih ada di kamar ?". Tanya Bryan ketika melihat Galang sudah kembali turun
"Ya mereka semua ada di kamar termasuk Kai dan Ray juga". Kata Galang
Galang hanya melihat sekilas saja di kamar Kai dan dia tidak tahu bagaimana sebenarnya nya di kamar itu
"Lalu kak Yuli bagaimana ?." Tanya Caesar
"Dia lebih tenang sekarang karena ada mereka semua yang kini menemani nya jadi kita hanya harus waspada saja di sini ". Kata Galang
"Gue merasa Dejavu dengan hal ini , sama seperti peristiwa meninggalnya bunda ayu. Mereka sibuk mencari Calista namun mungkin saja itu hanya lah pengalihan saja untuk menyerang tempat ini sama seperti dulu mereka menyerang di tempat bunda ayu berada.
Di kamar nya kini Kai terlihat sangat emosi sekali bahkan dia juga kini sedang ada bersama dengan Ray saat ini di dalam kamar nya
"Kakak alihkan saja perhatikan uncle Bryan Karena dia yang paling curiga dengan kita ". Kata Kai
"Tapi aku juga tidak bisa tinggal diam melihat bunda menangis seperti tadi bahkan aku ingin sekali menghabisi mereka semua Kai ". Kata Ray
Mereka berdua memang tahu apa yang terjadi di dalam kamar Yuli bahkan mereka juga bisa melihat kesedihan yang ada di diri Yuli dan itu sangat menyiksa mereka berdua apalagi Kai , dia sudah tidak bisa menahan emosi nya kali ini
"Apa kau sudah menemukan di mana lokasi Calista berada Kai ?". Tanya Ray
"Aku sudah menemukan nya kak bahkan aku juga sudah mengirim nya ke Daddy agar dia segera ke sana ". Kata Kai
"Kita juga harus ikut ke sana ". Kata Ray
Kai pun mengangguk kan kepala nya dan dia kini masih menatap layar laptop nya
"Ayo Kai berangkat, kenapa kau masih saja bergelut dengan laptop jelek mu itu ". Kata Ray dengan kesal nya
"Sebentar kak aku harus memastikan sesuatu dulu sebelum berangkat". Kata Kai
"Kau lama sekali Kai nanti kita bisa terlambat ". Kata Ray
Ray memang terlihat sangat tidak sabar sekali bahkan dia juga sudah tidak bisa menahan diri karena Calista di Culik . Kai masih saja mengutak Atik laptop nya itu, entah apa yang dia lakukan tapi Ray merasa itu terlalu lama juga untuk dia menunggu.
Sementara di markas Ricky terlihat marah dan tanpa ampun memutilasi mereka semua yang telah tertangkap
"Rick tahan lah amarah Lo , jika mereka semua mati kita tidak akan bisa tahu siapa yang melakukan hal ini bahkan nyawa Calista pasti akan terancam nanti nya ". Kata Ipank
Ricky hanya menyeringai saja bahkan dia sejak tadi memukul kepala mereka dengan batu yang besar yang ada di sana tak lupa juga dia membawa beberapa orang itu ke kandang buaya milik nya untuk di jadikan santapan nya
"Gue tidak perduli sama sekali dengan mereka bahkan gue akan menghancurkan semua keluarga mereka hingga tak tersisa sedikit pun nanti nya ". Kata Ricky
Mereka terlihat sangat takut sekali bahkan mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena lidah pun sudah di potong oleh Ricky bahkan mata mereka pun juga sudah di ambil paksa oleh Ricky serta jari tangan mereka juga sudah tidak ada . Kali ini Ricky benar-benar sangat marah sekali bahkan dia tak perduli sama sekali dengan ucapan para sahabat nya bahkan tadi Ken sempat mendapat kan pukulan dari Ricky karena dia terlalu banyak bicara kepada nya
"Bos , nona muda ada di sebuah hutan yang tidak jauh dari markas ini ". Kata Sam
Ricky pun langsung menoleh ke arah Sam dan dia kini berjalan meninggalkan mereka semua yang ada di sana
"Diego bakar mereka yang masih tersisa dan cari keluarga nya dan bantai mereka semua ". Kata Ricky dengan tatapan tajam nya .
