
Mereka masih mengobrol bersama di sana dan terlihat juga terkadang obrolan itu menjadikan serius dan terkadang juga menjadi candaan bersama
" Lo mengenal Daniel bukan , jadi gue merasa Lo adalah mata-mata nya ". Kata Brandon
" Gue menjadi mata-mata , apa tidak salah Lo mengatakan hal tersebut". Kata Tozaki
" Tidak ada yang tahu juga jika hal itu benar adanya". Kata Alex
" Gue sama sekali tidak perduli dengan nya dan tidak ada urusan juga gue Dengan kalian jadi kenapa gue harus menjadi babu Daniel sedang kan gue bisa berdiri sendiri". Kata Tozaki
" Lo dan Kai saingan dalam balapan jadi itu bisa di jadikan sebagai alasan untuk membantu Daniel ". kata Ryan
" Ya gue memang ingin sekali balapan dengan Caesar tapi dia selalu saja menghindar membuat gue pun semakin penasaran sekali dengan nya dan ingin sekali mengalahkan diri nya". Kata Tozaki
" Nah kan , jadi ada kemungkinan juga jika Lo dan Daniel bekerja sama untuk menjatuhkan Kai nanti nya ". Kata Derren
" Tidak perlu bekerja sama dengan Daniel untuk menjatuhkan Caesar, jika gue ingin maka gue bisa melakukan nya sendiri tanpa harus melibatkan yang lain nya juga ". Kata Tozaki
" Jangan mencari masalah jika tidak ingin celaka ". kata Ray
" Sama sekali gue tidak ada niatan untuk mencari masalah dengan kalian karena kalian adalah sahabat dan juga kekasih Kim jae gue juga menghargai kalian juga ". Kata Tozaki
Nathan sejak tadi hanya menatap Tozaki saja karena dia juga ingin tahu bagaimana dia yang sebenar nya .
" Kalian sudah selesai belanja nya ?". Tanya Derren yang melihat kedatangan mereka sekarang dengan membawa kantong belanja masing-masing di tangan nya
" Kita sudah selesai belanja jadi ayo pulang sekarang". Kata Calista
" Oh kalian ini ya , habis belanja langsung ingin pulang ". Kata Erland
" Mau ngapain lagi coba sekarang, kan sudah membeli kebutuhan kita jadi saat nya untuk pulang sekarang ". Kata Calista
" Iya nyonya Nathan iya kita pulang sekarang ". Kata Erland
Bug
Kepala Erland di hantam oleh Calista dengan tas belanjaan yang dia bawah tadi hingga membuat Erland pun mengelus kepala nya sekarang ini karena merasa sakit
" Sakit nyonya, Lo ini suka main pukul ya sama seperti Kai". Kata Erland
" Nama nya juga kembaran nya jadi wajar saja jika kita sama kelakuan nya ". Kata Calista
" Maka nya jangan mencari gara-gara dengan nya Erland, tahu sendiri kan dia juga suka main gaplok orang. ringan sekali tangan nya itu hingga dengan gampang nya memukul orang". Kata Derren
" Lo mau juga gue pukul Derren ?". Tanya Calista
" Hehehehe tidak Calista, sudah cukup Erland saja yang Lo pukul dan Lo jadikan Samsak jangan gue ". Kata Derren
" Jangan bar-bar Calista, kamu perempuan loh ". kata Fellin
" Nama nya juga kesel kak ya begitulah aku jika sudah kesal dengan mereka semua ini ". Kata Calista
" Jadi cewek kayak Fellin dong , kalem dan baik hati tidak suka main tangan ". Kata Rafael
" Orang memiliki ciri khas dan kebiasaan masing-masing jadi mana bisa kita sama seperti Fellin ". Kata Kim
" Iya gue tahu, tapi kan kalian bisa kalem sedikit saja kan ". Kata Derren
" Jika kita tidak bisa , mau apa Lo ?". Tanya Haruka
" Mau Lo cium ". kata Derren membuat mereka semua tertawa termasuk Sean kekasih Haruka karena Sean tahu jika Derren memang suka bercanda saja
" Ih kamu kok ketawa sih sayang , gak mau belain aku nih cerita nya ". Kata Haruka
" Memang nya kamu salah apa harus aku bela ?". Tanya Sean
" Wah benar-benar Lo Sean , kekasih sendiri di hianati dan tidak di bela, kalau begitu ayo pacaran dengan gue saja nanti gue akan membela Lo apapun yang terjadi". Kata Derren
" Ih gak mau gue sama Lo yang suka tebar pesona kesana kemari ". kata Haruka
Mereka kembali tertawa mendengar perdebatan dan ejekan antara satu dengan yang lain nya saat ini . Memang momen kumpul seperti ini lah yang membuat mereka semua bisa bercanda bersama sekarang ini
" Bagaimana setelah ini kita ke markas mu Kai". Usul Calista
" Untuk apa ke sana Calista, kan tadi juga sudah latihan bukan di rumah ". Kata Kai
" Jika Kai melarang maka sudah pasti jika ada sesuatu yang di sembunyikan di sana ". kata Derren
__ADS_1
" Mungkin saja dia sedang menyembunyikan tawanan nya ". Kata Rafael menebak
Bianca pun menatap Kai sekarang ini dan dia baru ingat dengan lelaki yang membuat nya terjatuh di Tokyo Disneyland waktu itu
" Kak , apa cowok yang waktu itu menabrak ku ada di markas mu ?". Tanya Bianca menatap Kai
" Ya dia ada di sana ". Kata Kai
Bianca hanya bisa menghela nafas panjang saja sekarang ini karena Kai benar-benar membalas lelaki yang waktu itu
" Dia kan tidak sengaja kak jadi untuk apa memperpanjang masalah, bisa jadi nanti kakak akan menambah musuh jika menyiksa dia ". Kata Bianca
" Jika itu memang harus Kai lakukan kak Ray juga mendukung nya Bian". Kata Ray
" Iya benar , agar lelaki itu jerah dan tidak seenak nya saja nanti ". Kata Calista
" Tapi itu hanya hal sepele saja dan tidak perlu di perpanjang juga kak sebenar nya ". Kata Bianca
" Sudah biarkan saja Kai melakukan apa yang dia anggap benar dan kamu tidak perlu pusing memikirkan nya sayang ". kata Arthur
Bianca pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan dia hanya bisa pasrah saja jika memang semua mendukung keputusan Kai saat ini dan sementara itu Tozaki masih di sana menatap wanita yang dia sukai itu yang kini ada di hadapan nya
" Bagaimana Kai, apa kita boleh ke markas Lo sekarang ?". Tanya Ryan
" Silahkan saja jika kalian memang ingin ke sana maka gue tidak akan melarang sama sekali ". kata Kai
" Ok berarti kita ke sana sekarang ya . Ayo berangkat agar kita bisa lama di sana nanti nya ". Kata Derren
"Kalau begitu gue pamit dulu dan terima kasih traktiran nya hari ini ". Kata Tozaki
Nathan hanya mengangguk kan kepala nya saja dan kini Tozaki pun pergi meninggalkan mereka semua lalu mereka juga kini beranjak pergi juga sekarang untuk segera menuju markas Kai
" Kamu mau pulang saja atau mau ikut kita ke markas ?". Tanya Axel kepada Fellin
" Ikut kalian saja , aku kan juga ingin tahu bagaimana markas Kai ". Kata Fellin
" Baik lah jika memang kamu ingin ikut tapi ingat jangan ikut karena terpaksa sebab tidak ada juga yang memaksa kamu sayang untuk ikut bersama kita ". Kata Axel
Fellin tersenyum dan mengangguk kan Kepala nya paham dengan apa yang Axel katakan kepada nya tadi dan kini mereka pun berjalan menuju mobil untuk segera pergi ke markas tak lupa juga kekasih mereka membawakan barang belanjaan cewek nya yang tadi sudah di beli . Mereka semua pergi ke markas Kai sekarang dengan konvoi mobil di jalan sebab mobil mereka tidak lah jauh berbeda satu dengan yang lain nya , yang membedakan hanya modifikasi dan warna nya saja . Tidak lama juga waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di markas Kai karena mereka semua adalah raja jalanan jadi sudah pasti dapat mengemudi dengan sangat cepat sekali tadi