Kini dia segera berangkat menuju di mana lokasi Calista berada saat ini
Terlihat Calista yang sedang terduduk dengan tangan terikat nya kini hanya diam saja mengamati tempat itu bahkan dia sejak tadi tidak menangis sama sekali
"Kalau di jual pasti sangat mahal dia bahkan dia terlihat sangat cantik sekali ". Kata nya
" Iya benar bahkan tatapan nya ini terlihat sangat menakutkan sekali ". Kata salah satu rekan nya lalu mereka semua tertawa kali ini
"Bagaimana Bondan , apa dia Langsung kita serahkan ke bos hari ini atau bagaimana ?". Tanya Rommy
"Bos akan segera datang kemari jadi kita tunggu saja di sini ". Kata Bondan
Tap tap tap
terdengar langkah kaki yang menuju ruangan itu dan kini terlihat tubuh kekar dengan tato Ruddin di lengan kanan nya
__ADS_1
"Selamat datang big bos ". Sapa Bondan
"Jadi dia akan kesayangan Ricky ?". Tanya Roland Cristian sang ketua King Death
"Ya benar bos dia anak ke dua dari sang leader ". Kata Bondan membuat dia mendapat kan tatapan dari Roland karena dia tidak suka jika ada yang menyebut Ricky dengan panggilan leader
ha ha ha ha
Tawa Roland menggema di sana bahkan dia kini menatap Calista dengan tajam nya namun sang anak tidak lah bergeming melihat tatapan itu
"Wah anak Ricky rupa nya cantik juga ya. Pantas saja dia sangat menyayangi Putri nya ini . Tapi kita lihat saja bagaimana cara dia menemukan dan menyelamatkan putri nya ini ". Kata Roland sambil mendekati Calista
"Om musuh nya Daddy ?". Tanya Calista
Roland menatap nya dengan tajam sambil menyunggingkan senyum nya
"Aku memang tidak pernah berurusan dengan Daddy mu tapi semenjak dia datang ke Indonesia, semua yang takut dengan ku pun kini membandingkan ku dengan nya dan aku sangat tidak suka hal itu". Kata Roland
"Wajar saja om di banding kan dengan Daddy karena Daddy ku memang lah Sangat hebat sekali ". Kata Calista
Roland yang mendengar ucapan itu pun merasa tidak terima bahkan dia kini menjambak rambut Calista dengan keras nya
"Kau masih kecil dan berani sekali mengatakan hal itu kepada ku ". Kata Roland
Tak ada jerit atau tangis yang Calista keluarkan tapi justru tatapan tajam yang dia berikan kepada Roland saat ini membuat Roland pun kini melepas kan tangan nya dari rambut Calista dan Bug , Calista menendang area vital Roland membuat nya pun kini kembali menatap Calista dengan amarah nya
"Rupa nya kau sangat pemberani sekali ya ". Kata Roland
"Jaga dia dan jangan sampai kabur '". Kata Roland lalu beranjak pergi menuju sebuah ruangan yang ada di markas nya itu
Dia kini berada di sebuah ruangan yang masih terletak di markas bersama dengan para anggota Geng nya kali ini
"Tidak mungkin jika Ricky tidak akan datang kemari Roland ". Kata Nielsen
"Aku tahu pasti dia akan mencari anak nya namun menuju tempat ini juga tidak mudah jika kau lupa ". Kata Roland
"Kau mengambil resiko yang cukup besar Roland jadi jangan sampai semua nya gagal berantakan karena Ricky bukan lah lawan yang mudah di taklukan walaupun kita menggunakan kelemahan nya sekalian ". Kata Wira
"Kita pergi dari sini sekarang seperti nya Ricky Sudah menemukan lokasi ini dan sial nya tempat ini dekat dengan markas nya dan anak Buah Niel yang tertangkap tadi sudah di lenyapkan tak tersisa". Kata Boy
"Sial , Ternyata pergerakan nya sangat cepat sekali. Kita pergi sebelum dia melihat kita ada di sini ". Kata Roland
Kini mereka pun segera pergi dari sana mencari tempat yang aman bahkan Bondan dan yang lain nya pun juga ikut bersembunyi dulu untuk melihat berapa banyak yang akan datang untuk menyelamatkan Calista nanti.
Mereka bersembunyi di tempat yang aman menunggu kedatangan Ricky saat ini bahkan mereka juga sudah menyiapkan semua persenjataan untuk melawan nya
"Lihat lah , dia hanya datang berenam saja ". Kata Roland
"Enak pun juga sangat kuat ". Kata Boy
"Jangan menyerang dan tunggu dulu siapa tahu di belakang nya ada anak buah Ricky ". Kata Wira
Dan benar saja , kini anak buah Ricky dan Caesar sudah ada di sana bahkan mereka sudah siap untuk menyerang Markas yang ada di hadapan nya ini
"Apa benar Rick ini tempat nya ? Kenapa dekat sekali dengan markas kita ?". Tanya Ken
"Jangan banyak bicara jika Lo masih ingin memiliki mulut Ken ". Kata Ricky yang kini sudah mulai masuk ke dalam markas bahkan dia masuk dengan santai nya kali ini tanpa memperdulikan ada penjaga di sana
Terlihat penjaga yang ada di sana menghadang Ricky dan mereka pun segera saling menghajar kali ini dan tentu nya Ricky lah pemenang nya . Kini dia segera masuk ke dalam bahkan dia juga terlihat tergesa-gesa untuk mencari di mana anak nya berada
"Sial, seperti nya mereka sudah tahu jika kita datang kemari ". Kata Ricky yang melihat tali tergeletak di lantai bahkan dia terlihat sangat emosi sekali ketika mengetahui anak nya sudah di pindah kan dari markas itu
"Tidak semudah itu Rick kau bisa mendapat kan anak kesayangan mu ini ". Kata Roland yang kini sudah bersantai di tempat lain bahkan mereka kini sedang bersenang-senang sekarang
"Untung kita cepat bertindak kalau tidak kita akan menyerahkan nyawa saja tadi ". Kata Wira
"Ya, dan aku tidak akan dengan mudah memberikan anak nya kepada dia . Jika dia ingin anak nya maka dia harus menukar nya dengan nyawa nya sendiri ". Kata Roland
Mereka terlihat sangat santai kali ini di markas Roland yang lain nya bahkan tempat itu juga terlihat seperti tempat yang sama sekali tidak berpenghuni.
"Lihat para orang bodoh itu , berani sekali mengelabui Daddy dan ingin membunuh Daddy ".
__ADS_1