" Aku hanya mengikuti yang lain nya saja tadi swety jadi tidak ada maksud untuk membuat kamu celaka juga kok tadi ". Kata Ray
" Iya tapi aku sangat takut sekali tadi karena baru kali ini juga naik mobil dengan sopir yang sangat ugal-ugalan sekali ". Kata Kim
Ray hanya tersenyum saja ketika mendengar Kim mengomeli diri nya dan dia juga menatap Kim yang sedang mengomel sajak tadi karena aksi kebut-kebutan nya di jalan bersama dengan yang lainnya juga
Cup
Satu kecupan di bibir Kim membuat nya terdiam seketika dan Ray pun kembali tersenyum menatap nya
" Sudah jangan banyak bicara ayo turun kita Sudah sampai ". Kata Ray
Kim masih terlihat diam saja sambil menatap Ray karena tadi mencium nya secara tiba-tiba dan dia terkejut sekali akan hal tersebut
" Sayang ". Panggil Ray
" Ah iya , ini semua karena kamu jadi aku kaget sekali sayang dan menjadi patung seketika ". Kata Kim
" Ya sudah aku minta maaf dan ayo kita turun dari mobil karena mereka semua juga sudah turun ". Kata Ray
Kim dan Ray segera turun dari mobil , mereka berdua terlihat tersenyum bersama lalu berjalan menghampiri yang lain nya
" Mesum ya kalian di dalam mobil hingga lama sekali turun nya ". Kata Kai
" Jangan sembarangan Kai jika bicara ". Kata Ray
" Hanya bercanda saja kak tidak boleh . Ya sudah ayo masuk saja ke dalam sekarang ". Ajak Kai
" Ini serius markas bukan rumah atau hotel ?". Tanya Kim
" Iya aku tadi juga berpikir jika ini bukan markas Kim sebab terlalu bagus sekali ". Kata Fellin yang juga terkejut tadi ketika mengetahui markas Kai sangat lah bagus
" Jika jelek nanti para musuh dapat dengan mudah menemukan nya jadi gue membangun nya seperti ini agar tidak terlalu mencolok jika ini adalah markas ". Kata Kai
" Pintar juga ya Lo Kai ". Kata Kim
" Gue pintar memang sejak dulu dan Lo saja yang tidak menyadari nya ". kata Kai
__ADS_1
Mereka kini berjalan masuk ke dalam dan seperti biasa nya jika melihat big bos maka semua anak buah Kai menunduk hormat kepada nya dan Kai hanya cuek saja menanggapi nya
" Depan nya doang Kai bagus tapi dalam nya menyeramkan sekali ". kata Haruka
" Makam kali menyeramkan . Baru juga melihat sedikit sudah banyak komentar ya kalian ". Kata Kai
" Wajar kak mereka berkomentar karena belum tahu tempat kamu ini dan kamu juga sering kan berkomentar juga jadi biarkan saja mereka menilai tempat ini ". Kata Bianca
Kai menuruti nya dan kini dia pun berjalan menuju tempat tongkrongan yang ada di Markas itu di mana biasa nya Kai Dan para sahabat nya duduk bersantai di sana
" Wah kalau yang ini bagus sekali Kai ". kata Fellin ketika mereka sudah sampai di tempat tongkrongan Kai
" Sesuai dengan pemilik nya , desain nya sangat banyak sekali dan berbeda-beda juga ". Kata Axel
" Memang begitu kan Kai sejak dulu tidak visa di tebak mau nya apa dan itu terbukti dengan beberapa hasil desain nya yang terkadang tidak cocok tapi di cocok kan oleh nya ". Kata Ryan
" Namun hasil nya pun juga cukup memuaskan sekali jadi tidak akan rugi juga jika dia melakukan nya ". Kata Rafael
" Jika kalian haus ambil saja sendiri minuman nya dan ada cemilan juga di sana ". Kata Kai
" Lengkap sekali ya Kai tempat nya ". Kata Calista
" Memang aku menginginkan tempat yang lengkap agar nyaman saja jika nongkrong di sini ". Kata Kai
" Berarti jika nanti kau kembali ke New York boleh dong aku di sini Kai , hanya sekedar bersantai saja ". Kata Calista
" Silahkan saja ". Kata Kai
"Dan pajangan nya pun tidak luput juga satu foto Bianca ". Kata Derren
" Itu memang harus ada dan bukan cuma Bianca saja yang ada tapi semua yang gue cintai juga terpampang di sini dengan indah nya ". Kata Kai
" Oh ya , Bianca kemana kok tidak ada ?". Tanya Kim
Kai pun menoleh ke kanan dan kiri mencari keberadaan Bianca namun benar saja dia tidak ada sekarang ini
" Dia pasti pergi ke tempat tawanan Lo berada Kai". Kata Ray
" Ya seperti nya memang begitu . Dia selalu saja tidak suka aku menyiksa orang ". Kata Kai
" Tapi itu benar Kai. Jika masalah nya hanya sepele saja tidak perlu berlebihan sekali karena itu hanya akan menguras tenaga kita saja , kan sayang sekali kita melakukan hal yang tidak perlu untuk orang yang tidak penting sama sekali ". Kata Ryan
" Tapi bagi gue itu penting dan perlu di lakukan juga agar mereka jerah ". kata Kai
" Jika begini memang sangat mirip sekali dengan Daddy yang tidak akan mengampuni walaupun kesalahan nya hanya kecil saja ". Kata Calista
" Aku anak nya Cal jadi wajar bukan ". Kata Kai
" Bukan wajar lagi tapi terkadang kau memang sangat kurang ajar Kai ". Kata Calista membuat tawa di dalam markas itu terdengar sekarang ini . Dan mereka pun kini duduk bersama sambil mengobrol juga sekarang di sana . Banyak hal yang mereka bahas seperti rencana kedepan nya bagaimana. Apa mereka akan terus terpisah dan akan tinggal di Jepang atau mereka akan bersama dan tinggal di Indonesia, itu masih saja menjadi diskusi mereka semua sekarang ini
" Kai , apa di sini ada tempat untuk beristirahat?". Tanya Calista
" Ada di sebelah sana dan di sana juga bisa di gunakan untuk menonton bioskop dan main game juga ". Kata Erland yang menjawab nya
" Kita ke sana dulu ya untuk mengobrol dan menonton film ". Kata Calista
" Ke sana saja tapi jangan membuat rusuh di sana kembaran ku ". Kata Kai
" Jika pembuat onar maka itu adalah kau bukan aku ". Kata Calista yang kini sudah berjalan meninggalkan tempat itu dan Menuju tempat untuk bersantai di sana
Dan di ruangan lain nya kini Bianca menatap Nixco yang terlihat sangat kasihan sekali dengan luka yang seperti itu
" Kau kenapa harus melawan jika kak Kai berbicara, itu akan semakin menyulut emosi nya ". kata Bianca yang merasa kasihan sekali dengan nya
" Kalian apa sudah memberi nya makan tadi ?". Tanya Bianca kepada anak buah Kai
" Belum Waktu nya dia untuk makan Nona bos ". Kata anak buah Kai
" Beri dia makan sekarang dan jangan lupa kasih minum juga dan ini adalah perintah ku ". Kata Bianca yang sangat tidak tega sekali . Bukan nya dia menentang Kai tapi ini hanya masalah sepele saja jadi tidak perlu juga hingga melakukan hal separah ini menurut nya jadi dia pun masih berbaik hati kepada Nixco menyuruh anak buah Kai memberi nya makan dan minum sekarang
" Kamu kenapa ada di sini ?". tanya Kai
Bianca menoleh ke arah sumber suara dan di sana sudah ada Kai dan juga yang lain nya sedang berdiri menatap nya
" Kai, bukan nya itu adalah Nixco adik dari Lucifer". Kata Axel yang kenapa kepada Nixco yang meskipun dia terlihat terluka namun Axel masih saja mengenali nya
" Lucifer, bukan nya dia ketua Geng yang sangat sulit di ketahui jejak nya dan juga keberadaan nya ". Kata Bianca terkejut lalu dia menatap Kai. Entah perang apalagi nantinya yang akan terjadi yang jelas Lucifer ini cukup berbahaya juga dan harus waspada sekali jika berurusan dengan nya
__ADS_1